1 of 25

Manajemen Logistik��

Ir. AFFERDHY ARIFFIEN, MT

2 of 25

Program Studi Manajemen Logistik

Visi :

Menjadi program Studi yang unggul dan bereputasi tinggi dalam Pendidikan, penelitian dan pengembangan ke ilmuan Manajemen Logistik dan supply chain, sehingga menjadi andalan nasional dan dapat sejajar pada barisan terdepan di tingkat Global pada tahun 2031.

3 of 25

  • Mampu mengetahui dan memahami tentang proses manajemen Logistik dan Supply Chain Management.
  • Mampu menganalisa persoalan-persoalan yang berhubungan dengan Logistik dan Supply Chain Management.
  • Menambah ketrampilan mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan dalam manajemen Logistik dan Supply Chain Management.

3

Tujuan Instruksional Umum

4 of 25

Manajemen Logistik

Council of Logistics Management:

  • Pengelolaan proses perencanaan (planning), pelaksanaan (implementing) dan pengendalian (controlling) yang efisien dan efektif dari aliran/pemindahan (flow/movement) dan penyimpanan (storage) bahan baku (raw materials), in-process inventory, finished goods serta aliran informasi mulai dari titik awal dari mana bahan baku didatangkan sampai titik akhir konsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan.

5 of 25

Istilah/Nama Lain Untuk Manajemen Logistik:

      • Distribusi barang/fisik (Physical distribution)
      • Distribusi (Distribution)
      • Rekayasa distribusi (Distribution engineering)
      • Logistik bisnis (Business logistics)
      • Logistik pemasaran (Marketing logistics)
      • Distribusi logistik (Distribution logistics)
      • Manajemen material (Materials management)
      • Manajemen material logistik (Materials logistics management)
      • Logistik (Logistics)
      • Sistem respon cepat (Quick-response systems)
      • Manajemen rantai pasok (Supply chain management)
      • Logistik industri (Industrial logistics)

6 of 25

Kategori Material/Barang Yang Ditangani Dalam Manajemen Logistik:

Raw materials

1

In-process inventory

2

Finished goods

3

7 of 25

Jenis Produk Jadi Dalam Manajemen Logistik:

1.

Produk Konsumsi : produk yang dihasilkan perusahaan untuk kepentingan konsumen akhir (final customer).

2.

Produk Industri : produk yang dihasilkan perusahaan untuk kepentingan industri (intermediate customer), biasanya sebagai bahan baku atau bahan pembantu pada proses produksi berikutnya.

8 of 25

Nilai Tambah Suatu Produk Perspektif Logistik:

Form

utility

Possesion

utility

Place

utility

Time

utility

9 of 25

Form utility adalah nilai yang diciptakan oleh suatu bisnis dengan menggabungkan bahan-bahan dan komponen-komponen tertentu untuk menghasilkan suatu produk. Sebagai contoh, kayu, paku, lem, tukang, dan peralatan lainnya digabungkan untuk menghasilkan produk furniture.

Penerapan konsep form utility ini dalam bidang pemasaran adalah dengan meningkatkan daya jual (marketability) suatu produk melalui pengubahan karakteristik-karakteristiknya: bentuk, ukuran, warna, fungsi, gaya (style). ��Sebagai contoh, kertas yang oleh produsennya dipaket dalam unit rim (500 lembar) dikemas ulang dengan ukuran yang lebih kecil, misalnya 50 lembar, oleh sebuah pasar swalayan yang berlokasi di depan kampus.

10 of 25

Place utility adalah nilai yang diciptakan oleh suatu bisnis dengan menyediakan produk di tempat yang diinginkan customer.�Dengan kata lain suatu benda akan lebih bermanfaat jika telah berpindah tempat. Misalnya pasir di sungai dipindah ke kota dan kayu di hutan dipindah ke kota dipakai sebagai bahan bangunan.

Sebagai contoh, tempe mendoan khas Purwokerto tidak tersedia dengan mudah di Bandung. Manajer sebuah restoran di Bandung memutuskan untuk menyediakan mendoan. Dengan demikian, orang-orang Bandung yang berasal dari Purwokerto tidak perlu pulang ke kampung halaman hanya untuk menikmati makanan kesukaannya di masa kecil.�

11 of 25

Time utility yaitu benda memiliki kegunaan bila terjadi perubahan waktu. Contoh: 1. Payung dan jas hujan menjadi berguna pada saat turun hujan. 2. Obat menjadi berguna pada saat jatuh sakit. 3. Baju hangat menjadi berguna pada saat musim dingin. �Dengan kata lain nilai yang diciptakan oleh suatu bisnis dengan menyediakan suatu produk pada saat diinginkan.

Contoh Menyediakan terompet pada saat tahun baru adalah contoh keinginan orang atas suatu produk yang terkait dengan waktu.�

12 of 25

Possession utility adalah nilai yang tercipta dengan dimilikinya suatu produk. Dengan memiliki suatu barang, seseorang bisa menggunakan secara bebas (memperoleh kontrol penuh) atas barang itu. Possession utility memiliki arti yang sama dengan ownership utility (nilai guna suatu barang yang muncul atau berguna jika barang tersebut dimiliki oleh seseorang yang tepat, Misal : Kamera Dslr yang dimiliki oleh seorang photographer, jala dan perahu akan berguna jika dimiliki oleh nelayan)

Fungsi bisnis yang menciptakan possession utility dari suatu produk adalah fungsi pemasaran.�

13 of 25

KOMPONEN DALAM MANAJEMEN LOGISTIK

14 of 25

Output dari Manajemen Logistik :

  1. Marketing Orientations (Logistics Is Market Oriented)
  2. Logistics Add Time & Place Utility
  3. Logistics Allow Efficient Movement to the Customer

  • Konsep marketing dari perspektif manajemen logistik :

15 of 25

Logistics Allow Efficient Movement to the Customer

  • E. Grosvenor Plowman merujuk 5 hukum dari logistik, yaitu: memberikan right product pada right place & right time dalam right condition dengan right cost kepada customer yang mengkonsumsi produk tersebut.
  • Sehingga evaluasi dan improvement dari aktivitas logistik yang dilakukan dengan mengintegrasikan aktivitas purchasing, inventory management, customer service, transportation dan public warehousing akan bisa:
    • menurunkan biaya keseluruhan
    • meningkatkan keuntungan
    • meningkatkan level of service pada konsumen

16 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik:

  1. Customer Service

Dalam hal ini aktivitas dari customer service akan melibatkan implementasi dari konsep manajemen logistik yang terintegrasi untuk memberikan tingkat kepuasan konsumen yang cukup baik dengan tingkat harga yang serendah mungkin.

  • Order Processing

Memacu proses distribusi dan mengarahkan aktivitas-aktivitas yang bertujuan pada pemenuhan kepuasan pelanggan.

Komponen dari order processing:

    • Elemen-elemen operasional: seperti order entry/editing, order scheduling, order shipping set preparation, invoicing (pengurusan faktur-faktur)
    • Elemen-elemen komunikasi: modifikasi order, pemeriksaan status order, tracing & expediting, koreksi kesalahan pemesanan dan informasi produk.
    • Elemen-elemen credit & collection: pengecekan kartu credit dan pemrosesan/pengumpulan account yang bisa diterima.

17 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (2):

3. Distribution Communications

  • Komunikasi yang efektif harus dilakukan pada:
    • Supplier – perusahaan – customer
    • Komponen fungsional utama dari perusahaan yaitu: marketing, manufacturing, logistic dan finance/accounting.
    • Berbagai aktivitas yang berhubungan dengan logistik, seperti: customer service, traffic & transportation, warehousing & storage, order processing dan inventory control.
    • Komponen-komponen didalam masing-masing aktivitas logistik, misalnya dalam inventory control: inplant inventory, inventory in-transit dan inventory in field warehouse.

4.  Inventory Control 🡪 aktivitas kritis

karena membutuhkan biaya untuk menjaga kecukupan supply produk dalam rangka memenuhi kebutuhan customer maupun kebutuhan manufacturing. Logistik harus menjaga ketersediaan raw materials, part dan finished goods inventory yang dibatasi oleh keterbatasan modal dan tempat penyimpanan. Keberhasilan inventory control ditentukan oleh tersedianya inventory untuk mencapai level of customer service yang diinginkan tanpa mengganggu biaya untuk aktivitas logistik yang lain.

18 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (3):

5. Demand Forecasting

  • Penentuan sejumlah produk yang dibutuhkan konsumen dan jasa pelayanan yang mendampingi produk tersebut untuk waktu yang akan datang.
  • Bagi marketing, untuk menentukan strategi promosi, pengalokasian sales force, strategi pricing, dan aktivitas market research.
  • Bagi manufacturing, untuk menentukan jadwal produksi, strategi pembelian dan pengadaan, serta keputusan-keputusan inventory dalam pabrik. Sementara bagi manajemen logistik, untuk menentukan berapa banyak masing-masing item produk yang diproduksi oleh perusahaan akan dikirim ke berbagai pasar yang harus dilayani.

19 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (4):

6. Traffic & Transportation

  • Pergerakan/pemindahan /aliran barang dari titik awal ke titik akhir konsumsi dan sebaliknya. Aktivitas traffic & transportation berhubungan dengan bagaimana memanage pergerakan produk/barang yang meliputi aktivitas-aktivitas seperti:
      • pemilihan moda shipment (alat angkut), misalnya: udara, rail (kereta), water, pipeline, truk.
      • pemilihan jalur (routing)
      • mengikuti hukum/aturan transportasi lokal, nasional serta persyaratan-persyaratan pengangkutan baik domestik maupun internasional.

20 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (5):

7. Warehousing & Storage

  • Biasanya produk harus disimpan di pabrik atau di tempat tertentu sebelum dijual atau dikonsumsi. Semakin besar selisih waktu antara produksi dengan konsumsi akan semakin besar juga jumlah inventory yang dibutuhkan.
  • Warehousing & storage adalah aktivitas yang berhubungan dengan bagaimana memanage ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan dan mengurus inventory.
  • Secara spesifik aktivitas storage meliputi:
      • memutuskan apakah fasilitas storage sebaiknya dimiliki sendiri, sewa atau pinjam
      • design & layout dari fasilitas storage (gudang)
      • product mix consideration
      • perawatan, sistem keamanan
      • penugasan dan pelatihan personil

21 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (6):

8. Plant & Warehouse Site selection

  • Lokasi yang strategis, misalnya yang dekat dengan pasar dapat meningkatkan customer service level . Lokasi faslitas plant & warehouse yang tepat juga dapat memberikan laju volume transportasi yang lebih rendah dalam pengiriman produk dari pabrik ke warehouse; dari pabrik ke pabrik yang lain; dari warehouse ke customer.
  • Yang diperhatikan dalam pemilihan site adalah lokasi dari berbagai pasar konsumsi atau pasar perusahaan yang membutuhkan produk tersebut, lokasi dari raw materials, component parts dan subassembly, karena perusahaan harus memikirkan pergerakan barang masuk (inbound movement) dan penyimpanan material/produk sebagai aliran keluar (outbound flow).
  • Faktor-faktor lain yang juga penting adalah:
      • Labor rate atau UMR; Transportation services; Pajak; Keamanan; Aturan/hukum yang berlaku; Faktor lokal; Harga tanah;

Faktor-faktor pendukung yang tersedia

22 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (7):

9. Material Handling:

  • Tujuan dari aktivitas material handling adalah:
      • bagaimana sebisa mungkin mengurangi /mengeliminasi handling
      • meminimasi jarak material handling
      • meminimasi goods in-process
      • membuat aliran yang bebas dari bottlenecks
      • meminimasi losses yang diakibatkan oleh barang yg terbuang, busuk, rusak atau hilang selama proses pengiriman.

  • Material handling yang jelek akan berakibat pada kerusakan/kehilangan produk, ketidakpuasan konsumen, delay produksi dan idle karyawan maupun peralatan. Aktivitas material handling punya peran vital dalam mereduksi inventory, menurunkan cost dan meningkatkan produktivitas.

23 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (8):

10. Procurement:

  • Setiap perusahaan mempercayakan material dan servicenya untuk dipasok oleh perusahaan lain. Procurement adalah cara mendapatkan /memperoleh material dan service yang dibutuhkan untuk menjamin keefektifan operasi manufacturing dan proses-proses logistik. Fungsi dari procurement meliputi: seleksi lokasi supply source, penentuan spesifikasi material yang dibutuhkan, waktu pembelian, penentuan harga, quality control dan lain-lain

11. Part & Service Support:

  • Dalam pergerakan raw materials, in-process inventory & finished goods, logistik harus juga memikirkan aktivitas yang berhubungan dengan repair & servicing product. Tanggung jawab logistik dan marketing tidak hanya berhenti jika produk sudah terkirim ke konsumen, tapi juga bagaimana memberikan after sales service pada konsumen. Hal ini meliputi penyediaan part pengganti (replacement parts) jika produk rusak atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

24 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (9):

12. Packaging:

  • Dalam sudut pandang marketing, kemasan (packaging) bisa berfungsi sebagai alat promosi atau advertising. Ukuran, berat, warna dan informasi yang tercetak pada kemasan akan menarik hati konsumen dan bisa menyampaikan informasi tentang produk di dalamnya.
  • Dari sudut pandang logistik, kemasan mengandung dua maksud, yang pertama kemasan bisa melindungi produk dari kerusakan yang terjadi pada saat disimpan atau dikirim. Kedua, kemasan bisa memudahkan penyimpanan dan pengiriman sehingga bisa mereduksi handling dan juga ongkos material handling. Jika perusahaannya adalah perusahaan multinasional, maka kemasan (packaging) merupakan hal yang sangat penting.

25 of 25

Aktivitas-aktivitas dalam manajemen logistik (10):

13. Salvage & Scrap Disposal:

  • Salah satu dari hasil sampingan dari proses manufacturing dan logistik adalah material buangan. Proses logistik harus menghandle material buangan ini secara efektif dan efisien. Jika material ini masih bisa diproses lagi (di recycle), maka logistik harus memanage transportasinya ke lokasi remanufacturing/reprocessing.

14. Return Goods Handling

  • Penanganan barang-barang yang dikembalikan yang sering disebut dengan kebalikan aliran logistik (reverse logistic) adalah bagian penting dari proses logistik.
  • Pembeli bisa mengembalikan produk yang sudah dibeli ke penjual dengan berbagai alasan misalnya: produknya rusak, kedaluarsa, salah kirim produk dan sebagainya. Atau karena perusahaan memberikan garansi perbaikan dan penggantian.