SUPPLY CHAIN MANAGEMENT�(E-SUPPLY)��Materi Pertemuan ke-12
E-supply Chain
Tiga segmen rantai pasokan
Gambar Rantai Persediaan Sederhana �(Simple Supply Chain)
2nd tier
Supplier
2nd tier
Supplier
2nd tier
Supplier
1st tier
Supplier
1st tier
Supplier
Assembly/
Manufacturing
And packaging
Distribution
Centers
Retailers
Customers
Upstream
Internal
Downstream
Oil
Refinery
Sheet
Metal
Lumber�Company
Pulp
Company
Plastic
Components
Manufacturer
Paper
Company
Box
Makers,
Printers
Toy
Assembler/
Manufacturer
Toy
Packaging
Retailers
Customers
Distribution
Shipping
Shipping
Contoh: Toys Manufacturer Process
Example : Cadbury Supply Chain
The processes involved in making one of our chocolate bars, Cadbury Dairy Fruit & Nut, at our factory in Bournville in the United Kingdom, give a good illustration of how supply chains, and our relationships within them, can differ.
For us the term 'supply chain' describes the process we use to obtain the ingredients, packaging goods and services that we need to do our business.
At Cadbury
Schweppes, we have several
supply chains, depending
on the item we are sourcing.
Our supply chain for milk, for
example, is different from the
supply chain for advertising,
and supply chains for the same
item can also vary from country
to country.
Making and advertising �Cadbury Dairy Milk in the UK
Manajemen E-Supply (e-SCM)
Merupakan penggunaan teknologi untuk meningkatkan proses B2B dan peningkatan kecepatan, ketahanan, kontrol langsung, serta kepuasan pelanggan
Teknologi dimanfaatkan untuk peningkatan kegiatan operasi dari rantai persediaan (Supply Chain)
Selain teknologi, juga melibatkan perubahan² pada kebijakan manajemen, budaya organisasi, proses bisnis, dan struktur organisasi
Kesuksesan E-supply chain bergantung pada:
Manajemen E-Supply (e-SCM)
Aktivitas/proses yang ada pada E-SCM:
Permasalahan dalam�Supply Chain
Solusi �E-commerce untuk Supply Chain
Cth: pada B2B, order transmisikan secara otomatis ke pemasok ketika level inventori sudah mencapai titik tertentu
Kolaborasi Perdagangan
Kegiatan ini dibedakan dari penjualan dan pembelian. Cth: sebuah perusahaan yang berkolaborasi secara elektronik dengan pemasoknya yang mendesain produk atau bagian-bagiannya untuk perusahaan tersebut
Keuntungan : pengurangan biaya, peningkatan pendapata, dan hubungan yg lebih baik dengan customer
Penggunaan teknologi digital yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk secara bersama-sama merencanakan, merancang, mengatur, dan meneliti produk, servis, dan aplikasi EC yang inovatif
Kolaborasi Perdagangan
terjadi di antara anggota-anggota Supply Chain, biasanya yang dekat satu dengan yg lainnya seperti manufaktur dan distributornya atau distributor dan pedagang.
Bahkan bila ada lebih banyak partner yang terlibat, fokusnya adalah peningkatan informasi dan aliran produk di antara mereka.
Setiap partner dapat berinteraksi dengan semua unsur dalam Supply Chain. Interaksinya dapat terjadi diantara beberapa manufaktur atau distributor.
Kolaborasi jaringan dapat berbeda-beda bentuk, tergantung pada industri yang dijalankan, produk/servis, volume arus informasi, dan lainnya
Kolaborasi Tradisional
Suppliers
Manufacturers,
Assemblers
Distributors,
Warehousing
Retailers
Customers
CPFR
Contract
Manufacturing
CPFR
VMI
Logistic
Services
Demand
Aggregators
Financial
Services
Supply
Aggregators
VMI
Kolaborasi Jaringan
Sub
Suppliers
Component
Suppliers
Raw Material
Suppliers
Manufacturers
Assemblers
Distributor
Reseller
Distributor
Contract
Manufacturers
Consumer
Retailer
Business
Customer
Logistics
Logistics
Logistics
VMI
E-marketplace
Financial
Services
Financial
Services
Financial
Services
E-marketplace
Demand
Aggregator
Contoh E-Collaboration �(E-Kolaborasi)