Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SMA (Fase E)
Tema: Kearifan Lokal Penulis: Debby Josephine
MENELUSUR WARISAN MASA LAMPAU
Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian Projek
Beberapa bentuk kearifan lokal seperti sastra lisan (pantun, cerita rakyat, peribahasa), tradisi, artefak budaya, produk kesenian dan kerajinan merupakan warisan leluhur yang sangat bernilai. Kearifan lokal ini sudah ada sejak ribuan tahun dan diciptakan untuk beragam tujuan, di antaranya untuk menjaga sumber daya alam dan sumber daya lokal. Namun, generasi yang hidup di masa sekarang umumnya kurang memahami makna kearifan lokal ini sehingga tantangan yang terjadi di masa sekarang terkait sumber daya alam dan sumber daya lokal seolah datang begitu saja tanpa ancang-ancang. Padahal beberapa nilai kearifan lokal sendiri memiliki potensi untuk mencegah masalah yang ada terjadi (preventif).
Projek ini dimulai dengan tahap temukan, peserta didik diajak untuk mengenali bentuk dan fungsi kearifan lokal yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan menemukan hubungan antara identitas diri, identitas budayanya, dan belajar untuk memahami bahwa identitas adalah sebuah konsepsi yang dinamis dan selalu berubah. Berangkat dari pemahaman tentang identitas ini, peserta didik membongkar asumsinya terhadap identitas budaya yang ada di wilayahnya maupun budaya orang lain. Dengan demikian, diharapkan peserta didik dapat menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan kearifan lokal sebuah kelompok masyarakat. Tahap ini ditutup dengan menemukan masalah atau tantangan yang terjadi di sekitarnya yang memiliki kait dengan sumber daya alam atau sumber daya lokal.
Setelah itu projek dilanjutkan dengan tahap bayangkan, dimana pada tahap ini peserta didik diajak untuk melihat langsung bagaimana bentuk kearifan lokal yang ada di wilayahnya. Dari sini peserta didik diminta untuk mengkritisi hubungan antara bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan fungsinya bagi masyarakat. Tahap ini diakhiri dengan membayangkan kondisi impian yang peserta didik harapkan terjadi pada lingkungannya dan kearifan lokal yang ada di wilayahnya.
Projek dilanjutkan dengan tahap lakukan yang bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk menggaungkan kearifan lokal yang ditemui dan bermakna bagi peserta didik sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang ia miliki. Lalu, projek diakhiri dengan tahap bagikan, di mana seluruh peserta didik membagikan pengetahuannya akan kearifan lokal kepada warga sekolah, guru, dan perwakilan masyarakat.
Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global, dan Kreatif yang akan dijabarkan pada halaman berikutnya.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Projek
Tahap Temukan: Mengenali dan membangun kesadaran murid terhadap pengetahuan lokal | ||||
1 Pengantar Materi Kearifan Lokal | 2 Bentuk dan Fungsi Kearifan Lokal | 3 Pengaruh Identitas Kelompok pada Identitas Diri | 4 Identitas Diri dan Kelompok | 5 Tantangan di Sekitarku |
Tahap Bayangkan: Menggali bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah masing-masing | ||||
6 Menelusur Warisan Masa Lampau | 7 Benang Merah Keberlanjutan | 8 Kondisi Impian | 9 Sesi Berbagi | |
Tahap Lakukan: Mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui bentuk aksi pelestarian budaya lokal yang paling mungkin dilakukan | ||||
10 Lestari Budaya Lokalku: Identifikasi Potensi Diri dan Kelompok | 11 Lestari Budaya Lokalku: Menentukan Bentuk Aksi | 12 Lestari Budaya Lokalku: Persiapan Aksi | 13 Lestari Budaya Lokalku: Simulasi Aksi | |
Tahap Bagikan: Menggenapi proses dengan aksi pelestarian budaya lokal serta melakukan evaluasi dan refleksi | ||||
14 Lestari Budaya Lokalku! | 15 Evaluasi Aksi | 16 Refleksi | 17 Cerita Perjalanan Aksiku | |
Tahapan dalam projek “Menelusur Warisan Masa Lampau”
Dimensi, elemen, dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Pelajar Pancasila Terkait | Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila | Target Pencapaian di akhir Fase E (SMA, Usia 16-18 tahun) pelajar | Aktivitas Terkait |
Bernalar Kritis | Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan | Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. | 1, 2, 3, 7, 8, 9, 10 |
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran | Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan. | 7, 10, 11 | |
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri | Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan. | 8, 9, 10, 11, 15, 16, 17 | |
Berkebinekaan Global | Mendalami budaya dan identitas budaya | Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa. | 1, 2, 3, 6, 7 |
Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya | Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas. | 6, 7 | |
Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya | Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku. | 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14 | |
Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan | Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. | 10, 11, 12, 13 | |
, 13Kreatif | Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan | Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi. | 11, 12, 13 |
Perkembangan Sub-elemen Antarfase Bernalar Kritis
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan | Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa. | Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. | Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. | Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. Menghasilkan narasi berupa artikel / jurnal / karya ilmiah dari gagasan tersebut. |
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran | Menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan | Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan. | Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan. | Mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang telah melalui tahap uji coba, mendapat umpan balik dari berbagai ahli, dan melakukan pengembangan terus menerus. |
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri | Memberikan alasan dari hal yang dipikirkan, serta menyadari kemungkinan adanya bias pada pemikirannya sendiri | Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda. | Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan. | Menjelaskan alasan disertai data faktual dari berbagai sumber yang kredibel untuk mendukung pemikirannya sekaligus menganalisis dan menerima pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya. Mengubah pemikirannya jika diperlukan. |
Perkembangan Sub-elemen Antarfase Berkebinekaan Global
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Mendalami budaya dan | Mengidentifikasi dan | Menjelaskan perubahan budaya seiring | Menganalisis pengaruh keanggotaan | Menginternalisasi identitas |
identitas budaya | mendeskripsikan keragaman budaya di sekitarnya; serta | waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional. | kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, | diri sebagai bagian dari budaya kemudian |
| menjelaskan peran budaya dan | Menjelaskan identitas diri yang | termasuk identitas dirinya. Mulai | mengeksternalisasi kapasitas |
| Bahasa dalam membentuk identitas dirinya. | terbentuk dari budaya bangsa. | menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa. | diri yang dimiliki sebagai upaya melestarikan budaya bangsa |
Mengeksplorasi dan | Mendeskripsikan dan | Memahami dinamika budaya yang | Menganalisis dinamika budaya yang | Menemukan hubungan sebab |
membandingkan | membandingkan pengetahuan, | mencakup pemahaman, kepercayaan, | mencakup pemahaman, kepercayaan, dan | akibat dari hasil analisis |
pengetahuan budaya, | kepercayaan, dan praktik dari | dan praktik keseharian dalam konteks | praktik keseharian dalam rentang waktu | dinamika budaya yang |
kepercayaan, serta praktiknya | berbagai kelompok budaya. | personal dan sosial. | yang panjang dan konteks yang luas. | kompleks dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas, kemudian |
| | | | menemukan pola berulang |
| | | | yang terjadi. |
Menumbuhkan rasa | Mengidentifikasi peluang dan | Memahami pentingnya melestarikan | Memahami pentingnya saling | Mampu mengelola perbedaan |
menghormati terhadap | tantangan yang muncul dari | dan merayakan tradisi budaya untuk | menghormati dalam mempromosikan | secara koknstruktif sehingga |
keanekaragaman budaya | keragaman budaya di Indonesia. | mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia serta | pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta | dapat beradaptasi di tengah perbedaan dan melakukan |
| | mulai berupaya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari. | menunjukkannya dalam perilaku. | advokasi dalam rangka mewujudkan toleransi budaya multikultural |
Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan | Membandingkan beberapa tindakan dan praktik perbaikan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan dampaknya secara jangka panjang terhadap manusia, alam, dan masyarakat | Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang memperhatikan prinsip-prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat | Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. | Berinisiatif melakukan berbagai tindakan strategis dalam jangka waktu panjang dan terukur berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. |
Perkembangan Sub-elemen Antarfase Berkebinekaan Global
Perkembangan Sub-elemen Antarfase Kreatif
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan | Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan | Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan | Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi. | Memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi dan umpan balik yang diterima, kemudian melakukan siklus pengembangan eksperimen secara terus menerus. |
Relevansi projek |
ini bagi sekolah |
dan semua guru |
mata pelajaran |
Statistik kebudayaan tahun 2017 mencatat bahwa jumlah kesenian yang akan punah mencapai angka 143, terdiri atas seni rupa, seni musik, seni teater, seni tari, sastra dan kesenian lainnya. Di sisi lain, statistik kebudayaan tahun 2018 juga mencatat ada 34 bahasa daerah yang akan punah. Hal ini penting untuk jadi perhatian kita bersama karena beberapa ragam seni dan bahasa daerah merupakan hasil akumulasi pengetahuan lokal masyarakat Indonesia dalam jangka waktu yang panjang. Belum lagi ditambah beberapa budaya lokal tersebut mengandung makna mendalam untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan sumber daya lokal dengan mencerminkan relasi antar manusia, relasi manusia dengan Tuhan, dan relasi manusia dengan semesta. Nilai-nilai pengetahuan lokal yang terwujud dalam berbagai bentuk budaya lokal ini penting untuk terus digaungkan dan diwariskan pada generasi selanjutnya agar tetap lestari.
Sejalan dengan hal tersebut, sekolah sebagai salah satu institusi budaya memiliki peran untuk ambil bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang kini keadaannya semakin terancam dari waktu ke waktu. Selain itu, sekolah yang dapat memberikan pengalaman akan keberagaman budaya yang dibutuhkan, diikuti dengan refleksi pada tahapannya akan membentuk masukan dan pengalaman positif dari keberagaman itu sendiri. Di mana hal ini akan menghasilkan peserta didik yang mampu mengelola perbedaan secara konstruktif, beradaptasi dengan baik, membangun sinergi atas perbedaan sehingga sekolah dapat mendorong peserta didik lebih mudah dan siap menjadi bagian dari masyarakat global.
Bagaimanapun, sebagai kompas kehidupan, budaya dapat mengarahkan kita untuk berpikir, merasa, bertindak, dan berkarya ke arah benar salah, baik buruk, pantas tidak pantas.
Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek ini
Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SMA/SMK (Fase E) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mengusung tema Kearifan Lokal. Di dalam perangkat ajar untuk projek “Menelusur Warisan Masa Lampau” ini, ada 17 (enam belas) aktivitas yang saling berkaitan. Tim Penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester pertama kelas XI dikarenakan aktivitas yang ditawarkan disusun dengan sedemikian rupa agar peserta didik tidak hanya mengetahui isu kearifan lokal secara teori saja, tetapi juga bisa mengkritisi fungsi kearifan lokal tersebut dan kaitannya dengan masalah sumber daya alam atau sumber daya lokal yang terjadi saat ini. Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 1 (satu) semester, dengan total kurang lebih 62 JP. Sebaiknya ada jeda waktu antar aktivitas agar di satu sisi para guru mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan materi untuk memantik diskusi dan refleksi peserta didik. peserta didik juga mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi, dan menjalankan masing-masing aktivitas dengan baik.
Namun demikian, tim penyusun memahami bahwa kondisi tiap sekolah berbeda-beda. Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas, alokasi waktu per aktivitas, dan apakah semua aktivitas diselesaikan dalam waktu singkat atau disebar selama satu semester/satu tahun ajar. Materi ataupun rancangan aktivitas juga bisa disesuaikan agar projek bisa berjalan efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah juga kondisi daerah tempat sekolah berdiri. Kami juga akan memberikan saran praktis dan alternatif pelaksanaan beberapa aktivitas, serta rekomendasi aktivitas pengayaan, jika diperlukan.
MENELUSUR WARISAN MASA LAMPAU
TEMUKAN
1.
Pengantar Materi Kearifan Lokal
Waktu: 90 Menit
/ 2 JP
Bahan: Materi Video, Proyektor, Laptop
Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Persiapan
1. Guru membekali diri dengan pengetahuan akan definisi dan berbagai bentuk kearifan lokal yang memiliki hubungan dengan keberlanjutan sumber daya alam.
Pelaksanaan
Tugas
Peserta didik diminta untuk mencari tahu salah satu bentuk kearifan lokal “Nandong Smong” di Pulau Simeulue dari berbagai sumber
Bahan Untuk Guru:
“Apa itu Pengetahuan Lokal?” https://www.youtube.com/watch?v= 4asJhKcvx_Y
“Kearifan Lokal, Pengetahuan Lokal, dan Degradasi Lingkungan” https://www.esaunggul.ac.id/kearifa n-lokal-pengetahuan-lokal-dan-deg radasi-lingkungan/
Objektif:
Tips:
Jika peserta didik tidak tahu akan berbagai bentuk kearifan lokal, guru dapat memberikan beberapa contoh dari bahan bacaan di atas atau mencari bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah masing-masing yang memiliki hubungan dengan keberlanjutan sumber daya alam.
2.
Bentuk dan Fungsi Kearifan Lokal
Waktu: 90 Menit
/ 2 JP
Bahan: Materi Video, Proyektor, Laptop
Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Persiapan
1. Guru membekali diri dengan pengetahuan akan salah satu bentuk kearifan lokal: “Nandong Smong” dan bagaimana dampaknya terhadap Pulau Simeulue
Pelaksanaan
Bahan Untuk Guru:
“Nandong Smong” https://www.youtube.com/watch?v=
“Meneliti Pengetahuan Lokal: SMONG! Selamatkan Kita dari Tsunami https://www.youtube.com/watch?v= s5_zs050Ztk
Materi video untuk murid: “Smong” https://www.youtube.com/watch?v= gN0YBkSROK4&t=2s
Objektif:
3.
Pengaruh Identitas Kelompok pada Identitas Diri
Waktu: 90
menit/ 2 JP Bahan: Kartu bermain peran, lembar kerja “Siapakah aku?” Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Persiapan
1. Guru mempersiapkan kartu bemain peran dan memahami cara bermain peran
Pelaksanaan
Objektif:
Tips:
Tugas:
Guru meminta peserta didik untuk memetakan identitas dirinya dan identitas sosial yang melekat padanya dengan melengkapi lembar kerja pemetaan identitas diri “Siapakah Aku?”
Cara Bermain:
1.
2.
3.
Bagi peserta didik menjadi 4 - 5 kelompok
Setiap kelompok mendapat satu kartu peran kelompok yang akan dimainkan, kartu ini tidak boleh diketahui oleh kelompok lain
Peserta didik diberi waktu + 15 menit untuk mempersiapkan kelompok untuk memainkan peran kelompok yang didapat. peserta didik dibebaskan untuk mengekspresikan peran dengan mengatur gaya rambut, gaya berpakaian, tarian, atau nyanyian yang menunjukkan ciri khas dari peran tersebut Setelah waktu persiapan selesai, setiap kelompok menampilkan peran mereka di depan kelas. Setelah selesai, kelompok lain menebak peran apa yang baru saja dimainkan disertai dengan alasannya
Setelah seluruh kelompok tampil, guru bersama peserta didik mengapresiasi seluruh penampilan dengan tepuk tangan bersama
4.
5.
Hal yang perlu diperhatikan:
1.
Ketika kelompok lain menebak peran kelompok yang tampil beserta alasannya, guru sebagai fasilitator bertanya kembali apakah betul alasan yang diberikan sudah pasti menjadi ciri khas / identitas kelompok tertentu, misal:
Guru menutup kegiatan dengan penguatan bahwa prasangka bisa terbentuk dari ciri khas / citra yang dibawakan. Untuk itu, demi menghindari diri dari prasangka atau bias, yang perlu dilakukan adalah menanyakan langsung dari sumbernya bukan menciptakan asumsi atau prasangka.
2.
KELOMPOK ROCK
KELOMPOK DANGDUT
KELOMPOK KPOP
KELOMPOK GAMELAN
KELOMPOK JAZZ
Siapakah Aku?
nama
bahasa yang aku kuasai (termasuk bahasa daerah)
sifat
bentuk wajah
hal yang tidak aku suka
hal yang aku suka
hobi
jenis kelamin
tinggi badan
suku
agama
kemampuan yang dimiliki
keterampilan yang dimiliki
cita-cita
keterampilan yang ingin dikembangkan
kemampuan yang ingin dikembangkan
(gambar diri)
Siapakah Aku?
Anjani
bahasa yang aku kuasai: Bahasa Indonesia, Bahasa Sasak (mengerti tapi tidak luwes berbicara dengan bahasa tersebut)
Penyayang binatang, suka gak sabar kalau lihat macet
158 cm
Bentuk wajah bulat
Hal yang aku tidak suka: maceeett!!, melihat orang tidak bisa antri, sampah berserakan
hal yang aku suka: melihat bunga mekar, kopi, kue cokelat
Bermain basket, baca komik, mencoba rasa kopi dari berbagai daerah
Perempuan
Suku Sasak
Hindu
kemampuan yang dimiliki: jago biologi dan kimia
keterampilan yang dimiliki: bermain gitar, membuat kopi dengan teknik manual brew
Ingin menjadi pemain basket timnas putri atau punya kedai kopi sendiri
keterampilan yang ingin dikembangkan: merajut
:)
kemampuan yang ingin dikembangkan: ingin tahu lebih banyak tentang mikrobiologi
Contoh
4.
Identitas Diri dan Kelompok
Waktu: 180
menit/ 4 JP Bahan: Lembar kerja pemetaan identitas diri, alat tulis, alat warna
Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Pelaksanaan
Materi untuk Guru:
“Satu Indonesia Bersama Aleta Baun, Pejuang Lingkungan Hidup dari Timor” https://www.youtube.com/watch?v= 3BxH_pu00XM
Video untuk peserta didik:
“Film Dokumenter | Nausus” https://www.youtube.com/watch?v= w43mH71TnuI
Objektif:
- peserta didik mampu mengenali dan mengidentifikasi bentuk sebuah kelompok
Kelompok MADING
Rizky
Edo
Raisa
Fahrani
Shinta
Paling jago menulis cerpen
Gambar dan lukisannya bagus!
foto yang diambil bagus-bagus!
Paling handal mencari fun fact
Paling rajin ngajak rapat dan jago desain mading
Contoh
Dulu ekskul mading sempat tidak aktif karena tidak ada murid yang tertarik bergabung. Kebetulan setelah aku mengenal Shinta dan Edo, kami jadi kepikiran untuk mengaktifkan kembali mading sekolah, soalnya Shinta jago bikin cerpen dan Edo suka ngulik informasi seru, sayang banget kalau cuma kami yang menikmati. Akhirnya, kami minta tolong ke Pak Bagus, guru ekskul, supaya ekskul mading diadain lagi. Pak Bagus mengijinkan tapi dengan syarat, setiap informasi di mading harus terlebih dulu lapor ke Pak Bagus. Karena hanya bertiga yang mengerjakan, jadi kami bikin mading hanya seadanya yang kami bisa, isinya sedikit. Tapi ternyata, mading yang kami buat menarik perhatian murid lain, hingga akhirnya Fahrani, Rizky, dan Raisa mau bergabung. Setelah berlima, mading kami jadi lebih bagus dan menarik perhatian teman sekolah, bahkan kami pernah menang lomba mading antar sekolah. Sekarang mading kami lebih banyak dan beragam isinya, tiap jam istirahat pasti saja banyak yang menghampiri mading dan membaca isinya, kami semua merasa senang dan bangga sekali dengan hasil karya kami.
“Yuk, bisa, yuk!” ini jadi jargon andalan Rizky kalau kami sedang malas rapat, akhirnya karena sering dengar Rizky bilang ini, setiap kali kami malas kami pasti mengucapkan kata itu
5.
Tantangan di Sekitarku
Waktu: 90 menit
/ 2 JP
Bahan: Alat tulis, gawai Peran Guru: Pendamping dan Fasilitator
Pelaksanaan
Objektif
- peserta didik merasakan atau mengalami langsung tantangan / masalah yang terjadi di sekitarnya
Hal yang paling membuatku resah dan tidak nyaman
Tips:
Ketika melakukan pengamatan di luar sekolah ajak peserta didik untuk fokus pada inderanya, misalnya: saat ingin fokus pada indera pendengaran, tutuplah mata dan fokus pada apa yang terdengar. Minta teman kelompok untuk menemani proses ini agar tidak membahayakan diri di jalan sekitar sekolah
Tugas:
Guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi pada lembar “Sungai Rasa”
Hasil Temuan
Hasil Temuan yang Membuatku Resah dan Tidak Nyaman
Pengaruh Identitas
Kelompok pada Identitas
Diri
SUNGAI RASA
Pengantar Materi
Kearifan Lokal
Bentuk dan Fungsi
Kearifan Lokal
Identitas Diri dan Kelompok
Tantangan di Sekitarku
Seberapa puas aku dengan usahaku? (Beri tanda / lingkari / arsir kotak yang sesuai dengan refleksimu!) | |||
tidak puas | kurang puas | puas | sangat puas |
Lembar Pengamatan Teman
Teman yang membantuku saat belajar | Bentuk bantuan yang aku terima atau rasakan | Kata-kata positif untuk teman |
| | |
| | |
| | |
| | |
| | |
Teman yang menghambatku saat belajar | Bentuk hambatan yang aku alami atau rasakan | Harapanku pada teman tersebut |
| | |
| | |
| | |
| | |
| | |
BAYANGKAN
6.
bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut dan melakukan wawancara pada narasumber terkait
Menelusur Warisan Masa Lampau
Waktu: 25 JP (21 JP
kunjungan lapangan langsung + 4 JP melengkapi lembar kerja
Bahan: alat tulis, kamera, perekam suara, lembar kerja Peran Guru: Pendamping dan Fasilitator
Persiapan
1. Guru mempersiapkan perjalanan menuju destinasi yang lekat dengan budaya lokal di wilayah tersebut. Persiapan ini dimulai dari survey lokasi, alokasi biaya, transportasi, narasumber lokal yang dapat membantu peserta didik, surat ijin, dlsb.
Pelaksanaan
Objektif:
Tips:
Perjalanan jauh menuju destinasi merupakan asumsi untuk sekolah - sekolah yang berada di area kota besar. Jika di dekat sekolah ditemui kelompok masyarakat yang menjalankan bentuk kearifan lokal secara turun temurun maka tidak diperlukan perjalanan jauh. Begitu pula dengan sekolah yang memiliki keterbatasan dana, maka perlu dicari budaya atau pengetahuan lokal di lingkungan dekat sekolah atau lingkungan rumah peserta didik dengan kriteria destinasi seperti pada catatan.
Catatan:
7.
Benang Merah Keberlanjutan
Waktu: 180 menit / 4 JP Bahan: alat tulis, lembar kerja, benang merah / spidol merah Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
1. Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan hubungannya dengan kondisi masyarakat, kondisi sumber daya alam, dan sumber daya lokal. Beberapa pertanyaan yang dapat dipakai:
tersebut?
selengkap-lengkapnya berdasarkan hasil wawancara dan temuan langsung di lapangan
Tugas
Jika tidak selesai di sekolah, peserta didik dapat melanjutkannya di luar sekolah bersama teman kelompok.
Objektif:
cara berpakaian / tampilan seseorang
tata letak bangunan
desain organisasi
cara berkomunikasi
tradisi / kebiasaan
Sistem reward atau hukuman
ritual / upacara adat
jargon
mitos
seni / desain / simbol / logo
tokoh / pahlawan
humor
cara menyapa
bentuk bangunan / dekorasi
pepatah / peribahasa
tarian / lagu / makanan khas
APA
(bentuk kearifan lokal yang ditemui)
MENGAPA
(makna / asal muasal dari bentuk kearifan lokal yang ditemui)
pengelolaan sumber daya alam
nilai religi
nilai gotong royong
kesehatan masyarakat nilai ekonomi
filosofi
pengelolaan sumber daya lokal
nilai relasi dengan sesama manusia
nilai relasi manusia dengan Tuhan
nilai relasi manusia dengan semesta
PERILAKU ATAU KEJADIAN
KEPERCAYAAN, NILAI DAN POLA PIKIR BERULANG
“Ikan lompa ini milik bersama, namun hasil sasi dilarang dijual oleh masyarakat adat
APA
(bentuk kearifan lokal yang ditemui)
MENGAPA
(makna / asal muasal dari bentuk kearifan lokal yang ditemui)
PERILAKU ATAU KEJADIAN
KEPERCAYAAN, NILAI DAN POLA PIKIR BERULANG
Contoh
TRADISI SASI LAUT
Sasi laut merupakan peraturan adat dimana
masyarakat dilarang mengambil hasil laut yang
ditentukan di suatu wilayah adat dalam jangka
waktu tertentu hingga ritual pembukaan Sasi tiba.
Relasi manusia dengan semesta: menjaga kelangsungan lingkungan sebagai penghormatan
terhadap alam yang menjadi
sumber penghidupan mereka
Praktik konservasi tradisional
Pelestarian alam dan menjaga populasi sumber daya laut
sumber daya laut yang dilindungi punya cukup waktu untuk berkembang
biak dengan baik
sehingga hasil panennya akan lebih banyak
tradisi tutup Sasi dilakukan dari bulan April hingga September di kawasan yang dijaga oleh kewang,
sebutan bagi para penjaga lingkungan
di wilayah adat
tetua adat bersama kewang membacakan
pengumuman dan aturan adat sembari
berkeliling kampung dengan menabuh alat
musik adat tanda tutup sasi telah dimulai
Nilai ekonomi: memperkuat ekonomi masyarakat adat Haruku.”
“Sungai harus bersih. Tidak boleh buang air dan mengotori sungai karena saat sasi, ikan lompa akan dipanggil ke sungai untuk ditangkap sehingga harus dijaga kebersihannya,”
Hasil Temuan yang Membuatku Resah dan Tidak Nyaman
Aku tidak nyaman melihat sungai yang begitu kotor dan berbau
TRADISI SASI LAUT
Sungai harus bersih. Tidak boleh buang air dan mengotori sungai karena saat sasi, ikan lompa akan dipanggil ke sungai untuk ditangkap sehingga harus dijaga kebersihannya,”
Ternyata, ada kearifan lokal yang sebetulnya dapat menjawab hal yang membuatku tidak nyaman
Contoh
8.
Kondisi Impian
Waktu: 90 Menit
/ 2 JP
Bahan: alat tulis, alat warna, blok kayu, lego, potongan gambar, lembar visi
Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
Objektif:
- peserta didik mampu menuliskan / menggambarkan kondisi ideal / harapan terkait tantangan / masalah yang ia temui
Tips:
Saat menggambarkan kondisi ideal, peserta didik diperbolehkan memilih media yang diinginkan, seperti gambar, kolase, atau bentuk bangunan 3D
9.
Sesi Berbagi
Waktu: 90 Menit
/ 2 JP
Bahan: Lembar visi peserta didik Peran Guru: Moderator
Pelaksanaan:
Tips untuk Guru:
AYO WUJUDKAN BERSAMA!
KAMI SETUJU!
TANTANGAN
Kartu ini diberikan jika ada mimpi / kondisi yang mirip atau beririsan dengan kelompok penanggap
Kartu ini diberikan ketika ada mimpi yang beresonansi positif pada kelompok penanggap namun tidak tertuang dalam mimpi mereka
Kartu ini diberikan ketika kelompok penanggap ingin memberikan argumen kritis dan membangun terhadap cerita mimpi yang disampaikan
Tugas:
Guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi pada lembar “Sungai Rasa”
SUNGAI RASA
Seberapa puas aku dengan usahaku? (Beri tanda / lingkari / arsir kotak yang sesuai dengan refleksimu!) | |||
tidak puas | kurang puas | puas | sangat puas |
Kondisi Impian
Menelusur Warisan
Masa Lampau
Benang Merah Keberlanjutan
Sesi Berbagi
Lembar Pengamatan Teman
Teman yang membantuku saat belajar | Bentuk bantuan yang aku terima atau rasakan | Kata-kata positif untuk teman |
| | |
| | |
| | |
| | |
| | |
Teman yang menghambatku saat belajar | Bentuk hambatan yang aku alami atau rasakan | Harapanku pada teman tersebut |
| | |
| | |
| | |
| | |
| | |
LAKUKAN
“Aksi Pelestarian Kearifan Lokal”
10.
Lestari Budaya Lokalku: Identifikasi Potensi Diri & Kelompok
Waktu: 90 menit
/ 2 JP
Bahan: Alat tulis, lembar kerja kegiatan 2: “Identitas Diri dan Sosial”, lembar kerja Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan:
/ kebisaan / hobi diri setiap anggota kelompok pada lembar kerja yang baru
Objektif:
- peserta didik mampu mengidentifikasi potensi diri dan kelompok di sekolah
Anjani:
Fahrani:
Edo:
POTENSI KELOMPOK
11.
Lestari Budaya Lokalku: Menentukan Bentuk Aksi
Waktu: 90 Menit
/ 2 JP
Bahan: Alat tulis Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Persiapan
1. Guru mempersiapkan bentuk-bentuk aksi yang dapat dilakukan oleh peserta didik, misalnya merancang drama pertunjukan, poster, membuat lagu, membuat video, membuat galeri foto, membuat komik, atau membuat produk
Pelaksanaan
Objektif:
- peserta didik mampu menyadari/menentukan aksi apa yang paling mungkin ia lakukan saat ini dengan melihat potensi diri dan kelompok (aksi tersebut mendukung harapan/kondisi idealnya terwujud)
Referensi:
Melati dan Isabel Wijsen: menggagas gerakan Selamat Tinggal Kantong Plastik (Bye Bye Plastic Bags) pada 2013 http://www.byebyeplasticbags.org/te am/
Greta Thunberg memulai aktivismenya seorang diri dengan melakukan aksi protes di depan gedung parlemen Swedia.
Daffa Farros Oktoviarto, anak kecil yang menghadang pemotor yang melintas di trotoar.
12.
Lestari Budaya Lokalku: Persiapan Aksi
Waktu: 90 menit
/ 2 JP
Peran Guru: Fasilitator dan Monitor Kemajuan Aksi
Pelaksanaan
1. Guru mengajak peserta didik untuk mempersiapkan aksi pelestarian budaya lokal dengan mempertimbangkan:
2. Peserta didik diajak untuk membuat kesepakatan akan rancangan tahapan pengerjaan dan timeline aksi
Tugas
Peserta didik mengerjakan persiapan aksi pelestarian budaya lokal secara mandiri dengan teman kelompok, guru bertugas mengecek laju aksi peserta didik.
Tips untuk Guru:
- Guru dapat menghadirkan narasumber terkait atau memberikan kontak narasumber (atas persetujuan narasumber) jika peserta didik membutuhkan materi lebih terkait bentuk kearifan lokal yang ingin digaungkan.
13.
Lestari Budaya Lokalku: Simulasi Aksi
Waktu: 90 Menit
/ 2 JP
Bahan: Peran Guru:
Fasilitator dan Moderator
Pelaksanaan
Poin Penilaian Simulasi (Asesmen Formatif) :
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Pengaturan Informasi
Menggunakan media pelengkap untuk mempermudah atau memperkuat informasi / pemahaman serta menarik pendengar Respon Pertanyaan Pendengar
Partisipasi dalam presentasi kelompok
Tugas:
Guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi pada lembar “Sungai Rasa”
SUNGAI RASA
Seberapa puas aku dengan usahaku? (Beri tanda / lingkari / arsir kotak yang sesuai dengan refleksimu!) | |||
tidak puas | kurang puas | puas | sangat puas |
Persiapan Aksi
Identifikasi Potensi Diri dan Kelompok
Menentukan Bentuk Aksi
Simulasi Aksi
Lembar Pengamatan Teman
Teman yang membantuku saat belajar | Bentuk bantuan yang aku terima atau rasakan | Kata-kata positif untuk teman |
| | |
| | |
| | |
| | |
| | |
Teman yang menghambatku saat belajar | Bentuk hambatan yang aku alami atau rasakan | Harapanku pada teman tersebut |
| | |
| | |
| | |
| | |
| | |
BAGIKAN
“Pameran Aksi Pelestarian Kearifan Lokal”
14.
Asesmen Sumatif Lestari Budaya Lokalku!
Waktu: 180 Menit / 4 JP Bahan: Peran Guru: Pengunjung
Persiapan:
1. Guru bersama dengan peserta didik mempersiapkan
artefak-artefak hasil kerja peserta didik selama satu semester dan mengatur ruangan untuk pameran
Pelaksanaan
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Perencanaan | Masih berupa curah pendapat dan ide-ide aksi yang belum beraturan | Perencanaan memiliki tujuan yang jelas | Perencanaan yang jelas: tujuan dan lini masa yang realistis | Perencanaan yang jelas dan matang: tujuan, tahapan-tahapan penting (milestones) serta lini masa yang realistis |
Pelaksanaan | Siswa melaksanakan aktivitas-aktivitas secara sporadis | Siswa mengidentifikasi satu jalur untuk menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan proses runtut dan meminta bantuan pada pihak- pihak yang sesuai | Siswa mengidentifikasi satu jalur untuk menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi | Siswa mengidentifikasi jalur yang berbeda untuk menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan rencana dengan roses yang terkoordinasi, bervariasi dan bekerja secara adaptif |
Ketepatan Sasaran | Masih dalam tahapan identifikasi faktor yang menyebabkan permasalahan dan akibat yang ditimbulkan | Solusi/aksi yang ditawarkan berupa ide yang masih di permukaan permasalahan dan/atau kurang realistis | Solusi/ aksi yang ditawarkan menyasar faktor-faktor yang terkait dengan permasalahan dan memberikan dampak positif sementara | Solusi/aksi yang ditawarkan menyasar inti permasalahan, realistis dan memberikan dampak yang berkesinambungan |
Profil Pelajar Pancasila | ||||
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan | Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa. | Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. | Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. | Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. Menghasilkan narasi berupa artikel / jurnal / karya ilmiah dari gagasan tersebut. |
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran | Menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan | Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan. | Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan. | Mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang telah melalui tahap uji coba, mendapat umpan balik dari berbagai ahli, dan melakukan pengembangan terus menerus. |
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri | Memberikan alasan dari hal yang dipikirkan, serta menyadari kemungkinan adanya bias pada pemikirannya sendiri | Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda. | Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan. | Menjelaskan alasan disertai data faktual dari berbagai sumber yang kredibel untuk mendukung pemikirannya sekaligus menganalisis dan menerima pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya. Mengubah pemikirannya jika diperlukan. |
Mendalami budaya dan identitas budaya | Mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman budaya di sekitarnya; serta menjelaskan peran budaya dan Bahasa dalam membentuk identitas dirinya. | Menjelaskan perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional. Menjelaskan identitas diri yang terbentuk dari budaya bangsa. | Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa. | Menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya kemudian mengeksternalisasi kapasitas diri yang dimiliki sebagai upaya melestarikan budaya bangsa |
Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya | Mendeskripsikan dan membandingkan pengetahuan, kepercayaan, dan praktik dari berbagai kelompok budaya. | Memahami dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosial. | Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas. | Menemukan hubungan sebab akibat dari hasil analisis dinamika budaya yang kompleks dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas, kemudian menemukan pola berulang yang terjadi. |
Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya | Mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dari keragaman budaya di Indonesia. | Memahami pentingnya melestarikan dan merayakan tradisi budaya untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia serta mulai berupaya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari. | Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku. | Mampu mengelola perbedaan secara koknstruktif sehingga dapat beradaptasi di tengah perbedaan dan melakukan advokasi dalam rangka mewujudkan toleransi budaya multikultural |
Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan | Membandingkan beberapa tindakan dan praktik perbaikan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan dampaknya secara jangka panjang terhadap manusia, alam, dan masyarakat | Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang memperhatikan prinsip-prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat | Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. | Berinisiatif melakukan berbagai tindakan strategis dalam jangka waktu panjang dan terukur berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. |
Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan | Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan | Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan | Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi. | Memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi dan umpan balik yang diterima, kemudian melakukan siklus pengembangan eksperimen secara terus menerus. |
Hal yang sudah berjalan baik | Hal yang dapat menjadi pengembangan ke depan |
Pertanyaan yang didapat | Ide baru yang muncul |
(Diisi oleh pengunjung: pimpinan sekolah, guru, orang tua dan/atau komunitas)
15.
Evaluasi Aksi
Waktu: 45 Menit
/ 1 JP
Bahan: Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
Hal yang sudah berjalan baik | Hal yang dapat menjadi pengembangan ke depan |
Pertanyaan yang didapat | Ide baru yang muncul |
(Hasil umpan balik dari pengunjung dikumpulkan oleh peserta didik)
16.
Refleksi
Waktu: 90 menit
/ 2 JP
Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
Objektif:
Cara Bermain:
17.
Cerita Perjalanan Aksiku
Waktu: 90 menit
/ 2 JP
Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
Tugas
Peserta didik mengunggah foto dan keterangan projek di media sosial pribadi dengan menambahkan tagar dan menandai akun media sosial lain yang terkait
14 April 2021, Desa Budaya Lingga. Kabupaten Karo
Ini adalah Rumah Siwaluh Jabu yang telah berusia 250 tahun yang dihuni oleh 8 kepala keluarga yang hidup berdampingan dalam satu atap. Di rumah ini …
Contoh konten di media sosial
Ini adalah denah dari Rumah Siwaluh Jabu yang ditempati 8 kepala keluarga, meski tidak dibatasi dinding pada tiap ruangan, tetapi setiap penempatan keluarga telah ditetapkan berdasarkan peran dan fungsinya masing-masing, misalnya ...
“Budaya itu ada karena dibutuhkan, seorang ahli mengatakan bahwa budaya itu adalah fungsi survival. Kalau budaya dikatakan jelek tidak mungkin akan bertahan, jika budaya belum kelihatan bagusnya maka itu adalah tugas kita karena itu adalah milik kita, harus lebih positif memandang budaya.”
Prof. Dr. phil. Hana Panggabean
Referensi
Iceberg model, E.T. Hall, 1990
"Tradisi Sasi, Hukum Adat Jaga Ekosistem Laut" , https://katadata.co.id/padjar/berita/6046153e28ccf/tradisi-sasi-hukum
-adat-jaga-ekosistem-laut. Penulis: Melati Kristina Andriarsi. Editor: Padjar Iswara
Webinar Membangun Karakter Unggul Berbasis Kearifan Budaya Lokal
https://www.youtube.com/watch?v=R1OELt5ckjA&t=2302s
Webinar Kearifan Lokal untuk Kelestarian Sumber Daya Laut https://www.youtube.com/watch?v=rm0ytUgx1Rg&t=4281s
https://www.ideo.com/post/design-thinking-for-educators
https://thesystemsthinker.com/systems-thinking-what-why-when-w here-and-how/
http://repository.uin-malang.ac.id/630/1/Naskah%20Budaya%26Identi tas.pdf
http://publikasi.data.kemdikbud.go.id/uploadDir/isi_5808B5CD-F78 A-4A7C-A886-3DB9S
Sumber foto: www.unsplash.com dan www.freepik.com
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/integralistik/article/viewFil e/13723/7520
http://repository.unair.ac.id/32854/8/32854.pdf http://etheses.uin-malang.ac.id/1728/6/09410050_Bab_2.pdf
http://repository.unp.ac.id/1241/1/MIKO%20SIREGAR_152_08.pdf
https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/736/3/D_902008103_ BAB%20II.pdf
http://eprints.dinus.ac.id/14516/1/[Materi]_Bab_04_kebudayaan_dan_ masyarakat.pdf
https://www.youtube.com/watch?v=4asJhKcvx_Y
https://www.esaunggul.ac.id/kearifan-lokal-pengetahuan-lokal-dan-d egradasi-lingkungan/
https://www.youtube.com/watch?v=Pj9J4x_Jado https://www.youtube.com/watch?v=s5_zs050Ztk https://www.youtube.com/watch?v=gN0YBkSROK4&t=2s https://www.youtube.com/watch?v=3BxH_pu00XM https://www.youtube.com/watch?v=w43mH71TnuI