1 of 9

CARA PENGENDALIAN HAMA BLAS PADA TANAMAN PADI

OLEH : Lilis Hasanah, SP.

NIP. 196305161999032001

BPP KEC.BAYONGBONG

2 of 9

Perbedaan penyakit dan hama

  • PENYAKIT PADA TUMBUHAN : suatu keadaan dimana tumbuhan tidak mampu melakukan kegiatan fisiologis secara normal, yang meliputi respirasi, fotosintesis, penyerapan gizi yang diperlukan dan lain-lain. Selain itu tanaman sakit juga tidak dapat menunjukkan kapasitas genetiknya, seperti berdaya hasil tinggi, morfologi yang normal dan lain-lain
  •  Hama : organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Hewan yang merusak tanaman karena aktivitas hidupnya

3 of 9

TANAMAN PADI YANG TERKENA BLAS

4 of 9

CIRI-CIRI TANAMAN PADI TERKENA BLAS

  • Pada daun terdapat becak coklat berbentuk belah ketupat dan memanjang searah dengan urat daun.�- Pinggir becak berwarna coklat dengan bagian tengah berwarna putih keabuan.�- Becak-becak terutama terlihat pada stadium pertumbuhan vegetative.�- Becak-becak dapat bergabung menjadi satu, sehingga secara keseluruhan tampak tanaman seperti terbakar�- Gejala Serangan Penyakit Blas Leher(node blast)�- Serangan terjadi pada tanaman yang telah keluar malainya.�- Buku-buku yang terserang berwarna cokelat kehitaman dan busuk, sehingga mudah patah bila terhembus angin.�- Malai menjadi mengkerut, butir tidak terisi penuh, dan kadang-kadang menjadi hampa.

5 of 9

�BERIKUT TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS :��

  • Keberhasilan pengendalian penyakit blas dipengaruhi oleh kemampuan pengaturan lingkungan. Terutama iklim mikro tanaman, keseimbangan penyerapan unsur hara dan tingkat kesuburan tanah. Kondisi lingkungan berpengaruh terhadap laju perubahan raspathogen blas, diantaranya varietas tahan, musim tanam yang tepat, pemakaian pupuk seimbang, dan penggunaan fungisida secara tepat.�

6 of 9

  • Penggunaan Varietas Tahan
  • �Penanaman varietas tahan merupakan cara pengendalian yang terbaik, diharapkan varietas mempunyai ketahanan yang stabil .Ketahanan stabil adalah ketahanan yang tidak berubah (konsisten) pada tempat dan waktu penanaman yang berbeda atau tahan terhadap Pyricularia Oryzae�� Waktu Tanam
  • �Perbedaan agroklimat antarlokasi/wilayah dalam skala besar atau kecil memerlukan pengelolaan yang berbeda dalam menghadapi serangan blas. Oleh karenaitu, penanaman padi gogo dianjurkan pada awal musim penghujan. Penanaman pada awal musim hujan perlu dibantu dengan penyemprotan fungisida untuk menekan blas leher, terutama pada saat keluar malai dan awal berbunga.�

7 of 9

  • Pemupukan
  • �Pengaruh pemupukan terhadap penyakit blas tergantung pada kesuburan tanah, jenis dan takaran pupuk, serta varietas yang ditanam.Varietas yang rentan dengan peningkatan takaran pupuk Nitrogen menyebabkan tanaman mudah terserang blas, karena menurunkan kadar Kalium dalam jaringan tanaman.
  • Untuk tanah PMK dianjurkan menggunakan pupuk 60 – 90 kg N, 90 kg P2O5, 60 kgKCl per hektar. Untuk varietas Lokal, pemupukan optimal dianjurkan 45 kg N, 45 kg P2O5, 30 kgKCl per hektar. Pemberian abu sekam yang mengandung Silikat 300 kg/ha dapat menurunkan kerusakan blasd ari 90 % menjadi 48 %.
  • ��

8 of 9

  • Penggunaan Fungisida�Hampir 30 – 40 % penyakit blas pada padi ditularkan melalui benih, sehingga pada stadium awal vegetative tanaman padi dapat terserang blas. Oleh karena itu, perlakuan benih (seed treatment) dengan fungisida sistemik seperti Pyroquilone 50 WP sebanyak 8 g/kg benih sangat diperlukan. Untuk blas leher diperlukan penyemprotan dengan fungisida Tricyclazole pada saat bunting.

9 of 9

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA