1
“TEKNIK PENGECORAN LOGAM”
Disusun oleh
SUGIYO UTUH RANYONO
5212412040
Universitas Negeri Semarang
BAB 8�PELEBURAN DAN PENUANGAN BERMACAM-MACAM LOGAM
PELEBURAN DAN PENUANGAN BESI COR MAMPU TEMPA
Peleburan Dan Penuangan Besi Cor Mampu Tempa
Dalam bab ini diuraikan secara ringkas mengenai hal-hal penting dalam peleburan dan penuangn besi cor mampu tempa.
Peleburan dengan kupola memerlukan peraturan yang ketat pada bahan muatan dan kokas, karena terak yang dihasilkan tidak mampu mengurangi kadar blerang dalam cairan besi.
Oleh karena itu bahan utama sebagai muatan adalah sekrap baja 30 – 40% dan sekrap balik dari bahan besi cor mampu tempa.
Peleburan dupleks juga banyak dipergunakan pada peleburan besi cor mampu tempa, dimana cairan di kupola dialirkan kedalam tanur induksi yang di dalamnya sudah tersedia sedikit besi cair.
Pengaturan komposisi dan pengurangan belerang dilakukan dalam tanur dengan jalan menambah sekrap baja besi pada paduan fluks.
PELEBURAN DAN PENUANGAN BAJA COR
Peleburan dan penuangan baja cor
Peleburan dan penuangn baja cor
peleburan
penuangan
Pengujian dan pengecoran
Pengukuran temperatur
Pengujian terak
PELEBURAN DAN PENUANGAN BJA COR
Peleburan
Penuangan
Pengujian dan pengecoran
Peleburan dengan busur api listrik dibagi menjadi dua macam:
Tanur listrik heroult yang diperhatikan dalam gambar 8.1 adalah tanur yang paling banyak dipakai. Tanur ini mempergunakan arus bolak-balik tiga fasa. Energi panas diberikan oleh loncaran busur listrik antara eektroda karbon dan cairan baja. Terak ditutupi cairan dan mencegah absropsi gas dari udara luar selama pemuaian berjalan.
PELEBURAN DAN PENUANGAN BJA COR
Peleburan
Penuangan
Pengujian dan pengecoran
Dalam peleburan baja disamping pengaturan komposisi dan temperature, perlu juga mengatur absorpsi gas, jumlah dan macam inkulasi bukan logam. Untuk menghilangkan gas, ditambahkan biji besi atau tepung terak besi selaa proses reduksi. Disamping proses tersebut, sekarang banyak dipergunakan proses pembuatan baja dengan oksigen.
Keuntungan proses oksigen:
Dalam proses peleburan oksigen, pengaruh pemurnian dari penggelembungan adalah benar, dan proses ini menghasilkan coran besi yang mempunyai kualitas stabil dengan biaya operasi yang murah. Tetapi pada proses ini perlu pengkontrolan yang ketat dalam lamanya penyuntikan oksigen, jumlah dan tekanan oksigen dan pengontrolan derajat oksidasi. Proses peleburan baja oksigen ditunjukkan dalam daftar 8.1
PELEBURAN DAN PENUANGAN BJA COR
Peleburan
Penuangan
Pengujian dan pengecoran
Daftar 8.1 operasi peleburan baja cor dengan tanur busur listrik baja
PELEBURAN DAN PENUANGAN BJA COR
Peleburan
Penuangan
Pengujian dan pengecoran
Syarat-syarat proses dari peleburan baja oksigen yang standar adalah:
PELEBURAN DAN PENUANGAN BJA COR
Peleburan
Penuangan
Pengujian dan pengecoran
Dalam gambit 8.2 menunjukkan ukuran standar dari tanur listrik Heroult basa.
PELEBURAN DAN PENUANGAN BJA COR
Peleburan
Penuangan
Pengujian dan pengecoran
Cairan baja yang dikeluarkan dari tanur diterima dalam ladel dan dituangkan ke dalam cetakan. Ukuran coran yang besar digunakan ladel jenis penyumbat seperti yang ditunjukkan pada gambar 8.3 sedangkan untuk coran yang kecil digunakan agalmatolit yang mempunyai pori pori kecil, penyusun kecil, dan homogen.
PELEBURAN DAN PENUANGAN BJA COR
Peleburan
Penuangan
Pengujian dan pengecoran
Temperatur penuangan berubah menurut kadar karbon dalam cairan bang ditunjukkan pada gambar 8.4. kecepatan penuangan yang rendah menyebabkan kecairan yang buruk, kandungan gas, oksidasi karena udara, dan ketelitian udara yang buruk. Oleh karena itu kecepatan penuangan yang coccok harus ditentukan mengingat macam cairan, ukuran coran dan cetakan.
Cara penuangan secara kasar digolongkan menjadi 2:
PELEBURAN DAN PENUANGAN BJA COR
Pengujian dalam pengecoran.
Pengukuran temperatur
Pirometer benam
Pengujian batang
Pengujian cetakan pasir atau pengujian sendok
lain lain
Pegujian terak
Pengujian dengan perbandingan warna
Pengujian dengan pebandingan rupa
Pengujian penghilangan oksid
Pengujian kerapuhan merah
Peleburan
Penuangan
Pengujian dalam pengecoran
PELEBURAN DAN PENUANGAN PADUAN TEMBAGA COR
PELEBURAN DAN Penuangan paduan tembaga cor
Peleburan dan penuangan paduan tembaga cor
Peleburan paduan kuningan cor
Peleburan kuningan cor paduan kekuatan tinggi
Peleburan paduan brons cor
Peleburan bros fosfor cor
Peleburan brons-alumunium cor
Peleburan kuningan cor
Dalam peleburan ini digunakan tanur kurs atau dengan tanur induksi frekuensi rendah.
cara peleurannya adalah: Campuran yang telah ditentukanyang terdiri dari paduan tembaga dan sekrap balik dimasukkan ke dalam tanur dan dicairkan dengan permukaan yang ditutupi arang agar mengurangi oksidasi dan kehilangan seng. Setelah mencair semuanya, dilakukan penambahan usur seperti sng, timbal, dan cairan diaduk dengan mempergunakan batang karbon
Temperatur yang terlalu tinggi menyebabkan kehilangan seng karena pengapungan, dan temperature yang terlalu rendah menyebabkan penghilangan gas yang tidak cukup
Peleburan kuningan cor paduan kekuatan tinggi
Untuk peleburan paduan coran kuningan kekuatan tinggi dipergunakan tanur kurs atau unsur nyala api dengan bahan bakar minyak kasar atau arang batu. Setelah itu paduan campuran dicairkan pada tanur.
Setelah mencair permukaan cairan ditutupi oleh arang dan dipanaskan sampai temperature 50 0C sampai 100 0C diatas temperature penuangan, kemudian Al, Zn, Sn ditambahkan ke dalam cairan.
Cairan diatur dengan penambahan sekrap balik dan kemudian dikeluarkan pada temperature 1050-1100 0C
Peleburan paduan brons cor
Tanur kurs digunakan untuk mencairkan paduan brons cor, sedangan tanur nyala api digunakan untuk kapasitas produksi yang besar.
Faktor yag paling penting dalam peleburan ini adalah: mengurangi absorpsi gas H2, karena H2 menyebabkan cacat tuangan sepertir ongga udara, lubang gas, dan lubang jarum
Kalau brons cor membeku, dendrit tumbuh secara cepat dari permukaan ke arah dalam, dan kotoran yang mempunyai titik cair rendah setara gas dipusatkan diantara dendrit-dendrit . Segresi mikro ini mengakibatkan cacat coran umpannya kebocoran air di bawah tekanan.
Peleburan brons fosfor cor
Untuk peleburan brons fosfor cor, dipergunakan tanur minyak, tanur busur listrik, dan tanur kurs khusus, septi yang ditunjukkan pada gambar 8.5
Logam dasar tembaga dan sekrap balik diisikan dan dicairkan dengan memanaskan mula yang cukup. Kalau banyak gas H2 terabsorpsi di dalam logam, maka perlu diisikan oksida mangan sebanyak 0,1-0,5% bersama muatan logam
Peleburan brons-alumunium cor
Sebagai logam dasar dari brons-alumunium, dipakai bahan:
Cu-Al (50% Al)
Cu-Fe (10% Fe)
Fe-Ni (25% Ni)
Mn-Cu (10-30% Mn)
Cu-Ni (50% Ni)
Temperatur penuangn yang cocok adalah :
1220 0C untuk coran yang tipis
11500C Untuk coran yang berukuran sedang
11000C untuk coran yang tebal
Brons alumunium cair mengandung kira-kira 10% Al dan cenderung untuk membuat terak. Selanjutnya karena ia mempunyai daerah cair yang sempit, maka hal itu menyebabkan penyusutan. Oleh karena itu, terak perlu dihilangkan dengan cara penuangan bawah
PELEBURAN PADUAN ALUMUNIUM COR
Peleburan paduan alumunium cor
Tanur kurs besi cor, tanur kurs dan tanur nyala api dipakai untuk mencairkan paduan alumunium cor. Terutama untuk peleburan Al-7 Si-0,3 Mg dan paduan Al-Mg dipergunakan kurs karbon, karena penambahan kadar besi memperburuk sifat mekanik dan ketahanan korosi
Untuk menghemat waktu peleburan dan mengurangi kehilangan karena oksidasi, maka bahan dipotong kecil-kecisetelah itu ipanaskan. Setelah mencair fluks harus ditaburkan untuk mencegah oksidsi dan absorpsi gas. Selama pencairan permukaan harus ditutup dengan fluks dan cairan diaduk pada jangka waktu tertentu untuk mencegah segresi
Campuran fluks ditunjukkan dalam daftar 8.2