1 of 17

ASESMENHASIL BELAJAR

Sosialisasi e-Rapor

Kurikulum Merdeka

2 of 17

ASESMEN PEMBELAJARAN

2

ASESMEN

FORMATIF

Asesmen di awal pembelajaran

Asesmen di Proses pembelajaran

SUMATIF

Bentuk Asesmen pada Kurikulum Merdeka terdiri atas:

3 of 17

Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif

3

Aspek

Asesmen Formatif

Asesmen Sumatif

Waktu Pelaksanaan

Dilakukan di awal atau pada proses pembelajaran unit/bab/kompetensi tertentu berlangsung

Dilakukan pada akhir pembelajaran unit/bab/kompetensi tertentu

Tujuan

Untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran.

Untuk mengetahui pencapaian hasil belajar PD dari pembejaran yang sudah berakhir dalam unit/bab/kompetensi tertentu

Fungsi

  • Hasil digunakan untuk dasar memperbaiki proses pembelajaran unit/bab/kompetensi yang sedang dipelajarai agar PD mencapai penguasaan yg optimal
  • Bukan untuk menentukan nnilai rapor
  • Hasil merupakan bukti mengenai apa yang dikuasaai oleh PD
  • digunakan untk menentukan nilai Rapor, kenaikan kelas, dan kelulusan PD

4 of 17

Apa yang perlu diketahui tentang asesmen Formatif?

  • Asesmen formatif terintegrasi dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Sehingga asesmen formatif dan pembelajaran satu kesatuan.
  • Asesmen formatif digunakan untuk mengevaluasi proses pemahaman murid, kebutuhan pembelajaran, dan kemajuan akademik selama pembelajaran.
  • Asesmen formatif berfungsi untuk memantau pembelajaran murid dan memberikan umpan balik yang berkala, dan berkelanjutan.
  • Bagi murid, asesmen formatif berfungsi membantu mereka mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang perlu dikembangkan.
  • Asesmen formatif dapat diberikan oleh guru, teman, atau diri sendiri.
  • Beberapa teknik asesmen formatif : praktik, produk, proyek, portofolio, tes tulis/tes lisan
  • Hasil /Dokumentasi dari asesmen formatif dapat berupa Produk hasil belajar, Jurnal refleksi peserta didik, Rencana tindak lanjut atas hasil asesmen, Catatan hasil observasi
  • Asesmen formatif terintegrasi dengan proses pembelajaran, melibatkan peserta didik, dan memperhatikan kemajuan penguasaan dalam berbagai ranah, motivasi belajar, sikap terhadap pembelajaran, dan kerjasama dalam pembelajaran.

4

5 of 17

Apa yang perlu diketahui tentang asesmen Sumatif?

  • Asesmen sumatif dilakukan setelah pembelajaran berakhir misalnya satu lingkup materi, akhir semester atau akhir tahun ajaran.
  • Asesmen sumatif mengukur apakah murid sudah memenuhi capaian pembelajaran dan sejauh mana sudah mencapai akhir unit pembelajaran serta mendapatkan nilai capaian.
  • Asesmen sumatif dapat digunakan untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran selanjutnya sekaligus menjadi refleksi pembelajaran dalam satu lingkup materi
  • Asesmen sumatif dapat melihat kekuatan dan kelemahan belajar pada peserta didik selama pembelajaran satu lingkup materi
  • Berbagai teknik yang digunakan dalam asesmen sumatif yaitu Praktik, Produk, Proyek, portofolio dan Tes tertulis/tes lisan
  • Pelaksanaan asesmen sumatif bersifat formal sehingga membutuhkan perancangan instrumen yang tepat sesuai dengan capaian yang diharapkan.
  • Asesmen ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua dan peserta didik, pemantauan kepada pemangku kepentingan (stakeholder) juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran.

5

6 of 17

PRINSIP-PRINSIP ASESMEN

6

7 of 17

Apa yang perlu DIHINDARI pada Asesmen?

7

Prinsip-prinsip Asesmen

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan

Hal-Hal yang Perlu Dihindari

  1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

Asesmen merujuk pada kompetensi yang didalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Asesmen pada ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan dilakukan secara terpisah-pisah.

Asesmen dilakukan terpadu dengan pembelajaran.

Asesmen dilakukan secara terpisah dari pembelajaran

Melibatkan peserta didik dalam melakukan asesmen, melalui penilaian diri (self assessment), penilaian antarteman (peer assessment), refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman (peer feedback).

Asesmen hanya dilakukan oleh pendidik

8 of 17

Apa yang perlu DIHINDARI pada Asesmen?

8

Prinsip-prinsip Asesmen

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan

Hal-Hal yang Perlu Dihindari

2. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran

Membangun komitmen dan menyusun perencanaan asesmen yang berfokus pada asesmen formatif.

Berfokus pada asesmen sumatif.

Menggunakan beragam jenis, teknik dan instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Menggunakan jenis, teknik dan instrumen terbatas. Misal terbatas hanya tes tertulis

Asesmen dilakukan dengan alokasi waktu yang terencana.

Asesmen dilakukan mendadak.

Mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang jenis, teknik, dan instrumen penilaian yang akan digunakan. Harapannya, peserta didik akan berusaha mencapai kriteria yang terbaik sesuai dengan kemampuannya

Jenis, teknik, dan instrumen asesmen hanya dipahami oleh pendidik, sehingga peserta didik tidak memiliki gambaran kriteria terbaik yang dapat dicapai.

9 of 17

Apa yang perlu DIHINDARI pada Asesmen?

9

Prinsip-prinsip Asesmen

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan

Hal-Hal yang Perlu Dihindari

3. Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.

Asesmen dilakukan sesuai dengan tujuan Penilaian secara berkeadilan, objektif, dan edukatif tanpa dipengaruhi oleh latar belakang peserta didik.

Asesmen lebih menguntungkan peserta didik karena latar belakang tertentu.

Menerapkan moderasi asesmen, yaitu berkoordinasi antarpendidik untuk menyamakan persepsi kriteria, sehingga tercapai prinsip keadilan

Menerapkan moderasi asesmen, yaitu berkoordinasi antarpendidik untuk menyamakan persepsi kriteria, sehingga tercapai prinsip keadila

Menggunakan instrumen asesmen yang mampu mengukur capaian kompetensi dengan tepat.

Menggunakan instrumen asesmen yang tidak sesuai dengan tujuan dan aktivitas pembelajaran.

10 of 17

Apa yang perlu DIHINDARI pada Asesmen?

10

Prinsip-prinsip Asesmen

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan

Hal-Hal yang Perlu Dihindari

4. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.

Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.

Bahasa yang kompleks dan terlalu ilmiah.

Laporan kemajuan belajar hendaknya didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar peserta didik

Ketercapaian kompetensi dituangkan hanya dalam bentuk angka

Laporan kemajuan belajar tidak didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar atau didasarkan hanya pada bukti yang tidak mencukupi

11 of 17

Apa yang perlu DIHINDARI pada Asesmen?

11

Prinsip-prinsip Asesmen

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan

Hal-Hal yang Perlu Dihindari

5. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran

Hasil asesmen digunakan sebatas bahan untuk menentukan nilai akhir (rapor) dan dokumen administrasi

Hasil asesmen dijadikan perbandingan antar peserta didik

12 of 17

PENGOLAHAN HASIL BELAJAR

(RAPOR)

12

13 of 17

KKTP

TUJUAN PEMBELAJATAN

PERLU BIMBINGAN

(0 - 60)

CUKUP

(61 - 75)

BAIK

(76 - 85)

SANGAT BAIK

(86 - 100)

TUJUAN PEMBELAJATAN

PERLU BIMBINGAN

(0 - 60)

CUKUP

(61 - 70)

BAIK

(71 - 80)

SANGAT BAIK

(81 - 100)

TUJUAN PEMBELAJATAN

PERLU BIMBINGAN

(0 - 40)

CUKUP

(41 - 65)

BAIK

(66 - 85)

SANGAT BAIK

(86 - 100)

TUJUAN PEMBELAJATAN

PERLU BIMBINGAN

(0 - 40)

CUKUP

(41 - 60)

BAIK

(61 - 80)

SANGAT BAIK

(81 - 100)

14 of 17

PENGOLAHAN NILAI RAPOR

14

Nama Peserta Didik

Sumatif Lingkup Materi

NA

(Sumatif)

Sumatif Akhir Semester

Nilai Rapor

menggeneralisasi sifat2 bilangan berpangkat

menerapkan barisan, deret aritmetika & geometri,

menyelesaikan masalah yg berkaitan SPL tiga variabel

menyelesaikan masalah persamaan dan fungsi kuadrat

Tes

Nilai Akhir

Sumatif 1

Sumatif 2

Sumatif 3

Sumatif 4

Adi

85

83

60

80

77

75

75

77

Ali

64

68

40

96

67

50

50

59

Badu

87

79

80

78

81

75

75

78

Catatan:

  1. Nilai Rapor diperoleh rataan nilai sumatif Lingkup Materi/Tujuan Pembelajaran dan Sumatif Akhir Semester (jika ada)
  2. Nilai Rapor dapat menggunakan pembobotan sesuai kesepakatan dan ditetapkan satuan Pendidikan
  3. Hasil asesmen Formatif digunakan sebagai bahan pertimbangan deskripsi capaian kompetensi dalam Rapor

Contoh

15 of 17

MENYUSUN DESKRIPSI CAPAIAN KOMPETENSI

15

Nama Peserta Didik

Sumatif Lingkup Materi

NA

(Sumatif)

Sumatif Akhir Semester

Nilai Rapor

Menggeneralisasi sifat2 bilangan berpangkat

Menerapkan barisan, deret aritmetika & geometri,

Menyelesaikan masalah yg berkaitan SPL tiga variabel

Menyelesaikan masalah persamaan dan fungsi kuadrat

Tes

Nilai Akhir

Sumatif 1

Sumatif 2

Sumatif 3

Sumatif 4

Adi

85

83

60

80

77

75

75

77

Nama

Nilai

Capaian Kompetensi

Adi

77

Menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam mengeneralisasi sifat2 bilangan berpangkat

Perlu pendampingan dalam memahami pemecahan masalah yg berkaitan dengan SPL tiga variable

Contoh

max

min

16 of 17

16

FORM

RAPOR

HASIL BELAJAR

*

*

17 of 17

17

Model Rapor

Projek Profil Pelajar Pancasila