1 of 65

Modul 2

Kepemimpinan Kepala Sekolah

Pelatihan Calon Pelatih Asesor (PCPA) BAN-PDM Tahun 2024

Pelatihan Calon Pelatih Asesor

Pelatihan Asesor

BAN-PDM Tahun 2024

2 of 65

Agenda Hari Ini

13.00 - 13.45 Presentasi konsep inti

13.45 - 14.00 Penjelasan untuk diskusi di ruang utama (main room)

14.00 - 15.00 Diskusi kelompok kecil (break out room)

15.00 - 15.30 Tanya Jawab Pertanyaan di LMS (main room)

15.30 - 16.00 Penguatan hasil diskusi di ruang utama (main room)

3 of 65

Break out Room

BOR 1 - 10 : Ibu Andri

BOR 11-20 : Pak Biyanto

BOR 21-30 : Pak Elih

BOR 31-40 : Bu Etiwati

BOR 41-50 : Pak Totok

4 of 65

Topik Bahasan

  1. Acuan Kebijakan:
  2. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Sekolah yang Dicita-citakan
  3. Model Kompetensi Kepala Sekolah

  1. 5 Konsep Inti dan Aspek Kinerja yang Dinilai

  1. Keterhubungan Antara Konsep Inti dan Kinerja

5 of 65

  1. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Konsep Sekolah yang dicita-citakan

6 of 65

Model Kompetensi KS Perdirjen 7327/2023

7 of 65

B. 5 Konsep Inti Modul dan Tujuan Pembelajaran

  1. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader)
  2. Budaya refleksi, evaluasi kinerja, rencana pengembangan diri, dan pengembangan profesional pendidik
  3. Perencanaan berbasis data
  4. Kepemimpinan bersama (shared leadership)
  5. Pendekatan berbasis aset (asset-based approach)

Diharapkan peserta pelatihan dapat memahami konsep-konsep tersebut dan mampu mengidentifikasi penerapannya di sekolah melalui metode pengumpulan data; observasi, wawancara, dan telaah dokumen.

8 of 65

Prinsip penyusunan instrumen akreditasi

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Bermakna

Inklusif ��

Fleksibel

1

2

3

9 of 65

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Instrumen akreditasi disusun dengan menggunakan 4 komponen yang dipercaya paling berdampak bagi murid

Kinerja Pendidik dalam Proses Pembelajaran

Hasil Belajar

Keberhasilan satuan pendidikan dalam membangun kompetensi dan karakter yang diperlukan oleh peserta didik.

Iklim Lingkungan Belajar

Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan

Apakah satdik mampu menghadirkan iklim lingkungan belajar yang bineka, inklusif, aman, menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik?

Apakah satdik dipimpin oleh KS yang mampu mengelola pembelajaran, PTK-nya, sumber daya-nya serta berbagai pihak yang terlibat untuk memberikan layanan terbaik bagi anak didik?

Apakah satdik memiliki pendidik yang mampu mengelola proses pembelajaran di kelas secara bermakna dan berpusat pada murid?

10 of 65

Aspek Kinerja yang dinilai dalam

Kepemimpinan Kepala Sekolah

  • Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

  • Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

  • Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel.

  • Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

11 of 65

Konsep Inti 1:

Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader)

Instructional leadership is leadership that supports the development of teaching and learning.

Principal instructional leadership impacts on student achievement through strategies that affect what happens in classroom.

(https://theeducationhub.org.nz/instructional-leadership-and-why-it-matters/

12 of 65

Konsep Inti 1:

Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader)

Kepemimpinan Pembelajaran adalah kepemimpinan yang mendukung perkembangan proses belajar mengajar.

Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah akan memberi dampak pada kualitas hasil belajar siswa melalui berbagai strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah untuk mempengaruhi pada proses belajar mengajar di kelas.

(https://theeducationhub.org.nz/instructional-leadership-and-why-it-matters/

13 of 65

14 of 65

Konsep Inti 2:

Budaya Refleksi, Evaluasi Kinerja,

Rencana Pengembangan Diri,

dan

Pengembangan Profesional

15 of 65

16 of 65

Konsep Inti 2:

Budaya Refleksi,

Evaluasi Kinerja,

Rencana Pengembangan Diri,

dan

Pengembangan Profesional

17 of 65

Konsep Inti 2:

Budaya Refleksi,

Evaluasi Kinerja,

Rencana Pengembangan Diri,

dan

Pengembangan Profesional

18 of 65

Konsep Inti 2:

Budaya Refleksi,

Evaluasi Kinerja,

Rencana Pengembangan Diri,

dan

Pengembangan Profesional

19 of 65

Konsep Inti 2:

Budaya Refleksi,

Evaluasi Kinerja,

Rencana Pengembangan Diri,

dan

Pengembangan Profesional

20 of 65

Konsep Inti 1:

Budaya Refleksi, Evaluasi Kinerja, Rencana Pengembangan Diri,

dan Pengembangan Profesional

  • Dirancang berdasarkan evaluasi kinerja pendidik dan rencana pengembangan profesional diri para pendidik yang telah disusun sebelumnya.

  • Mempertimbangkan konteks dan kebutuhan sekolah dan juga perkembangan terbaru dalam pendidikan.

  • Tujuannya agar pendidik mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan baru untuk diterapkan ke dalam praktik kelas sehari-hari untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka.

  • Pada akhirnya meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.

21 of 65

Konsep Inti 3:

Perencanaan

Berbasis Data

Mengapa?

Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran bertanggung jawab membuat keputusan berdasarkan pemahaman tentang kebutuhan sekolah

Data yang relevan, seperti hasil penilaian siswa, evaluasi kinerja pendidik, dan umpan balik siswa, membantu kepala sekolah merencanakan intervensi atau program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah.

PBD membantu kepala sekolah untuk membuat keputusan yang lebih terarah untuk meningkatkan kualitas pendidik, proses pembelajaran, dan pada akhirnya hasil belajar siswa.

Salah satu data yang sangat berharga yang dimiliki oleh sekolah di Indonesia adalah rapor pendidikan sebagai hasil dari program Asesmen Nasional.

Data apa lagi yang bisa digunakan oleh kepala sekolah?

22 of 65

Konsep Inti 4:

Kepemimpinan Bersama

(Shared Leadership)

Kepemimpinan bersama adalah pendekatan yang sangat sejalan dengan konsep kepemimpinan pembelajaran di sebuah sekolah karena menekankan pada kolaborasi dan partisipasi dari semua anggota komunitas sekolah.

Kepala sekolah memastikan bahwa setiap anggota komunitas sekolah, mulai dari siswa, pendidik, staf administrasi, hingga orang tua dan masyarakat sekitar merasa dihargai dan berkontribusi aktif dalam proses pendidikan.

23 of 65

Konsep Inti 5

Pendekatan Berbasis Aset (Asset-Based Approach)

24 of 65

Dikembangkan oleh Dr.

Kathryn Cramer, seorang ahli

psikologi yang menekuni

kekuatan berpikir positif

untuk pengembangan diri.

Pendekatan ini merupakan cara

praktis menemukenali hal-hal

yang positif dalam kehidupan,

apa yang berjalan dengan baik,

yang menjadi inspirasi, yang

menjadi kekuatan ataupun

potensi yang positif.

Konsep Inti 5

Pendekatan berbasis aset (asset-based approach)

Kepala sekolah yang mengadopsi pendekatan berbasis aset akan melihat potensi dan kekuatan yang ada dalam komunitas sekolah.

Mereka akan fokus pada bagaimana memanfaatkan sumber daya yang tersedia, memberdayakan pendidik

dan staf, serta mencari cara untuk mengembangkan apa yang sudah ada demi sekolah yang dicita-citakan.

Pemimpin pembelajaran

25 of 65

Cerita Anda dalam Tahap Bermula dari Pengalaman

26 of 65

27 of 65

28 of 65

Cerita Anda dalam Tahap Bermula dari Pengalaman

29 of 65

Cerita Anda dalam Tahap Bermula dari Pengalaman

30 of 65

Cerita Anda dalam Tahap Bermula dari Pengalaman

31 of 65

Kumpulan Pertanyaan untuk �Modul Kepemimpinan Kepala Sekolah

32 of 65

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader)
  2. Budaya refleksi, evaluasi kinerja, rencana pengembangan diri, dan pengembangan profesional pendidik
  3. Perencanaan berbasis data
  4. Kepemimpinan bersama (shared leadership)
  5. Pendekatan berbasis aset (asset-based approach)

33 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Konsep Inti 1:

Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader)

34 of 65

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  • Mohon penjelasan lebih lanjut tentang Kepemimpinan pembelajaran. Kebanyakkan di sekolah yang dilakukan mengedepankan supervisi akademik, tanpa ditindak lanjuti dengan refleksi. Kebanyakkan kepala sekolah mengedepankan kompetensi manajerial nya saja dan banyak mengabaikan kepemimpinan pembelajaran. (Bapak Munajam)
  • Bagaimana komponen kepemimpinan pembelajaran dalam penilaian kinerja KS melalui penggalian asesor saat observasi dan wawancara bisa disimulasikan. Contoh KS memimpin diskusi, atau KS presentasi?

(Ibu Endang Rahayu Mudi Astuti)

35 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Konsep Inti 2:

Budaya refleksi, evaluasi kinerja, rencana pengembangan diri, dan pengembangan profesional pendidik

36 of 65

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Bagaimana menyikapi jika ditemukan bukti fisik dokumen yang lengkap tentang refleksi, evaluasi kinerja, rencana pengembangan diri, dan rencana pengembangan profesional, namun ketika wawancara dengan guru terdeteksi itu tidak dilakukan? (Pak Dadang Kuswara)

Bagaimana cara yang tepat untuk kepala sekolah bisa mengevaluasi kinerja warga sekolah ? (Devi Marlian)

37 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Konsep Inti 3:

Perencanaan Berbasis Data

38 of 65

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Rapor pendidikan merupakan bagian dari perencanaan berbasis data, apabila terdapat ketidaksesuaian dengan kondisi sekolah yang ada, bagaimana korelasi sistem aplikasi dalam proses akreditasi bisa menyesuaikan dengan data rapor pendidikan? (Bapak Dadang Setiawan)

Seberapa penting data hasil Rapor Pendidikan untuk kemudian digunakan dalam Perencanaan Berbasis Data oleh satuan pendidikan atau dinas pendidikan? Apakah sebagai kepala satuan pendidikan bisa memperbaiki kemampuan numerasi siswa di sekolah saya dengan menggunakan Perencanaan Berbasis Data (PBD) ini?

(Bapak Dr. Hadion Wijoyo, M.Pd)

Dalam perencanaan berbasis data, tidak semua sekolah mampu menerapkan terutama sekolah-sekolah kecil yang siswanya sangat sedikit. Dana BOS hanya cukup untuk membayar honor guru dan beli kertas dan alat tulis. Bagaimana asesor harus mengambil keputusan terhadap sekolah seperti ini? (Bapak Jumadi)

Penekanan Perencanaan berbasis data pad sekolah? Dokumen apa yang dibutuhkan selain hasil ujian siswa? Secara lengkap bagaimana mengukur pelaksanaan Perencanaan berbasis data di sekolah? Indikator apa sja untuk untuk menggali pemanfaatan perencanaan Berbasis Data secara menyeluruh? (Ibu Sunariah)

39 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Konsep Inti 4:

Kepemimpinan bersama (shared leadership)

40 of 65

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Bagaimana cara melihat kondisi di satuan pendidikan bahwa sekolah tersebut sudah menerapkan kepemimpinan bersama secara menyeluruh, bukan hanya yang tertera dalam dokumen saja. Mohon penjelasannya. (Fadibah setiawan)

  • Apa saja indikator-indikator dan bukti-bukti tentang kepemimpinan bersama? (Agung Prihantoro)

41 of 65

Indikator tentang Kepemimpinan Bersama

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

  • Memiliki visi dan misi yang jelas dan mengkomunikasikan kepada pemangku kepentingan.
  • Membangun komunikasi dan interaksi antarwarga secara berkala.
  • Melakukan kolaborasi atau kemitraan dengan orang tua/wali dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan.
  • Melakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan.
  • Melaksanakan evaluasi/ refleksi berbasis data dengan melibatkan peserta didik, pendidik, tenaga pendidikan, dan orang tua.

42 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Konsep Inti 5: Pendekatan Berbasis Aset (asset-based approach)

43 of 65

Pertanyaan-pertanyaan dari LMS

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Bagaimana pendekatan berbasis aset dapat membantu kepala sekolah dalam mengidentifikasi potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekolah, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan secara efektif untuk meningkatkan pembelajaran dan kualitas sekolah secara keseluruhan? (Bapak Yusnaidi)

44 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Penguatan Konsep Inti

45 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Video 1

46 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Pendekatan Berbasis Aset

Di proses perubahan, walaupun terdapat banyak masalah spt banyaknya komplain dari orangtua dan permohonan mutasi guru, kepala sekolah tetap yakin dengan visinya, yaitu kalau kita mau maju harus berani keluar dari zona aman.

47 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepemimpinan Bersama

Langkah pertama untuk melakukan perubahan, kepala sekolah mengumpulkan data terkait kondisi sekolah, menentukan prioritas masalah dan solusinya dan mendiskusikannya dengan para guru dan wali murid.

Melibatkan guru menentukan tema di kelasnya masing-masing

Target kepala sekolah mengimplementasikan kelas literasi dan penguatan karakter.

48 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Kepemimpinan Pembelajaran; Evaluasi kinerja

Perencanaan Berbasis Data

Di proses awal perubahan, Ibu Sri Winarni menata guru terlebih dahulu: dalam hal kedisiplinan kehadiran di sekolah.

Kemudian Ibu Winarni mengubah metode pembelajaran yang konvensional menjadi

pembelajaran aktif.

49 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepemimpinan Pembelajaran: Kepemimpinan Bersama;

Pendekatan Berbasis Aset

Untuk mendorong para guru bekerjasama meningkatkan kualitas pembelajaran, kepala sekolah menginisiasi kegiatan kelompok kerja guru tingkat sekolah.

Guru yang telah berhasil menerapkan pembelajaran aktif diminta membantu guru lainnya.

50 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel.

Kepemimpinan Pembelajaran:

Perencanaan Berbasis Data

30 persen dana BOS digunakan

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

51 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Kepemimpinan Pembelajaran: Kepemimpinan Bersama;

Pendekatan Berbasis Aset

Kepala sekolah melibatkan orangtua dan masyarakat dalam mendukung program pembelajaran aktif.

Ketika pembelajaran aktif sudah berjalan, kepala sekolah memiliki ide inovatif untuk membuat kelas berkonsep. Kepala sekolah mengadakan rapat dengan komite dan paguyuban dan akhirnya program tersebut ditangani semua oleh paguyuban dan komite.

Tujuan kelas berkonsep adalah

1. Anak2 betah di kelas

2. Mendapat perhatian calon siswa

3. Memahami materi pembelajaran

52 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepemimpinan Pembelajaran: Kepemimpinan Bersama;

Pendekatan Berbasis Aset

Wawancara guru:

Dulu saya yang penting mengajar di kelas, anak tidak ramai. Kepala sekolah sekarang lebih mengerti apa yang harus dilakukan pada anak

53 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepemimpinan Pembelajaran: Kepemimpinan Bersama;

Pendekatan Berbasis Aset

Wawancara orangtua murid:

Yang paling utama adalah peran kepemimpinan yang bisa memberikan motivasi secara menyeluruh pada guru, komite sehingga terbawa arus untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dulu komite datang hanya untuk memberikan tanda tangan, sekarang kami terlibat aktif

54 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Video 2

55 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Pendekatan Berbasis Aset, PBD

Di proses awal perubahan, walaupun terdapat banyak masalah prestasi sekolah yang rendah, orangtua yang kurang peduli, dan sarana prasarana yang kurang layak Pak Masrur berfokus pada kekuatan dan apa yang bisa dilakukan yaitu gerakan literadi dan pendidikan karakter.

56 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Perencanaan Berbasis Data

Kepemimpinan Bersama

Langkah pertama untuk melakukan perubahan, kepala sekolah mengumpulkan data terkait kondisi sekolah, menentukan prioritas masalah dan solusinya dan mendiskusikannya dengan para guru dan wali murid.

Melibatkan guru menentukan tema di kelasnya masing-masing

Target kepala sekolah mengimplementasikan kelas literasi dan penguatan karakter.

57 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepemimpinan Pembelajaran: Perencanaan Berbasis Data; Kepemimpinan Bersama,

Langkah pertama untuk melakukan perubahan, kepala sekolah mengumpulkan data terkait kondisi sekolah, menentukan prioritas masalah dan solusinya dan mendiskusikannya dengan para guru dan wali murid.

Melibatkan guru menentukan tema di kelasnya masing-masing

Target kepala sekolah mengimplementasikan kelas literasi dan penguatan karakter.

58 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Rasional/

Bukti yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Kepemimpinan Pembelajaran: Perencanaan; Pendekatan Berbasis Aset

Kepala sekolah menata ulang ruang kelas dan memadukannya dengan program literasi.

59 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Fakta yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Kepemimpinan Pembelajaran: Kepemimpinan Bersama,

Kepala sekolah berkunjung ke kelas-kelas dan memberi motivasi dan umpan balik pada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya.

60 of 65

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Telaah Dokumen

Rencana Kerja Tahunan (RKT)

61 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Rasional/

Bukti yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Kepemimpinan Pembelajaran: Kepemimpinan Bersama,

Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepemimpinan Bersama

Sosialisasi dengan komite sekolah.

Melibatkan komite dalam kegiatan sekolah.

62 of 65

Aspek Kinerja yang Dinilai

Konsep Inti Terkait

Rasional/

Bukti yang Ditemukan

Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Pendekatan Berbasis Aset, Kepemimpinan Bersama

Sekolah memiliki program untuk merawat 8 ruangan di sekolah dengan pengecatan bersama dengan wali murid.

63 of 65

Aspek Kinerja yang dinilai dalam Kepemimpinan Kepala Sekolah

  • Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

  • Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

  • Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel.

  • Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

64 of 65

Refleksi Akhir -Padlet

65 of 65

Terima Kasih