1 of 16

Pertemuan 5

Server, Storage, Cloud & Hybrid Infrastructure

Menganalisis pilihan arsitektur infrastruktur untuk mendukung RME, klaim, pelaporan, dan dashboard layanan kesehatan.

On-premise

Cloud

Hybrid

Evaluasi individu

Dosen Pengampu: Sunandar Said, S.Kep., Ns., M.Kes.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

1

2 of 16

Capaian Pertemuan 5

Sub-CPMK 5: membandingkan on-premise, cloud, dan hybrid berdasarkan kapasitas, availability, biaya, risiko, dan skalabilitas

Output belajar

Mahasiswa mampu memilih alternatif arsitektur infrastruktur yang paling rasional untuk skenario fasyankes.

Menjelaskan fungsi server, storage, cloud, virtualisasi, dan hosting aplikasi.

Membedakan model on-premise, cloud, dan hybrid dalam konteks administrasi kesehatan.

Menganalisis kapasitas, ketersediaan, biaya, risiko, dan skalabilitas.

Menyusun rekomendasi singkat berbasis skenario layanan.

Bukti evaluasi

Lembar evaluasi individu: pilihan arsitektur + alasan + risiko + target architecture sederhana.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

2

3 of 16

Pertanyaan Utama: Disimpan dan Dijalankan di Mana?

Pilihan server/cloud adalah keputusan tata kelola, bukan sekadar keputusan teknis

Data dan aplikasi kritis

RME, registrasi, antrean, farmasi, lab, klaim, logistik, SDM, dan pelaporan membutuhkan tempat berjalan yang stabil.

Jika salah memilih

Biaya membengkak, aplikasi lambat, backup tidak jelas, downtime lama, atau data sulit dipulihkan saat insiden.

Titik keputusan

Apakah aplikasi lebih baik dikelola sendiri, di cloud, atau gabungan keduanya?

Peran admin kesehatan

Menerjemahkan kebutuhan layanan, risiko, biaya, dan prioritas organisasi menjadi pilihan infrastruktur yang layak.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

3

4 of 16

Konsep Dasar Infrastruktur Aplikasi

Pahami peran tiap komponen sebelum memilih arsitektur

Server

Menjalankan aplikasi dan layanan

RME, antrean, klaim, web dashboard

Storage

Menyimpan data dan file

Database, dokumen, hasil lab, backup

Cloud

Sumber daya TI melalui internet

Hosting aplikasi, backup, dashboard online

Virtualisasi

Membagi server menjadi beberapa mesin virtual

Aplikasi dipisah tanpa membeli banyak server

Hosting aplikasi

Tempat aplikasi dioperasikan

Lokal, cloud, atau hybrid

Kunci pembelajaran

Mahasiswa Administrasi Kesehatan tidak harus menjadi administrator server, tetapi harus mampu menilai apakah pilihan infrastruktur mendukung layanan, aman, dan berkelanjutan.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

4

5 of 16

Model 1: On-Premise

Server dan storage berada di fasilitas/organisasi kesehatan

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

5

6 of 16

Model 2: Cloud

Aplikasi dan data dikelola melalui layanan internet/cloud provider

Cocok ketika

Fasyankes ingin cepat menggunakan aplikasi, tidak memiliki SDM TI kuat, dan koneksi internet cukup stabil.

Kelebihan

Skalabilitas lebih mudah, investasi awal lebih ringan, akses lintas lokasi, dan pembaruan aplikasi dapat lebih terpusat.

Risiko

Ketergantungan internet, biaya berlangganan, kepastian lokasi/keamanan data, dan kontrak layanan harus jelas.

Pertanyaan wajib

Bagaimana backup, downtime, dukungan teknis, keamanan akses, dan mekanisme pemulihan jika koneksi atau layanan cloud bermasalah?

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

6

7 of 16

Model 3: Hybrid

Menggabungkan server lokal dan cloud sesuai tingkat kritis layanan

Contoh desain

RME operasional berjalan lokal, backup tersinkron ke cloud, dashboard manajemen atau pelaporan eksternal menggunakan cloud.

Kelebihan

Layanan kritis tetap dapat berjalan saat internet terganggu, namun tetap punya cadangan dan akses eksternal yang fleksibel.

Risiko

Lebih kompleks: perlu sinkronisasi data, kebijakan akses, monitoring, dan tanggung jawab vendor/internal yang jelas.

Kapan dipilih

Saat organisasi butuh kombinasi: kontrol lokal, backup lebih aman, pelaporan cloud, serta rencana pertumbuhan bertahap.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

7

8 of 16

Perbandingan On-Premise, Cloud, dan Hybrid

Gunakan kriteria yang relevan dengan administrasi kesehatan

Kriteria

On-Premise

Cloud

Hybrid

Investasi awal

Tinggi

Lebih rendah

Sedang

Kontrol internal

Tinggi

Bergantung provider

Tinggi pada komponen lokal

Ketergantungan internet

Lebih rendah untuk lokal

Tinggi

Sedang

Skalabilitas

Perlu beli/perluas perangkat

Lebih cepat

Bertahap

SDM teknis

Lebih tinggi

Lebih ringan

Perlu koordinasi

Risiko utama

Kerusakan perangkat lokal

Internet/vendor/cloud

Sinkronisasi & kompleksitas

Contoh pemanfaatan

Server RME lokal

Aplikasi cloud/SaaS

RME lokal + backup cloud

Cara membaca tabel

Tidak ada model yang selalu paling baik. Pilihan bergantung pada kebutuhan layanan, kapasitas, risiko, anggaran, regulasi, dan dukungan operasional.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

8

9 of 16

Perencanaan Kapasitas: Jangan Hanya Melihat Jumlah Komputer

Kapasitas dipengaruhi pengguna, transaksi, data, dan waktu layanan

1. Pengguna aktif

Berapa petugas yang memakai sistem pada jam sibuk? Unit mana paling kritis?

2. Transaksi layanan

Berapa pasien/hari, resep, klaim, hasil lab, dan laporan yang diproses?

3. Data bertambah

Berapa pertumbuhan database, dokumen, scan, hasil pemeriksaan, dan backup?

4. Ketersediaan

Berapa lama layanan masih bisa terganggu tanpa menghentikan pelayanan?

5. Kinerja

Seberapa cepat aplikasi harus dibuka saat pendaftaran/poli/farmasi ramai?

6. Cadangan

Apakah ada perangkat cadangan, backup, UPS, dan prosedur pemulihan?

Rumus praktis awal

Kebutuhan kapasitas = pengguna aktif + transaksi harian + pertumbuhan data + target availability + cadangan 30–50%

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

9

10 of 16

Availability dan Skalabilitas

Layanan kesehatan membutuhkan sistem yang dapat bertahan dan berkembang

Availability

Kemampuan layanan tetap tersedia saat jam pelayanan. Gangguan RME di jam sibuk berdampak pada antrean dan mutu layanan.

Scalability

Kemampuan infrastruktur ditambah kapasitasnya saat jumlah pengguna, data, atau layanan digital meningkat.

Redundancy

Komponen cadangan untuk mengurangi titik gagal tunggal: internet cadangan, server cadangan, backup, UPS.

Target realistis

Tidak semua unit perlu level availability sama. Pendaftaran, RME, farmasi, dan klaim biasanya lebih kritis dibanding guest Wi‑Fi.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

10

11 of 16

Biaya Tidak Hanya Harga Beli

Gunakan Total Cost of Ownership dan risk-based thinking

Komponen biaya

Contoh pertanyaan

Perangkat awal

Server, storage, UPS, lisensi, instalasi, ruang, pendingin?

Operasional

Listrik, internet, cloud subscription, domain, backup, keamanan?

Pemeliharaan

Garansi, update, patching, monitoring, vendor support?

Downtime

Berapa kerugian pelayanan jika sistem tidak dapat dipakai?

Pertumbuhan

Bagaimana biaya naik saat pengguna/data bertambah?

Risiko yang perlu dinilai

Koneksi internet, keamanan akses, kegagalan hardware, backup tidak dapat dipulihkan, vendor lambat, biaya tersembunyi, dan tidak adanya dokumentasi.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

11

12 of 16

Alur Memilih Arsitektur Infrastruktur

Mulai dari kebutuhan layanan, bukan dari pilihan teknologi

1

Layanan kritis

2

Kebutuhan data

3

Kapasitas & internet

4

Risiko & keamanan

5

Biaya/TCO

6

Dukungan vendor

7

Pilihan arsitektur

8

Rencana backup

Pertanyaan kunci

Jika internet putus 2 jam, layanan apa yang tetap harus berjalan? Jawaban ini sangat menentukan apakah cloud penuh, lokal, atau hybrid lebih rasional.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

12

13 of 16

Contoh Analisis Singkat

Skenario berbeda untuk memperlihatkan pola berpikir

Kasus

Klinik Rawat Jalan memiliki 35 pengguna aktif, 6 poli, farmasi, lab, 3 printer jaringan, RME, klaim, dan dashboard. Internet utama 80 Mbps cukup stabil, tetapi belum ada staf TI penuh waktu.

Pilihan awal

Hybrid: aplikasi utama/RME menggunakan cloud yang dikelola vendor, sedangkan perangkat lokal, jaringan internal, printer, cache dokumen operasional, dan backup lokal ringan tetap disiapkan.

Alasan

Investasi awal lebih ringan, dukungan vendor lebih jelas, skalabilitas lebih mudah, namun tetap perlu rencana cadangan bila internet atau layanan cloud bermasalah.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

13

14 of 16

Evaluasi Individu: Pilih Arsitektur yang Tepat

Kerjakan mandiri; hasil dikumpulkan sebagai bukti capaian Sub-CPMK 5

Skenario

Puskesmas “Sehat Mandiri” memiliki 1 loket, 4 poli, lab sederhana, farmasi, ruang administrasi, 28 pengguna aktif, 2 printer jaringan, internet 50 Mbps yang kadang tidak stabil, dan rencana menerapkan RME + klaim + pelaporan.

Pilih salah satu: on-premise, cloud, atau hybrid.

Tuliskan minimal 5 alasan berdasarkan kapasitas, availability, biaya, risiko, dan skalabilitas.

Buat diagram target architecture sederhana.

Tuliskan 3 risiko utama dan 3 mitigasi.

Tuliskan rekomendasi bandwidth/backup minimal.

Waktu dan produk

Durasi 30 menit. Produk dikumpulkan: 1 halaman ringkas atau slide tunggal berisi pilihan, alasan, diagram, risiko, dan rekomendasi.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

14

15 of 16

Rubrik Evaluasi Individu

Penilaian menekankan logika pilihan, bukan sekadar jawaban teknis

Aspek

Bobot

Indikator ringkas

Ketepatan pilihan arsitektur

25%

Sesuai kondisi layanan, internet, SDM, dan risiko

Analisis 5 kriteria

30%

Kapasitas, availability, biaya, risiko, skalabilitas jelas

Diagram target architecture

20%

Alur server/cloud, jaringan, backup, pengguna mudah dibaca

Risiko & mitigasi

15%

Risiko realistis dan mitigasi operasional

Kejelasan penyajian

10%

Ringkas, rapi, argumentatif

Skala skor

4 = sangat baik; 3 = baik; 2 = cukup; 1 = kurang. Gunakan bukti dari skenario untuk memperkuat jawaban.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

15

16 of 16

Inti Pertemuan 5

Pilihan infrastruktur harus mendukung pelayanan, keamanan, biaya, dan keberlanjutan

1. Tidak ada satu model terbaik untuk semua

On-premise, cloud, dan hybrid harus dipilih berdasarkan konteks fasyankes.

2. Layanan kritis menentukan prioritas

RME, registrasi, farmasi, klaim, dan pelaporan harus didesain agar tetap andal.

3. Backup dan pemulihan wajib direncanakan

Data kesehatan harus terlindungi dan bisa dipulihkan saat terjadi gangguan.

4. Keputusan teknis adalah keputusan administrasi

Dosen dan mahasiswa Administrasi Kesehatan menilai kelayakan, risiko, dan manfaat tata kelola.

Siap untuk pertemuan berikutnya: Infrastruktur RME dan aplikasi administrasi kesehatan.

Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang

16