Pertemuan 5
Server, Storage, Cloud & Hybrid Infrastructure
Menganalisis pilihan arsitektur infrastruktur untuk mendukung RME, klaim, pelaporan, dan dashboard layanan kesehatan.
On-premise
Cloud
Hybrid
Evaluasi individu
Dosen Pengampu: Sunandar Said, S.Kep., Ns., M.Kes.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
1
Capaian Pertemuan 5
Sub-CPMK 5: membandingkan on-premise, cloud, dan hybrid berdasarkan kapasitas, availability, biaya, risiko, dan skalabilitas
Output belajar
Mahasiswa mampu memilih alternatif arsitektur infrastruktur yang paling rasional untuk skenario fasyankes.
Menjelaskan fungsi server, storage, cloud, virtualisasi, dan hosting aplikasi.
Membedakan model on-premise, cloud, dan hybrid dalam konteks administrasi kesehatan.
Menganalisis kapasitas, ketersediaan, biaya, risiko, dan skalabilitas.
Menyusun rekomendasi singkat berbasis skenario layanan.
Bukti evaluasi
Lembar evaluasi individu: pilihan arsitektur + alasan + risiko + target architecture sederhana.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
2
Pertanyaan Utama: Disimpan dan Dijalankan di Mana?
Pilihan server/cloud adalah keputusan tata kelola, bukan sekadar keputusan teknis
Data dan aplikasi kritis
RME, registrasi, antrean, farmasi, lab, klaim, logistik, SDM, dan pelaporan membutuhkan tempat berjalan yang stabil.
Jika salah memilih
Biaya membengkak, aplikasi lambat, backup tidak jelas, downtime lama, atau data sulit dipulihkan saat insiden.
Titik keputusan
Apakah aplikasi lebih baik dikelola sendiri, di cloud, atau gabungan keduanya?
Peran admin kesehatan
Menerjemahkan kebutuhan layanan, risiko, biaya, dan prioritas organisasi menjadi pilihan infrastruktur yang layak.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
3
Konsep Dasar Infrastruktur Aplikasi
Pahami peran tiap komponen sebelum memilih arsitektur
Server
Menjalankan aplikasi dan layanan
RME, antrean, klaim, web dashboard
Storage
Menyimpan data dan file
Database, dokumen, hasil lab, backup
Cloud
Sumber daya TI melalui internet
Hosting aplikasi, backup, dashboard online
Virtualisasi
Membagi server menjadi beberapa mesin virtual
Aplikasi dipisah tanpa membeli banyak server
Hosting aplikasi
Tempat aplikasi dioperasikan
Lokal, cloud, atau hybrid
Kunci pembelajaran
Mahasiswa Administrasi Kesehatan tidak harus menjadi administrator server, tetapi harus mampu menilai apakah pilihan infrastruktur mendukung layanan, aman, dan berkelanjutan.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
4
Model 1: On-Premise
Server dan storage berada di fasilitas/organisasi kesehatan
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
5
Model 2: Cloud
Aplikasi dan data dikelola melalui layanan internet/cloud provider
Cocok ketika
Fasyankes ingin cepat menggunakan aplikasi, tidak memiliki SDM TI kuat, dan koneksi internet cukup stabil.
Kelebihan
Skalabilitas lebih mudah, investasi awal lebih ringan, akses lintas lokasi, dan pembaruan aplikasi dapat lebih terpusat.
Risiko
Ketergantungan internet, biaya berlangganan, kepastian lokasi/keamanan data, dan kontrak layanan harus jelas.
Pertanyaan wajib
Bagaimana backup, downtime, dukungan teknis, keamanan akses, dan mekanisme pemulihan jika koneksi atau layanan cloud bermasalah?
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
6
Model 3: Hybrid
Menggabungkan server lokal dan cloud sesuai tingkat kritis layanan
Contoh desain
RME operasional berjalan lokal, backup tersinkron ke cloud, dashboard manajemen atau pelaporan eksternal menggunakan cloud.
Kelebihan
Layanan kritis tetap dapat berjalan saat internet terganggu, namun tetap punya cadangan dan akses eksternal yang fleksibel.
Risiko
Lebih kompleks: perlu sinkronisasi data, kebijakan akses, monitoring, dan tanggung jawab vendor/internal yang jelas.
Kapan dipilih
Saat organisasi butuh kombinasi: kontrol lokal, backup lebih aman, pelaporan cloud, serta rencana pertumbuhan bertahap.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
7
Perbandingan On-Premise, Cloud, dan Hybrid
Gunakan kriteria yang relevan dengan administrasi kesehatan
Kriteria
On-Premise
Cloud
Hybrid
Investasi awal
Tinggi
Lebih rendah
Sedang
Kontrol internal
Tinggi
Bergantung provider
Tinggi pada komponen lokal
Ketergantungan internet
Lebih rendah untuk lokal
Tinggi
Sedang
Skalabilitas
Perlu beli/perluas perangkat
Lebih cepat
Bertahap
SDM teknis
Lebih tinggi
Lebih ringan
Perlu koordinasi
Risiko utama
Kerusakan perangkat lokal
Internet/vendor/cloud
Sinkronisasi & kompleksitas
Contoh pemanfaatan
Server RME lokal
Aplikasi cloud/SaaS
RME lokal + backup cloud
Cara membaca tabel
Tidak ada model yang selalu paling baik. Pilihan bergantung pada kebutuhan layanan, kapasitas, risiko, anggaran, regulasi, dan dukungan operasional.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
8
Perencanaan Kapasitas: Jangan Hanya Melihat Jumlah Komputer
Kapasitas dipengaruhi pengguna, transaksi, data, dan waktu layanan
1. Pengguna aktif
Berapa petugas yang memakai sistem pada jam sibuk? Unit mana paling kritis?
2. Transaksi layanan
Berapa pasien/hari, resep, klaim, hasil lab, dan laporan yang diproses?
3. Data bertambah
Berapa pertumbuhan database, dokumen, scan, hasil pemeriksaan, dan backup?
4. Ketersediaan
Berapa lama layanan masih bisa terganggu tanpa menghentikan pelayanan?
5. Kinerja
Seberapa cepat aplikasi harus dibuka saat pendaftaran/poli/farmasi ramai?
6. Cadangan
Apakah ada perangkat cadangan, backup, UPS, dan prosedur pemulihan?
Rumus praktis awal
Kebutuhan kapasitas = pengguna aktif + transaksi harian + pertumbuhan data + target availability + cadangan 30–50%
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
9
Availability dan Skalabilitas
Layanan kesehatan membutuhkan sistem yang dapat bertahan dan berkembang
Availability
Kemampuan layanan tetap tersedia saat jam pelayanan. Gangguan RME di jam sibuk berdampak pada antrean dan mutu layanan.
Scalability
Kemampuan infrastruktur ditambah kapasitasnya saat jumlah pengguna, data, atau layanan digital meningkat.
Redundancy
Komponen cadangan untuk mengurangi titik gagal tunggal: internet cadangan, server cadangan, backup, UPS.
Target realistis
Tidak semua unit perlu level availability sama. Pendaftaran, RME, farmasi, dan klaim biasanya lebih kritis dibanding guest Wi‑Fi.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
10
Biaya Tidak Hanya Harga Beli
Gunakan Total Cost of Ownership dan risk-based thinking
Komponen biaya
Contoh pertanyaan
Perangkat awal
Server, storage, UPS, lisensi, instalasi, ruang, pendingin?
Operasional
Listrik, internet, cloud subscription, domain, backup, keamanan?
Pemeliharaan
Garansi, update, patching, monitoring, vendor support?
Downtime
Berapa kerugian pelayanan jika sistem tidak dapat dipakai?
Pertumbuhan
Bagaimana biaya naik saat pengguna/data bertambah?
Risiko yang perlu dinilai
Koneksi internet, keamanan akses, kegagalan hardware, backup tidak dapat dipulihkan, vendor lambat, biaya tersembunyi, dan tidak adanya dokumentasi.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
11
Alur Memilih Arsitektur Infrastruktur
Mulai dari kebutuhan layanan, bukan dari pilihan teknologi
1
Layanan kritis
2
Kebutuhan data
3
Kapasitas & internet
4
Risiko & keamanan
5
Biaya/TCO
6
Dukungan vendor
7
Pilihan arsitektur
8
Rencana backup
Pertanyaan kunci
Jika internet putus 2 jam, layanan apa yang tetap harus berjalan? Jawaban ini sangat menentukan apakah cloud penuh, lokal, atau hybrid lebih rasional.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
12
Contoh Analisis Singkat
Skenario berbeda untuk memperlihatkan pola berpikir
Kasus
Klinik Rawat Jalan memiliki 35 pengguna aktif, 6 poli, farmasi, lab, 3 printer jaringan, RME, klaim, dan dashboard. Internet utama 80 Mbps cukup stabil, tetapi belum ada staf TI penuh waktu.
Pilihan awal
Hybrid: aplikasi utama/RME menggunakan cloud yang dikelola vendor, sedangkan perangkat lokal, jaringan internal, printer, cache dokumen operasional, dan backup lokal ringan tetap disiapkan.
Alasan
Investasi awal lebih ringan, dukungan vendor lebih jelas, skalabilitas lebih mudah, namun tetap perlu rencana cadangan bila internet atau layanan cloud bermasalah.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
13
Evaluasi Individu: Pilih Arsitektur yang Tepat
Kerjakan mandiri; hasil dikumpulkan sebagai bukti capaian Sub-CPMK 5
Skenario
Puskesmas “Sehat Mandiri” memiliki 1 loket, 4 poli, lab sederhana, farmasi, ruang administrasi, 28 pengguna aktif, 2 printer jaringan, internet 50 Mbps yang kadang tidak stabil, dan rencana menerapkan RME + klaim + pelaporan.
Pilih salah satu: on-premise, cloud, atau hybrid.
Tuliskan minimal 5 alasan berdasarkan kapasitas, availability, biaya, risiko, dan skalabilitas.
Buat diagram target architecture sederhana.
Tuliskan 3 risiko utama dan 3 mitigasi.
Tuliskan rekomendasi bandwidth/backup minimal.
Waktu dan produk
Durasi 30 menit. Produk dikumpulkan: 1 halaman ringkas atau slide tunggal berisi pilihan, alasan, diagram, risiko, dan rekomendasi.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
14
Rubrik Evaluasi Individu
Penilaian menekankan logika pilihan, bukan sekadar jawaban teknis
Aspek
Bobot
Indikator ringkas
Ketepatan pilihan arsitektur
25%
Sesuai kondisi layanan, internet, SDM, dan risiko
Analisis 5 kriteria
30%
Kapasitas, availability, biaya, risiko, skalabilitas jelas
Diagram target architecture
20%
Alur server/cloud, jaringan, backup, pengguna mudah dibaca
Risiko & mitigasi
15%
Risiko realistis dan mitigasi operasional
Kejelasan penyajian
10%
Ringkas, rapi, argumentatif
Skala skor
4 = sangat baik; 3 = baik; 2 = cukup; 1 = kurang. Gunakan bukti dari skenario untuk memperkuat jawaban.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
15
Inti Pertemuan 5
Pilihan infrastruktur harus mendukung pelayanan, keamanan, biaya, dan keberlanjutan
1. Tidak ada satu model terbaik untuk semua
On-premise, cloud, dan hybrid harus dipilih berdasarkan konteks fasyankes.
2. Layanan kritis menentukan prioritas
RME, registrasi, farmasi, klaim, dan pelaporan harus didesain agar tetap andal.
3. Backup dan pemulihan wajib direncanakan
Data kesehatan harus terlindungi dan bisa dipulihkan saat terjadi gangguan.
4. Keputusan teknis adalah keputusan administrasi
Dosen dan mahasiswa Administrasi Kesehatan menilai kelayakan, risiko, dan manfaat tata kelola.
Siap untuk pertemuan berikutnya: Infrastruktur RME dan aplikasi administrasi kesehatan.
Infrastruktur Sistem Informasi Kesehatan • Prodi S1 Administrasi Kesehatan UMS Rappang
16