MENGAWINKAN
PEMBELAJARAN MENDALAM DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM PEMBELAJARAN
Dikompilasi Oleh HARTSA JAMILA ROCHI, S.Pd, MM
Pengawas Madrasah
Pengantar Kurikulum Berbasis Cinta
Re_evalusi Pembelajaran Konvensional
Pendekatan lama kurang humanis dan holistik.
Pendidikan Humanis & Holistik
Pentingnya fokus pada perkembangan pribadi seutuhnya.
Amanat UU Sisdiknas
Pendidikan karakter menjadi prioritas nasional.
Respons Isu Sosial
Intoleransi. Radikalisme, Bulliying, Pelecehan seksual dan Lingkungan
dan lingkungan.
LATAR BELAKANG KBC
Tahun 2045 menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia yang dikenal dengan visi Indonesia Emas yang bercita-cita menjadi negara maju dengan perekonomian yang kuat, pemerataan kesejahteraan, keadilan sosial, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing global. Target utama meliputi peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguasaan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.
Ciri SDM Berkualitas sebagai berikut:
Apa Itu SDM Berkualitas?
global
SDM Berkualitas = Masa Depan Bangsa
LATAR BELAKANG PM
menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata.
numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan ketimpangan pendidikan
depan
Arah Transformasi Pendidikan
Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Kurikulum ini bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu
Kurikulum Berbasis Cinta mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada implementasi Kurikulum Nasional.
Pembelajaran Mendalam--- Menekankan bahwa pembelajaran harus berkesadaran, bermakna, menyenangkan, sehingga mampu mengubah cara berpikir murid
(Shifting Mindsite))
Kurikulum Berbasis Cinta
Pendidikan tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu, tetapi juga dalam membentuk karakter dan nilai moral, mencetak generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam kerangka ini, Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai strategi untuk menanamkan nilai kasih sayang, harmoni, dan peradaban yang berlandaskan sikap saling mencintai
Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Kurikulum ini bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan
Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Cinta
.
Kurikulum Berbasis Cinta ----- sebagai sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, dan perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Melalui Kurikulum ini diharapkan melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan
Kurikulum Berbasis Cinta mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada implementasi Kurikulum Nasional.
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah
Elemen KBC 5-5-5 | Elemen PM 8-3-3-4 | Penyelarasan dengan PM 8-3-3-4 | Contoh Implementasi Pembelajaran |
5 Panca Cinta | 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) (KEKE KES MAN PEN TAS KOM KOL) | Setiap aspek nilai cinta pada KBC diintegrasikan secara eksplisit ke dalam dimensi Profil Lulusan PM, sehingga setiap dimensi mencerminkan nilai cinta tersebut secara menyeluruh. | Di pembelajaran agama, siswa belajar cinta kepada Allah dengan memahami nilai-nilai keimanan; pada mata pelajaran sosial, mengembangkan cinta sesama dengan diskusi dan simulasi kehidupan sosial; dalam sains, menumbuhkan cinta kepada ilmu melalui eksperimen dan proyek ilmiah; aksi lingkungan menjadi wujud cinta kepada alam; dan kegiatan kebangsaan memperkuat cinta tanah air. |
- Cinta Allah dan RasulNya | Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME | Nilai ketakwaan KBC diperkuat sebagai dimensi spiritual PM. | Melakukan doa bersama, kajian tafsir, dan hidupkan karakter religius di setiap aktivitas pembelajaran. |
- Cinta Ilmu | Penalaran kritis, kreativitas | Panca cinta pada ilmu menjadi dasar pengembangan kreativitas dan pemikiran kritis sesuai standar PM. | Mendukung pengembangan proyek inovasi, diskusi kritis, dan eksperimen ilmiah secara aktif. |
- Cinta Alam dan Lingkungan | Kesehatan, kemandirian | Lingkungan hidup KBC terintegrasi dalam dimensi kemandirian dan kesehatan PM. | Melibatkan siswa dalam kegiatan konservasi, pengelolaan sampah, dan penyuluhan kesehatan lingkungan di sekolah dan lingkungan sekitar. |
- Cinta Diri dan Sesama Manusia | Kewargaan, komunikasi, kolaborasi | Menguatkan dimensi sosial dan komunikasi dengan menanamkan empati, toleransi, dan kerja sama berdasar nilai cinta. | Melaksanakan kegiatan kerja kelompok, debat, simulasi peran sosial, dan pelayanan masyarakat. |
- Cinta Tanah Air | Kewargaan. | Menumbuhkan kesadaran dan sikap nasionalisme sebagai manifestasi cinta tanah air dalam dimensi kewargaan dan budaya PM. | Mengadakan kegiatan budaya, peringatan nasional, studi sejarah lokal dan nasional, serta pembelajaran bahasa daerah. |
Elemen KBC 5-5-5 | Elemen PM 8-3-3-4 | Penyelarasan dengan PM 8-3-3-4 | Contoh Implementasi Pembelajaran |
5 Tujuan insan paripurna: cinta sebagai prinsip, humanis, toleran, naturalis dan nasionalis | 3 Prinsip PM: berkesadaran, bermakna dan menggembirakan | Tujuan karakter dalam KBC (cinta sebagai prinsip utama, humanis, toleran, naturalis, nasionalis) dijalankan melalui prinsip pembelajaran PM yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. | Membuat pembelajaran yang menyadarkan nilai (mindful), relevan konteks (meaningful), dan menyenangkan (joyful) agar karakter insan paripurna terbentuk secara natural dan optimal. |
5 Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta: : pendidikan berbasis nilai, pengembangan karakter, keteladanan, pendekatan holistik, dan keterlibatan manusia | 3 Tahap Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi dan merefleksi | Prinsip pendidikan berbasis nilai, karakter, keteladanan, pendekatan holistik, dan keterlibatan manusia selaras dengan tahap memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam PM. | Tahap memahami dengan materi bernilai karakter cinta, tahap mengaplikasi dengan kegiatan proyek dan praktek, tahap merefleksi dengan diskusi dan evaluasi diri terkait nilai yang dipelajari. |
Elemen KBC 5-5-5 | Elemen PM 8-3-3-4 | Penyelarasan dengan PM 8-3-3-4 | Contoh Implementasi Pembelajaran |
5 Lingkungan Belajar yang aman dan suportif: aman, nyaman, ramah, mendukung, dan inspiratif | 4 Kerangka Pembelajaran: praktek pedagogis, kemitraan, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi | Lingkungan belajar aman, nyaman, ramah, mendukung, dan inspiratif KBC didukung oleh kerangka pedagogis, kemitraan, lingkungan belajar, dan teknologi PM. | Menciptakan atmosfer kelas yang kondusif; menggunakan teknologi pembelajaran; membangun kemitraan dengan orang tua dan masyarakat untuk mendukung pembelajaran; menyediakan sumber dan fasilitas lengkap. |
Metode Pembelajaran Berbasis Cinta |
| Metode yang mengutamakan kasih sayang, empati, dan penghargaan tercermin dalam prinsip pedagogi dan pengalaman belajar PM yang mendalam. | Metode diskusi terbimbing, proyek layanan masyarakat, refleksi nilai harian, pembelajaran kooperatif dan simulasi sosial. |
Elemen KBC 5-5-5 | Elemen PM 8-3-3-4 | Penyelarasan dengan PM 8-3-3-4 | Contoh Implementasi Pembelajaran |
DESAIN INTEGRASI KBC DALAM PERENCANAAN PM
Delapan Dimensi Profil Lulusan
Panca Cinta
Pembelajaran Mendalam
R
P
P
KBC
INTEGRASI
PM
Implementasi pada
RPP KBC
Pada saat akan mengisi promp, siapkan:
CONTOH CP-TP-ATP Mapel B.Indonesia yang ada di Buku Panduan (Hal: 90 dst)
Panduan KBC Halaman 38 dst yang akan dikopi pindah di prompt
Model Pembelajaran dan lmplementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan KBC :
Model Pembelajaran dan lmplementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta
Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan proses yang penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kurikulum ini dapat diinternalisasi dan diwujudkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan Kurikulum Berbasis Cinta dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berlandaskan kasih sayang, empati, dan toleransi.
Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta
Adapun metode dan teknik yang dapat dilakukan mengevaluasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah antara lain: analisis dokumen, observasi, wawancara, angket dan projek, survei dan diskusi kelompok, refleksi diri, penilaian teman sejawat dan laporan
Terima
Kasih