1 of 24

MENGAWINKAN

PEMBELAJARAN MENDALAM DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM PEMBELAJARAN

Dikompilasi Oleh HARTSA JAMILA ROCHI, S.Pd, MM

Pengawas Madrasah

2 of 24

3 of 24

Pengantar Kurikulum Berbasis Cinta

Re_evalusi Pembelajaran Konvensional

Pendekatan lama kurang humanis dan holistik.

Pendidikan Humanis & Holistik

Pentingnya fokus pada perkembangan pribadi seutuhnya.

Amanat UU Sisdiknas

Pendidikan karakter menjadi prioritas nasional.

Respons Isu Sosial

Intoleransi. Radikalisme, Bulliying, Pelecehan seksual dan Lingkungan

dan lingkungan.

4 of 24

LATAR BELAKANG KBC

Tahun 2045 menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia yang dikenal dengan visi Indonesia Emas yang bercita-cita menjadi negara maju dengan perekonomian yang kuat, pemerataan kesejahteraan, keadilan sosial, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing global. Target utama meliputi peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguasaan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

Ciri SDM Berkualitas sebagai berikut:

  • Kemampuan Akademik & Kognitif
    • Terampil Sosial & Komunikasi
      • Etos Kerja & Disiplin
  • Adaptif & Problem Solver
    • Sikap & Karakter Positif
  • Toleran & Saling Menyayangi
    • Seimbang Fisik & Mental

Apa Itu SDM Berkualitas?

  • Tidak hanya cakap intelektual
  • Memiliki moralitas tinggi
  • Berintegritas
  • Siap menghadapi tantangan

global

SDM Berkualitas = Masa Depan Bangsa

5 of 24

LATAR BELAKANG PM

  • Pembelajaran Mendalam dalam pendidikan bukan sekadar menghafal, tetapi memahami, menginternalisasi, dan

menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata.

  • Perubahan masa depan sulit diprediksi--Era Disruption
    • Permasalahan mutu Pendidikan--Disparitas; literasi,

numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan ketimpangan pendidikan

  • Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045
    • Kompetensi guru yang masih perlu ditingkatkan masa

depan

    • Skor Pisa: literasi, numerasi dan Numerasi Indonesia berada di peringkat 68 dari 81negara

6 of 24

Arah Transformasi Pendidikan

  • Kurikulum Berbasis Cinta Pembelajaran Mendalam

Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Kurikulum ini bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu

Kurikulum Berbasis Cinta mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada implementasi Kurikulum Nasional.

Pembelajaran Mendalam--- Menekankan bahwa pembelajaran harus berkesadaran, bermakna, menyenangkan, sehingga mampu mengubah cara berpikir murid

(Shifting Mindsite))

7 of 24

Kurikulum Berbasis Cinta

Pendidikan tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu, tetapi juga dalam membentuk karakter dan nilai moral, mencetak generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam kerangka ini, Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai strategi untuk menanamkan nilai kasih sayang, harmoni, dan peradaban yang berlandaskan sikap saling mencintai

Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Kurikulum ini bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan

8 of 24

Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Cinta

.

Kurikulum Berbasis Cinta ----- sebagai sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, dan perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Melalui Kurikulum ini diharapkan melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan

Kurikulum Berbasis Cinta mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada implementasi Kurikulum Nasional.

9 of 24

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

  • Kepemimpinan visioner berbasis cinta
    • Guru sebagai model kasih sayang
  • Budaya madrasah mendukung dan inklusif
    • Program karakter dan kegiatan spiritual
      • Pembelajaran kontekstual dan relevan

10 of 24

11 of 24

Elemen KBC 5-5-5

Elemen PM 8-3-3-4

Penyelarasan dengan PM 8-3-3-4

Contoh Implementasi Pembelajaran

5 Panca Cinta

8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) (KEKE KES MAN PEN TAS KOM KOL)

Setiap aspek nilai cinta pada KBC diintegrasikan secara eksplisit ke dalam dimensi Profil Lulusan PM, sehingga setiap dimensi mencerminkan nilai cinta tersebut secara menyeluruh.

Di pembelajaran agama, siswa belajar cinta kepada Allah dengan memahami nilai-nilai keimanan; pada mata pelajaran sosial, mengembangkan cinta sesama dengan diskusi dan simulasi kehidupan sosial; dalam sains, menumbuhkan cinta kepada ilmu melalui eksperimen dan proyek ilmiah; aksi lingkungan menjadi wujud cinta kepada alam; dan kegiatan kebangsaan memperkuat cinta tanah air.

- Cinta Allah dan RasulNya

Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME

Nilai ketakwaan KBC diperkuat sebagai dimensi spiritual PM.

Melakukan doa bersama, kajian tafsir, dan hidupkan karakter religius di setiap aktivitas pembelajaran.

- Cinta Ilmu

Penalaran kritis, kreativitas

Panca cinta pada ilmu menjadi dasar pengembangan kreativitas dan pemikiran kritis sesuai standar PM.

Mendukung pengembangan proyek inovasi, diskusi kritis, dan eksperimen ilmiah secara aktif.

12 of 24

- Cinta Alam dan Lingkungan

Kesehatan, kemandirian

Lingkungan hidup KBC terintegrasi dalam dimensi kemandirian dan kesehatan PM.

Melibatkan siswa dalam kegiatan konservasi, pengelolaan sampah, dan penyuluhan kesehatan lingkungan di sekolah dan lingkungan sekitar.

- Cinta Diri dan Sesama Manusia

Kewargaan, komunikasi, kolaborasi

Menguatkan dimensi sosial dan komunikasi dengan menanamkan empati, toleransi, dan kerja sama berdasar nilai cinta.

Melaksanakan kegiatan kerja kelompok, debat, simulasi peran sosial, dan pelayanan masyarakat.

- Cinta Tanah Air

Kewargaan.

Menumbuhkan kesadaran dan sikap nasionalisme sebagai manifestasi cinta tanah air dalam dimensi kewargaan dan budaya PM.

Mengadakan kegiatan budaya, peringatan nasional, studi sejarah lokal dan nasional, serta pembelajaran bahasa daerah.

Elemen KBC 5-5-5

Elemen PM 8-3-3-4

Penyelarasan dengan PM 8-3-3-4

Contoh Implementasi Pembelajaran

13 of 24

5 Tujuan insan paripurna: cinta sebagai prinsip, humanis, toleran, naturalis dan nasionalis

3 Prinsip PM: berkesadaran, bermakna dan menggembirakan

Tujuan karakter dalam KBC (cinta sebagai prinsip utama, humanis, toleran, naturalis, nasionalis) dijalankan melalui prinsip pembelajaran PM yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Membuat pembelajaran yang menyadarkan nilai (mindful), relevan konteks (meaningful), dan menyenangkan (joyful) agar karakter insan paripurna terbentuk secara natural dan optimal.

5 Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta: : pendidikan berbasis nilai, pengembangan karakter, keteladanan, pendekatan holistik, dan keterlibatan manusia

3 Tahap Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi dan merefleksi

Prinsip pendidikan berbasis nilai, karakter, keteladanan, pendekatan holistik, dan keterlibatan manusia selaras dengan tahap memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam PM.

Tahap memahami dengan materi bernilai karakter cinta, tahap mengaplikasi dengan kegiatan proyek dan praktek, tahap merefleksi dengan diskusi dan evaluasi diri terkait nilai yang dipelajari.

Elemen KBC 5-5-5

Elemen PM 8-3-3-4

Penyelarasan dengan PM 8-3-3-4

Contoh Implementasi Pembelajaran

14 of 24

5 Lingkungan Belajar yang aman dan suportif: aman, nyaman, ramah, mendukung, dan inspiratif

4 Kerangka Pembelajaran: praktek pedagogis, kemitraan, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi

Lingkungan belajar aman, nyaman, ramah, mendukung, dan inspiratif KBC didukung oleh kerangka pedagogis, kemitraan, lingkungan belajar, dan teknologi PM.

Menciptakan atmosfer kelas yang kondusif; menggunakan teknologi pembelajaran; membangun kemitraan dengan orang tua dan masyarakat untuk mendukung pembelajaran; menyediakan sumber dan fasilitas lengkap.

Metode Pembelajaran Berbasis Cinta

Metode yang mengutamakan kasih sayang, empati, dan penghargaan tercermin dalam prinsip pedagogi dan pengalaman belajar PM yang mendalam.

Metode diskusi terbimbing, proyek layanan masyarakat, refleksi nilai harian, pembelajaran kooperatif dan simulasi sosial.

Elemen KBC 5-5-5

Elemen PM 8-3-3-4

Penyelarasan dengan PM 8-3-3-4

Contoh Implementasi Pembelajaran

15 of 24

DESAIN INTEGRASI KBC DALAM PERENCANAAN PM

Delapan Dimensi Profil Lulusan

Panca Cinta

Pembelajaran Mendalam

  1. Keimanan dan ketakwaan
  2. Keuangan
  3. Penalaran Kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Kesehatan
  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta alam/Lingkungan
  4. Cinta diri dan sesama
  5. Cinta Tanah Air

R

P

P

KBC

INTEGRASI

PM

Implementasi pada

16 of 24

RPP KBC

17 of 24

Pada saat akan mengisi promp, siapkan:

  • Panduan KBC

18 of 24

CONTOH CP-TP-ATP Mapel B.Indonesia yang ada di Buku Panduan (Hal: 90 dst)

19 of 24

Panduan KBC Halaman 38 dst yang akan dikopi pindah di prompt

20 of 24

Model Pembelajaran dan lmplementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan KBC :

  1. Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning)
    • Membagi peserta didik ke dalam kelompok yang beragam untuk bekerja sama dalam projek atau menyelesaikan masalah. Tujuannya untuk membangun rasa saling menghargai dan kerja sama dalam lingkungan yang inklusif. Misalnya membuat projek karya seni yang merepresentasikan kerukunan.
  2. Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)
    • Pembelajaran dapat diawali dengan menyimak film atau literatur seperti menampilkan video singkat atau gambar yang menunjukkan cinta kepada Allah Swt. dan lain- lain. Tujuannya agar peserta didik mampu memahami nilai-nilai cinta dan mampu menerapkannya.
  3. Pembelajaran Penyelidikan (Inquiry Learning)
    • Model ini dapat dapat digunakan untuk membantu peserta didik memahami nilai- nilai cinta melalui eksplorasi mandiri atau kelompok. Kegiatan dapat diawali dengan menyajikan video singkat yang menggambarkan kehidupan masyarakat di Indonesia.
    • Tujuannya adalah peserta didik mampu menjelaskan nilai-nilai cinta yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mengidentifikasi praktik cinta di lingkungan sekitar, dan memberikan solusi untuk memperkuat nilai cinta dalam masyarakat.

21 of 24

Model Pembelajaran dan lmplementasi Kurikulum Berbasis Cinta

  1. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
    • Model ini dapat diterjemahkan melalui penggunaan metode pembelajaran seperti diskusi kasus (case studies). Seorang guru dapat memberikan kasus nyata atau hipotetis yang berkaitan dengan isu sosial, seperti kemiskinan, perundungan, atau ketidakadilan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang realitas sosial dan bagaimana menghadapinya dengan menerapkan nilai cinta.
  2. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
    • Guru dapat menerapkan metode seperti bermain peran (role playing). Peserta didik memerankan tokoh dari situasi tertentu, seperti seorang anak dengan kebutuhan khusus, seorang imigran, atau seseorang yang mengalami perundungan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan memahami perspektif orang lain.
  3. Pembelajaran LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi)
    • Model pembelajaran ini merupakan model yang berbasis pada literasi. Kegiatan dapat diawali dengan mengamati fenomena dalam aktivitas literasi, mengorientasikan pemahaman awal tentang fenomena tersebut, melakukan kolaborasi, lalu diakhiri refleksi. Dalam kegiatan LOK-R ini, peserta didik akan saling berkomunikasi dan berbagi ide melalui diskusi kelompok, projek kelompok, atau presentasi. Tujuannya agar tercipta pembelajaran interaktif dan kolaboratif yang mengedepankan nilai-nilai cinta.

22 of 24

Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta

Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan proses yang penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kurikulum ini dapat diinternalisasi dan diwujudkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan Kurikulum Berbasis Cinta dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berlandaskan kasih sayang, empati, dan toleransi.

23 of 24

Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta

Adapun metode dan teknik yang dapat dilakukan mengevaluasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah antara lain: analisis dokumen, observasi, wawancara, angket dan projek, survei dan diskusi kelompok, refleksi diri, penilaian teman sejawat dan laporan

24 of 24

Terima

Kasih