Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi�Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Perdirjen GTK 2626/B/HK.04.01/2023
Model Kompetensi
Guru
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi�Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Capaian Pembelajaran
Mampu memahami dengan jelas model kompetensi guru, termasuk keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diharapkan.
1.
Mampu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan pribadi berdasarkan model kompetensi guru, dengan memahami di mana kemampuan dan pengetahuan diperlukan.
3.
Mampu menginterpretasikan bagaimana setiap kompetensi berhubungan satu sama lain dan pengembangan suatu kompetensi dapat mendukung peran yang lainnya.
2.
Mampu memberi contoh implementasi atau praktik baik model kompetensi guru (pedagogik, kepribadian, sosial, profesional).
4.
Mampu mendiseminasikan model kompetensi guru melalui berbagai metode yang interaktif dan informatif
5.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Latar Belakang
Untuk mendorong percepatan transformasi pendidikan dalam kebijakan Merdeka Belajar, diperlukan pembaruan Model Kompetensi Guru
1.
Pengaturan mengenai Model Kompetensi Guru dalam Perdirjen 6565/B/GTK/2020 tentang Model Kompetensi dalam Pengembangan Profesi Guru sudah tidak sesuai dengan kebutuhan
2.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Definisi
Model Kompetensi Guru
Deskripsi pengetahuan, keterampilan, dan perilaku dari Kompetensi Teknis Guru yang diperlukan dalam melaksanakan tugas profesi.
Aparatur Sipil Negara (ASN)
Profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
Guru
Pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Kompetensi Teknis
Pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pemaknaan Awal
"Perilaku yang memberikan gambaran nyata atas tingkat penguasaan kompetensi" merupakan definisi dari konsep ...
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pemaknaan Awal
"Kemampuan penguasaan untuk menetapkan tujuan pembelajaran dan pengorganisasian konten pengetahuan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik" merupakan definisi dari ...
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pemaknaan Awal
Berikut sub indikator yang termasuk dalam indikator lingkungan pembelajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik, kecuali...
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pemaknaan Awal
Miskonsepsi apa yang mungkin timbul terkait dengan model kompetensi guru?
Apa dampak yang mungkin timbul saat guru mengalami miskonsepsi model kompetensi guru?
Apa bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada guru untuk dapat menguasai model kompetensi?
Apa yang dapat menjadi konsekuensi jika tantangan dalam menguasai model kompetensi guru diabaikan?
Akan terlampir
hasil pemaknaan awal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pemanasan
Silahkan berbaris lurus dari angka terkecil sampai angka terbesar berdasarkan ukuran sepatu anda.
Boleh menggunakan objek maupun gerakan.
Tanpa suara.
1
2
3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Ekspresikan Pendapat Anda
Silahkan loncat ke kanan apabila anda setuju.
SIlakan loncat ke kiri apabila anda tidak setuju.
Murni hanya menyatakan pendapat, tidak ada jawaban benar salah.
1
2
3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Setuju Atau Tidak Setuju?
Pembelajaran utamanya disusun berdasarkan kemudahan guru dan anggaran sekolah.
1.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Setuju Atau Tidak Setuju?
Tujuan pembelajaran disusun berdasarkan strategi pembelajaran, bukan sebaliknya.
2.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Setuju Atau Tidak Setuju?
Orang tua tidak perlu diikutkan dalam pelaporan capaian pembelajaran.
3.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Setuju Atau Tidak Setuju?
Suatu situasi hanya mencerminkan satu kompetensi tanpa melibatkan kompetensi yang lain.
4.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Peran Guru dalam
Transformasi Satuan Pendidikan
60”
30”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Visi Transformasi Satuan Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kriteria | Sebelumnya | Sesudahnya |
Peran | Pemateri | Pengajar & Pendidik |
Fokus Layanan | Menyampaikan materi pelajaran. Orientasi pada kurikulum dan/atau buku teks | Menumbuhkembangkan kompetensi peserta didik. Orientasi pada peserta didik |
Asesmen Awal | Materi yang sudah dan belum disampaikan kepada peserta didik | Kompetensi yang sudah dan belum dikuasai oleh peserta didik |
Strategi | Satu strategi pembelajaran yang dianggap paling tepat untuk semua peserta didik | Diferensiasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik |
Luaran | Perencanaan pembelajaran dan laporan administrasi proses pembelajaran | Penguasaan kompetensi dari masing-masing peserta didik dan cara mencapainya |
Ukuran Keberhasi -lan |
|
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Rincian Kompetensi dan Indikatornya
(12 Indikator + 41 Sub Indikator)
Kompetensi
Pedagogik
Kompetensi
Kepribadian
Kompetensi
Sosial
Kompetensi
Profesional
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Model Kompetensi Guru
Silahkan
membaca kembali
Bacaan Lanjutan:
https://bit.ly/perdirjenmodelkom
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kompetensi
Pedagogik
90”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari kita cek pasangan
Indikator dan Sub-indikator
1.1.Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik
1.1.1.Pengelolaan perilaku peserta didik yang sulit
1.1.2 Pengelolaan kelas untuk mencapai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
1.1.3 Rasa aman dan nyaman peserta didik dalam proses pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari kita cek pasangan
Indikator dan Sub-indikator
1.2.4 Instruksi pembelajaran yang mencakup strategi dan komunikasi untuk menumbuhkan minat dan nalar kritis peserta didik
1.2 Pembelajaran efektif
yang berpusat pada peserta didik
1.2.1. Desain pembelajaran yang terstruktur dan berurutan untuk mencapai tujuan pembelajaran
1.2.2 Desain pembelajaran yang relevan dengan kondisi di sekitar sekolah dengan melibatkan peserta didik
1.2.3 Pemilihan dan penggunaan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
1.2.5 Penggunaan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) secara adaptif dalam pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari kita cek pasangan
Indikator dan Sub-indikator
1.3.4.Penyusunan laporan capaian belajar peserta didik
1.3. Asesmen, umpan balik, dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik
1.3.1. Perancangan asesmen yang berpusat pada peserta didik
1.3.2 Pelaksanaan asesmen yang berpusat pada peserta didik
1.3.3 Umpan balik terhadap peserta didik mengenai pembelajaran
nya
1.3.5.Komunikasi laporan capaian belajar peserta didik
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Praktik Baik
Kompetensi Pedagogik
Tugas Individual
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
1.1.Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik | 1.1.1.Pengelolaan perilaku peserta didik yang sulit | | |
1.1.2 Pengelolaan kelas untuk mencapai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik | | | |
1.1.3 Rasa aman dan nyaman peserta didik dalam proses pembelajaran | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
1.2 Pembelajaran efektif yang berpusat pada peserta didik | 1.2.1. Desain pembelajaran yang terstruktur dan berurutan untuk mencapai tujuan pembelajaran | | |
1.2.2 Desain pembelajaran yang relevan dengan kondisi di sekitar sekolah dengan melibatkan peserta didik | | | |
1.2.3 Pemilihan dan penggunaan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran | | | |
1.2.4 Instruksi pembelajaran yang mencakup strategi dan komunikasi untuk menumbuhkan minat dan nalar kritis peserta didik | | | |
1.2.5 Penggunaan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) secara adaptif dalam pembelajaran | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
1.3. Asesmen, umpan balik, dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik | 1.3.1. Perancangan asesmen yang berpusat pada peserta didik | | |
1.3.2 Pelaksanaan asesmen yang berpusat pada peserta didik | | | |
1.3.3 Umpan balik terhadap peserta didik mengenai pembelajarannya | | | |
1.3.4. Penyusunan laporan capaian belajar peserta didik | | | |
1.3.5. Komunikasi laporan capaian belajar peserta didik | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas Kelompok
INSTRUKSI
Sasaran Peserta Didik | isian |
Tujuan Pembelajaran | |
Langkah-Langkah Pembelajaran | |
Alat dan Bahan | |
Rencana Asesmen Sumatif | |
Catatan = cara agar peserta didik dapat belajar dengan aman dan nyaman | |
Indikator Kompetensi Pedagogik | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas Kelompok
Kanvas Rencana
Pembelajaran
Sasaran Peserta Didik | Peserta didik kelas 2 SD |
Tujuan Pembelajaran | Peserta didik mampu memahami perkalian bilangan |
Langkah-Langkah Pembelajaran |
|
Alat dan Bahan |
|
Rencana Asesmen Sumatif | Asesmen dengan projek peserta didik membuat teh buah sambil mempresentasikan pemahamannya terkait dengan perkalian bilangan. |
Catatan = cara agar peserta didik dapat belajar dengan aman dan nyaman |
|
Indikator Kompetensi Pedagogik | A.______ B.______ |
Contoh Rencana Pembelajaran :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kompetensi
Kepribadian
Menjadi Pembelajar
Sepanjang Hayat
90”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari kita cek pasangan
Indikator dan Sub-indikator
2.1.1 Makna, tujuan, dan pandangan hidup berdasarkan prinsip moral dan keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.1.2. Pengelolaan emosi dalam menjalankan peran sebagai guru
2.1.3 Penerapan kode etik dalam menjalankan tugas dan peran sebagai guru
2.1. Kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk
berperilaku sesuai dengan kode etik
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari kita cek pasangan
Indikator dan Sub-indikator
2.2. Pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi
2.2.1. Refleksi dan perencanaan kebutuhan pengembangan diri yang berpusat pada peserta didik
2.2.2 Cara adaptif melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik
2.2.3. Penerapan hasil pengembangan diri untuk meningkatkan pembelajaran
peserta didik
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari kita cek pasangan
Indikator dan Sub-indikator
2.3. Orientasi Berpusat pada Peserta Didik
2.3.1. Interaksi aktif dan empatik terhadap peserta didik
2.3.2. Respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai guru
2.3.3. Kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik sebagai individu dan kelompok
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Perilaku Teramati
Kompetensi Kepribadian
Tugas Individual
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Contoh Perilaku | Praktik Baik Guru |
2.1 Kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru | 2.1.1.Makna, tujuan, dan pandangan hidup guru berdasarkan prinsip moral dan keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa | Bu Yuni bukan hanya aktif mengajar di sekolah, Bu Yuni juga aktif mengikuti kajian agama dan menjadi guru sekolah minggu di gerejanya. Murid-murid selalu melihat Bu Yuni berdoa sebelum dan sesudah makan. | |
2.1.2.Pengelolaan emosi dalam menjalankan peran sebagai pendidik | Pak Baja sedang kurang enak badan, bukannya menyelesaikan tugas, murid-murid malah terus ramai dan bercanda. Pak baja sudah mengingatkan mereka 3 kali. Karena sangat lelah dan marah, Pak Baja memutuskan meninggalkan kelas selama 5 menit untuk menenangkan diri. | | |
2.1.3. Penerapan kode etik guru dalam bekerja dan pembelajaran | Meskipun banyak murid-muridnya meminta Bu Ifa untuk memberikan les privat di luar jam sekolah dengan biaya yang cukup menarik, Bu Ifa tidak mengambil kesempatan tersebut untuk menghindari konflik kepentingan. | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Contoh Perilaku | Praktik Baik Guru |
2.2. Pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi | 2.2.1.Refleksi dan perencanaan kebutuhan pengembangan diri yang berpusat pada peserta didik | Pak Rudi melihat anak-anak mulai bosan di kelas Biologi yang diampunya. Pak rudi lalu membuat survey kecil-kecilan untuk meminta umpan balik dari murid-muridnya. Dari masukan murid-muridnya, Pak Rudi menyadari bahwa ia perlu melakukan variasi strategi mengajar agar tidak itu-itu saja, dan mulai melibatkan teknologi tepat guna dalam pembelajaran. | |
2.2.2.Cara adaptif melakukan pengembangan diri untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik | Pak Rudi menyadari kebutuhan pengembangan diri terkait strategi pembelajaran dan penggunaan teknologi tepat guna dalam pembelajaran. Saat ini sekolah belum dapat mengeluarkan anggaran untuk pelatihan. Pak Rudi mencari cara lain dengan mengikuti webinar-webinar, dan bergabung dalam komunitas belajar terdekat di kotanya untuk mendapatkan contoh praktik baik guru lain. | | |
2.2.3.Penerapan hasil pengembangan diri untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik | Setelah mengikuti pelatihan mengenai asesmen bulan lalu, Bu Ajeng mulai merencanakan asesmen awal pembelajaran untuk mengenali kemampuan awal murid dan kebutuhan belajar mereka. | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Contoh Perilaku | Praktik Baik Guru |
2.3.Orientasi Berpusat pada Peserta Didik | 2.3.1 Interaksi aktif dan empat terhadap peserta didik | Setiap pagi Bu Erni memulai pembelajaran dengan kegiatan “morning circle” bu Erni meluangkan waktu untuk mengecek kondisi murid di awal kelas. Mendengarkan murid-murid saling berbagi cerita, dan terkadang Bu Erni bersama murid-muridnya berdiskusi mengenai hal-hal yang sedang hangat terjadi. Murid-murid tidak pernah sungkan berkomunikasi dengan Bu Erni. | |
2.3.2 Respek terhadap hak peserta didik dalam menjalankan peran sebagai guru | Bu Runi selaku kepala sekolah di SD Maju Jaya Jaya Jaya selalu meminta ijin dan menanyakan apakah orang tua murid keberatan jika photo anaknya dipublikasikan terkait kegiatan sekolah di sosial media sekolah. | | |
2.3.3. Kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik sebagai individu dan kelompok | Pak Dimas meyakinkan semua murid memahami prosedur kerja di laboratorium Kimia. Pak Dimas memberikan sosialisasi dan penjelasan penggunaan alat dan materi di awal pembelajaran, menempelkan poster-poster pengingat di dalam lab untuk memastikan keamanan semua murid. | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pak Kepri/Bu Badi
Instruksi :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Contoh
30”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kompetensi
Sosial
Membangun ekosistem yang kolaboratif
90”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Komunikata
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kompetensi Sosial
(Indikator dan Sub Indikatornya)
Kolaborasi untuk peningkatan pembelajaran
Keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran
Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan pembelajaran
3.1.1. Komunikasi efektif dengan warga sekolah yang mengarah pada peningkatan pembelajaran
3.2.1. Pendampingan orang tua/wali dalam mendukung pembelajaran di rumah yang berpusat pada peserta didik
3.3.1. Berpartisipasi pada beragam peran untuk pemecahan masalah pembelajaran dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas
3.1.2. Pengorganisasian tugas-tugas bersama rekan sejawat untuk peningkatan pembelajaran
3.1.3. Inisiatif berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama dalam peningkatan pembelajaran
3.2.2. Pelibatan pengetahuan, keahlian, dan perspektif orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
3.3.2. Berbagi praktik baik dan karya untuk peningkatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam organisasi dan jejaring yang lebih luas
3.1
3.2
3.3
5”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kasus 1
Sebagai guru, Anda terlibat dalam penyelenggaraan pameran karya murid dimana kegiatan tersebut memerlukan kolaborasi semua guru di sekolah. Ada rekan kerja yang memprotes pembagian tugas karena tugasnya terlalu banyak.
Kasus 2
Dalam suatu forum diskusi organisasi profesi yang diikuti oleh guru, topik yang diangkat adalah masalah manajemen kelas yang dialami oleh beberapa anggota. Anda memiliki pendapat yang bertolak belakang dengan mayoritas pendapat peserta diskusi.
Aktivitas 2: Studi Kasus
30”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2: Studi Kasus
Anda akan bekerja dalam kelompok.
Pilih 1 kasus yang ingin didiskusikan.
Silahkan diskusikan dalam kelompok masing-masing:
Presentasikan hasil diskusi anda kepada satu kelompok lain dalam waktu 3 menit.
10”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Soal | Jawaban |
Apa yang Anda lakukan jika berada pada situasi tersebut mengacu pada sub-indikator pada Kompetensi Sosial? | |
Sebutkan sub-indikator yang terkait dengan solusi yang Anda lakukan! | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas
Mari Bermain Peran!
60”
Peserta akan melaksanakan aktivitas bersama kelompok.
Masing-masing kelompok akan memperagakan sebuah cerita berdasarkan 3 (tiga) indikator dalam Kompetensi Sosial dengan konteks sebagai berikut.
Konteks : Dalam cerita tersebut, terdapat satu tokoh yang berperan sebagai guru dalam suatu satuan pendidikan. Guru tersebut ingin membuat program pelatihan kompetensi guru.
Gambarkan situasi yang menunjukkan konteks tersebut.
Tuliskan bunyi indikator serta sub-indikator yang Anda dapatkan dari hasil undian pada flipchart dan bentuk perilakunya.
Rancang dalam flip chart judul serta perilaku yang muncul dalam cerita.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Praktik Baik
Kompetensi Sosial
Tugas Individual
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
3.1 Kolaborasi untuk peningkatan pembelajaran | 3.1.1. Komunikasi efektif dengan warga sekolah yang mengarah pada peningkatan pembelajaran | | |
3.1.2. Pengorganisasian tugas-tugas bersama rekan sejawat untuk peningkatan pembelajaran | | | |
3.1.3. Inisiatif berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama dalam peningkatan pembelajaran | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
3.2 Keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran | 3.2.1. Pendampingan orang tua/wali dalam mendukung pembelajaran di rumah yang berpusat pada peserta didik | | |
3.2.2. Pelibatan pengetahuan, keahlian, dan perspektif orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
3.3 Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan pembelajaran | 3.3.1. Berpartisipasi pada beragam peran untuk pemecahan masalah pembelajaran dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas | | |
3.3.2. Berbagi praktik baik dan karya untuk peningkatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam organisasi dan jejaring yang lebih luas | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kompetensi
Profesional
Pengetahuan yang Berpusat pada
Peserta Didik
90”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari
Investigasi
Mari kita uji pemahaman, apakah praktik yang dilakukan guru sudah mencerminkan Kompetensi Profesional dalam Model Kompetensi 2626 dengan bermain “setuju / tidak setuju”.
15”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari Investigasi
Sebelum menyusun pembelajaran, guru melakukan asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta didik.
Setuju
Praktik yang Salah
Tidak Setuju
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari Investigasi
Peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus sebaiknya hanya disekolahkan di satuan khusus.
Setuju
Praktik yang Salah
Tidak Setuju
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari Investigasi
Struktur pembelajaran sebaiknya disampaikan secara acak dan tidak perlu berkaitan dengan tujuan pembelajaran.
Setuju
Tidak Setuju
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kompetensi Profesional
(indikator dan sub indikator)
Pengetahuan konten pembelajaran dan cara mengajarkannya
Karakteristik dan cara belajar peserta didik
Kurikulum dan cara menggunakannya
4.1.1. Struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk pembelajaran
4.2.1. Tahapan perkembangan dan karakteristik yang relevan dengan kebutuhan belajar
4.3.1. Penggunaan kurikulum dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
4.1.2. Identifikasi pengetahuan konten yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran
4.1.3. Pengorganisasian pengetahuan konten yang relevan terhadap pembelajaran
4.2.2. Latar belakang sosial, budaya, agama dan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik
4.3.2. Penggunaan asesmen untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
4.2.3. Potensi, minat dan cara belajar peserta didik yang relevan dengan kebutuhan belajar
4.3.3. Penggunaan strategi untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
4.2.4. Karakteristik dan cara belajar peserta didik penyandang disabilitas
4.3.4. Penggunaan strategi pembelajaran yang efektif untuk capaian belajar literasi dan numerasi peserta didik
4.1
4.2
4.3
4.2.5. Keragaman kebutuhan belajar peserta didik untuk pembelajaran yang inklusif
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pak Aldi adalah seorang guru matematika kelas 3 SD. Di dalam kelas, siswa baru saja memulai belajar perkalian. Sebelum merencanakan pembelajaran, Pak Aldi berusaha memahami alur pengetahuan dan konsep terkait perkalian. Saat ini sekolah Pak Aldi menggunakan kurikulum merdeka. Pak Aldi mencoba mempelajari CP matematika kelas 3 dan mencoba membuat alur tujuan pembelajaran.
Skenario
Mari Melihat Contoh Praktik Baik Guru
Activity 2
30”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi�Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Refleksi
Apa poin yang paling Anda ingat dari sesi Kompetensi Profesional ini?
Instruksi:
Grup menulis di sticky notes. 1-2 orang sukarelawan membagikan hasil jawabannya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 3
Mari Membuat Poster
Setiap kelompok akan mendapatkan pembagian indikator dari kompetensi profesional.
Kelompok diminta untuk membuat poster edukasi yang menggambarkan indikator yang diterima.
Poster tersebut harus memuat narasi / bunyi indikator tersebut dan menggarisbawahi kata kunci indikator, serta menyertakan visual yang mendukung.
30”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Contoh Poster
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tugas Individu
Praktik Baik
Kompetensi Profesional
Tugas Individual
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
4.1 Kolaborasi untuk peningkatan pembelajaran | 4.1.1. Struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk pembelajaran | | |
4.1.2. Identifikasi pengetahuan konten yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran | | | |
4.1.3. Pengorganisasian pengetahuan konten yang relevan terhadap pembelajaran | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
4.2 Keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran | 4.2.1. Tahapan perkembangan dan karakteristik yang relevan dengan kebutuhan belajar | | |
4.2.2. Latar belakang sosial, budaya, agama dan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik | | | |
4.2.3. Potensi, minat dan cara belajar peserta didik yang relevan dengan kebutuhan belajar | | | |
4.2.4. Karakteristik dan cara belajar peserta didik penyandang disabilitas | | | |
4.2.5. Keragaman kebutuhan belajar peserta didik untuk pembelajaran yang inklusif | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator | Sub - Indikator | Kata Kunci | Contoh Perilaku |
4.3 Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan pembelajaran | 4.3.1. Penggunaan kurikulum dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik | | |
4.3.2. Penggunaan asesmen untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik | | | |
4.3.3. Penggunaan strategi untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik | | | |
4.3.4. Penggunaan strategi pembelajaran yang efektif untuk capaian belajar literasi dan numerasi peserta didik | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Level
Penguasaan
Kompetensi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Level 5 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Ahli
Pemaknaan level penguasaan kompetensi ini ditunjukkan dengan kemampuan Guru membimbing guru lain dalam mengembangkan dan menggunakan pengetahuan tentang prinsip-prinsip teori dan praktik dalam mengelola pembelajaran, pengetahuan profesional, pengelolaan diri, serta pengelolaan relasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Level 4 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Mumpuni
Pemaknaan level penguasaan kompetensi ini ditunjukkan dengan kemampuan Guru berkolaborasi dan berbagi praktik baik dengan guru-guru lainnya untuk mengembangkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip teori dan praktik dalam mengelola pembelajaran, pengetahuan profesional, pengelolaan diri, serta pengelolaan relasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Level 3 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Menengah
Pemaknaan level penguasaan kompetensi ini ditunjukkan dengan kemampuan Guru mengevaluasi dan merancang perbaikan terhadap pengetahuan tentang prinsip-prinsip teori dan praktik dalam mengelola pembelajaran, pengetahuan profesional, pengelolaan diri, serta pengelolaan relasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Level 2 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Dasar
Pemaknaan level penguasaan kompetensi ini ditunjukkan dengan kemampuan Guru menerapkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip teori dan praktik dalam mengelola pembelajaran, pengetahuan profesional, pengelolaan diri, serta pengelolaan relasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Level 1 - Tingkat Penguasaan Kompetensi Paham
Pemaknaan level penguasaaan kompetensi ini ditunjukkan dengan kemampuan Guru memahami pengetahuan tentang prinsip-prinsip teori dan praktik dalam mengelola pembelajaran, pengetahuan profesional, pengelolaan diri, serta pengelolaan relasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Level Penguasaan Kompetensi
Guru
Di dalam kelompok Anda, silahkan menjodohkan level kompetensi guru 1-5 berdasarkan indikator yang diberikan secara acak, dalam waktu 2 menit.
30”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Lembar Kerja
Yuk, Kita Cari Pasangannya!
Kemampuan guru untuk memahami pengetahuan tentang
prinsip-prinsip, konsep, teori dan praktik
Level 2
Kemampuan guru untuk menerapkan pengetahuan tentang
prinsip-prinsip, konsep, teori, dan praktik
Level 1
Kemampuan guru untuk menganalisis prinsip-prinsip, konsep, teori, dan praktik
Level 5
Kemampuan guru membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri dalam mengembangkan dan menggunakan pengetahuan tentang prinsip-prinsip, teori, dan praktik
Level 3
Kemampuan guru untuk mengevaluasi pengetahuan tentang prinsip- prinsip, konsep, teori, dan praktik
Level 4
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pasar Kompetensi
Refleksi yang Menguatkan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pertanyaan untuk Memulai
Pasar Kompetensi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Refleksi Bersama
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari Menyusun
Rencana
Tindak lanjut
rancangan kegiatan yang memudahkan dalam melakukan diseminasi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Prinsip Pengembangan Kegiatan
Prinsip ini digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan ragam pilihan kegiatan guru/KS/PS untuk implementasi kebijakan/program baru
Prinsip Pengembangan Kegiatan
Contoh Pengisian Refleksi
Aspek | Respon Cepat | Respon Biasa | Respon Panik |
Sikap terhadap perubahan | Responsif | Netral, cenderung terpaksa | Panik, cari bantuan |
Kemauan belajar | Cepat belajar | Belajar bersama | Tidak belajar |
Pengerjaan pengelolaan kinerja | Mengerjakan sendiri dan membantu | Mengerjakan sendiri atau dengan bantuan | Mengerjakan dengan bantuan atau sama sekali tidak mengerjakan |
Perkiraan Jumlah | Sekitar 10%* | Sekitar 60%* | Minimal 30%* |
Ceklis jika Anda menemukan sasaran peserta yang menunjukkan kriteria di atas | V | V | |
Sasaran mana yang akan Anda tindak lanjut lebih dulu? | | V | |
Kebutuhan dukungan�(Strategi) | contoh : Pengakuan dan Insentif alamiah (arahan bentuk dukungan yang direkomendasikan) | Contoh : Dukungan di komunitas belajar dan Akselerasi peran (dapat sorotan atau naik sebagai guru pintar) | Contoh: Menenangkan dengan menjelaskan miskonsepsi dan Asistensi personal (seperti pengerjaan bersama/ terbimbing) |
Catatan | Terpecah dua:
| Potensi perubahan ekosistem ada pada kelompok ini |
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
KERANGKA PENGISIAN -
Rencana Tindak Lanjut
Sasaran | |
Tujuan Kegiatan | |
Strategi Kegiatan | |
Pihak yang diajak bekerjasama | |
Kapan Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi ini | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
CONTOH - Rancangan Tindak Lanjut
Sasaran | Guru dengan respon biasa terhadap Model Kompetisi |
Tujuan Kegiatan | Mempersuasi 5 guru di satuan saya untuk bergabung di komunitas belajar. |
Strategi Kegiatan |
|
Pihak yang diajak bekerjasama |
|
Kapan Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi ini | Minggu Kedua bulan April 2024. |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tempat Unggah Form
Rencana Tindak Lanjut
FORM RENCANA TINDAK LANJUT
https://bit.ly/RTL2626
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tempat Unggah Lembar Kerja Peserta
https://bit.ly/FileLembarKerja2626
Dikumpulkan dalam bentuk file ppt
✅
❌
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi