1 of 38

PENGANTAR HIDROLOGI

2 of 38

Sungai adalah air tawar yang mengalir dari sumbernya di daratan menuju dan bermuara di laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar.

Aliran sungai merupakan aliran yang bersumber dari 3 jenis limpasan yaitu :

Limpasan yang berasal dari hujan

Limpasan yang berasal dari anak-anak sungai

Limpasan dari air tanah

3 of 38

4 of 38

PENDAHULUAN

  • Sungai mempunyai fungsi mengumpulkan curah hujan dalam suatu daerah tertentu dan mengalirkannya ke laut.
  • Sungai dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, seperti:
    • pembangkit tenaga listrik,
    • pelayaran,
    • pariwisata,
    • Perikanan,
    • Pertanian, misalnya sebagai sumber air untuk irigasi.

5 of 38

POTAMOLOGI

  • Potamologi adalah cabang ilmu hidrologi yang khusus mempelajari sungai, termasuk aliran air, karakteristik fisik sungai, sedimen, morfologi dasar sungai, hingga pola erosi dan sedimentasi.
  • Potamologi mencakup studi tentang bagaimana sungai terbentuk, berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, serta perannya dalam ekosistem dan dalam penyediaan sumber daya air bagi kehidupan manusia.
  • Penelitian di bidang ini penting untuk manajemen sumber daya air, mitigasi banjir, konservasi sungai, dan upaya pengendalian erosi.

6 of 38

Sungai menurut jumlah airnya dibedakan :

  1. Sungai Permanen
  2. Sungai Periodik
  3. Sungai Intermittent (sungai episodik)
  4. Sungai Ephemeral

Jenis – Jenis sungai :

7 of 38

Yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi dan Indragiri di Sumatera.

SUNGAI PERMANEN

8 of 38

Yaitu sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah.

SUNGAI PERIODIK

9 of 38

Yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau airnya kering. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba dan sungai Batanghari di Sumatera

SUNGAI INTERMITTENT (SUNGAI EPISODIK)

10 of 38

Yaitu sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.

SUNGAI EPHEMERAL

11 of 38

Sungai menurut arah alirannya dibedakan :

  1. Sungai Konsekwen
  2. Sungai Subsekwen
  3. Sungai Obsekwen
  4. Sungai Insekwen
  5. Sungai Resekwen

Jenis – Jenis sungai :

12 of 38

SUNGAI KONSEKWEN dan OBSEKWEN

Sungai konsekwen mengalir lurus mengikuti kemiringan alami, sementara sungai obsekwen mengalir berkelok mengikuti struktur geologi yang lebih kompleks.

13 of 38

SUNGAI SUBSEKWEN

Yaitu sungai yang arah alirannya sejajar dengan jurus perlapisan batuan.

14 of 38

SUNGAI INSEKWEN

  • adalah jenis sungai yang alirannya tidak terpengaruh oleh kemiringan asli atau struktur geologi di sekitarnya.
  • Aliran sungai ini tampak acak atau tanpa pola yang jelas karena tidak mengikuti arah tertentu pada kemiringan atau struktur batuan.
  • Sungai insekwen sering ditemukan di daerah datar atau di dataran rendah, di mana aliran air tidak memiliki preferensi arah tertentu karena kemiringannya sangat kecil.

15 of 38

SUNGAI RESEKWEN

Adalah anak sungai yang mengalir tegak lurus atau sejajar terhadap aliran konsekwen.

16 of 38

Sungai berdasarkan sumber airnya  :

  1. Sungai Hujan
  2. Sungai Gletser
  3. Sungai Campuran

Jenis – Jenis sungai :

17 of 38

Yaitu sungai yang berasal dari air hujan, sungai ini banyak dijumpai di Pulau jawa dan kawasan Nusa Tenggara

SUNGAI HUJAN

18 of 38

SUNGAI GLETSER

Yaitu sungai yang berasal dari melelehnya es, sungai ini banyak dijumpai di negara yang beriklim dingin seperti sungai gangga di India dan sungai phein di jerman.

19 of 38

SUNGAI CAMPURAN

Yaitu sungai yang berasal dari air hujan dan lelehan es, dapat dijumpai di Papua contohnya Sungai Digul dan sungai Memberano

20 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI

  • Sebagai Daerah pengaliran
  • Memiliki Pola/Corak dan karakteristik daerah pengaliran
  • Mempunyai Koeffisien yang memperlihatkan pola daerah pengaliran
  • Gradien memanjang sungai dan bentuk penampang melintang

21 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: DAERAH PENGALIRAN (DAS)

  • Daerah pengaliran/Daerah Aliran Sungai (DAS)/Catchment adalah wilayah/kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi (punggung bukit) yang berfungsi untuk menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen, dan unsur hara serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai dan keluar pada satu titik (outlet).

22 of 38

DELINEASI DAS DENGAN FREE SOFTWARE QGIS

DAS SUNGAI SAMBAS KECIL

LUAS DAS = 56770692,950 M2

23 of 38

DELINEASI DAS SUNGAI 🡺 BOLEH DICOBA GUYS! (TUGAS TERAKHIR)

24 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: CORAK DAN KARAKTERISTIK DAERAH PENGALIRAN

25 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: CORAK DAN KARAKTERISTIK DAERAH PENGALIRAN

  • Karakteristik 1: mempunyai DAS lebih sempit dan memanjang

  • Karakteristik 2: mempunyai debit banjir yang kecil, oleh karena waktu tiba debit air dari anak-anak sungai itu berbeda-beda.

  • Karakteristik 3: kejadian banjirnya berlangsung agak lama.

Daerah pengaliran berbentuk bulu burung:

26 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: CORAK DAN KARAKTERISTIK DAERAH PENGALIRAN

  • Karakteristik 1: mempunyai DAS melebar dan mengkonsentrasi ke suatu titik

  • Karakteristik 2: mempunyai banjir yang besar di dekat titik pertemuan anak-anak sungai.

Daerah pengaliran yang berbentuk kipas atau lingkaran :

27 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: CORAK DAN KARAKTERISTIK DAERAH PENGALIRAN

  • Karakteristik 1: Bentuk ini mempunyai corak di mana DAS mempunyai dua jalur Sungai yang Bersatu di bagian hilirnya.

  • Karakteristik 2: Banjir itu terjadi di sebelah hilir titik pertemuan sungai-sungai.

Daerah pengaliran parallel/sejajar:

28 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: KOEFFISIEN CORAK/POLA DAERAH PENGALIRAN

  • Adalah sebuah Koeffisien yang memperlihatkan perbandingan antara luas daerah pengaliraran (DAS) dengan panjang sungainya.
  • Makin besar nilai F maka makin lebar daerah pengaliran itu.

29 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: KOEFFISIEN CORAK/POLA DAERAH PENGALIRAN

30 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: KERAPATAN SUNGAI

  • Kerapatan sungai adalah suatu indeks yang menunjukkan banyaknya anak Sungai dalam sebuah DAS.
  • Indeks yang menunjukkan keadaan topografi dan geologi dalam sebuah DAS.
  • Nilai indeks Kerapatan sungai AKAN KECIL Ketika berada di daerah dengan geologi yang permeabel, di pegunungan-pegunungan dan di lereng-lereng, yang terjal, TAPI
  • Nilai indeksnya akan menjadi BESAR untuk daerah-daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi.

31 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: KERAPATAN SUNGAI

RUMUS Kerapatan Sungai:

32 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: KERAPATAN SUNGAI

KLASIFIKASI INDEKS KERAPATAN SUNGAI

NILAI INDEKS (km/km²)

KETERANGAN

0 - 0,1

  • Sangat rendah.
  • Wilayah dengan nilai indeks ini mungkin memiliki sangat sedikit sungai atau saluran air, atau wilayah yang sangat gersang.

0,1 - 0,5

  • Rendah hingga sedang.
  • Wilayah dengan indeks ini memiliki beberapa sungai, tetapi masih dapat dianggap sebagai daerah dengan kerapatan sungai yang relatif rendah.

0,5 - 1

  • Sedang.
  • Wilayah dengan indeks ini memiliki sejumlah sungai yang cukup signifikan dan relatif baik terdistribusi.

1 - 2

  • Tinggi.
  • Wilayah dengan indeks ini memiliki kerapatan sungai yang tinggi, dan sungai sering kali melintasi hampir setiap bagian wilayah tersebut.

> 2

  • Sangat tinggi.
  • Wilayah dengan indeks ini dapat dianggap sebagai daerah dengan kerapatan sungai yang sangat tinggi, di mana sungai dan saluran air hampir selalu hadir dalam setiap bagian wilayah.

33 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: GRADIEN MEMANJANG SUNGAI DAN CORAK (BENTUK)PENAMPANG MELINTANG

Kurva yang memperlihatkan hubungan antara jarak dan permukaan dasar Sungai yang diukur sepanjang sungai mulai dari estuari, disebut PROFIL SUNGAI.

Kemiringan (%) = (Perubahan Ketinggian / Jarak Horizontal) x 100

34 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: GRADIEN MEMANJANG SUNGAI DAN CORAK (BENTUK)PENAMPANG MELINTANG

Tipe Sungai “Aa+”

  • Memiliki kemiringan yang sangat curam (>10%)
  • Arus sungai umumnya beraliran air deras atau air terjun.
  • disebut sebagai system suplai sedimen berenergi tinggi disebabkan lereng saluran yang curam.
  • potongan melintang saluran mempunyai bentuk sempit dan dalam,

35 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: GRADIEN MEMANJANG SUNGAI DAN CORAK (BENTUK)PENAMPANG MELINTANG

Tipe Sungai “A”

  • Kemiringan lereng saluran berkisar antara 4% sampai 10%
  • Arus sungai kecil
  • umumnya merupakan sebuah cekungan dengan air kantung (scour pool)
  • scour pool" merujuk pada suatu bagian dalam sungai yang dalam dan seringkali berbentuk kolam.
  • Bagian ini terjadi sebagai hasil erosi atau pengikisan pada dasar sungai yang disebabkan oleh aliran air.
  • Scour pool adalah fenomena geologis yang dapat ditemui di sepanjang sungai yang memiliki aliran yang kuat atau dalam.

36 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: GRADIEN MEMANJANG SUNGAI DAN CORAK (BENTUK)PENAMPANG MELINTANG

Tipe Sungai “B”

  • Kemiringan lereng sedikit curam dan sedikit miring
  • potongan melintang saluran mulai melebar dan sedikit dangkal
  • rasio lebar/kedalaman (W/D Ratio) (>2),
  • Didominasi oleh aliran deras.

Tipe Sungai “C” dst, lihat dan perhatikan gambar 3.2

37 of 38

KARAKTERISTIK SUNGAI: GRADIEN MEMANJANG SUNGAI DAN CORAK (BENTUK)PENAMPANG MELINTANG

Jika lebar Sungai adalah b, dan dalam air maksimum hmax, maka LUAS PENAMPANG MELINTANG dapat dihitung dengan RUMUS:

38 of 38

THANK YOU

SOMEONE@EXAMPLE.COM