SOSIALISASI STANDAR PELAYANAN PUBLIK
BAGIAN ORGANISASI
SETDA KAB KLATEN
Pelayanan Publik :
Pendidikan
Kesehatan
Perijinan
Sertifikasi
Administrasi Kependudukan
Jaminan Sosial
Penyaluran Bantuan Sosial
Pasokan Listrik
Transportasi dan Infrastruktur
Lingkungan Hidup
Hukum
Air Bersih
PROBLEM UTAMA PELAYANAN PUBLIK
1
2
3
4
KEPATUHAN
STANDAR PELAYANAN PUBLIK
PENGARUH
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
�a. dasar hukum;�b. persyaratan;�c. sistem, mekanisme, dan prosedur;�d. jangka waktu penyelesaian;�e. biaya/tarif;�f. produk pelayanan;�g. sarana, prasarana, dan/atau fasilitas;�h. kompetensi Pelaksana;�i. pengawasan internal;�j. penanganan pengaduan, saran, dan masukan;�k. jumlah Pelaksana;�l. jaminan pelayanan yang memberikan kepastian pelayanan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan;
m. jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan dalam bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman, bebas dari bahaya, dan risiko keragu-raguan; dan
n. evaluasi kinerja Pelaksana.
Komponen Standar Layanan
Pasal 21
UU 25/2009
Semakin tinggi kesadaran/kepatuhan penyelenggara.
Semakin mudah publik melakukan pengawasan.
MENGAPA KEPATUHAN ATAS STANDAR PELAYANAN PUBLIK MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN?
Maka
Maka, Semakin tinggi kepercayaan publik terhadap penyelenggara.
�STANDAR PELAYANAN PUBLIK
DASAR :
STANDAR PELAYANAN :
TUJUAN
MEMBERIKAN KEPASTIAN, MENINGKATKAN KUALITAS DAN KINERJA PELAYANAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN MASYARAKAT DAN SELARAS DENGAN KEMAMPUAN PENYELENGGARA SEHINGGA MENDAPAT KEPERCAYAAN MASYARAKA
PRINSIP :
KOMPONEN SP :�(14 Komponen)
SERVICE DELIVERY : (6 komponen utama)
KOMPONEN UTAMA STANDAR PELAYANAN PUBLIK
Penanganan pengaduan pengguna layanan dapat dilakukan dengan menyediakan sarana pengaduan (SMS/ Telepon/ Fax/ Email, dsb.), memberikan informasi terkait mekanisme/ prosedur penanganan pengaduan, dan menyediakan pejabat/ petugas pengelola pengaduan.
PENANGANAN PENGADUAN
MANUFACTURING : (8 komponen)
Sarana, prasarana, dan fasilitas utama yang harus disediakan oleh penyelenggara layanan antara lain ketersediaan loket/ meja pelayanan bagi pengguna untuk mengakses pelayanan publik, ketersediaan ruang tunggu yang memadai, dan ketersediaan toilet yang layak untuk pengguna layanan.
SARANA, PRASARANA, DAN FASILITAS UMUM
Penyelenggara layanan juga harus menyediakan pelayanan khusus dan sarana khusus bagi pengguna layanan berkebutuhan khusus seperti lansia, ibu hamil/ menyusui, penyandang disabilitas, dsb. Pelayanan khusus dapat diberikan dengan memberikan nomor antrian khusus pada loket/ meja pelayanan khusus atau memeberikan panduan secara langsung dengan layanan jemput bola. Sedangkan sarana penunjangnya dapat berupa ram, rambatan, kursi roda, jalur pemandu, toilet khusus, ruang menyusui, dll.
PELAYANAN KHUSUS DAN SARANA KHUSUS
MAKLUMAT PELAYANAN
Maklumat pelayanan hendaknya memenuhi usur kesiapan melayani dan kesiapan menerima sanksi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan, yang menyatakan bahwa “Maklumat Pelayanan adalah pernyataan tertulis yang berisi keseluruhan rincian kewajiban dan janji yang terdapat dalam Standar Pelayanan”.
Ketersediaan informasi pelayanan publik dalam bentuk elektronik atau non-elektronik yang berisikan informasi sekurang-kurangnya mengenai profil penyelenggara layanan, standar layanan (produk layanan, biaya, jangka waktu, persyaratan) dan maklumat layanan, guna memberikan akses informasi kepada masyarakat. Contohnya dengan menyediakan booklet, pamflet, website, monitor televisi untuk informasi, dan lain sebagainya.
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PUBLIK
SARANA PENGUKURAN KEPUASAN PELAYANAN PUBLIK�
Guna penilaian kinerja, penyelenggara layanan dapat menyediakan sarana survey kepuasan masyarakat yang dapat direkap selama satu bulan sekali untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pengguna layanan.
Penyelenggara layanan perlu menyampaikan visi, misi, dan motto pelayanan secara jelas kepada masyarakat pengguna layanan.
VISI, MISI, DAN MOTTO
Petugas penyelenggara layanan harus menggunakan ID Card atau seragam identitas dalam memberikan pelayanan kepada pengguna layanan.
ATRIBUT IDENTITAS PENYELENGGARA LAYANAN
No | Variabel Penilaian | Komponen Indikator | Bobot* |
1 | Standar Pelayanan | Persyaratan | 6 |
Sistem mekanisme dan prosedur | 6 | ||
Produk Pelayanan | 6 | ||
Jangka Waktu Penyelesaian | 12 | ||
Biaya/ Tarif | 12 | ||
2 | Maklumat Layanan | Ketersediaan Maklumat Pelayanan | 12 |
3 | Sistem Informasi Pelayanan Publik | Ketersediaan Informasi Pelayanan Publik Elektronik atau Nonelektronik (booklet, pamflet, website, monitor televisi, dll) | 12 |
4 | Sarana dan Prasarana Fasilitas | Ketersediaan ruang tunggu | 3 |
Ketersediaan toilet untuk pengguna layanan | 2 | ||
Ketersediaan loket/meja pelayanan | 3 | ||
5 | Pelayanan Khusus | Ketersediaan Sarana khusus bagi pengguna layanan berkebutuhan skhusus (ram, rambatan, kursi roda, jalur pemandu, toilet khusus, ruang menyusui, dll) | 2 |
Ketersediaan Pelayanan khusus bagi pengguna layanan berkebutuhan khusus | 2 | ||
6 | Pengelolaan Pengaduan | Ketersediaan Sarana Pengaduan (SMS/Telpon/Fax/Email, dll) | 5 |
Ketersediaan informasi prosedur dan tatacara penyampaian pengaduan | 3 | ||
Ketersediaan Pejabat /Petugas Pengelola Pengaduan | 5 |
No | Variabel Penilaian | Komponen Indikator | Bobot |
7 | Penilaian Kinerja | Ketersediaan Sarana Pengukuran Kepuasan Pelanggan | 3 |
8 | Visi, Misi dan Motto Pelayanan | Ketersediaan Visi dan Misi Pelayanan | 2 |
Ketersediaan Motto Pelayanan | 2.5 | ||
9 | Atribut | Ketersediaan Petugas Penyelenggaran menggunakan ID Card | 2.5 |
10 | **Pelayanan Terpadu (Jawaban Pilihan harus satu yang dipilih) |
| 10 |
| 7 | ||
| 5 | ||
d) Bukan Pelayanan Terpadu | 0 |
NILAI | TINGKAT KEPATUHAN | ZONA*** | Entitas |
0 – 55 | RENDAH | MERAH | Kementerian & Lembaga |
56 – 88 | SEDANG | KUNING | |
89 – 110 | TINGGI | HIJAU | |
| |||
0 – 50 | RENDAH | MERAH | Pemerintah Daerah |
51 – 80 | SEDANG | KUNING | |
81 – 100 | TINGGI | HIJAU |
VARIABEL DAN INDIKATOR PENILAIAN
ALHAMDULLILAH.......
SEKIAN DAN TERIMA KASIH