1 of 31

Media Pembelajaran

Ilmu Pengetahuan Sosial

untuk SMP/MTs Kelas VII

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

2 of 31

Peserta didik diharapkan mampu:

  • Mengidentifikasi lingkungan alam disekitarnya dan fenomena pencemaran terhadap lingkungan alam.
  • Mengidentifikasi lingkunganmasyarakat di sekitarnya dan proses interaksi sosial yang terjadi di dalam masyarakat.
  • Menjelaskan pembentukan karakteristik budaya masyarakat daerah.
  • Menerangkan leluhur bangsa Indonesia dan kehidupan masyarakat pada masa praaksara.
  • Menjelaskan permasalahan terkait kelangkaan dan upaya-upaya pencegahannya.
  • Menerangkan pentingnya upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Tujuan Pembelajaran

BAB 2

KEBERAGAMAN LINGKUNGAN SEKITAR

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

3 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Mengenal Alam

Interaksi antara manusia dan lingkungan alam sudah terjalin sejak Zaman Prasejarah. Zaman Prasejarah disebut juga dengan Zaman Praaksara. Zaman Praaksara atau masa nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah zaman ketika manusia belum mengenal aksara atau tulisan.

Sebelum manusia ada di dunia, sejarah alam semesta sudah berlangsung lebih dulu. Menurut teori geologi, proses perkembangan bumi terjadi dalam empat tahapan masa, yaitu masa Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum.

4 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Zaman

Kurun Waktu

Ciri-Ciri Kehidupan

Arkaekum

Berlangsung ± 2.500 juta tahun yang lalu

Kulit bumi masih panas, keadaan bumi belum stabil dan masih dalam proses pembentukan, serta belum ada tanda-tanda kehidupan.

Palaeozoikum

Berlangsung ± 340 juta tahun yang lalu

Bumi sudah terbentuk, tanda-tanda kehidupan mulai muncul, seperti mikro-organisme, ikan, amfibi, dan reptil yang bentuknya

Mesozoikum

Berlangsung ± 140 juta tahun yang lalu

Jenis ikan dan reptil sudah mulai banyak. Dinosaurus diperkirakan hidup pada zaman ini.

Neozoikum

Berlangsung ± 60 juta tahun yang lalu hingga sekarang

Terbagi atas dua zaman:

a. Zaman Tersier, terbagi atas Zaman: • Palaeosen • Miosen • Eosen • Pliosen • Oligosen

Zaman Kuarter, terbagi atas Zaman: • Pleistosen (Diluvium) • Holosen (Aluvium)

5 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Masa Paleozoikum, kehidupan mulai terlihat muncul.

Masa Neozoikum, manusia purba mulai terlihat tepatnya di Zaman Pleistosen.

Di Indonesia, ditemukan berbagai fosil-fosil manusia pra-aksara khususnya di Pulau Jawa.

Meganthropus palaejavanicus, Pithecanthropus erectus dan Homo soloensis merupakan beberapa contoh manusia praaksara di Indonesia

6 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Pencemaran Udara

Pencemaran Air

Pencemaran Tanah

Kode Gambar: 1973916689

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, terjadi pencemaran lingkungan dimana pada Zaman Prasejarah, pencemaran dimulai ketika manusia menciptakan api pertama. Hal ini terbukti dengan adanya "jelaga" yang ditemukan di langit-langit gua prasejarah. Pencemaran terjadi karena kurangnya ventilasi atau saluran sirkulasi udara di gua-gua tersebut. Pencemaran lingkungan semakin terlihat pada Zaman Logam, saat manusia mengenal penempaan logam. Ada berbagai jenis pencemaran, antara lain:

7 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara terjadi ketika ada substansi fisik, biologi, atau kimia di atmosfer dengan jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran udara dapat disebabkan oleh zat gas, cair, maupun padat. Pencemaran oleh zat gas disebabkan senyawa gas, seperti karbon monoksida (CO), senyawa belerang (S), senyawa nitrogen (N), dan chlorofluorocarbon (CFC). Contoh aktivitas manusia yang menyebabkan pencemaran udara diantaranya, memasak, pembakaran sampah, penggunaan kendaraan bermotor dan kegiatan industriyang menghasilkan limbah asap, penggunaan alat pendingin (AC) secara berlebihan.

Halaman 64

8 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Pencemaran Air

Air merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia, namun seiring berjalannya waktu kegiatan manusia tersebut jugalah yang menyebabkan pencemaran pada air. Pencemaran air merupakan masuknya zat pencemar dengan konsentrasi yang cukup besar ke dalam air tanah di bawah permukaan atau badan air (laut, danau, atau sungai) yang membuat kualitas air menurun. Pencemaran air disebabkan dari banyaknya limbah seperti dari pemukiman masyarakat, pertanian dan industri.

9 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Pencemaran Tanah

Tanah merupakan bagian penting dari komponen ekosistem. Tanah terintegrasi dengan unsur-unsur fisik permukaan bumi, seperti litosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Namun pengelolaan tanah yang tidak terkontrol dapat menimbulkan pencemaran. Pencemaran tanah terjadi ketika ada bahan kimia beracun di dalam tanah dengan konsentrasi yang cukup tinggi. Terdapat beberapa aktivitas manusia yang dapat mencemari tanah diantaranya, praktik pertanian yang memanfaatkan bahan kimia, pembuangan limbah industri, penggunaan limbah masyarakat seperti plastik, gelas, kaleng, dan logam.

10 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Mengenal Masyarakat

Selain berinteraksi dengan lingkungan alam sekitarnya, manusia juga berinteraksi dengan sesamanya. Hal ini terjadi karena manusia adalah makhluk sosial. Kehidupan sosial tidak mungkin terjadi tanpa interaksi. Interaksi itu disebut dengan interaksi sosial.

  1. Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling memengaruhi antarindividu, antara individu dan kelompok, dan antarkelompok

  1. Syarat Interaksi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto terdapat dua syarat yaitu kontak sosial dan komunikasi

Kontak sosial adalah hubungan antara satu orang atau lebih melalui komunikasi tentang maksud dan tujuan masing-masing

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari satu pihak kepada pihak lain.

11 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Mengenal Masyarakat

  1. Bentuk Interaksi Sosial

Menurut John Gillin dalam Soekanto, interaksi sosial berlangsung dalam dua jenis proses sosial yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif.

Proses Asosiatif

Proses Disosiatif

Kerja sama

Akomodasi

Akulturasi

Asimilasi

Pertentangan

Kontravensi

Persaingan

12 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Mengenal Masyarakat

Faktor Pendukung

Faktor Penghambat

Toleransi

Suatu golongan yang terisolasi

Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi

Kurangnya pengetahuan akan kebudayaan baru

Menghargai orang asing dari kebudayaannya

Perasaan takut thd. kekuatan kebudayaan baru

Persamaan unsur kebudayaan

Terlalu meninggikan kebudayaan sendiri

Perkawinan campuran

Perbedaan ciri-ciri fisik

Adanya musuh bersama dari luar

Perasaan yang kuat bahwa individu terikat kebudayaan kelompok tertentu

Gangguan kelompok penguasa thd. Golongan minoritas

  1. Faktor Pendukung dan Penghambat Proses Asosiatif

13 of 31

A. Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Mengenal Masyarakat
  1. Pembentukan Karakteristik Budaya (Kebiasaan) Masyarakat Daerah

Dalam ilmu sosiologi, kebudayaan terdiri atas sistem citacita, nilai-nilai, kepercayaan, pengetahuan, dan adat istiadat yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya di dalam suatu masyarakat.

Keunikan ini dapat diterima oleh anggota masyarakatnya sendiri. Hal ini merupakan sesuatu yang alami. Akan tetapi, ketika seseorang berhadapan dengan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaannya sendiri, orang tersebut mungkin akan mengalami guncangan budaya (culture shock). Guncangan budaya adalah disorientasi yang dirasakan orang ketika mereka menghadapi budaya yang sangat berbeda dari budaya mereka sendiri. Disorientasi cenderung membuat orang mengalami kebingungan dan kecemasan

14 of 31

B. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Aktivitas Masyarakat Indonesia pada Zaman Praaksara

  1. Zaman Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana

Aspek

Kondisi

Keadaan Alam

Kondisi bumi masih belum stabil (zaman tersier)

Flora

Pohon salam dan rasmala, umbi-umbian, buah-buahan dan sayur-sayuran.

Fauna

Lembu, gajah dan harimau

Kehidupan Masyarakat

Nomaden, mengumpulkan makanan dan belum mengenal sistem religi

Peralatan

Kapak perimbas, alat serpih, dan alat tulang.

15 of 31

B. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Aktivitas Masyarakat Indonesia pada Zaman Praaksara

  1. Zaman Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut

Aspek

Kondisi

Keadaan Alam

Perubahan iklim dari musim dingin ke musim panas

Flora

Umbi-umbian, buah-buahan dan sayuran

Fauna

Biawak, kera, banteng, kerbau, kijang, ikan, kerang, dan siput yang ukurannya lebih besar dari saat ini

Kehidupan Masyarakat

Berburu, tinggal di gua-gua, nomaden, sudah mengenal sistem religi, dan bercocok tanam secara sederhana

Peralatan

Serpih-bilah, kapak genggam, dan alat tulang.

16 of 31

B. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Aktivitas Masyarakat Indonesia pada Zaman Praaksara

  1. Zaman Bercocok Tanam

Bumi sudah stabil

Hampir sama dengan saat ini.

Hampir sama dengan saat ini.

Terbuat dari batu yang sudah diasah, misalnya beliung persegi, kapak lonjong, gerabah, dan alat pemukul dari kulit kayu.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Sudah mulai menetap, bercocok tanam, sistem barter dan sudah mengenal sistem kepercayaan

Keadaan Alam

Fauna

Flora

Kehidupan Masyarakat

Peralatan

Kondisi

Aspek

17 of 31

B. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Aktivitas Masyarakat Indonesia pada Zaman Praaksara

  1. Zaman Perundagian

Bumi sudah stabil

Hampir sama dengan saat ini.

Hampir sama dengan saat ini.

Sebagian besar alat-alat dari tulang dan batu digantikan dengan alat-alat dari logam, misalnya kapak perunggu, bejana perunggu, dan alat-alat dari besi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Hidup secara menetap, bercocok tanam, terampil membuat alat logam, perdagangan antarpulau dengan perahu bercadik dan sudah terdapat kelompok di masyarakat.

Keadaan Alam

Fauna

Flora

Kehidupan Masyarakat

Peralatan

Kondisi

Aspek

18 of 31

    • Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Asal-Usul Leluhur Bangsa Indonesia
  1. Teori Out of Africa

Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Afrika. Dimana pada tahun 60.000 SM, bumi mengalami penurunan suhu sehingga menyebabkan terbentuknya es di daerah Eropa Utara dan Amerika Utara, hal tersebut yang memudahkan manusia berpindah. Diperikan penyebaran di Nusantara terjadi sekitar tahun 4000 SM

  1. Teori Out of Yunnan

Teori Out of Yunnan menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunnan, Tiongkok bagian selatan. Berdasarkan teori ini, orang Yunnan melakukan migrasi ke wilayah Nusantara dalam tiga gelombang utama, yaitu perpindahan orang Negrito, Proto-Melayu, dan Deutero-Melayu

19 of 31

    • Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Asal-Usul Leluhur Bangsa Indonesia
  1. Teori Nusantara

Teori Nusantara menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah Nusantara sendiri. Berdasarkan teori ini ditemukan bahwa bahasa Austronesia yang berkembang di Nusantara tidak memiliki kemiripan dengan bahasa-bahasa yang berkembang di Asia Tengah

  1. Teori Out of Taiwan

Menurut teori ini, leluhur bangsa Indonesia berasal dari Taiwan. Leluhur Austronesia bermigrasi untuk pertama kalinya dari Taiwan ke Filipina bagian utara sekitar tahun 4.500 hingga 3.000 SM. Setelah itu bermigrasi ke beberapa wilayah di Nusantara.

20 of 31

    • Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Diaspora Bangsa Indonesia

Orang Bugis dan Dayak di Madagaskar

Pulau Madagaskar terletak di lepas pantai tenggara Afrika dan kaya akan sumber daya alam. Menariknya, kita dapat menemukan suku Dayak dan suku Bugis di pulau ini. Kehadiran suku Dayak di pulau tersebut dapat dilihat dari kemiripan bahasa suku-suku Merina, Sihanaka, dan Betsileo di dataran tinggi Madagaskar dengan bahasa Barito yang banyak digunakan di Kalimantan bagian selatan. Selain Dayak, suku Bugis juga diketahui pernah mengunjungi Madagaskar. Salah seorang tokohnya adalah Syekh Yusuf dari Gowa, Makassar. Di sana, beliau menyiarkan agama Islam dan membentuk komunitas Islam.

Orang Bugis di Malaysia

Sejak abad ke-18, orang Bugis telah dikenal memiliki tradisi merantau. Mereka pergi merantau dengan menggunakan perahu. Orang Bugis diperkirakan mengunjungi Semenanjung Malaysia sekitar pertengahan tahun 1600-an. Kemudian pada 1681, mereka telah mendirikan banyak permukiman di sepanjang muara Klang dan Selangor. Gelombang imigrasi Bugis berlanjut hingga abad ke-18. Sepanjang abad ke-18, keluarga Kerajaan Bugis menjadi semakin berpengaruh di Kesultanan Johor

21 of 31

    • Mengenal Lingkungan Sekitar

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Diaspora Bangsa Indonesia

Orang Makassar di Australia

Bukti kehadiran orang Makassar di Australia salah satunya terlihat pada kata-kata Makassar yang menjadi bagian dari beberapa dialek Aborigin. Selain itu, pohon asam yang tumbuh di beberapa wilayah di Australia menandai bahwa para nelayan Makassar pernah tinggal di sana. Hubungan sosial kultural antara orang Makassar dan orang Aborigin juga terlihat dari kedatangan para pendatang Aborigin yang ikut berlayar bersama orang Makassar yang pulang ke Makassar. Mereka menetap dan membangun keluarga di Makassar.

22 of 31

    • Mengenal Kelangkaan Dan Kebutuhan Manusia Yang Tidak Terbatas

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Kebutuhan manusia tidak terbatas seiring dengan meningkatnya kemampuan orang untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan yang tidak terbatas ini tidak dapat dipenuhi begitu saja karena alat pemenuhan kebutuhan manusia terbatas. Kondisi ini menimbulkan masalah ekonomi dalam bentuk kelangkaan.

Hal. 89

23 of 31

    • Mengenal Kelangkaan Dan Kebutuhan Manusia Yang Tidak Terbatas

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Kelangkaan

Kelangkaan (scarcity) adalah kondisi ketika manusia memiliki sumber daya ekonomi yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan memiliki beberapa jenis, diantaranya: kelangkaan sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan sumber daya kewirausahaan.

Faktor Penyebab Kelangkaan

Cepatnya

pertumbuhan penduduk

Keterbatasan Kemampuan Produksi

Teknologi Kurang Berkembang

Bencana Alam

Perbedaan Letak Geografis

Perang

24 of 31

    • Mengenal Kelangkaan Dan Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Dampak Ekonomi Akibat Kelangkaan Sumber Daya Alam

Hal. 89

Kelangkaan bahan baku yang berasal dari sumber daya alam akan membuat produksi berkurang secara kuantitas

Berkurangnya jumlah barang yang diproduksi akan berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja.

Berkurangnya jumlah barang yang diproduksi membuat harga barang menjadi meningkat

Langkah-Langkah Untuk Mencegah Kelangkaan Sumber Daya

Mengelola Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan

Meminimalkan Penggunaan Sumber Daya yang Tidak Terbarukan

Menggunakan Teknologi yang Tepat Guna

Mencari Alternatif Sumber Daya Pengganti

25 of 31

    • Mengenal Kelangkaan Dan Kebutuhan Manusia Yang Tidak Terbatas

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Masalah Pokok Ekonomi

Bagaimana Cara Memproduksi Barang Tersebut (How)?

Barang Apa yang Akan Diproduksi (What)?

Untuk Siapa Barang dan Jasa Diproduksi (for Whom)?

Pertanyaan apa menuntut kita untuk memutuskan apa dan jumlah barang yang akan diproduksi dengan sumber daya yang langka.

Ciri utama masalah ekonomi adalah tidak mungkin untuk memenuhi semua keinginan dan kebutuhan semua orang dalam periode waktu yang sama.

26 of 31

    • Upaya Pelestarian Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Pelestarian Lingkungan

Dalam kehidupannya, manusia tidak dapat memisahkan diri dari lingkungan alam sekitarnya. Lingkungan di sekitar manusia memengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Itulah sebabnya kita perlu menjaga kelestarian lingkungan alam. Pelestarian lingkungan yang dimaksud adalah upaya untuk memelihara, menjaga, mencintai, dan memanfaatkan lingkungan untuk generasi selanjutnya.

  1. Melestarikan Sumber Daya Udara
  2. Menggunakan transportasi umum untuk mengurangi polusi dan asap kendaraan bermotor.
  3. Melakukan penyaringan pembuangan gas untuk mengurangi efek penyerapan gas berbahaya di udara.
  4. Menggalakkan penanaman pohon-pohon pembatas jalan raya dan hutan kota sebagai paru-paru kota.
  5. Melakukan uji emisi buangan gas terhadap kendaraan bermotor.
  6. Tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan

27 of 31

    • Upaya Pelestarian Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Melestarikan Sumber Daya Udara
  2. Menggunakan air sehemat mungkin.
  3. Membangunan sumur resapan untuk menyimpan air hujan ke dalam tanah.
  4. Melaksanakan program kali bersih untuk mengurangi pencemaran sungai.
  5. Mencegah masuknya zat pencemar pada sumber air dan prasarana sumber daya air.
  6. Merawat dan membersihkan pintu-pintu air.
  7. Memelihara hutan di sekitar badan air, seperti sungai, danau, dan rawa.
  8. Melestarikan Sumber Daya
  9. Mengolah tanah dengan benar dan tidak melakukan pemupukan yang berlebihan.
  10. Tidak membuang sampah yang sukar terurai ke dalam tanah.
  11. Melakukan sistem terasering atau membuat sengkedan pada daerah lereng.
  12. Melakukan bioremediasi tanah, yakni penggunaan mikroorganisme untuk menghilangkan pengaruh kontaminan (zat beracun) di dalam tanah.
  13. Melakukan fitoremediasi, yakni penarikan konsentrasi polutan dalam tanah yang terkontaminasi dengan menggunakan tanaman hijau

28 of 31

    • Upaya Pelestarian Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam dan sumber daya manusia sehingga kebutuhan pada saat ini terpenuhi dengan tidak mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang dengan tujuan menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan agar sifatnya berkesinambungan.

Menjamin pemerataan dan keadilan.

Menghargai keanekaragaman hayati.

Menggunakan pendekatan integratif.

Menggunakan pandangan jangka panjang.

  1. Karakteristik Pembangunan Berkelanjutan

29 of 31

    • Upaya Pelestarian Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dikatakan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals adalah menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup, serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Ada tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan.

2033729978

30 of 31

    • Upaya Pelestarian Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

  1. Pilar Pembangunan Sosial

tercapainya pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Pilar ini mencakup tujuan 1, 2, 3, 4, dan 5

  1. Pilar Pembangunan Lingkungan

tercapainya pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai penyangga seluruh kehidupan. Pilar ini mencakup tujuan 6, 11, 12, 13, 14, dan 15

.

  1. Pilar Pembangunan Ekonomi

tercapainya pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui keberIanjutan peluang kerja dan usaha, inovasi, industri inklusif, infrastruktur memadai, energi bersih yang terjangkau, dan didukung kemitraan. Pilar ini mencakup tujuan 7, 8, 9, 10, dan 17

  1. Pilar pembangunan hukum dan tata kelola

memberikan kepastian hukum dan terwujudnya tata kelola yang efektif, transparan, akuntabel, dan partisipatif, untuk terciptanya stabilitas keamanan sebagai prasyarat pembangunan yang efektif dan berkelanjutan. Pilar ini mencakup tujuan 16.

31 of 31