Media Pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial
untuk SMP/MTs Kelas VII
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Peserta didik diharapkan mampu:
Tujuan Pembelajaran
BAB 2
KEBERAGAMAN LINGKUNGAN SEKITAR
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Interaksi antara manusia dan lingkungan alam sudah terjalin sejak Zaman Prasejarah. Zaman Prasejarah disebut juga dengan Zaman Praaksara. Zaman Praaksara atau masa nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah zaman ketika manusia belum mengenal aksara atau tulisan.
Sebelum manusia ada di dunia, sejarah alam semesta sudah berlangsung lebih dulu. Menurut teori geologi, proses perkembangan bumi terjadi dalam empat tahapan masa, yaitu masa Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum.
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Zaman | Kurun Waktu | Ciri-Ciri Kehidupan |
Arkaekum | Berlangsung ± 2.500 juta tahun yang lalu | Kulit bumi masih panas, keadaan bumi belum stabil dan masih dalam proses pembentukan, serta belum ada tanda-tanda kehidupan. |
Palaeozoikum | Berlangsung ± 340 juta tahun yang lalu | Bumi sudah terbentuk, tanda-tanda kehidupan mulai muncul, seperti mikro-organisme, ikan, amfibi, dan reptil yang bentuknya |
Mesozoikum | Berlangsung ± 140 juta tahun yang lalu | Jenis ikan dan reptil sudah mulai banyak. Dinosaurus diperkirakan hidup pada zaman ini. |
Neozoikum | Berlangsung ± 60 juta tahun yang lalu hingga sekarang | Terbagi atas dua zaman: a. Zaman Tersier, terbagi atas Zaman: • Palaeosen • Miosen • Eosen • Pliosen • Oligosen Zaman Kuarter, terbagi atas Zaman: • Pleistosen (Diluvium) • Holosen (Aluvium) |
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Masa Paleozoikum, kehidupan mulai terlihat muncul.
Masa Neozoikum, manusia purba mulai terlihat tepatnya di Zaman Pleistosen.
Di Indonesia, ditemukan berbagai fosil-fosil manusia pra-aksara khususnya di Pulau Jawa.
Meganthropus palaejavanicus, Pithecanthropus erectus dan Homo soloensis merupakan beberapa contoh manusia praaksara di Indonesia
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Pencemaran Udara
Pencemaran Air
Pencemaran Tanah
Kode Gambar: 1973916689
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, terjadi pencemaran lingkungan dimana pada Zaman Prasejarah, pencemaran dimulai ketika manusia menciptakan api pertama. Hal ini terbukti dengan adanya "jelaga" yang ditemukan di langit-langit gua prasejarah. Pencemaran terjadi karena kurangnya ventilasi atau saluran sirkulasi udara di gua-gua tersebut. Pencemaran lingkungan semakin terlihat pada Zaman Logam, saat manusia mengenal penempaan logam. Ada berbagai jenis pencemaran, antara lain:
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Pencemaran udara terjadi ketika ada substansi fisik, biologi, atau kimia di atmosfer dengan jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran udara dapat disebabkan oleh zat gas, cair, maupun padat. Pencemaran oleh zat gas disebabkan senyawa gas, seperti karbon monoksida (CO), senyawa belerang (S), senyawa nitrogen (N), dan chlorofluorocarbon (CFC). Contoh aktivitas manusia yang menyebabkan pencemaran udara diantaranya, memasak, pembakaran sampah, penggunaan kendaraan bermotor dan kegiatan industriyang menghasilkan limbah asap, penggunaan alat pendingin (AC) secara berlebihan.
Halaman 64
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Air merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia, namun seiring berjalannya waktu kegiatan manusia tersebut jugalah yang menyebabkan pencemaran pada air. Pencemaran air merupakan masuknya zat pencemar dengan konsentrasi yang cukup besar ke dalam air tanah di bawah permukaan atau badan air (laut, danau, atau sungai) yang membuat kualitas air menurun. Pencemaran air disebabkan dari banyaknya limbah seperti dari pemukiman masyarakat, pertanian dan industri.
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Tanah merupakan bagian penting dari komponen ekosistem. Tanah terintegrasi dengan unsur-unsur fisik permukaan bumi, seperti litosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Namun pengelolaan tanah yang tidak terkontrol dapat menimbulkan pencemaran. Pencemaran tanah terjadi ketika ada bahan kimia beracun di dalam tanah dengan konsentrasi yang cukup tinggi. Terdapat beberapa aktivitas manusia yang dapat mencemari tanah diantaranya, praktik pertanian yang memanfaatkan bahan kimia, pembuangan limbah industri, penggunaan limbah masyarakat seperti plastik, gelas, kaleng, dan logam.
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Selain berinteraksi dengan lingkungan alam sekitarnya, manusia juga berinteraksi dengan sesamanya. Hal ini terjadi karena manusia adalah makhluk sosial. Kehidupan sosial tidak mungkin terjadi tanpa interaksi. Interaksi itu disebut dengan interaksi sosial.
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling memengaruhi antarindividu, antara individu dan kelompok, dan antarkelompok
Menurut Soerjono Soekanto terdapat dua syarat yaitu kontak sosial dan komunikasi
Kontak sosial adalah hubungan antara satu orang atau lebih melalui komunikasi tentang maksud dan tujuan masing-masing
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari satu pihak kepada pihak lain.
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Menurut John Gillin dalam Soekanto, interaksi sosial berlangsung dalam dua jenis proses sosial yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif.
Proses Asosiatif
Proses Disosiatif
Kerja sama
Akomodasi
Akulturasi
Asimilasi
Pertentangan
Kontravensi
Persaingan
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Faktor Pendukung | Faktor Penghambat |
Toleransi | Suatu golongan yang terisolasi |
Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi | Kurangnya pengetahuan akan kebudayaan baru |
Menghargai orang asing dari kebudayaannya | Perasaan takut thd. kekuatan kebudayaan baru |
Persamaan unsur kebudayaan | Terlalu meninggikan kebudayaan sendiri |
Perkawinan campuran | Perbedaan ciri-ciri fisik |
Adanya musuh bersama dari luar | Perasaan yang kuat bahwa individu terikat kebudayaan kelompok tertentu |
| Gangguan kelompok penguasa thd. Golongan minoritas |
A. Mengenal Lingkungan Sekitar
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Dalam ilmu sosiologi, kebudayaan terdiri atas sistem citacita, nilai-nilai, kepercayaan, pengetahuan, dan adat istiadat yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya di dalam suatu masyarakat.
Keunikan ini dapat diterima oleh anggota masyarakatnya sendiri. Hal ini merupakan sesuatu yang alami. Akan tetapi, ketika seseorang berhadapan dengan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaannya sendiri, orang tersebut mungkin akan mengalami guncangan budaya (culture shock). Guncangan budaya adalah disorientasi yang dirasakan orang ketika mereka menghadapi budaya yang sangat berbeda dari budaya mereka sendiri. Disorientasi cenderung membuat orang mengalami kebingungan dan kecemasan
B. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Aspek | Kondisi |
Keadaan Alam | Kondisi bumi masih belum stabil (zaman tersier) |
Flora | Pohon salam dan rasmala, umbi-umbian, buah-buahan dan sayur-sayuran. |
Fauna | Lembu, gajah dan harimau |
Kehidupan Masyarakat | Nomaden, mengumpulkan makanan dan belum mengenal sistem religi |
Peralatan | Kapak perimbas, alat serpih, dan alat tulang. |
B. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Aspek | Kondisi |
Keadaan Alam | Perubahan iklim dari musim dingin ke musim panas |
Flora | Umbi-umbian, buah-buahan dan sayuran |
Fauna | Biawak, kera, banteng, kerbau, kijang, ikan, kerang, dan siput yang ukurannya lebih besar dari saat ini |
Kehidupan Masyarakat | Berburu, tinggal di gua-gua, nomaden, sudah mengenal sistem religi, dan bercocok tanam secara sederhana |
Peralatan | Serpih-bilah, kapak genggam, dan alat tulang. |
B. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Bumi sudah stabil
Hampir sama dengan saat ini.
Hampir sama dengan saat ini.
Terbuat dari batu yang sudah diasah, misalnya beliung persegi, kapak lonjong, gerabah, dan alat pemukul dari kulit kayu.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Sudah mulai menetap, bercocok tanam, sistem barter dan sudah mengenal sistem kepercayaan
Keadaan Alam
Fauna
Flora
Kehidupan Masyarakat
Peralatan
Kondisi
Aspek
B. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Bumi sudah stabil
Hampir sama dengan saat ini.
Hampir sama dengan saat ini.
Sebagian besar alat-alat dari tulang dan batu digantikan dengan alat-alat dari logam, misalnya kapak perunggu, bejana perunggu, dan alat-alat dari besi
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Hidup secara menetap, bercocok tanam, terampil membuat alat logam, perdagangan antarpulau dengan perahu bercadik dan sudah terdapat kelompok di masyarakat.
Keadaan Alam
Fauna
Flora
Kehidupan Masyarakat
Peralatan
Kondisi
Aspek
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Afrika. Dimana pada tahun 60.000 SM, bumi mengalami penurunan suhu sehingga menyebabkan terbentuknya es di daerah Eropa Utara dan Amerika Utara, hal tersebut yang memudahkan manusia berpindah. Diperikan penyebaran di Nusantara terjadi sekitar tahun 4000 SM
Teori Out of Yunnan menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunnan, Tiongkok bagian selatan. Berdasarkan teori ini, orang Yunnan melakukan migrasi ke wilayah Nusantara dalam tiga gelombang utama, yaitu perpindahan orang Negrito, Proto-Melayu, dan Deutero-Melayu
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Teori Nusantara menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah Nusantara sendiri. Berdasarkan teori ini ditemukan bahwa bahasa Austronesia yang berkembang di Nusantara tidak memiliki kemiripan dengan bahasa-bahasa yang berkembang di Asia Tengah
Menurut teori ini, leluhur bangsa Indonesia berasal dari Taiwan. Leluhur Austronesia bermigrasi untuk pertama kalinya dari Taiwan ke Filipina bagian utara sekitar tahun 4.500 hingga 3.000 SM. Setelah itu bermigrasi ke beberapa wilayah di Nusantara.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Orang Bugis dan Dayak di Madagaskar
Pulau Madagaskar terletak di lepas pantai tenggara Afrika dan kaya akan sumber daya alam. Menariknya, kita dapat menemukan suku Dayak dan suku Bugis di pulau ini. Kehadiran suku Dayak di pulau tersebut dapat dilihat dari kemiripan bahasa suku-suku Merina, Sihanaka, dan Betsileo di dataran tinggi Madagaskar dengan bahasa Barito yang banyak digunakan di Kalimantan bagian selatan. Selain Dayak, suku Bugis juga diketahui pernah mengunjungi Madagaskar. Salah seorang tokohnya adalah Syekh Yusuf dari Gowa, Makassar. Di sana, beliau menyiarkan agama Islam dan membentuk komunitas Islam.
Orang Bugis di Malaysia
Sejak abad ke-18, orang Bugis telah dikenal memiliki tradisi merantau. Mereka pergi merantau dengan menggunakan perahu. Orang Bugis diperkirakan mengunjungi Semenanjung Malaysia sekitar pertengahan tahun 1600-an. Kemudian pada 1681, mereka telah mendirikan banyak permukiman di sepanjang muara Klang dan Selangor. Gelombang imigrasi Bugis berlanjut hingga abad ke-18. Sepanjang abad ke-18, keluarga Kerajaan Bugis menjadi semakin berpengaruh di Kesultanan Johor
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Orang Makassar di Australia
Bukti kehadiran orang Makassar di Australia salah satunya terlihat pada kata-kata Makassar yang menjadi bagian dari beberapa dialek Aborigin. Selain itu, pohon asam yang tumbuh di beberapa wilayah di Australia menandai bahwa para nelayan Makassar pernah tinggal di sana. Hubungan sosial kultural antara orang Makassar dan orang Aborigin juga terlihat dari kedatangan para pendatang Aborigin yang ikut berlayar bersama orang Makassar yang pulang ke Makassar. Mereka menetap dan membangun keluarga di Makassar.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kebutuhan manusia tidak terbatas seiring dengan meningkatnya kemampuan orang untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan yang tidak terbatas ini tidak dapat dipenuhi begitu saja karena alat pemenuhan kebutuhan manusia terbatas. Kondisi ini menimbulkan masalah ekonomi dalam bentuk kelangkaan.
Hal. 89
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kelangkaan (scarcity) adalah kondisi ketika manusia memiliki sumber daya ekonomi yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan memiliki beberapa jenis, diantaranya: kelangkaan sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan sumber daya kewirausahaan.
Faktor Penyebab Kelangkaan
Cepatnya
pertumbuhan penduduk
Keterbatasan Kemampuan Produksi
Teknologi Kurang Berkembang
Bencana Alam
Perbedaan Letak Geografis
Perang
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Dampak Ekonomi Akibat Kelangkaan Sumber Daya Alam
Hal. 89
Kelangkaan bahan baku yang berasal dari sumber daya alam akan membuat produksi berkurang secara kuantitas
Berkurangnya jumlah barang yang diproduksi akan berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja.
Berkurangnya jumlah barang yang diproduksi membuat harga barang menjadi meningkat
Langkah-Langkah Untuk Mencegah Kelangkaan Sumber Daya
Mengelola Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan
Meminimalkan Penggunaan Sumber Daya yang Tidak Terbarukan
Menggunakan Teknologi yang Tepat Guna
Mencari Alternatif Sumber Daya Pengganti
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Masalah Pokok Ekonomi
Bagaimana Cara Memproduksi Barang Tersebut (How)?
Barang Apa yang Akan Diproduksi (What)?
Untuk Siapa Barang dan Jasa Diproduksi (for Whom)?
Pertanyaan apa menuntut kita untuk memutuskan apa dan jumlah barang yang akan diproduksi dengan sumber daya yang langka.
Ciri utama masalah ekonomi adalah tidak mungkin untuk memenuhi semua keinginan dan kebutuhan semua orang dalam periode waktu yang sama.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Dalam kehidupannya, manusia tidak dapat memisahkan diri dari lingkungan alam sekitarnya. Lingkungan di sekitar manusia memengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Itulah sebabnya kita perlu menjaga kelestarian lingkungan alam. Pelestarian lingkungan yang dimaksud adalah upaya untuk memelihara, menjaga, mencintai, dan memanfaatkan lingkungan untuk generasi selanjutnya.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam dan sumber daya manusia sehingga kebutuhan pada saat ini terpenuhi dengan tidak mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang dengan tujuan menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan agar sifatnya berkesinambungan.
Menjamin pemerataan dan keadilan.
Menghargai keanekaragaman hayati.
Menggunakan pendekatan integratif.
Menggunakan pandangan jangka panjang.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dikatakan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals adalah menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup, serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Ada tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan.
2033729978
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
tercapainya pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Pilar ini mencakup tujuan 1, 2, 3, 4, dan 5
tercapainya pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai penyangga seluruh kehidupan. Pilar ini mencakup tujuan 6, 11, 12, 13, 14, dan 15
.
tercapainya pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui keberIanjutan peluang kerja dan usaha, inovasi, industri inklusif, infrastruktur memadai, energi bersih yang terjangkau, dan didukung kemitraan. Pilar ini mencakup tujuan 7, 8, 9, 10, dan 17
memberikan kepastian hukum dan terwujudnya tata kelola yang efektif, transparan, akuntabel, dan partisipatif, untuk terciptanya stabilitas keamanan sebagai prasyarat pembangunan yang efektif dan berkelanjutan. Pilar ini mencakup tujuan 16.