1 of 19

KONTROL KOLAM IKAN LELE

Dipresentasikan oleh :

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

KELOMPOK 20

MODUL 4

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

2 of 19

ANGGOTA KELOMPOK :

2410953008

NABILA ASYIFA

2410951001

NISRINA AZIZAH

2410952043

FAKHRY SULTHAN IRSHADI

2410951026

RAFI HIDAYAT

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

3 of 19

Untuk mempermudah pemantauan, digunakan sensor LDR untuk mendeteksi cahaya dan sensor hujan untuk mengetahui turunnya hujan. Ketika cahaya terlalu tinggi, keluaran LED dari sensor LDR dapat menyala sebagai indikator agar kolam segera ditutup . Sementara itu, ketika sensor hujan mendeteksi tetesan air, buzzer berbunyi sebagai tanda peringatan agar air hujan tidak masuk berlebihan ke kolam.

Dengan sistem kontrol ini, peternak dapat mengetahui perubahan kondisi secara cepat tanpa harus selalu berada di kolam. Teknologi sensor ini membantu menjaga kondisi kolam tetap stabil dan mendukung keberhasilan budidaya lele secara praktis, efisien, dan responsif terhadap perubahan cuaca.

LATAR BELAKANG

Budidaya ikan lele saat ini menjadi salah satu pilihan usaha yang banyak dikembangkan karena perawatannya yang relatif mudah dan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun, dalam praktiknya, kolam lele tetap membutuhkan perhatian yang serius, terutama pada kondisi lingkungan kolam. Faktor cahaya dan kondisi cuaca seperti hujan sangat mempengaruhi kenyamanan ikan serta kualitas air. Cahaya berlebih dapat meningkatkan suhu dan memicu pertumbuhan lumut, sedangkan hujan dapat mengubah pH, ketinggian air, dan kadar oksigen secara tiba-tiba, sehingga membuat ikan stres dan menurunkan hasil budidaya.

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

4 of 19

1.Bagaimana merancang sistem kontrol kolam ikan lele yang mampu mendeteksi perubahan intensitas cahaya secara otomatis menggunakan sensor LDR

2.Bagaimana sistem kontrol dapat memberikan indikator berupa LED ketika intensitas cahaya melebihi batas normal pada kolam

3.Bagaimana merancang sistem kontrol kolam ikan lele yang mampu mendeteksi adanya hujan secara otomatis menggunakan sensor hujan?

4.Bagaimana sistem kontrol memberikan indikator berupa buzzer ketika mendeteksi adanya cuaca hujan

RUMUSAN MASALAH

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

5 of 19

1.Untuk merancang sistem kontrol kolam ikan lele yang mampu mendeteksi perubahan intensitas cahaya secara otomatis menggunakan sensor LDR.

2.Untuk menghasilkan indikator berupa LED yang menyala ketika intensitas cahaya melebihi batas normal pada kolam.

3.Untuk merancang sistem kontrol pendeteksi hujan yang dapat mendeteksi adanya cuaca hujan di lingkungan kolam

4.Untuk menghasilkan indikator berupa buzzer yang menyala ketika terdeteksi adanya cuaca hujan

TUJUAN PROJECT

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

6 of 19

    • Rain sensor ( 1 Buah)
    • Modul LDR 4 Pin ( 1 Buah)
    • Comparator LM 393 ( 1 Buah)
    • Timer Potensiometer ( 1 Buah)
    • Op Amp TL 082CP ( 1 Buah)
    • Transistor D882 ( 2 Buah)
    • Resistor 220 ohm ( 3 Buah)
    • Rellay 5V DC ( 2 Buah)
    • Jumper Male To Male
    • Jumper female To Male

ALAT DAN BAHAN

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

11. LED Putih ( 1 Buah)

12. Buzzer ( 1 Buah)

13. Konektor DC ( 1 Buah)

14. Stepdown Konverter DC To Dc ( 1 Buah)

15. Bread Board ( 1 Buah)

16. Box Bening ( 1 Buah)

17. Kabel PCB

18. Resistor 10k ohm (1 Buah)

7 of 19

Sensor hujan bekerja dengan cara mendeteksi tetesan air yang jatuh ke permukaannya. Ketika hujan mulai turun, permukaan sensor menjadi basah sehingga sensor mengirimkan sinyal ke mikrokontroler bahwa hujan terdeteksi. Setelah sinyal diterima, sistem langsung mengaktifkan buzzer sebagai tanda peringatan untuk peternak. Bunyi buzzer ini berfungsi memberikan informasi bahwa kolam perlu segera ditutup atau diperiksa agar air hujan tidak terlalu banyak masuk dan mengganggu kondisi air kolam. Dengan cara ini, peternak dapat mengetahui turunnya hujan tanpa harus terus berada di dekat kolam dan dapat bertindak lebih cepat untuk menjaga kenyamanan ikan lele.

PRINSIP KERJA

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

Sensor Hujan (Rain)

8 of 19

Sensor LDR 4 pin bekerja dengan cara merespons perubahan cahaya di sekitar kolam. Ketika cahaya matahari mengenai permukaan sensor, nilai sensornya akan berubah sesuai tingkat terang yang diterima. Dua pin pada LDR digunakan sebagai sumber tegangan dan ground, sedangkan dua pin lainnya mengirimkan sinyal ke mikrokontroler. Saat cahaya di kolam terlalu terang, sensor akan memberikan sinyal bahwa intensitas cahaya sudah melebihi batas yang ditentukan. Setelah sinyal diterima, sistem akan menyalakan LED sebagai tanda peringatan bagi peternak. Dengan adanya LED ini, peternak bisa langsung mengetahui bahwa kondisi cahaya sedang tinggi dan kolam perlu segera diberi penutup agar suhu air tetap stabil dan ikan tidak stres.

SENSOR LDR 4 PIN

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

9 of 19

TL082 adalah rangkaian operational amplifier (op-amp) dengan dua penguat (dual op-amp) di dalam satu IC. Op-amp ini memiliki impedansi input tinggi, noise rendah, serta kecepatan respon yang baik sehingga cocok digunakan untuk rangkaian sensor, penguat sinyal, dan sistem kontrol.

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

OP AMP (TL 082)

Prinsip Kerja:

    • TL082 bekerja dengan memperkuat perbedaan tegangan antara input inverting (-) dan non-inverting (+).
    • Ketika terdapat perbedaan kecil pada kedua input, op-amp akan menghasilkan sinyal output yang jauh lebih besar sesuai konfigurasi rangkaian (inverting, non-inverting, comparator, buffer, dll).
    • Op-amp ini membutuhkan catu daya (bias) untuk beroperasi, biasanya ±12V atau ±15V, namun juga dapat digunakan pada tegangan tunggal tertentu.

10 of 19

Transistor D882 adalah transistor NPN tipe daya menengah yang umum digunakan sebagai saklar (switch) atau penguat arus pada berbagai rangkaian elektronik. Komponen ini sering dipakai untuk menggerakkan beban seperti relay, motor kecil, atau LED berarus besar.

TRANSISTOR D882

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

Prinsip Kerja:

    • Transistor D882 memiliki tiga kaki: Basis (B), Kolektor (C), dan Emitor (E).
    • Ketika arus kecil diberikan ke basis, transistor akan mengalirkan arus yang lebih besar dari kolektor ke emitor (mode penguatan arus).
    • Saat basis menerima sinyal logika tinggi, transistor "ON" sehingga beban seperti relay atau LED dapat aktif.
    • Ketika tidak ada arus ke basis (LOW), transistor berada pada kondisi "OFF" dan arus tidak mengalir ke beban.
    • D882 mampu menangani arus kolektor hingga sekitar 3A, sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan penguat arus menengah.

11 of 19

Trimpot adalah komponen elektronika berupa potensiometer kecil yang digunakan untuk melakukan penyetelan (kalibrasi) nilai resistansi secara presisi pada suatu rangkaian. Komponen ini biasanya digunakan untuk mengatur sensitivitas sensor, level tegangan referensi, gain op-amp, atau parameter lainnya yang perlu disesuaikan.

TRIMPOT

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

Prinsip Kerja:

    • Trimpot bekerja sebagai pembagi tegangan yang resistansinya dapat diubah dengan memutar skrup kecil pada tubuhnya.
    • Memiliki tiga terminal: input (A), ground (B), dan wiper (C) yang bergerak sesuai putaran.
    • Saat skrup diputar, posisi wiper berubah sehingga nilai resistansi antara A–C atau B–C ikut berubah.
    • Perubahan resistansi ini menghasilkan perubahan tegangan output yang digunakan untuk mengatur sensitivitas atau penguatan rangkaian.
    • Trimpot umumnya digunakan untuk kalibrasi awal dan tidak sering diputar setelah rangkaian selesai dirakit.

12 of 19

Relay adalah komponen elektromechanical yang digunakan sebagai saklar (switch) yang dikendalikan secara listrik. Relay memungkinkan rangkaian bertegangan kecil mengontrol perangkat dengan tegangan atau arus yang lebih besar, seperti lampu, motor, atau sistem daya.

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

RELLAY

Prinsip Kerja:

    • Di dalam relay terdapat kumparan elektromagnet dan kontak saklar.
    • Ketika kumparan dialiri arus, elektromagnet akan menarik tuas logam sehingga kontak saklar berubah posisi (dari NC → NO atau sebaliknya).
    • Saat kumparan tidak diberi arus, kontak kembali ke posisi semula.
    • Relay bekerja sebagai isolator antara rangkaian kontrol (low voltage) dan rangkaian beban (high voltage).
    • Banyak digunakan pada sistem otomatisasi, pengendali motor, proteksi, dan rangkaian switching daya.

13 of 19

Resistor adalah komponen elektronika pasif yang digunakan untuk menghambat arus listrik dalam rangkaian. Komponen ini berfungsi mengatur besarnya arus, pembagi tegangan, serta melindungi komponen lain dari arus berlebih.

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

RESISTOR

Prinsip Kerja:

    • Resistor bekerja berdasarkan nilai resistansi (Ω) yang menentukan seberapa besar hambatan terhadap aliran arus listrik.
    • Ketika arus melewati resistor, sebagian energi listrik diubah menjadi panas sesuai hukum Ohm:
    • V = I × R.
    • Resistor 1/4 watt mampu membuang daya hingga 0,25 watt; jika dilewati arus berlebih, resistor dapat menjadi panas atau rusak.
    • Digunakan dalam pembatas arus LED, pengatur level sinyal sensor, pembagi tegangan, serta rangkaian penguat.
    • Memiliki kode warna pada tubuhnya untuk menunjukkan nilai resistansi dan toleransinya.

14 of 19

Buzzer adalah komponen elektronika yang menghasilkan suara berupa bunyi “beep” sebagai indikator atau alarm. Komponen ini banyak digunakan pada rangkaian peringatan, timer, sensor, dan sistem keamanan.

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

BUZZER

Prinsip Kerja:

    • Buzzer bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi getaran suara melalui pelat logam atau piezo di dalamnya.
    • Ketika diberi tegangan, pelat tersebut bergetar cepat sehingga menghasilkan bunyi. Untuk tipe aktif, cukup diberi tegangan langsung; sedangkan tipe pasif membutuhkan sinyal frekuensi agar dapat berbunyi.

15 of 19

LED (Light Emitting Diode) adalah komponen elektronika yang memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan sebagai indikator, penerangan, dan penanda status pada berbagai rangkaian elektronik.

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

LED

Prinsip Kerja:

    • LED bekerja berdasarkan prinsip dioda yang memancarkan cahaya saat elektron dan hole bertemu di dalam material semikonduktor.
    • Ketika diberi arus maju (forward bias), energi dilepaskan dalam bentuk cahaya dengan warna sesuai jenis material LED.

16 of 19

SENSOR ANALOG (LDR)

SENSOR DIGITAL (RAIN SENSOR)

RANGKAIAN PROTEUS

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

17 of 19

RANGKAIAN YANG SUDAH JADI

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

18 of 19

FLOWCHART

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

19 of 19

Questions and Answer

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS ANDALAS

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA