1 of 8

Minggu 2

SUKA BERDOA DALAM HADIRAT-NYA

Lukas 10:38–42

2 of 8

Kisah Marta dan Maria menunjukkan bahwa di tengah kesibukan hidup, setiap murid Kristus harus memilih prioritas yang benar.

Tuhan tidak hanya menginginkan pelayanan kita, tetapi juga persekutuan yang intim dengan-Nya.

Apa yang diajarkan bagian ini tentang kehidupan doa?

3 of 8

01

MEMPRIORITASKAN HADIRAT TUHAN

ay. 39

10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

4 of 8

Maria memilih duduk di kaki Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya.

Sikap ini menggambarkan kerinduan untuk belajar, mendengar, dan membangun hubungan dengan Tuhan.

Kehidupan doa lahir dari hati yang rindu mengenal Tuhan lebih dalam. Sebelum melayani Tuhan, kita perlu terlebih dahulu menikmati persekutuan dengan-Nya.

5 of 8

MEWASPADAI KESIBUKAN

ay. 40

10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

6 of 8

Marta sibuk melayani, tetapi kesibukannya membuat ia kehilangan fokus pada kehadiran Yesus.

Aktivitas yang baik sekalipun dapat menjadi penghalang apabila menggantikan waktu bersama Tuhan.

Banyak orang percaya melayani Tuhan, tetapi sedikit meluangkan waktu untuk menikmati hadirat-Nya. Kesibukan tanpa keintiman sering menghasilkan kelelahan, keluhan, dan kehilangan sukacita rohani.

7 of 8

MENIKMATI SELURUH BAGIAN

ay. 42

10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

03

8 of 8

Yesus mengatakan bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik. Hubungan dengan Tuhan adalah prioritas bernilai kekal dan tidak dapat digantikan oleh aktivitas apa pun.

Semua pelayanan akan berlalu, tetapi persekutuan dengan Tuhan menghasilkan buah yang kekal.

Semua pelayanan akan berlalu, tetapi persekutuan dengan Tuhan menghasilkan buah yang kekal.