1 of 62

Material Requirement Process

2 of 62

Sales and Operation

  • Pada tahapan RCCP perlu diperiksa kelayakan dari rencana produksi dengan memperhitungkan sumber daya yang terbatas seperti lini produksi yang memiliki kapasitas terbatas/bottleneck. (tindakan yang dapat diambil adalah memproduksi lebih awal, merencanakan lembur, memilih produk yang lebih menguntungkan dan mengabaikan yang lainnya)
  • Safety stock dibulan May (274) untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada juni, untuk menjaga utilisasi tidak melebihi 95% (spare kapasitas untuk change over, breakdown)

Disaggregate

Rough cut planning(Aggregate Planning)

Family Product

3 of 62

Rough-Cut Capacity Planning

RCCP digunakan untuk mengevaluasi kelayakan perencanaan.

Untuk proses yang sederhana seperti Fitter Snacker, estimasi kapasitas dapat dilakukan dengan akurat.

Untuk proses rakitan/produksi yang rumit, rough-cut capacity yang akurat adalah susah untuk didapatkan.

4 of 62

4

Figure 4.6 Sales and Operations Planning Screen in the SAP R/3 system

5 of 62

Capacity Requirements

Production Plan

Rough-Cut-Plan

Cases

Hari kerja

20

19

22

20

19

23

21

21

22

20

Line

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

Jam kerja/hari

8

8

8

8

8

8

8

8

8

8

Avail caps

480

456

428

480

456

552

504

504

528

480

6 of 62

S&OP Effectiveness

ERP menyediakan tools yang memuaskan untuk proses S&OP, tetapi membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk berhasil:

1. Tanpa kerjasama dan komitmen dalam peramalan, S&OP dapat menyebabkan:

    • Kelebihan pada produk tertentu
    • Kekurangan pada produk tertentu
    • Tambahan biaya produksi dan pengiriman

2. S&OP yang berhasil membutuhkan suatu budaya kerjasama, dan dukungan dari TOP manajemen untuk berkembang.

7 of 62

Disaggregating S&OP

  1. Perencanaan dilakukan pada tingkat aggregate untuk membuat proses lebih mudah diatur dan dievaluasi.
  2. Perencanaan aggregate perlu di disaggregate sebelum masing-masing produk dapat diproduksi.
  3. Pada SAP ERP, hirarki kelompok produk dilakukan dalam ukuran persentase anggota produk untuk menentukan kuantitas produksi produk.
  4. Pada Fitter Snacker produk di disaggregate 70% untuk NGR-A dan 30% untuk NRG-B.

8 of 62

Disaggregate

NRG Group consists of

70% NRG-A Bars and

30% NRG-B Bars

Pada SAP R/3, disaggregate produk adalah berdasarkan persen

9 of 62

Stocking Requirement List

Stock Requirement List menunjukan:

  • Current Stock
  • Required Materials
  • Material Receipt plans
  • Material Availability

10 of 62

10

Figure 4.12 Stock/Requirements List for NRG-A bars after disaggregation

Anticipated demand for NRG-A Bars

from Sales and Operations Plan

11 of 62

Demand Management

Hasil dari S&OP adalah Production Plan

Demand Management menghubungkan SO&P dengan Detail Scheduling dan MRP melalui Master Production Scheduling (MPS).

MPS merupakan input kepada Detail Scheduling Process.

MPS juga merupakan input kepada Material Requirement Planning (MRP).

Pada Fitter Snacker's proses Demand Management memecah rencana SOP bulanan menjadi mingguan dan harian.

Proses Demand Management pada SAP R/3 menggunakan kalender pabrik untuk menentukan jumlah hari kerja pada minggu dan bulan tertentu.

Family Product

Item Product

Components

Production Plan

MPS

MRP

S&OP

12 of 62

Master Production Scheduling

Suatu pernyataan apa, berapa banyak, dan kapan suatu produk akhir direncanakan untuk diproduksi sepanjang periode perencanaan.

MPS merupakan hasil disaggregate dan implementasi dari production plan.

MPS

13 of 62

S&OP vs Master Schedule

Sales & OP

Master Schedule

Objective

Laju Pasokan berdasarkan Product Family

Antisipasi Jadwal Produksi

Item planned

Product Family

Produk akhir

Planning Horizon

Leadtime terpanjang dari sumber daya pabrik dan peralatan

Kulmulatif leadtime terpanjang dari produk akhir*

Constraints

Kapasitas sumber daya

Workcenter kritikal

Periode waktu

Bulanan

Mingguan atau harian

Planning focus

Product Volume

Product Mix

Process output

Production Plan

Master Production Schedule

*For make-to-stock products, it is the time taken from the release of an order to production and receipt into finished goods inventory

14 of 62

Masukan Ke MPS

Input:

  1. Production Plan (MPS harus direkonsiliasi dengan Production Plan)
  2. Data Demand
    1. Sales forecast (pada level produk akhir)
    2. Customer orders
    3. Safety stocks
    4. Field warehouse requirements
  3. Inventory status
  4. Ordering policy(Lotsizing)

15 of 62

Contoh MPS

Weekly Demand NRG-A = 4134/21 x 5 = 984.3 peti

Daily Demand NRG-A = 4134/21 = 196.9 peti

Pada Week lima (1 hari pada bulan jan, dan 4 hari pada bulan feb)

(4134/21x1)+(4199/20x4)

16 of 62

Material Requirement Planning

MRP menjawab material apa, berapa banyak, dan kapan harus diorder untuk mencapai target produksi?

17 of 62

Bill Of Material (BOM)

  • Bill of Material atau Product Structure adalah daftar dari bahan baku, sub-rakitan, rakitan, komponen-komponen, parts jumlah kuantitas dari masing-masing yang dibutuhkan untuk memproduksi produk akhir

18 of 62

Bill Of Material (BOM)

BOM digunakan untuk menghitung berapa banyak masing-masing raw material yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk jadi.

Untuk Per Batch

19 of 62

BOM untuk NRG-A

20 of 62

Tugas

  • Gambarkan BOM untuk NRG-B

21 of 62

BOM Database Model

22 of 62

Tugas

  • Isikan data BOM NRG-A dan NRG B ke database sesuai dengan struktur yang ditentukan.

23 of 62

Leadtime

BOM digunakan untuk menghitung berapa banyak dari masing-masing material diperlukan untuk memproduksi suatu finished product.

Tentukan waktu dan kuantitas dari PO membutuhkan informasi lead-times dan lot sizing

Untuk PO, leadtime meliputi

1. Waktu yang dibutuhkan supplier untuk menerima dan memproses order

2. Waktu pengeluaran stock, packing, memuat ke truk, dan mengirim.

3. Waktu yang dibutuhkan penerima untuk memproses penerimaan (unload, inspeksi, dan memindahkan barang ke gudang atau lini produksi)

24 of 62

Lot sizing

Lotsizing adalah proses menentukan produksi atau kuantitas order.

Dalam banyak kasus, lotsize pembelian dibatasi oleh packaging dan transportasi.

Pada Fitter Snacker:

1. Oats dibeli dalam jumlah kelipatan 44000lb kapasitas truk

2. Wheat Germ dibeli dalam jumlah kelipatan 2000lb kapasitas kontainer

3. Tepung protein dibeli dalam kelipatan 1250 lb kuantitas pallet.

25 of 62

Proses MRP

Proses MRP untuk oats membutuhkan langkah berikut:

1. Konversi kuantitas MPS dari batch peti menjadi 500lb

2. Kalikan jumlah batch dengan lb/batch dari BOM untuk menentukan Gross Requirement (GR)

3.Kurangkan kuantitas saldo bahan baku dan released purchase order dari GR untuk menentukan Net Requirement (NR)

4. Rencanakan purchase order dalam kelipatan 44000 lb (lot size), memperhatikan leadtime 2 minggu untuk memenuhi NR pada langkah 3.

26 of 62

Proses MRP lanjutan

5. Scheduled Receipt adalah PO yang telah disampaikan kepada supplier dan terjadwal untuk tiba pada tanggal tertentu.

6. Proses MRP menghitung Planned Order, yang mana order yang harus dilakukan ke supplier untuk mencegah kekurangan bahan.

7. Planned order muncul di dua tempat pada catatan MRP:

- Planned order release menunjukan kapan order harus dikirim ke supplier

- Planned order receipt menunjukan kapam supplier harus menyampaikan order.

27 of 62

MRP untuk Oats

1 Batch = 500 lb

1 Case = 72 lb

Lot size = 44000

984 case x 72 lb/case : 500 lb/batch = 142 batch

422 case x 72 lb/case : 500 lb/batch = 61 batch

GR = 142 batch x 300 lb/batch + 61 batch x 250 lb/batch = 57850 lb

Ambil dari BOM (NRG-A)

Net Requirementt = Gross Requirementt – On handt-1 - Schedule receiptt

28 of 62

Planned Order Receipt

29 of 62

Planned Order Release

Double-clicking on a planned order brings up a window

where the planned order can be converted to a purchase

requisition

30 of 62

Planned Order Release

Planned order adalah “rekomendasi” dari proses kalkulasi MRP terhadap material yang harus dipesan/produksi untuk memenuhi MPS.

Planned order harus dikonversi menjadi Purchase Requisition (PR) sebelum departemen pembelian memulai proses pembuatan Purchase Order.

Planned order dapat dikonversi menjadi PO manual, pada sistem SAP R/3, sekelompok dari planned order dapat dikonversi menjadi PO.

- sebagai contoh semua planned order pada minggu ini dapat dikonversi menjadi PR

31 of 62

Planned Order ke PR

Planned order release and receipt dates

Option to convert planned order to purchase requisition

32 of 62

Quiz

Masukan kunci kepada proses Master Scheduling adalah meliputi …, kecuali

a. Material Requirement Plan

b. Production Plan

c. Finished Goods Inventory Levels

d. Forecasted Demand

33 of 62

PR to PO

Departemen pembelian mengkonversi PR menjadi PO

Spesialis pembelian dapat mengelompokan item-item dari PR yang berbeda pada satu PO untuk menghemat biaya.

Spesialis pembelian dapat memproduksi lebih dari satu PO untuk item-item pada permintaan.

Spesialis pembelian dapat membuat lebih dari satu PO untuk item-item didalam permintaan.

SAP/R3 menyediakan alat untuk membantu spesialis pembelian memilih supplier terbaik (vendor) untuk material.

- Sesaat PO selesai, segera dikirim kepada supplier/vendor

- Sejumlah metode (mail, fax, EDI, internet) adalah tersedia untuk mengirimkan PO

34 of 62

Evaluasi Pemasok

Options to evaluate vendors

35 of 62

Quiz

S&OP adalah proses untuk mengembangkan perencanaan secara taktis dengan mengintegrasikan customer-focused marketing plans untuk produk baru maupun yang ada dengan manajemen operasi dan rantai suplai (Benar/Salah)

36 of 62

Quiz

S&OP menghasilkan:

a. Akurasi forecast yang rendah

b. Service customer yang rendah

c. Persediaan finished goods yang lebih tinggi

d. Laju pasokan yang lebih stabil

e. Pengenalan produk baru yang lebih lambat

37 of 62

Quiz

Manfaat dari S&OP meliputi:

a. Meningkatkan teamwork

b. Keputusan yang lebib baik dan cepat

c. Akuntanbilitas hasil yang lebih baik

d. B dan C benar

e. A dan B benar

f. Semua yang disebut diatas

38 of 62

Quiz

Master Production Schedule digunakan untuk:

a. Mendefinisikan apa yang perusahaan rencanakan untuk diproduksi.

b. Perencanaan untuk mengendalikan work-in-process

c. Menghitung pembelian bahan baku

d. Perencanaan terkait dengan demand yang berkaitan (dependent demand)

39 of 62

Quiz

Teknik capacity management yang digunakan untuk memvalidasi MPS adalah:

a. Resource Planning

b. RCCP

c. S&OP

d. Finite Scheduling

40 of 62

Quiz

Rough cut capacity planning digunakan untuk menguji feasibility dari master schedul yang diajukan (Benar/Salah)

41 of 62

Quiz

Capacity requirements dapat lebih sulit diprediksi dari pada perusahaan jasa dari pada manufacturing (Benar/Salah)

42 of 62

Quiz

Disaggregating dari aggregate terkait dengan:

a. yield management

b. planning a chase approach

c, master scheduling

d. short-range planning

43 of 62

Quiz

Mana yang berikut ini tidak merupakan suatu opsi kapasitas:

a. Menggunakan backorders

b. Menggunakan overtime

c. Menggunakan subcontractors

d. Menggunakan temporary workers

44 of 62

Quiz

Istilah available-to-promise adalah erat kaitannya dengan:

a. S&OP

b. RCCP

c. Disagregating rencana aggregate

d. MPS

45 of 62

Quiz

Berikut ini yang bukan mereupakan manfaat dari MRP:

a. Mengurangi harga jual

b. Mengurangi persediaan

c. Mengurangi waktu idle

d. MRP adalah flexible – mudah disesuaikan dari jadwal jika kebutuhan muncul

e. Respon yang lebih baik terhadap pasar

46 of 62

Quiz

Tujuan dasar dari MRP terdiri dari:

a. Mengendalikan tingkat persediaan

b. Memprioritaskan kebutuhan terhadap item tertentu.

c. Merencanakan kapasitas yang dibebankan ke sistem produksi.

d. A dan B benar

e. B dan C benar

f. A, B, dan C benar

47 of 62

Quiz

Tiga masukan utama pada program komputer MRP adalah:

a. MPS, Bills of material file, Capacitry Requirement planning

b. CRP, Planned order schedule, dan inventory status file

c. MPS, inventory records file, dan BOM file

d. MPS, CRP, dan inventory records file

e. MPS, planned order schedule, dan inventory records file

48 of 62

Quiz

Suatu MRP II dikenal juga sebagai:

a. Material Resource Production system

b. Manufacturing Requirement Production system

c. Manufacturing Resource Planning

d. Master Resource Planning System

e. Master Requirement Production System

49 of 62

Quiz

Pernyataan berikut yang benar terkait dengan Bill of materials:

a. Suatu daftar terstruktur dari semua material ataupun part yang diperlukan untuk memproduksi satu finish product

b. Jarang direvisi sesaat setelah dibuat

c. Dapat terdiri dari banyak versi untuk disiplin fungsional yang berbeda melintasi organisasi

d. Akan membawa kepada kecukupan kinerja dari MRP sepanang “threshold degree” dari akurasi terpenuhi berkisar 70%

e. Digunakan untuk keputusan dispacthing pada lantai produksi

50 of 62

Quiz

Gross Requirement dari suatu komponen part didalam sistem MRP ditentukan dari:

a. Net Requirements + on-hand

b. Net Requirements dari produk akhir

c. Gross Requirement dari komponen langsung

d. Planned order release dari produk akhir

e. Planned order release dari parent item

51 of 62

Quiz

MPS untuk dua produk, A dan B ditunjukan pada tabel dibawah. Untuk memproduksi item A, dua unit komponen C dibutuhkan. Untuk memproduksi item B, empat unit komponen C dibutuhkan. Saldo awal dari C adalah 10 pada week 1. Dengan menggunakan informasi ini, tentukan Gross Requirement komponen C pada awal week 1

a. 20 units

b. 15 units

c. 38 units

d. 28 units

e. 48 units

MPS

Wee1

Product A

15

Product B

2

52 of 62

Quiz

Berikut ini yang merupakan rumusan dari net requirement adalah:

a. Gross requirements – planned order receipt

b. Gross requirements – on-hand + planned order receipts

c. Gross requirements – on-hand – scheduled receipt

d. Gross requirements – planned order releases

e. sumua salah

53 of 62

Quiz

Teknik lot sizing yang menghasilkan planned order dengan kuantitas sama dengan net requirement pada masing-masing periode:

a. Lot for Lot

b. EOQ

c. Least Unit Cost

d. Least Total Cost

e. Semua yang diatas

54 of 62

Quiz

Salah satu kunci interface dengan MRP adalah:

a. S&OP

b. Customer service levels

c. Capacity Requirement Planning

d. Cost of Goods Sold

55 of 62

Quiz

Proses kalkulasi demand untuk komponen item bagi parent item dengan mengkalikan kebutuhan parent item dengan kuantitas komponen yang digunakan berdasarkan Bill of Material:

a. netting

b. requirement explosion

c. offseting

d. pegging

56 of 62

Quiz

Proses kalkulasi demand untuk komponen item bagi parent item dengan mengkalikan kebutuhan parent item dengan kuantitas komponen yang digunakan berdasarkan Bill of Material:

a. netting

b. requirement explosion

c. offseting

d. pegging

57 of 62

Quiz

Kuantitas yang ditunjukan pada inventory records sebagaimana stock fisik persediaan:

a. Allocated inventory

b. lot for lot

c. on-hand balance

d. projected avaialable balance

58 of 62

Quiz

Suatu daftar sub-assemblies, part dan bahan baku yang dirakit menjadi komponen parent yang dinyatakan sebagai kuantitas yang diperlukan untuk membuat rakitan:

a. routing

b. requirement explosion

c. planned order

d. bill of material

59 of 62

Quiz

Suatu suggested order quantity, release date, dan due date yang dibuat dari hasil perencanaan:

a. Component item

b. form planned order (FPO)

c. planned order

d. back order

60 of 62

Quiz

Ukuran order terhadap item tertentu kepada pabrik atau supplier, atau standard kuantitas pada proses produksi:

a. lot for lot

b. periodic order quantity

c. net requierement

d. lot size

61 of 62

Quiz

Order dari customer yang tidak dapat dipenuhi karena tidakcukupan persediaan untuk memenuhi demand:

a. backorder

b. exception message

c. priority planning

d. open order

62 of 62

Sekian & Terima Kasih