Material Requirement Process
Sales and Operation
Disaggregate
Rough cut planning(Aggregate Planning)
Family Product
Rough-Cut Capacity Planning
RCCP digunakan untuk mengevaluasi kelayakan perencanaan.
Untuk proses yang sederhana seperti Fitter Snacker, estimasi kapasitas dapat dilakukan dengan akurat.
Untuk proses rakitan/produksi yang rumit, rough-cut capacity yang akurat adalah susah untuk didapatkan.
4
Figure 4.6 Sales and Operations Planning Screen in the SAP R/3 system
Capacity Requirements
Production Plan
Rough-Cut-Plan
Cases
Hari kerja | 20 | 19 | 22 | 20 | 19 | 23 | 21 | 21 | 22 | 20 |
Line | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 |
Jam kerja/hari | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 | 8 |
Avail caps | 480 | 456 | 428 | 480 | 456 | 552 | 504 | 504 | 528 | 480 |
S&OP Effectiveness
ERP menyediakan tools yang memuaskan untuk proses S&OP, tetapi membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk berhasil:
1. Tanpa kerjasama dan komitmen dalam peramalan, S&OP dapat menyebabkan:
2. S&OP yang berhasil membutuhkan suatu budaya kerjasama, dan dukungan dari TOP manajemen untuk berkembang.
Disaggregating S&OP
Disaggregate
NRG Group consists of
70% NRG-A Bars and
30% NRG-B Bars
Pada SAP R/3, disaggregate produk adalah berdasarkan persen
Stocking Requirement List
Stock Requirement List menunjukan:
10
Figure 4.12 Stock/Requirements List for NRG-A bars after disaggregation
Anticipated demand for NRG-A Bars
from Sales and Operations Plan
Demand Management
Hasil dari S&OP adalah Production Plan
Demand Management menghubungkan SO&P dengan Detail Scheduling dan MRP melalui Master Production Scheduling (MPS).
MPS merupakan input kepada Detail Scheduling Process.
MPS juga merupakan input kepada Material Requirement Planning (MRP).
Pada Fitter Snacker's proses Demand Management memecah rencana SOP bulanan menjadi mingguan dan harian.
Proses Demand Management pada SAP R/3 menggunakan kalender pabrik untuk menentukan jumlah hari kerja pada minggu dan bulan tertentu.
Family Product
Item Product
Components
Production Plan
MPS
MRP
S&OP
Master Production Scheduling
Suatu pernyataan apa, berapa banyak, dan kapan suatu produk akhir direncanakan untuk diproduksi sepanjang periode perencanaan.
MPS merupakan hasil disaggregate dan implementasi dari production plan.
MPS
S&OP vs Master Schedule
| Sales & OP | Master Schedule |
Objective | Laju Pasokan berdasarkan Product Family | Antisipasi Jadwal Produksi |
Item planned | Product Family | Produk akhir |
Planning Horizon | Leadtime terpanjang dari sumber daya pabrik dan peralatan | Kulmulatif leadtime terpanjang dari produk akhir* |
Constraints | Kapasitas sumber daya | Workcenter kritikal |
Periode waktu | Bulanan | Mingguan atau harian |
Planning focus | Product Volume | Product Mix |
Process output | Production Plan | Master Production Schedule |
*For make-to-stock products, it is the time taken from the release of an order to production and receipt into finished goods inventory
Masukan Ke MPS
Input:
Contoh MPS
Weekly Demand NRG-A = 4134/21 x 5 = 984.3 peti
Daily Demand NRG-A = 4134/21 = 196.9 peti
Pada Week lima (1 hari pada bulan jan, dan 4 hari pada bulan feb)
(4134/21x1)+(4199/20x4)
Material Requirement Planning
MRP menjawab material apa, berapa banyak, dan kapan harus diorder untuk mencapai target produksi?
Bill Of Material (BOM)
Bill Of Material (BOM)
BOM digunakan untuk menghitung berapa banyak masing-masing raw material yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk jadi.
Untuk Per Batch
BOM untuk NRG-A
Tugas
BOM Database Model
Tugas
Leadtime
BOM digunakan untuk menghitung berapa banyak dari masing-masing material diperlukan untuk memproduksi suatu finished product.
Tentukan waktu dan kuantitas dari PO membutuhkan informasi lead-times dan lot sizing
Untuk PO, leadtime meliputi
1. Waktu yang dibutuhkan supplier untuk menerima dan memproses order
2. Waktu pengeluaran stock, packing, memuat ke truk, dan mengirim.
3. Waktu yang dibutuhkan penerima untuk memproses penerimaan (unload, inspeksi, dan memindahkan barang ke gudang atau lini produksi)
Lot sizing
Lotsizing adalah proses menentukan produksi atau kuantitas order.
Dalam banyak kasus, lotsize pembelian dibatasi oleh packaging dan transportasi.
Pada Fitter Snacker:
1. Oats dibeli dalam jumlah kelipatan 44000lb kapasitas truk
2. Wheat Germ dibeli dalam jumlah kelipatan 2000lb kapasitas kontainer
3. Tepung protein dibeli dalam kelipatan 1250 lb kuantitas pallet.
Proses MRP
Proses MRP untuk oats membutuhkan langkah berikut:
1. Konversi kuantitas MPS dari batch peti menjadi 500lb
2. Kalikan jumlah batch dengan lb/batch dari BOM untuk menentukan Gross Requirement (GR)
3.Kurangkan kuantitas saldo bahan baku dan released purchase order dari GR untuk menentukan Net Requirement (NR)
4. Rencanakan purchase order dalam kelipatan 44000 lb (lot size), memperhatikan leadtime 2 minggu untuk memenuhi NR pada langkah 3.
Proses MRP lanjutan
5. Scheduled Receipt adalah PO yang telah disampaikan kepada supplier dan terjadwal untuk tiba pada tanggal tertentu.
6. Proses MRP menghitung Planned Order, yang mana order yang harus dilakukan ke supplier untuk mencegah kekurangan bahan.
7. Planned order muncul di dua tempat pada catatan MRP:
- Planned order release menunjukan kapan order harus dikirim ke supplier
- Planned order receipt menunjukan kapam supplier harus menyampaikan order.
MRP untuk Oats
1 Batch = 500 lb
1 Case = 72 lb
Lot size = 44000
984 case x 72 lb/case : 500 lb/batch = 142 batch
422 case x 72 lb/case : 500 lb/batch = 61 batch
GR = 142 batch x 300 lb/batch + 61 batch x 250 lb/batch = 57850 lb
Ambil dari BOM (NRG-A)
Net Requirementt = Gross Requirementt – On handt-1 - Schedule receiptt
Planned Order Receipt
Planned Order Release
Double-clicking on a planned order brings up a window
where the planned order can be converted to a purchase
requisition
Planned Order Release
Planned order adalah “rekomendasi” dari proses kalkulasi MRP terhadap material yang harus dipesan/produksi untuk memenuhi MPS.
Planned order harus dikonversi menjadi Purchase Requisition (PR) sebelum departemen pembelian memulai proses pembuatan Purchase Order.
Planned order dapat dikonversi menjadi PO manual, pada sistem SAP R/3, sekelompok dari planned order dapat dikonversi menjadi PO.
- sebagai contoh semua planned order pada minggu ini dapat dikonversi menjadi PR
Planned Order ke PR
Planned order release and receipt dates
Option to convert planned order to purchase requisition
Quiz
Masukan kunci kepada proses Master Scheduling adalah meliputi …, kecuali
a. Material Requirement Plan
b. Production Plan
c. Finished Goods Inventory Levels
d. Forecasted Demand
PR to PO
Departemen pembelian mengkonversi PR menjadi PO
Spesialis pembelian dapat mengelompokan item-item dari PR yang berbeda pada satu PO untuk menghemat biaya.
Spesialis pembelian dapat memproduksi lebih dari satu PO untuk item-item pada permintaan.
Spesialis pembelian dapat membuat lebih dari satu PO untuk item-item didalam permintaan.
SAP/R3 menyediakan alat untuk membantu spesialis pembelian memilih supplier terbaik (vendor) untuk material.
- Sesaat PO selesai, segera dikirim kepada supplier/vendor
- Sejumlah metode (mail, fax, EDI, internet) adalah tersedia untuk mengirimkan PO
Evaluasi Pemasok
Options to evaluate vendors
Quiz
S&OP adalah proses untuk mengembangkan perencanaan secara taktis dengan mengintegrasikan customer-focused marketing plans untuk produk baru maupun yang ada dengan manajemen operasi dan rantai suplai (Benar/Salah)
Quiz
S&OP menghasilkan:
a. Akurasi forecast yang rendah
b. Service customer yang rendah
c. Persediaan finished goods yang lebih tinggi
d. Laju pasokan yang lebih stabil
e. Pengenalan produk baru yang lebih lambat
Quiz
Manfaat dari S&OP meliputi:
a. Meningkatkan teamwork
b. Keputusan yang lebib baik dan cepat
c. Akuntanbilitas hasil yang lebih baik
d. B dan C benar
e. A dan B benar
f. Semua yang disebut diatas
Quiz
Master Production Schedule digunakan untuk:
a. Mendefinisikan apa yang perusahaan rencanakan untuk diproduksi.
b. Perencanaan untuk mengendalikan work-in-process
c. Menghitung pembelian bahan baku
d. Perencanaan terkait dengan demand yang berkaitan (dependent demand)
Quiz
Teknik capacity management yang digunakan untuk memvalidasi MPS adalah:
a. Resource Planning
b. RCCP
c. S&OP
d. Finite Scheduling
Quiz
Rough cut capacity planning digunakan untuk menguji feasibility dari master schedul yang diajukan (Benar/Salah)
Quiz
Capacity requirements dapat lebih sulit diprediksi dari pada perusahaan jasa dari pada manufacturing (Benar/Salah)
Quiz
Disaggregating dari aggregate terkait dengan:
a. yield management
b. planning a chase approach
c, master scheduling
d. short-range planning
Quiz
Mana yang berikut ini tidak merupakan suatu opsi kapasitas:
a. Menggunakan backorders
b. Menggunakan overtime
c. Menggunakan subcontractors
d. Menggunakan temporary workers
Quiz
Istilah available-to-promise adalah erat kaitannya dengan:
a. S&OP
b. RCCP
c. Disagregating rencana aggregate
d. MPS
Quiz
Berikut ini yang bukan mereupakan manfaat dari MRP:
a. Mengurangi harga jual
b. Mengurangi persediaan
c. Mengurangi waktu idle
d. MRP adalah flexible – mudah disesuaikan dari jadwal jika kebutuhan muncul
e. Respon yang lebih baik terhadap pasar
Quiz
Tujuan dasar dari MRP terdiri dari:
a. Mengendalikan tingkat persediaan
b. Memprioritaskan kebutuhan terhadap item tertentu.
c. Merencanakan kapasitas yang dibebankan ke sistem produksi.
d. A dan B benar
e. B dan C benar
f. A, B, dan C benar
Quiz
Tiga masukan utama pada program komputer MRP adalah:
a. MPS, Bills of material file, Capacitry Requirement planning
b. CRP, Planned order schedule, dan inventory status file
c. MPS, inventory records file, dan BOM file
d. MPS, CRP, dan inventory records file
e. MPS, planned order schedule, dan inventory records file
Quiz
Suatu MRP II dikenal juga sebagai:
a. Material Resource Production system
b. Manufacturing Requirement Production system
c. Manufacturing Resource Planning
d. Master Resource Planning System
e. Master Requirement Production System
Quiz
Pernyataan berikut yang benar terkait dengan Bill of materials:
a. Suatu daftar terstruktur dari semua material ataupun part yang diperlukan untuk memproduksi satu finish product
b. Jarang direvisi sesaat setelah dibuat
c. Dapat terdiri dari banyak versi untuk disiplin fungsional yang berbeda melintasi organisasi
d. Akan membawa kepada kecukupan kinerja dari MRP sepanang “threshold degree” dari akurasi terpenuhi berkisar 70%
e. Digunakan untuk keputusan dispacthing pada lantai produksi
Quiz
Gross Requirement dari suatu komponen part didalam sistem MRP ditentukan dari:
a. Net Requirements + on-hand
b. Net Requirements dari produk akhir
c. Gross Requirement dari komponen langsung
d. Planned order release dari produk akhir
e. Planned order release dari parent item
Quiz
MPS untuk dua produk, A dan B ditunjukan pada tabel dibawah. Untuk memproduksi item A, dua unit komponen C dibutuhkan. Untuk memproduksi item B, empat unit komponen C dibutuhkan. Saldo awal dari C adalah 10 pada week 1. Dengan menggunakan informasi ini, tentukan Gross Requirement komponen C pada awal week 1
a. 20 units
b. 15 units
c. 38 units
d. 28 units
e. 48 units
MPS | Wee1 |
Product A | 15 |
Product B | 2 |
Quiz
Berikut ini yang merupakan rumusan dari net requirement adalah:
a. Gross requirements – planned order receipt
b. Gross requirements – on-hand + planned order receipts
c. Gross requirements – on-hand – scheduled receipt
d. Gross requirements – planned order releases
e. sumua salah
Quiz
Teknik lot sizing yang menghasilkan planned order dengan kuantitas sama dengan net requirement pada masing-masing periode:
a. Lot for Lot
b. EOQ
c. Least Unit Cost
d. Least Total Cost
e. Semua yang diatas
Quiz
Salah satu kunci interface dengan MRP adalah:
a. S&OP
b. Customer service levels
c. Capacity Requirement Planning
d. Cost of Goods Sold
Quiz
Proses kalkulasi demand untuk komponen item bagi parent item dengan mengkalikan kebutuhan parent item dengan kuantitas komponen yang digunakan berdasarkan Bill of Material:
a. netting
b. requirement explosion
c. offseting
d. pegging
Quiz
Proses kalkulasi demand untuk komponen item bagi parent item dengan mengkalikan kebutuhan parent item dengan kuantitas komponen yang digunakan berdasarkan Bill of Material:
a. netting
b. requirement explosion
c. offseting
d. pegging
Quiz
Kuantitas yang ditunjukan pada inventory records sebagaimana stock fisik persediaan:
a. Allocated inventory
b. lot for lot
c. on-hand balance
d. projected avaialable balance
Quiz
Suatu daftar sub-assemblies, part dan bahan baku yang dirakit menjadi komponen parent yang dinyatakan sebagai kuantitas yang diperlukan untuk membuat rakitan:
a. routing
b. requirement explosion
c. planned order
d. bill of material
Quiz
Suatu suggested order quantity, release date, dan due date yang dibuat dari hasil perencanaan:
a. Component item
b. form planned order (FPO)
c. planned order
d. back order
Quiz
Ukuran order terhadap item tertentu kepada pabrik atau supplier, atau standard kuantitas pada proses produksi:
a. lot for lot
b. periodic order quantity
c. net requierement
d. lot size
Quiz
Order dari customer yang tidak dapat dipenuhi karena tidakcukupan persediaan untuk memenuhi demand:
a. backorder
b. exception message
c. priority planning
d. open order
Sekian & Terima Kasih