Dosen : Cico Jhon Karunia Simamora, SP. MSi.
Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan
Universitas Tanjungpura
Morfologi dan Struktur Sel Bakteri
Mikroskop :
Alat yang mengungkap rahasia struktur sel dan hingga saat ini merupakan alat yang sangat penting dalam biologi sel. Resolusi adalah kemampuan membedakan dua titik sebagai dua titik yang terpisah
Macam Mikroskop
❄ digunakan untuk melihat sel yang utuh
❄ Resolusinya 0,2 μm
Tipe Mikroskop cahaya
1. Mikroskop medan terang: sel mengabsorbsi cahaya, paling umum digunakan
berpendar
3. Mikroskop medan gelap: latar belakang gelap
sel dengan lingkungannya
B. Mikroskop yang memperlihatkan objek secara 3 dimensi
menggunakan polarisator cahaya, untuk melihat sel yang tidak diwarnai
menggabungkan sinar laser ke mikroskop cahaya, sel umumnya diwarnai dengan pewarna fluoresens
3. Mikroskop Tenaga Atom
mengamati spesimen secara horisontal dan vertikal
Mikroskop elektron :
Digunakan secara luas untuk mempelajari detail struktur sel.
mempelajari struktur internal, spesimen diwarnai dengan asam osmat, permanganat, uranium atau garam lathanum
2. Scanning
mempelajari permukaan sel, spesimen dilapisi lapisan tipis logam berat seperti emas.
(A)
(B)
(C)
(D)
(E)
(F)
(G)
(H)
Mikroskopi : (A). Medan Terang,
(B).Epifluoresensi,
(C). Medan Gelap,
(D). Kontras Fase,
(E). Interferensi,
(F). Confocal,
(G). Elektron Transmisi,
dan (H). Elektron Payar.
(D). Kontras Fase,
(F). Confocal,
A
B
Morfologi Sel
Membran Sel dan Dinding Sel
Membran sel dan dinding sel mempunyai fungsi yang sangat penting, contohnya membran berperanan pada transpor nutrien dan dinding sel untuk menjaga agar tidak lisis karena tekanan osmotik.
Membran Sitoplasma:
bersifat hidrofobik dan gliserolnya hidrofilik dan protein.
hidrogen dan interaksi hidrofobik.
secara spesifik pada membran dan sangat mobile.
Fungsi Membran
Tipe Transpor
Macam substansi yang ditranspor dan tipe transpornya
Translokasi grup: substansi yang ditranspor mengalami
perubahan kimiawi
Transpor dengan ATP Binding Casette (ABC)
Dinding sel bakteri: Peptidoglikan
bakteri Gram negatif dan bakteri Gram positif.
dihubungkan dengan ikatan β 1,4 pada asam N-
asetil muramat dan asam amino yang terdiri atas L-
alanin, D-alanin, D-asam glutamat, lisin atau asam
diaminopimelat (DPA). Komponen ini berhubungan
membentuk struktur pengulangan: glikan tetrapeptid.
Struktur Peptidoglikan
Struktur peptidoglikan pada E.coli dan S. aureus
Struktur Permukaan sel dan internal
1. Fimbriae dan Pili
Tidak dimiliki oleh semua sel, tidak berperan pada motilitas, kemungkinan untuk pelekatan
2. Lapisan S
Ada pada semua bakteri, bentuknya simetris:
heksagonal, tetragonal atau trimerik, fungsi belum jelas
3. Kapsul / glykokaliks
Dapat berbentuk lendir atau seperti karet, komponen
penyusunnya polisakarida dan sedikit protein
4. Polimer granula
Granula sebagai tempat penyimpanan energi, yang
paling umum asam poly b-hidroksibutirat (PHB)
Polihidroksibutirat
5. Materi lain
Magnetosom: besi mineral Fe3O4
Magnetosom
6. Vesikel Gas
Sianobakteri, bakteri fotosintetik purple dan hijau
serta beberapa Archaea yang hidup di danau dan
laut memproduksi vesikel gas yang dapat membuat
sel mengapung
Vesikel gas
7. Endospora
🟔 Endospora adalah sel yang berdiferensiasi dan sangat
resisten terhadap panas.
🟔 Struktur spora lebih kompleks dari sel vegetatif dan
terdiri atas:
protein.
2. Spore Coat yang terdiri atas lapisan-lapisan protein spora
spesifik (SASP= small acid-soluble spore protein).
3. Corteks yang terdiri atas peptidoglikan.
4. Core/protoplas spora yang biasa mengandung dinding sel,
membran sitoplasma, nukleoid dan sebagainya.
☺ Core mengandung substansi yang hanya ada pada
endospora yaitu asam dipikolinat yang jumlahnya
mencapai 10% dari berat kering.
☺ Sporulasi hanya terjadi bila sel tidak tumbuh lagi
karena kehabisan nutrien yang esensial. Pada Bacillus
proses sporulasi memerlukan waktu 8 jam. Germinasi
melibatkan proses aktivasi, germinasi dan
pertumbuhan.