Pernahkah kalian melihat pertandingan MotoGP di televisi? Perhatikan motor ketika berbelok atau menikung. Posisi motor membentuk sudut lancip terhadap jalan atau miring ketika menikung. Makin tajam tikungan maka makin kecil sudut yang dibentuk motor dengan jalan. Bagaimanakah mengukur sudut yang dibentuk oleh suatu benda?
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Isi Materi
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Apa yang Kalian Ketahui?
Apa yang Akan Kalian Pelajari?
Kalian tahu cara membuat suatu garis lurus.
Cobalah.
Buatlah dua titik yang berbeda. Tarik garis yang melalui kedua titik tersebut. Ada berapa garis lurus yang dapat dibuat melalui kedua titik tersebut?
Kalian tahu cara mengukur suatu sudut menggunakan busur derajat.
Contoh:
Kalian akan mempelajari kedudukan dua garis dan sifat-sifatnya.
Kalian akan mempelajari satuan sudut yang lebih kecil.
A
O
B
∠AOB = 45o
2o30'18'‘ = 2o + (30 × )o + (18 × )o
= 2o + 0,5o + 0,005o
= 2,505o
1_
60
1 _
3.600
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai bahkan menggunakan sudut, seperti kejadian berikut.
α
Arah pandangan pilot ke kapal dan garis horizontal membentuk sudut α.
β
Arah laju mobil dan bidang horizontal membentuk sudut β.
A
O
B
Kaki Sudut
Kaki Sudut
Titik Sudut
Daerah Sudut
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Tanda ' dibaca menit dan '' dibaca detik.
α
β
α + β
θ
γ
θ – γ
Pemutaran garis berlawanan arah jarum jam berarti penambahan, sedangkan pemutaran searah perputaran berarti pengurangan.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Ambil dan amati penggaris dan busur derajat.
Pada busur derajat terdapat dua skala, yaitu skala dalam dan skala luar. Skala dalam digunakan untuk mengukur sudut berlawanan arah jarum jam, sedangkan skala luar digunakan untuk mengukur sudut searah jarum jam.
a. Menggambar Sudut
Gambarlah sudut 70o dengan penggaris dan busur derajat. Untuk menggambar sudut 70o, ikutilah langkah-langkah berikut.
1. Gambarlah garis lurus AB.
2. Letakkan busur derajat pada garis AB dengan pusat busur berimpit dengan titik A.
3. Berilah tanda titik C pada angka 70o.
4. Hubungkan titik A dan C untuk mendapatkan sudut 70o.
A
B
•
C
70o
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Langkah-langkah menggambar sudut adalah sebagai berikut.
a. Buatlah salah satu kaki sudutnya, misalnya sinar garis AB.
b. Letakkan busur derajat pada AB sehingga titik tengah busur berimpit dengan titik A.
c. Tentukan letak sebuah titik, misalnya titik C sebesar sudut yang ingin digambar.
d. Hubungkan titik A dan C sehingga terbentuk sudut yang diinginkan.
b. Notasi dan Nama Sudut
Sudut diberi notasi dengan tanda ”∠” (dibaca sudut). Sudut biasanya diberi nama dengan tiga cara, yaitu sebagai berikut.
1. Memberi nama sudut secara langsung
Huruf Yunani seperti α (alfa), β (beta), γ (gama), dan θ (theta) sering digunakan dalam pemberian nama sudut secara langsung.
2. Menggunakan nama titik sudut
Pemberian nama sudut juga dapat dilakukan dengan menyebutkan nama titik sudut tersebut.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
3. Menggunakan nama ujung kaki sudut
Pemberian nama sudut dengan menggunakan titik ujung kaki sudut biasanya menggunakan tiga huruf kapital. Titik sudut diletakkan di tengah.
Sudut pada gambar di atas dapat diberi nama sebagai ∠α, ∠A, ∠BAC, atau ∠CAB.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Tentukan besar ∠ABC dan ∠DEF pada berikut.
Penyelesaian:
Cara mengukur ∠ABC adalah sebagai berikut.
a. Impitkan titik sudut pada titik O yang ada di busur derajat.
b. Impitkan kaki sudut BC dengan garis horizontal pada busur derajat.
c. Tentukanlah besar ∠ABC dengan melihat kaki sudut AB (gunakan skala yang di dalam).
d. Ternyata diperoleh besar ∠ABC = 60o.
B
C
A
Dengan cara yang sama, diperoleh besar ∠DEF = 110o
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
1. Lukislah busur lingkaran ℓ1 yang berpusat di A dengan jari-jari sembarang pada ∠BAC. ℓ1 memotong AB di titik K dan memotong AC di titik L.
2. Lukislah garis XY yang panjangnya sama dengan AB.
3. Dengan jari-jari AK, lukislah busur lingkaran ℓ1 dengan pusat X. Busur lingkaran ini memotong XY di titik P.
4. Lukislah busur lingkaran ℓ2 yang berpusat di P dan berjari-jari KL sehingga ℓ2 memotong busur lingkaran ℓ1 di titik Q.
5. Hubungkan titik X dan Q.
A
B
C
K
L
ℓ1
X
Y
ℓ1
P
ℓ2
Q
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
1. Lukislah busur lingkaran dengan pusat di A dan jari-jari sembarang. Busur lingkaran ini memotong AB di titik P dan memotong AC di titik Q.
2. Lukislah dua busur lingkaran yang berjari-jari sama AP dan AQ, masing-masing dengan pusat di P dan Q. Kedua busur lingkaran itu berpotongan di titik S.
3. Hubungkan titik A dan titik S. Dengan demikian ∠BAS = ∠CAS. Garis AS disebut garis bagi sudut.
P
Q
A
B
C
S
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
a. Melukis Sudut 90o
1. Lukislah busur lingkaran dengan pusat di titik A dan berjari-jari AB sehingga memotong AB di titik B dan C.
2. Lukislah dua busur berjari-jari sama, masing-masing berpusat di titik B dan C. Kedua busur ini berpotongan di titik D.
•
•
•
A
B
C
D
3. Hubungkan titik A dan titik D maka diperoleh ∠BAD = 90o.
b. Melukis Sudut 45o
Sudut 45o diperoleh dengan cara membagi sudut 90o menjadi dua bagian sama besar.
E
45o
•
•
•
A
B
C
D
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
c. Melukis Sudut 60o
1. Buatlah AB, kemudian dengan pusat A dan B, buatlah dua busur lingkaran dengan jari-jari sama dengan AB.
2. Hubungkan titik A dengan C. Dengan demikian diperoleh ∠BAC = 60o (mengapa?). Cobalah kalian uji hasil ini dengan busur derajat!
A
B
C
d. Melukis Sudut 30o
1. Lukis ∠BAC = 60o.
2. Lukis garis bagi ∠BAC, yaitu garis bagi AD.
Karena garis bagi adalah garis yang membagi dua sudut sama besar maka
∠BAD = ½ × ∠BAC
= ½ × 60o
= 30o
A
B
C
60o
30o
D
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
e. Melukis Sudut 150o
a. Lukis ∠BAD = 90o, kemudian lukis ∠DAF = 60o.
b. Karena ∠BAF = ∠BAD + ∠DAF maka besar
∠BAF = 90o + 60o = 150o.
A
B
C
D
F
f. Melukis Sudut 270o
1. Lukislah busur lingkaran dengan pusat titik A dan berjari-jari AB sehingga memotong AB di titik B dan C.
2. Lukislah dua busur lingkaran berjari-jari sama, masing-masing berpusat di titik B dan C. Kedua busur ini berpotongan di titik D.
3. Hubungkan titik A dan titik D maka diperoleh sudut refleks BAD = 270o (mengapa?)
∠BAC = 180o (sudut pelurus), sedangkan AD ⊥ BC sehingga diperoleh ∠CAD = ∠BAD = 90o.
Dengan demikian diperoleh sudut refleks BAD
= ∠BAC + ∠CAD
= 180o + 90o
= 270o.
A
B
C
D
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Pojok-pojok benda yang membentuk sudut.
1. Sudut yang besarnya antara 0o dan 90o disebut sudut lancip.
2. Sudut yang besarnya 90o disebut sudut siku-siku.
3. Sudut yang besarnya antara 90o dan 180o disebut sudut tumpul.
4. Sudut yang besarnya lebih dari 180o disebut sudut refleks.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
a. Dua Sudut Saling Berpelurus (Bersuplemen)
Dua sudut dikatakan saling berpelurus (bersuplemen) jika kedua sudut itu berjumlah 180o.
b. Dua Sudut Saling Berpenyiku (Berkomplemen)
Dua sudut dikatakan saling berpenyiku (berkomplemen) jika jumlah besar kedua sudut itu sama dengan 90o.
c. Dua Sudut Saling Bertolak Belakang
Dua sudut yang bertolak belakang adalah sama besar.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Tiang bendera dan penggaris dapat dipandang sebagai garis lurus.
Jalan dapat dipandang sebagai garis lengkung.
A
B
disebut ruas garis AB ditulis AB.
A
B
Jika ujung B diperpanjang diperoleh sinar garis AB, ditulis AB.
A
B
Jika kedua ujung diperpanjang tanpa batas, diperoleh garis lurus AB, ditulis AB.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
a. Dua Garis Sejajar
a
b
b. Dua Garis Berpotongan
k
l
c. Dua Garis Berimpit
q
p
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
d. Dua Garis Bersilangan
Aksioma
Melalui sebuah titik di luar garis dapat dibuat tepat sebuah garis yang sejajar dengan garis itu.
g
h
• P
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Sifat 1
Jika sebuah garis memotong salah satu dari dua garis sejajar maka garis tersebut juga memotong garis yang kedua.
h
•
A
l
g
B
•
Sifat 2
Jika sebuah garis sejajar dengan dua buah garis maka kedua garis itu sejajar satu sama lain.
g
l
h
Benda-benda yang membentuk garis vertikal dan horizontal
Tali membentuk garis vertikal
Permukaan air membentuk garis horizontal
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
k
l
m
P
Q
2
2
1
3
4
1
3
4
Sifat 1
Jika dua garis sejajar dipotong oleh sebuah garis maka sudut-sudut yang sehadap sama besar.
k
l
m
P
Q
1
2
3
4
1
2
3
4
Sifat 2
Jika dua garis sejajar dipotong oleh sebuah garis maka sudut-sudut dalam berseberangan sama besar.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
k
l
m
P
Q
1
2
3
4
1
2
3
4
Sifat 3
Jika dua garis sejajar dipotong oleh sebuah garis maka sudut-sudut luar berseberangan sama besar.
k
l
m
P
Q
1
2
3
4
1
2
3
4
∠P4 + ∠Q1 = 180o.
Sifat 4
Jika dua garis sejajar dipotong oleh sebuah garis maka jumlah besar sudut-sudut dalam sepihak adalah 180o.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
k
l
m
P
Q
1
2
3
4
1
2
3
4
∠P1 + ∠Q4 = 180o.
Sifat 5
Jika dua garis sejajar dipotong oleh sebuah garis maka jumlah besar sudut-sudut luar sepihak adalah 180o.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
a. Dengan menggunakan jangka, buatlah busur lingkaran berpusat di titik A dan B dengan jari-jari sama sehingga kedua busur itu berpotongan di titik K dan L.
b. Buatlah ruas garis dari titik K ke L sehingga memotong AB di titik O. Dari langkah tersebut diperoleh AO = OB. Dengan demikian, ruas garis AB terbagi menjadi dua bagian sama panjang.
Bagaimana cara membagi ruas garis AB menjadi empat bagian sama panjang?
Bagilah AO dan OB masing-masing menjadi dua bagian sama panjang sehingga AM = MO = ON = NB.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Perhatikan gambar di bawah ini.
m
C
n
A
B
•
Segmen garis AB terbagi menjadi dua segmen garis, yaitu segmen garis AC dan CB. Pada gambar tersebut panjang segmen garis AC = m dan panjang garis CB = n. Jika perbandingan m dan n diketahui, kita dapat menghitung panjang AC, AB, dan CB.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT