PTS
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MELALUI IN HOUSE TRAINING DI SD NEGERI KARANGASEM
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Oleh : Sunarto, S.Pd.
SD Negeri Karangasem Andong
Latar Belakang
Kemampuan
Kurang
PEMBELAJARAN
BELUM SESUAI
PEMAHAMAN
KURIKULUM
KURANG
Kurikulum Merdeka Mulai dilaksanakan
Kemampuan menyusun modul ajar kurang
Motivasi guru kurang
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana IHT dapat meningkatkan
kemampuan guru menyusun modul ajar
Apakah In House Training dapat
Meningkatkan kemampuan guru?
IDENTIFIKASI MASALAH
Latar Belakang
Ruang Lingkup Penelitian
Kegiatan | In House Training |
Memantau |
|
Menilai | Kemampuan guru dalam melaksanakan kurikulum merdeka dengan menyusun perencanaan pembelajaran yang baik |
� Membina |
|
Melaporkan dan Tindak Lanjut |
|
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kajian Teori
Kemampuan Guru
Kemampuan Guru
Standar Kemampuan Guru Direktorat Tenaga Kependidikan 2003 :
1. Penyusunan rencana pembelajaran
2. Pelaksanaan interaksi belajar-mengajar
3. Penilaian prestasi belajar peserta didik
4. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik
5. Pengembangan profesi
6. Pemahaman wawasan kependidikan
7. Penguasaan bahan kajian akademik (sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan
1
Modul Ajar
Pendapat Ahli :
a. Ketepatan media dengan tujuan pengajaran;
b. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran;
c. Kemudahan memperoleh media;
d. Keterrampilan guru dalam menggunakannya;
e. Tersedia waktu untuk menggunakannya; dan
f. Sesuai dengan taraf berfikir anak.
2
Media TIK dalam Pembelajaran
Pendapat Ahli :
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata kata tertulis atau lisan belaka)
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra seperti :
1) Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film atau model.
2) Objek yang kecil dapat dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar.
3) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau highspeed photografi.
4) Kejadian masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai foto atau secara verbal.
5) Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model,diagram dan lain-lain.
6) Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dll) dapat ditampilkan : bentuk film, gambar dll
c. Menimbulkan kegairahan belajar, Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan
lingkungan dan kenyataan, Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya
2
Tujuan Penggunaan TIK :
2. Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang teknologi.
3. Menciptakan situasi belajar yang menyenangkan dan tidak mudah dilupakan oleh siswa.
4. Menjadikan siswa belajar lebih efektif, efesien dan bermakna.
5. Membuka peluang belajar dimana saja, dan kapan saja.
6. Memberikan motivasi belajar kepada siswa.
7. Menjadikan belajar sebagai kebutuhan
1. Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga merangsang minat siswa untuk belajar.
Media TIK dalam Pembelajaran
2
Supervisi Akademik
Pendapat Ahli :
3
Tujuan
Supervisi Akademik :
2. Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru, yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.
3. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah.
4. Mendiskusikan dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru.
5. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara tatap muka, dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan.
6. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap, yaitu pertemuan awal, pengamatan, dan umpan balik..
7. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan
1. Supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah), sehingga inisiatif tetap berada di tangan tenaga kependidikan.
Tujuan
Supervisi Akademik
3
8. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah.
Metode�dalam Penelitian
Pendapat Ahli :
a. Jenis penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif yaitu dengan membandingkan dua
perlakuan atau lebih dari suatu variabel, atau beberapa variabel yang ada.
b. Tujuan penelitian kuantitatif komparatif untuk melihat perbedaan dua atau lebih situasi, peristiwa, kegiatan, atau program.
c. Perbandingan yang dilihat dari penelitian ini adalah bagaimana seluruh unsur dalam komponen penelitian terkait
antara satu sama lain.
d. Perhitungan yang digunakan metode penelitian kuantitatif komparatif adalah berupa persamaan dan perbedaan dalam
perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung hasil, dimana peneliti menganalisis data hasil penelitian dengan
prosedur dan instrumen penelitian yang telah ditetapkan secara mendalam, mengumpulkan informasi secara lengkap
dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan.
4
Supervisi
Akademik Awal :
4. Refleksi
Melakukan refleksi kegiatan bersama guru terhadap tahapan awal penelitian
7. Pembinaan, penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor
terhadap perilaku guru yang positif sebagai hasil supervisi akademik
1. Perencanaan tindakan
a. Sosialisasi penelitian kepada guru
b. Penyusunan Instrumen penelitian
c. Membuat kesepakatan jadwal penelitian dengan guru
Tahapan
Penelitian Tindakan Sekolah
4
2. Pelaksanaan tindakan
a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru
b. Menilai kemampuan guru sesuai instrument, prosedur dan rubrik yang telah disusun
3. Observasi dan evaluasi
a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru
b. Analisis hasil supervisi sesuai prosedur dan rubrik yang telah disusun
c. Menyusun laporan analisis hasil supervisi akademik awal
d. Evaluasi pelaksanaan dan rencana tindak lanjut
Supervisi
Akademik Siklus-1 :
4. Refleksi
Melakukan refleksi kegiatan bersama guru terhadap tahapan penelitian siklus-1
7. Pembinaan, penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor
terhadap perilaku guru yang positif sebagai hasil supervisi akademik
1. Perencanaan tindakan
a. Sosialisasi penelitian kepada guru
b. Penyusunan Instrumen penelitian
c. Membuat kesepakatan jadwal penelitian dengan guru
Tahapan
Penelitian Tindakan Sekolah
4
2. Pelaksanaan tindakan
a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru
b. Menilai kemampuan guru sesuai instrument, prosedur dan rubrik yang telah disusun
3. Observasi dan evaluasi
a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru
b. Analisis hasil supervisi sesuai prosedur dan rubrik yang telah disusun
c. Menyusun laporan analisis hasil supervisi akademik awal
d. Evaluasi pelaksanaan dan rencana tindak lanjut
Supervisi
Akademik Siklus-2 :
4. Refleksi
Melakukan refleksi kegiatan bersama guru terhadap pelaksanaan penelitian
7. Pembinaan, penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor
terhadap perilaku guru yang positif sebagai hasil supervisi akademik
1. Perencanaan tindakan
a. Sosialisasi penelitian kepada guru
b. Penyusunan Instrumen penelitian
c. Membuat kesepakatan jadwal penelitian dengan guru
Tahapan
Penelitian Tindakan Sekolah
4
2. Pelaksanaan tindakan
a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru
b. Menilai kemampuan guru sesuai instrument, prosedur dan rubrik yang telah disusun
3. Observasi dan evaluasi
a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru
b. Analisis hasil supervisi sesuai prosedur dan rubrik yang telah disusun
c. Menyusun laporan analisis hasil supervisi akademik awal
d. Evaluasi pelaksanaan dan rencana tindak lanjut
Perolehan dan Pengumpulan Data :
1. Data hasil supervisi akademik awal
2. Data hasil supervisi akademik Siklus-1
3. Data hasil supervisi akademik Siklus-2
Data
dan Penngumpulan Data
2
Analisis Data Hasil Penelitian :
1. Pencarian data merupakan proses lapangan dengan
persiapan pralapangan.
2. Setelah mendapatkan hasil penemuan dilapangan, data
tersebut ditata secara sistematis.
3. Menyajikan temuan yang diperoleh dari lapangan.
Analisis
Hasil Penelitian
2
4. Melakukan pencarian makna secara berulang sampai tidak
ada lagi keraguan. Disini diperlukan peningkatan pemahaman
peneliti terhadap apa yang terjadi dilapangan.
Analisis Data Hasil Penelitian :
Analisis
Hasil Penelitian
2
Analisis data menurut Iqbal Hasan ( 2004: 29 ) :
Membaca tabel-tabel, grafik-grafik, atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penafsiran terhadap data-data hasil penelitian.
( Teknik Analisa Data : merujuk Analisis Kualitatif )
Analisis Data Hasil Penelitian :
1. Reduksi Data
2. Penyajian Data
3. Penarikan Kesimpulan
Analisis
Hasil Penelitian
2
No
| Nama Guru | Skor Perolehan Awal | Skor Perolehan Siklus I | Skor Perolehan Siklus II |
1 | Ika Tri Margini, S.Pd.SD | 80.01 | 84,56 | 90,36 |
2 | Maryatun, S.Pd | 74.38 | 81,29 | 89,10 |
3 | Sri Yamtinah,S.Pd.SD | 80.50 | 86,73 | 91,74 |
4 | Muh Ridwan Febrian,S.Pd | 84.36 | 89,29 | 94,42 |
5 | Sri Purwanti, S.Pd.SD | 82.31 | 88,42 | 93,31 |
6 | Eni Susilowati, S.Pd.SD | 87.48 | 91,40 | 94,99 |
7 | Muh Rifai, S.Pd.I | 82.21 | 87,20 | 90,96 |
8 | Sugeng Romadhon, S.Pd | 78.24 | 82,35 | 88,56 |
9 | Wardatul Hanifah, S.Pd | 82.81 | 87,51 | 93,33 |
|
|
|
|
|
Jumlah Nilai | 732.30 | 778,75 | 826,79 | |
Nilai rata-rata | 81.37 | 86.53 | 91,87 | |
% Jumlah Guru Yang Mencapai nilai supervisi akademik minimal 85 | 11,11 % ( 1 guru ) | 66,67 % ( 6 guru ) | 100 % ( 9 guru ) | |
TABEL HASIL PENELITIAN
HASIL PENELITIAN
KONDISI AWAL
SIKLUS 1
SIKLUS 2
KEMAMPUAN GURU
KURANG
KEMAMPUAN
MENINGKAT
100% MELEBIHI
INDIKATOR 85%
.
Hipotesis Tindakan
KESIMPULAN
Kompetensi Guru dalam Menyusun Modul Ajar dapat Ditingkatkan Melalui In House Training di SD Negeri Karangasem
Tahun Pelajaran 2022/2023
Photo Penelitian Awal
Photo In House Training Siklus-1
Photo In House Training Siklus-2
TERIMA KASIH