1 of 31

PTS

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA MELALUI IN HOUSE TRAINING DI SD NEGERI KARANGASEM

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Oleh : Sunarto, S.Pd.

SD Negeri Karangasem Andong

2 of 31

Latar Belakang

Kemampuan

Kurang

PEMBELAJARAN

BELUM SESUAI

PEMAHAMAN

KURIKULUM

KURANG

Kurikulum Merdeka Mulai dilaksanakan

Kemampuan menyusun modul ajar kurang

Motivasi guru kurang

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana IHT dapat meningkatkan

kemampuan guru menyusun modul ajar

Apakah In House Training dapat

Meningkatkan kemampuan guru?

IDENTIFIKASI MASALAH

3 of 31

Latar Belakang

  • Lolos seleksi program sekolah penggerak
  • Kompetensi guru dalam pemanfaatan TIK belum maksimal
  • Pelatihan guru merupakan bagian dari strategi untuk memotivasi dan meningkatkan kompetensi guru memanfaatkan TIK dalam memaksimalkan pemahaman kurikulum merdeka.

4 of 31

Ruang Lingkup Penelitian

Kegiatan

In House Training

Memantau

  1. Pelaksanaan pembelajaran terutama dalam menyusun modul ajar
  2. Keterlaksanaan kurikulum tiap kelas

Menilai

Kemampuan guru dalam melaksanakan kurikulum merdeka dengan menyusun perencanaan pembelajaran yang baik

Membina

  1. Guru dalam menyusun modul ajar
  2. Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas/ ruang praktek / pembelajaran luar kelas
  3. Guru dalam membuat, mengelola dan menggunakan media pendidikan dan pembelajaran
  4. Guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan
  5. Guru dalam mengolah dan menganalisis data hasil penilaian
  6. Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

Melaporkan dan Tindak Lanjut

  1. Hasil pengawasan akademik di sekolah
  2. Menindaklanjuti hasil-hasil pengawasan akademik untuk meningkatkan kemampuan profesional

5 of 31

Rumusan Masalah

  • Apakah in haouse training dapat meningkatkan kemampuan guru dalam Menyusun modul ajar di SD Negeri Karangasem pada tahun pelajaran 2022/2023?

6 of 31

Tujuan Penelitian

  • Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru di sekolah dalam Menyusun modul ajar untuk menunjang pembelajaran melalui In House Training.

7 of 31

Manfaat Penelitian

  • Memberikan wacana, wawasan, dan motivasi kepada guru dalam penyusunan modul ajar untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan kegiatan penelitian tindakan
  • Bagi peneliti, untuk menumbuhkan motivasi dan meningkatkan kompetensi dalam penyusunan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesi guru.

8 of 31

Kajian Teori

  • Hani Handoko (2000: 22) kemampuan sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan oleh seorang guru pada waktu memberikan pelajaran kepada siswanya. Kemampuan guru dapat dilihat saat dia melaksanakan interaksi belajar mengajar di kelas termasuk persiapannya baik dalam bentuk program semester maupun persiapan mengajar lainya.

Kemampuan Guru

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1990:503) Kemampuan berarti sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan atau kemampuan kerja.

  • Henry Simamora (2001:327) Kemampuan adalah tingkat pencapaian standar pekerjaan.

  • Hadari Nawawi (2005:235) menegaskan bahwa kemampuan adalah hasil pelaksanaan suatu pekerjaan, baik fisik/material maupun non material.

9 of 31

Kemampuan Guru

Standar Kemampuan Guru Direktorat Tenaga Kependidikan 2003 :

1. Penyusunan rencana pembelajaran

2. Pelaksanaan interaksi belajar-mengajar

3. Penilaian prestasi belajar peserta didik

4. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik

5. Pengembangan profesi

6. Pemahaman wawasan kependidikan

7. Penguasaan bahan kajian akademik (sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan

1

10 of 31

Modul Ajar

  • Azhar Arsyad (1997: 76-77) Kriteria : 1) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai; 2) tepat untuk mendukung isi pelajaran; 3) praktis, luwes, dan tahan; 4) guru terampil menggunakannya; 5) pengelompokan sasaran; dan 6) mutu teknis.

Pendapat Ahli :

  • Romiszowki (dalam Darmojo,1991:8) media merupakan perantara untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada siswa.

  • I Nyoman Sudana Degeng (1993; 26-27) Kriteria : 1) tujuan instruksional; 2) keefektifan; 3) siswa; 4) ketersediaan; 5) biaya pengadaan; 6) kualitas teknis.
  • Basuki Wibawa dan Farida Mukti (1992/1993: 67-68) Kriteria : 1) tujuan; 2) karakteristik siswa; 3) alokasi waktu; 4) ketersediaan; 5) efektivitas; 6) kompatibilitas; dan 7) biaya.
  • Nana Sudjana (1990: 4-5) Kriteria memilih media pembelajaran :

a. Ketepatan media dengan tujuan pengajaran;

b. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran;

c. Kemudahan memperoleh media;

d. Keterrampilan guru dalam menggunakannya;

e. Tersedia waktu untuk menggunakannya; dan

f. Sesuai dengan taraf berfikir anak.

  • Kesimpulan : pertimbangan dalam pemilihan media yaitu tujuan pembelajaran, keefektifan, peserta didik, ketersediaan, kualitas teknis, biaya, fleksibilitas, dan kemampuan orang yang menggunakannya serta alokasi waktu yang tersedia.

2

11 of 31

Media TIK dalam Pembelajaran

Pendapat Ahli :

  • Arsyad, 2015:31 Jenis media pembelajaran TIK : (1) media hasil teknologi cetak, (2) media hasil teknologi audio-visual, (3) media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, dan (4) media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.
  • Rusman, 2015:88 Media TIK : 1) Teknologi informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. 2) Teknologi komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransferkan data dari perangkat yang satu kesatunya.
  • Prawiradilaga, 2013:18 Guna Media Teknologi dalam Pendidikan :

a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata kata tertulis atau lisan belaka)

b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra seperti :

1) Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film atau model.

2) Objek yang kecil dapat dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar.

3) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau highspeed photografi.

4) Kejadian masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai foto atau secara verbal.

5) Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model,diagram dan lain-lain.

6) Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dll) dapat ditampilkan : bentuk film, gambar dll

c. Menimbulkan kegairahan belajar, Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan

lingkungan dan kenyataan, Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya

2

12 of 31

Tujuan Penggunaan TIK :

  • Prawiradilaga, (2013:19) Tujuan digunakan media TIK dalam pembelajaran :

2. Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang teknologi.

3. Menciptakan situasi belajar yang menyenangkan dan tidak mudah dilupakan oleh siswa.

4. Menjadikan siswa belajar lebih efektif, efesien dan bermakna.

5. Membuka peluang belajar dimana saja, dan kapan saja.

6. Memberikan motivasi belajar kepada siswa.

7. Menjadikan belajar sebagai kebutuhan

1. Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga merangsang minat siswa untuk belajar.

Media TIK dalam Pembelajaran

2

13 of 31

Supervisi Akademik

Pendapat Ahli :

  • M. Ngalim Purwanto, 2004:32 Supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif
  • Peid Sahertian, 2000:17 Carter, supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.
  • M. Ngalim Purwanto (2004:120-122) Teknik Supervisi : 1) Teknik perseorangan : a. Kunjungan kelas (classroom visition) : kunjungan sewaktu-waktu kepala sekolah. b. Mengadakan kunjungan observasi (observation visits) : observasi praktek mengajar dengan teknik tertentu. c. Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa dan atau mengatasi problema yang dialami siswa. 2) Teknik kelompok : a. Mengadakan pertemuan atau rapat (meetings). b. Mengadakan diskusi kelompok (group discussions). c. Mengadakan penataran-penataran (inservice-training).

3

14 of 31

Tujuan

Supervisi Akademik :

  • E. Mulyasa (2004:112) Karakteristik Supervisi :

2. Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru, yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.

3. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah.

4. Mendiskusikan dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru.

5. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara tatap muka, dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan.

6. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap, yaitu pertemuan awal, pengamatan, dan umpan balik..

7. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan

1. Supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah), sehingga inisiatif tetap berada di tangan tenaga kependidikan.

Tujuan

Supervisi Akademik

3

8. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah.

15 of 31

Metode�dalam Penelitian

Pendapat Ahli :

  • Denzin & Licoln (1994) metode penelitian kualitatif : penelitian dengan latar belakang alamiah dengan maksud untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan cara melibatkan metode penelitian lainnya
  • Mohamed, Abdul Majid & Ahmad, (2010) Metode kualitatif lebih menekankan pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena tersebut. Analisis dan ketajaman penelitian kualitatif sangat terpengaruh pada kekuatan kata dan kalimat yang digunakan, fokus penelitian kualitatif adalah pada prosesnya dan pemaknaan hasilnya. Perhatian penelitian kualitatif lebih tertuju pada elemen manusia, objek, dan institusi, serta hubungan atau interaksi di antara elemen-elemen tersebut, dalam upaya memahami suatu peristiwa, perilaku, atau fenomena
  • Dasar pemilihan metode penelitian kualitatif komparatif :

a. Jenis penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif yaitu dengan membandingkan dua

perlakuan atau lebih dari suatu variabel, atau beberapa variabel yang ada.

b. Tujuan penelitian kuantitatif komparatif untuk melihat perbedaan dua atau lebih situasi, peristiwa, kegiatan, atau program.

c. Perbandingan yang dilihat dari penelitian ini adalah bagaimana seluruh unsur dalam komponen penelitian terkait

antara satu sama lain.

d. Perhitungan yang digunakan metode penelitian kuantitatif komparatif adalah berupa persamaan dan perbedaan dalam

perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung hasil, dimana peneliti menganalisis data hasil penelitian dengan

prosedur dan instrumen penelitian yang telah ditetapkan secara mendalam, mengumpulkan informasi secara lengkap

dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan.

4

16 of 31

Supervisi

Akademik Awal :

  • E. Mulyasa (2004:112) Karakteristik Supervisi :

4. Refleksi

Melakukan refleksi kegiatan bersama guru terhadap tahapan awal penelitian

7. Pembinaan, penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor

terhadap perilaku guru yang positif sebagai hasil supervisi akademik

1. Perencanaan tindakan

a. Sosialisasi penelitian kepada guru

b. Penyusunan Instrumen penelitian

c. Membuat kesepakatan jadwal penelitian dengan guru

Tahapan

Penelitian Tindakan Sekolah

4

2. Pelaksanaan tindakan

a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru

b. Menilai kemampuan guru sesuai instrument, prosedur dan rubrik yang telah disusun

3. Observasi dan evaluasi

a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru

b. Analisis hasil supervisi sesuai prosedur dan rubrik yang telah disusun

c. Menyusun laporan analisis hasil supervisi akademik awal

d. Evaluasi pelaksanaan dan rencana tindak lanjut

17 of 31

Supervisi

Akademik Siklus-1 :

  • Tahapan Penelitian :

4. Refleksi

Melakukan refleksi kegiatan bersama guru terhadap tahapan penelitian siklus-1

7. Pembinaan, penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor

terhadap perilaku guru yang positif sebagai hasil supervisi akademik

1. Perencanaan tindakan

a. Sosialisasi penelitian kepada guru

b. Penyusunan Instrumen penelitian

c. Membuat kesepakatan jadwal penelitian dengan guru

Tahapan

Penelitian Tindakan Sekolah

4

2. Pelaksanaan tindakan

a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru

b. Menilai kemampuan guru sesuai instrument, prosedur dan rubrik yang telah disusun

3. Observasi dan evaluasi

a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru

b. Analisis hasil supervisi sesuai prosedur dan rubrik yang telah disusun

c. Menyusun laporan analisis hasil supervisi akademik awal

d. Evaluasi pelaksanaan dan rencana tindak lanjut

18 of 31

Supervisi

Akademik Siklus-2 :

  • Tahapan Penelitian :

4. Refleksi

Melakukan refleksi kegiatan bersama guru terhadap pelaksanaan penelitian

7. Pembinaan, penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor

terhadap perilaku guru yang positif sebagai hasil supervisi akademik

1. Perencanaan tindakan

a. Sosialisasi penelitian kepada guru

b. Penyusunan Instrumen penelitian

c. Membuat kesepakatan jadwal penelitian dengan guru

Tahapan

Penelitian Tindakan Sekolah

4

2. Pelaksanaan tindakan

a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru

b. Menilai kemampuan guru sesuai instrument, prosedur dan rubrik yang telah disusun

3. Observasi dan evaluasi

a. Melaksanakan supervisi akademik awal sesuai kesepakatan jadwal guru

b. Analisis hasil supervisi sesuai prosedur dan rubrik yang telah disusun

c. Menyusun laporan analisis hasil supervisi akademik awal

d. Evaluasi pelaksanaan dan rencana tindak lanjut

19 of 31

Perolehan dan Pengumpulan Data :

  • Menurut Sugiyono (2016:225) data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data primer didapatkan melalui kegiatan wawancara dengan subyek penelitian dan dengan observasi atau pengamatan langsung di lapangan.

1. Data hasil supervisi akademik awal

2. Data hasil supervisi akademik Siklus-1

3. Data hasil supervisi akademik Siklus-2

Data

dan Penngumpulan Data

2

20 of 31

Analisis Data Hasil Penelitian :

  • Sirajuddin Saleh (2017:74). Analisis data dapat juga diartikan sebagai proses menyikapi data, menyusun, memilah dan mengolahnya ke dalam sebuah susunan yang sistematis dan bermakna. Maka dari itu hal yang harus diperhatikan dalam analisis data yaitu :

1. Pencarian data merupakan proses lapangan dengan

persiapan pralapangan.

2. Setelah mendapatkan hasil penemuan dilapangan, data

tersebut ditata secara sistematis.

3. Menyajikan temuan yang diperoleh dari lapangan.

Analisis

Hasil Penelitian

2

4. Melakukan pencarian makna secara berulang sampai tidak

ada lagi keraguan. Disini diperlukan peningkatan pemahaman

peneliti terhadap apa yang terjadi dilapangan.

21 of 31

Analisis Data Hasil Penelitian :

Analisis

Hasil Penelitian

2

Analisis data menurut Iqbal Hasan ( 2004: 29 ) :

    • Membandingkan dua hal atau dua nilai variabel untuk mengetahui selisihnya atau rasionya, kemudian diambil kesimpulannya.
    • Menguraikan atau memecahkan suatu keseluruhan menjadi bagian-bagian atau koomponen-komponen yang lebih kecil, agar dapat:
    • Mengetahui komponen yang menonjol ( memiliki nilai ekstrim );
    • Membandingkan antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya ( dengan menggunakan angka selisih atau angka rasio);
    • Membandingkan salah satu atau beberapa komponen dengan keseluruhan ( secara persentase ).
    • Memperkirakan atau dengan menentukan besarnya pengaruh secara kuantitatif dari perubahan suatu ( beberapa ) kejadian terhadap sesuatu (beberapa) kejadian lainnya, serta memperkirakan/ meramalkan kejadian lainnya.

Membaca tabel-tabel, grafik-grafik, atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penafsiran terhadap data-data hasil penelitian.

( Teknik Analisa Data : merujuk Analisis Kualitatif )

22 of 31

Analisis Data Hasil Penelitian :

  • Rodsyada (2020:213-217) Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode model Miles dan Hubermen. Miles dan Hubermen (1994) menyatakan bahwa proses pengumpulan data dilakukan 3 kegiatan penting diantaranya :

1. Reduksi Data

2. Penyajian Data

3. Penarikan Kesimpulan

Analisis

Hasil Penelitian

2

23 of 31

 

No

 

Nama Guru

Skor Perolehan Awal

Skor Perolehan Siklus I

Skor Perolehan Siklus II

1

Ika Tri Margini, S.Pd.SD

80.01

84,56

90,36

2

Maryatun, S.Pd

74.38

81,29

89,10

3

Sri Yamtinah,S.Pd.SD

80.50

86,73

91,74

4

Muh Ridwan Febrian,S.Pd

84.36

89,29

94,42

5

Sri Purwanti, S.Pd.SD

82.31

88,42

93,31

6

Eni Susilowati, S.Pd.SD

87.48

91,40

94,99

7

Muh Rifai, S.Pd.I

82.21

87,20

90,96

8

Sugeng Romadhon, S.Pd

78.24

82,35

88,56

9

Wardatul Hanifah, S.Pd

82.81

87,51

93,33

 

 

 

 

 

Jumlah Nilai

732.30

778,75

826,79

Nilai rata-rata

81.37

86.53

91,87

% Jumlah Guru Yang Mencapai nilai supervisi akademik minimal 85

11,11 %

( 1 guru )

66,67 %

( 6 guru )

100 %

( 9 guru )

TABEL HASIL PENELITIAN

24 of 31

HASIL PENELITIAN

KONDISI AWAL

SIKLUS 1

SIKLUS 2

  • 22,22 % GURU MAMPU MERENCANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

  • 55,56 % GURU SUDAH MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA TIK
  • 22,22 % GURU MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

KEMAMPUAN GURU

KURANG

KEMAMPUAN

MENINGKAT

100% MELEBIHI

INDIKATOR 85%

  • 66,67 % GURU MAMPU MERENCANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

  • 77,78 % GURU SUDAH MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA TIK
  • 25,00 % GURU MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
  • 89,89 % GURU MAMPU MERENCANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

  • 100 % GURU SUDAH MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA TIK
  • 100 % GURU MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

25 of 31

.

26 of 31

Hipotesis Tindakan

  • Kemampuan guru SD Negeri Karangasem dalam menggunakan media berbasis TIK dalam pembelajaran diduga dapat ditingkatkan melalui supervisi akademik dan pembinaan berkelanjutan.

27 of 31

KESIMPULAN

Kompetensi Guru dalam Menyusun Modul Ajar dapat Ditingkatkan Melalui In House Training di SD Negeri Karangasem

Tahun Pelajaran 2022/2023

28 of 31

Photo Penelitian Awal

29 of 31

Photo In House Training Siklus-1

30 of 31

Photo In House Training Siklus-2

31 of 31

TERIMA KASIH