1 of 14

MANAJEMEN PERSEDIAAN

Dosen: Agung Budi

Pertemuan : 13 dan 14

2 of 14

Pengertian Persediaan

Persediaan adalah stok barang yang akan digunakan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Manajemen persediaan yang baik merupakan kunci keberhasilan setiap perusahaan. Pda perusahaan manufaktur, ada persediaan barang mentah, persediaan setengah jadi dan persediaan jadi (siap jual), sedangkan pada perusahaan dagang adalah persediaan barang dagang.

Persediaan dalam proses merupakan persediaan dalam perpindahan dari tahap produksi ke tahap penyimpanan.

3 of 14

Kebijakan persediaan perlu dilakukan oleh manajer agar:

  1. Dapat menjamin kelancaran proses produksi
  2. Dapat dijangkau oleh dana yg tersedia
  3. Dapat mencapai jumlah pembelian optimal

Faktor-factor yg menentukan besarnya persediaan pd perusahaan manufaktur:

  1. Lamanya masa tunggu bahan yg dipesan akan datang
  2. Frekuensi penggunaan bahan selama satu periode
  3. Jumlah dana yg tersedia
  4. Daya tahan bahan

4 of 14

Economical Order Quantity (EOQ)

EOQ digunakan untuk menentukan kebijakan persediaan yg tepat. EOQ adalah jumlah bahan yg dapat dibeli dg persediaan yg minimal atau disebut jumlah pesanan bahan yg optimal. Dalam pengelolaan persediaan bahan ada 2 jenis biaya yg dipertimbangkan, yaitu:

1. Biaya pesan (ordering cost), seperti:

  • biaya selama proses pemesanan
  • biaya pengiriman dan permintaan
  • biaya penerimaan bahan
  • Biaya penempatan bahan ke dalam gedung
  • Biaya proses pembayaran

5 of 14

2. Biaya simpan (carrying cost)

  • biaya sewa gedung
  • Biaya pemeliharaan bahan digudang
  • Biaya modal u/ investasi penyimpanan barang
  • Biaya asuransi
  • Biaya keusangan barang

Biaya pesanan dan biaya simpan dapat dihitung dengan rumus:

Dimana:

 

 

6 of 14

  •  

7 of 14

  •  

8 of 14

Untuk membuktikan apakah benar bahwa 40.000 unit merupakan jumlah pesanan yg optimal, maka dapat dijelaskan dg membuat table berikut:

9 of 14

Analisis EOQ sebenarnya merupakan analisis yg cukup lemah dalam analisis keuangan. Hal ini Karena ada beberapa asumsi yg mendasari berlakunya analisis EOQ ini yg mungkn sulit u/ ditepati. Asumsi berlakunya EOQ yaitu:

  1. Bahan/barang yg dibutuhkan harus tersedia dipasar ketika dibutuhkan
  2. Harga barang selalu tetap (stabil) selama periode analisis
  3. By simpan sll stabil selama periode analisis
  4. Biaya-biaya yg berhubungan dg pemesanan relative tetap.

10 of 14

Reorder Point (ROP)

Reorder Point (titik pemesanan kembali) adalah saat harus diadakan pesanan lagi sehingga penerimaan bahan yg dipesan tepat pd waktu persediaan diatas safety stock sama dg nol. Saat kapan pesanan harus dilakukan kembali perlu ditentukan scr baik Karena kekeliruan saat pemesanan kembali tsb dapat berakibat tergantungnya proses produksi.

11 of 14

Ada 2 factor yg menentukan reorder point

  1. Penggunaan bahan selama lead time, yaitu masa tunggu sejak pesanan barang/bahan dilakukan sampai bahan tsb tiba diperusahaan.
  2. Safety stock, adalah persediaan minimal (persediaan besi) yg ada dalam perusahaan. Persediaan besi merupakan persediaan yg dimaksudkan u/ berjaga-jaga apabila perusahaan kekurangan barang atau keterlambatan datang barang yg dipesan.

12 of 14

  •  

13 of 14

Penggunaan bahan selama waktu tunggu = Lead time x penggunaan bahan

Penggunaan bahan selama waktu tunggu

= 15 hari x 444 unit = 6.660 unit

ROP = Safety stock + Penggunaan bahan selama waktu tunggu

=10.000 unit + 6.660 unit

= 16.660 unit

14 of 14

LATIHAN SOAL

PT Melati merencanakan pembelian bahan baku perusahaannya selama satu tahun sebanyak 600.000 unit. Biaya yang dikeluarkan setiap kali pesan adalah Rp.400.000 dan biaya simpan Rp.192 per unit. Hitung dan analisis:

  • Economic Order Quantity
  • Reorder Point, jika diketahui safety stock 10.000 unit dan lead time 15 hari.