1 of 61

PENGOLAHAN DAN PELAPORAN �HASIL ASESMEN�(4 JP)

2 of 61

Tujuan Pembelajaran

Peserta mampu:

1. Memahami teknik pengolahan hasil asesmen

2. Menerapkan teknik pengolahan hasil asesmen

3. Memahami teknik pelaporan hasil asesmen

4. Menerapkan teknik pelaporan hasil asesmen

 

3 of 61

Alur Pembelajaran

Mulai Dari Diri

Eksplorasi Konsep

Ruang Kolaborasi

Refleksi Terbimbing

Demonstrasi Kontekstual

Penutup

4 of 61

Ice Breaking

  • KANAN - KIRI

5 of 61

MULAI DARI DIRI

  • Mari berbagi!
  • Ceritakan bagaimana selama ini Bapak/Ibu melakukan penilaian?

6 of 61

EKSPLORASI KONSEP

7 of 61

PENGOLAHAN DAN PELAPORAN HASIL ASESMEN

  • Pendidik tidak mencampur penghitungan dari hasil asesmen formatif dan sumatif karena asesmen formatif dan sumatif memiliki fungsi yang berbeda.
  • Asesmen formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik pada proses sehingga asesmen formatif bukan menjadi penentu atau pembagi untuk nilai akhir.
  • Dalam mengolah dan menentukan hasil akhir asesmen sumatif, pendidik perlu membagi asesmennya ke dalam beberapa kegiatan asesmen sumatif agar peserta didik dapat menyelesaikan asesmen sumatifnya dalam kondisi yang optimal (tidak terburu-buru atau tidak terlalu padat).
  • Untuk situasi ini, nilai akhir merupakan gabungan dari beberapa kegiatan asesmen tersebut.

8 of 61

A. Pengolahan Hasil Asesmen

  • Pengolahan hasil asesmen dilakukan dengan menganalisis secara kuantitatif dan/atau kualitatif terhadap hasil asesmen.
  • Hasil asesmen untuk setiap tujuan pembelajaran diperoleh melalui data kualitatif (hasil amatan atau rubrik) maupun data kuantitatif (berupa angka).
  • Data-data ini diperoleh dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, baik pada capaian pembelajaran di akhir fase, maupun tujuan-tujuan pembelajaran turunannya .

9 of 61

1. Cara Pengolahan Hasil Asesmen

  • Asesmen sumatif dilaksanakan secara periodik setiap selesai satu atau lebih tujuan pembelajaran. Hasil asesmen perlu diolah menjadi capaian dari tujuan pembelajaran setiap peserta didik. Pendidik dapat menggunakan data kualitatif sebagai hasil asesmen tujuan pembelajaran peserta didik.
  • Namun, dapat juga menggunakan data kuantitatif dan mendeskripsikannya secara kualitatif. Pendidik diberi keleluasaan untuk mengolah data kuantitatif, baik secara rerata maupun proporsional.

10 of 61

1. Cara Pengolahan Hasil Asesmen ….

Contoh:

  • Pendidik telah melaksanakan asesmen untuk salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran IPAS Fase C: Menyelidiki ragam sumber energi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitar, dengan indikator terdiri atas:

1. mampu menguraikan manfaat sumber energi; dan

2. mampu menjelaskan ragam sumber energi alternatif.

  • Indikator 1 dan 2 menggunakan teknik tes tertulis dan essay.
  • Hasil asesmen sumatif peserta didik dipetakan ke dalam 4 kualitas, yaitu: 1) perlu bimbingan; 2) cukup; 3) baik; dan 4) sangat baik.

11 of 61

Rubrik Tujuan Pembelajaran

12 of 61

Hasil Asesmen Tujuan Pembelajaran

13 of 61

2. Mengolah hasil asesmen dari beberapa tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir

  • Capaian belajar peserta didik menjadi bahan yang diolah menjadi nilai akhir mata pelajaran dalam kurun waktu pelaporan (biasanya satu semester).
  • Untuk mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik, dan kompetensi yang belum dikuasai, serta dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas bila ada.

14 of 61

Contoh:

  1. Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian).

  • Misalnya, dalam 1 semester ada 6 tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran IPAS, 7 tujuan pembelajaran untuk Bahasa Indonesia, dan 5 tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran Agama (contoh hanya 3 mata pelajaran, namun cara ini dapat berlaku untuk semua mata pelajaran).
  • Asumsi: satuan pendidikan menggunakan rentang nilai untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk setiap mata pelajaran atau berbeda, tergantung kesepakatan para pendidik di satuan pendidikan.

15 of 61

Contoh:

  1. Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian) ….

  • Ketercapaian ditentukan untuk setiap tujuan pembelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*) di tujuan pembelajaran tertentu saja. Hal ini bertujuan untuk mengkomunikasikan kepada orang tua dan peserta didik tentang tujuan pembelajaran mana yang belum dituntaskan oleh peserta didik

16 of 61

��1) Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian) ….��

Contoh:

  • Para pendidik menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum masuk kategori ketercapaian dan 56-100 sudah masuk kategori ketercapaian.
  • Sebelum menyepakati rentang nilai, pendidik terlebih dahulu menentukan kriteria/indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa Pendidik membuat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan hanya berupa angka.

17 of 61

18 of 61

19 of 61

  • Tanda centang diberikan sesuai dengan rubrik ketercapaian yang ada pada masing-masing tujuan pembelajaran.
  • Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Kriteria ini bukan berupa angka, melainkan kalimat yang menjelaskan penguasaan kompetensi pada tujuan pembelajaran. Misalnya, “Peserta didik menguasai semua indikator tanpa banyak menghadapi kesulitan.”

20 of 61

Contoh Asesmen dengan Teknik Observasi

21 of 61

Contoh Asesmen dengan Rubrik

22 of 61

Opsi Pengolahan Nilai

  • Pengolahan nilai dalam panduan ini menggunakan tiga opsi yaitu pembobotan, persentase, dan rata-rata.
  • Opsi pembobotan dan persentase dipilih dengan ketentuan materi pembelajaran bersifat progresif, atau berkaitan langsung.
  • Karakteristik materi pelajaran berkaitan, tujuan pembelajaran satu menjadi dasar pengetahuan atau prasyarat untuk tujuan pembelajaran berikutnya.
  • Misalnya tujuan pembelajaran renang gaya bebas, maka peserta didik harus menguasai terlebih dahulu dasar dasar berenang (yang merupakan tujuan pembelajaran sebelumnya).

23 of 61

Opsi Pengolahan Nilai ….

  • Maka hasil penilaian dapat menggunakan opsi pembobotan atau persentase berdasarkan tingkat kesulitan tujuan pembelajaran.
  • Opsi rata-rata dipilih dengan ketentuan karakteristik materi pelajaran bersifat lepas pada tujuan pembelajarannya, dengan kata lain tujuan pembelajaran satu bukan menjadi dasar pengetahuan atau prasyarat untuk tujuan pembelajaran berikutnya.

24 of 61

Contoh Pengolahan Nilai Rapor�1. Opsi Pembobotan

25 of 61

2. Opsi Persentase

26 of 61

3. Opsi Rata-rata

27 of 61

  • Opsi rata- rata dipilih dengan ketentuan karakteristik materi pelajaran bersifat lepas pada tujuan pembelajarannya, dengan kata lain tujuan pembelajaran satu bukan menjadi dasar pengetahuan atau prasyarat untuk tujuan pembelajaran berikutnya.
  • Opsi pembobotan dan persentase dipilih dengan ketentuan materi pembelajaran bersifat progresif, atau berkaitan langsung. Karakteristik materi pelajaran berkaitan, tujuan pembelajaran satu menjadi dasar pengetahuan atau prasyarat untuk tujuan pembelajaran berikutnya.
  • Misalnya tujuan pembelajaran renang gaya bebas, maka peserta didik harus menguasai terlebih dahulu dasar dasar berenang (yang merupakan tujuan pembelajaran sebelumnya).
  • Maka hasil penilaian dapat menggunakan opsi pembobotan atau persentase berdasarkan tingkat kesulitan tujuan pembelajaran.

28 of 61

B. Pelaporan Hasil Belajar (halaman 67 – 72)

29 of 61

Pelaporan Hasil Asesmen

  • Pelaporan hasil penilaian atau asesmen dituangkan dalam bentuk laporan kemajuan belajar, yang berupa laporan hasil belajar, yang disusun berdasarkan pengolahan hasil Penilaian.
  • Laporan hasil belajar paling sedikit memberikan informasi mengenai pencapaian hasil belajar peserta didik. Satuan pendidikan perlu melaporkan hasil belajar dalam bentuk rapor.

30 of 61

Pelaporan hasil asesmen ...

  • Laporan hasil belajar hendaknya bersifat sederhana dan informatif.
  • Laporan hasil belajar memberikan informasi capaian kompetensi oleh peserta didik dan strategi tindak lanjut bagi pendidik, satuan pendidikan, serta orang tua untuk mendukung capaian pembelajaran.

31 of 61

Contoh Format Rapor

32 of 61

Catatan:

1. Format rapor di atas dapat disesuaikan berdasarkan struktur kurikulum masing-masing jenjang.

2. Deskripsi capaian kompetensi peserta didik berisi informasi tentang kompetensi yang sudah dicapai dan kompetensi yang perlu ditingkatkan. Deskripsi ditulis menggunakan kalimat positif dan memotivasi. Deskripsi ini berdasarkan capaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan per mata pelajaran

3. Jika terdapat peserta didik yang pindah dari satuan pendidikan yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka, maka satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka dapat mengakomodasi peserta didik tersebut dengan menyesuaikan dengan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran dengan kompetensi/indikator pembelajaran pada satuan pendidikan sebelumnya.

4. Di bagian catatan pendidik, dapat diisi dengan pengamatan pendidik tentang capaian anak (utamanya yang terkait kepemilikan kemampuan fondasi) yang tidak terakomodasi di dalam tujuan pembelajaran yang dibangun per mata pelajaran. Bagian ini juga dapat diisikan dengan tumbuh kembang anak dan layanan kesehatan yang perlu dipenuhi dan diperhatikan orang tua/wali murid.

33 of 61

Opsi menyusun deskripsi capaian kompetensi

1. Berdasarkan Capaian Pembelajaran

Dalam penyusunan deskripsi capaian kompetensi, pendidik harus mengidentifikasi capaian kompetensi tertinggi dan terendah. Untuk melihat capaian kompetensi tertinggi ditandai dengan warna hijau dan capaian kompetensi terendah ditandai dengan warna merah.

Capaian tertinggi

Capaian terendah

34 of 61

35 of 61

2. Penyusunan Deskripsi Berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran

ATP semester 1:

- Bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian.

- Menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu

memahami informasi dari teks aural dan instruksi lisan

- Bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang menunjukkan minat

terhadap teks yang dibaca atau dipirsa.

- Berbicara dengan santun tentang beragam topik yang dikenali menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks.

- Menulis permulaan dengan benar di atas kertas

- Mengembangkan tulisan tangan yang makin baik.

-

36 of 61

Contoh deskripsi di Capaian Kompetensi

Menunjukkan kemampuan yang baik dalam hal bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian, bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang menunjukkan minat terhadap teks yang dibaca atau dipirsa, menulis permulaan di atas kertas, dalam menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta memahami informasi dari teks aural dan instruksi lisan.

  • Perlu penguatan dalam hal mengembangkan tulisan tangan yang makin baik.

37 of 61

3. Penyusunan Deskripsi Mengambil dari Poin-Poin Penting dari Materi

yang sudah Diberikan

38 of 61

Catatan:

Pada rapor fase A, komponen catatan direkomendasikan diisi oleh pendidik untuk menyampaikan juga terkait perkembangan kemampuan fondasi secara singkat utamanya informasi yang tidak tersampaikan pada kolom capaian kompetensi mata pelajaran.

Misalnya gambaran dari perkembangan adaptasi peserta didik di sekolah, interaksi peserta didik dengan teman sebaya, imunisasi, atau hal lain yang penting disampaikan.

Hal ini ditujukan untuk menjalin komunikasi yang lebih optimal dengan orang tua agar dapat berkolaborasi mendukung terbangunnya kemampuan fondasi peserta didik.

39 of 61

2 pilihan penyajian rapor fase A

1. dengan menggunakan nilai

2. tanpa menggunakan nilai .

Apabila guru ingin memilih opsi 2 ini, maka deskripsi capaian kompetensi akan menggantikan fungsi angka, sehingga deskripsi perlu spesifik dan mampu memberi gambaran tentang capaian anak secara jelas kepada orang tua.

40 of 61

Contoh Rapor (Tipe 1)

41 of 61

Contoh Rapor (Tipe 2)

42 of 61

C. Mekanisme Kenaikan Kelas dan Kelulusan (halaman 73 -76)

43 of 61

1. Mekanisme Kenaikan Kelas

Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas. Penentuan kenaikan kelas dilakukan dengan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler serta prestasi lain selama 1 (satu) tahun ajaran. Dalam proses penentuan peserta didik tidak naik kelas, perlu dilakukan musyawarah antara pendidik, yang mempertimbangkan keseluruhan proses belajar peserta didik serta pendampingan oleh pendidik dari awal tahun ajaran, sehingga opsi tidak naik kelas menjadi pilihan paling akhir.

44 of 61

2. Mekanisme Kelulusan SD/MI/sederajat

Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dilakukan dengan mempertimbangkan:

a. Laporan kemajuan hasil belajar.

Laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian peserta

didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain pada kelas V dan VI

b. Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan merupakan penilaian hasil belajar yang bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik untuk semua mata pelajaran.

45 of 61

Catatan:

  • Pendidik perlu memonitor dan mengkomunikasikan sepanjang proses pembelajaran dan bukan hanya di akhir semester/tahun, misalnya terhadap permasalahan kehadiran, seharusnya tidak diketahui di akhir tahun; namun sudah ada intervensi sebelumnya.
  • Ketidaklulusan harus di pertimbangkan dengan hati-hati. Oleh karena itu, pendidik perlu bekerja sama dengan orangtua untuk mendeteksi permasalahan di sepanjang proses pembelajaran. Dengan demikian jika ditemui permasalahan, maka dapat segera diatasi dan diberikan intervensi.
  • Pendidik menggunakan umpan balik/refleksi untuk mengetahui dan menentukan strategi untuk membantu peserta didik yang mengalami ketertinggalan pada sepanjang proses pembelajaran

46 of 61

D. Refleksi dan Tindak Lanjut Pembelajaran dan Asesmen (halaman 77 – 78)

47 of 61

  • Asesmen tanpan umpan balik hanyalah data administratif yang kurang bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan asesmen.��Hasil asesmen peserta didik pada periode tertentu bisa dijadikan sebagai umpan balik bagi pendidik untuk melakukan refleksi dan evaluasi.���

48 of 61

Refleksi Diri

  • Pendidik perlu melakukan refleksi diri terhadap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan asesmen yang telah dilakukan.
  • Refleksi dilakukan minimal 1 kali dalam setiap semester.
  • Pertanyaan Reflektif:

- Apa tujuan saya mengajar semester/tahun ini?

- Apa yang saya sukai dari PBM semester/tahun ini?

- Aspek/hal apa dari pembelajaran yang berhasil?

- Aspek/hal apa yang perlu peningkatan?

49 of 61

Refleksi Diri

  • Pertanyaan Reflektif ...:

- Apa yang perlu saya lakukan supaya lebih baik?

- Apa tantangan terbesar yang saya hadapi tahun ini?

- Bagaimana cara saya mengatasi tantangan tsb?

50 of 61

Refleksi Sesama Pendidik

  • Dilakukan terhadap perencanaan/pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh kolega (rekan sejawat)
  • Bertujuan membangun budaya saling belajar, kerjasama, dan saling mendukung.
  • Refleksi dilakukan minimal 1 kali dalam setiap semester.

51 of 61

Hal yang bisa dilakukan oleh sesama pendidik

  1. Berdiskusi mengenai proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
  2. Mengamati proses pembelajaran.
  3. Melakukan refleksi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

52 of 61

Refleksi oleh Kepala Satpen

  • Bertujuan:

1. Membangun budaya reflektif

2. Memberi umpan balik yang konstruktif

  • KS memfasilitasi diskusi tentang bagaimana sekolah bisa membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan asesmen.
  • KS masuk ke dalam kelas untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran.

53 of 61

Refleksi oleh Peserta Didik

  • Bertujuan:

1. Membangun kemandirian dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

2. Membangun budaya transparansi, objektivitas, saling menghargai, dan mengapresiasi keragaman pendapat dalam menilai proses pembelajaran.

3. Membangun suasana pembelajaran yang partisipatif dan untuk memberi umpan balik kepada pendidik dan peserta didik.

4. Melatih peserta didik untuk mampu berpikir kritis.

54 of 61

Tindak Lanjut

  • Berdasarkan hasil refleksi diri, umpan balik dari rekan sejawat, Kepala Satpen, Pengawas (jika ada), dan peserta didik, pendidik/guru menyusun rencana perbaikan-perbaikan kualitas pembelajaran dan asesmen.

55 of 61

RUANG KOLABORASI

56 of 61

Tugas Kelompok (20 menit)

  • Buatlah sebuah simulasi hasil asesmen untuk seorang siswa pada sebuah mata pelajaran di semester 1, kemudian lakukan pengolahan hasil asesmen tersebut!
  • (Bapak/Ibu bebas memilih teknik pengolahan yang paling Bapak/Ibu minati).
  • Setelah selesai, presentasikan!

57 of 61

PRESENTASI

58 of 61

REFLEKSI TERBIMBING

Apa saja tantangan yang dihadapi dalam mengolah hasil asesmen?

Bagian mana dari pengolahan asesmen yang belum dipahami dan masih membutuhkan pemahaman yang lebih?

Kesulitan apa yang muncul ketika mengolah hasil asesmen?

59 of 61

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

  • Berdasarkan simulasi pengolahan hasil asesmen pada Ruang Kolaborasi, buatlah laporan hasil asesmen dengan opsi yang paling Bapak/Ibu minati!

Sesi Tugas Individual

60 of 61

PENUTUP

Mari membuat catatan kecil mengenai :

    • Hal baru apa saja yang Anda peroleh dari materi Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen?
    • Manfaat apa yang diperoleh setelah mempelajari materi ini?
    • Apa yang akan Bapak/Ibu lakukan setelah mengikuti sesi ini?

61 of 61

TERIMA KASIH