1 of 27

DINAMIKA LITOSFER

DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN

2 of 27

  • Karakteristik lapisan-lapisan Bumi
  • Proses tektonisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
  • Proses vulkanisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
  • Proses seisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
  • Proses tenaga eksogen & pengaruhnya terhadap kehidupan.
  • Pembentukan tanah dan persebaran jenis tanah.
  • Pemanfaatan dan konservasi tanah

Menganalisis dinamika litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan

  • Menganalisis pergerakan lempeng tektonik melalui tayangan video dan gambar.
  • Menganalisis dinamika litosfer tentang tenaga endogen dan tenaga eksogen
  • Menganalisis masalah & dampak dinamika litosfer melalui tayangan film
  • Mengidentifikasi batuan dengan sampel, identifikasi sifat fisik tanah dengan soil tester dan membuat chart siklus batuan

Standar Kompetensi

IPK

Materi Pembelajaran :

3 of 27

Litosfer adalah Lapisan bumi paling atas/luar dengan ketebalan ±100 km tersusun atas berbagai batuan mineral.

Pengertian Dinamika Litosfer:

“lithos” = batuan

“sphere” lapisan.

Litosfer

Jadi litosfer adalah lapisan batuan pembentuk kulit bumi.

Dinamika litosfer ialah segala aktivitas yang terjadi di lapisan litosfer/kulit bumi, meliputi tektonisme, vulkanisme, seisme, dan tenaga exogen.

Tektonisme

Seisme

vulkanisme

tenaga exogen

4 of 27

:

Struktur Lapisan Bumi:

  1. Barisfer (Core) atau Inti Bumi.

3. Litosfer/Crust (Kerak Bumi)

2. Astenosfer, Lapisan mantel / Selubung Bumi.

a. Inner core (inti Bumi Dalam).

b. Outer core (inti Bumi Luar).

5 of 27

1. Inner Core (inti bumi dalam)

1. Barisfer (Core).

Terdiri dari 2 lapisan yaitu :

:

Struktur Lapisan Bumi:

2. Outer Core (inti bumi luar)

  • Tebal 1.250 km (berdiameter 2.500 km).
  • Terdiri dari besi dan nikel padat.
  • Temperatur 4.800 - 6.000°C.
  • Tebal 2.250 km.
  • Kedalaman 2.900-5.100 km.
  • Terdiri atas besi dan nikel cair
  • Suhu 3.900°C

6 of 27

2. Astenosfer

1) Mantel Luar (Astenosfer)

2) Mantel Dalam (Mesosfer)

  • Kedalamannya 100 – 700 km
  • Ketebalan 600 km
  • Terdiri dari magnesium & silikat.
  • Bersifat plastis (padat cair/meleleh)
  • Densitasnya 3,3 g/cc.
  • Temperatur 1.300 – 1.500°C.
  • Terdapat bidang mohorovicic discontinuity, batas astenosfer dgn litosfer (200 km).
  • Kedalaman 700 – 2.900 km
  • Tebal 2.200 km.
  • Bersifat padat (kaku)
  • Densitasnya 5,7 cc /g (Fe, Mg)
  • Suhu 1.500 - 3.000°C
  • Terdapat bidang repetti discontinuity, batas mantel atas dan bawah

7 of 27

3. LITOSFER

Menurut jenisnya di bagi 2 :

Adalah lapisan terluar bumi berupa lautan, bersifat padat, terdiri dari endapan (laut bagian atas), batuan vulkanik (tengah) dan batuan beku gabro & peridotit (bawah).

- Ketebalan 5 – 15 km

- Usia lebih muda (180 juta tahun)

- Densitas 3,0 g/cc, warna gelap.

Adalah lapisan terluar bumi berupa daratan, bersifat padat yang terdiri dari batuan beku granit (bagian atas) & beku basalt ( bawah).

- ketebalan 20 -75 km

- Usia sangat tua (2-4 milyar th)

- Densitas 2,6 g/cc, warna terang.

  1. Kerak Benua
  1. Kerak Samodera

8 of 27

Menurut material penyusunnya ada 2 :

  • Tersusun atas logam Silisium dan Aluminium.
  • Batuannya : sedimen, granit, andesit, metamorf.
  • Kedalaman/ketebalan 0 – 35 km.
  • Tersusun atas Silisium & Magnesium.
  • Ketebalannya sekitar 65 km.
  • Kedalaman 35 -100 km.

3. LITOSFER

  1. Lapisan SIAL
  1. Lapisan SIMA

9 of 27

(Batuan Metamorf)

:

Siklus Batuan:

10 of 27

STRUKTUR BATUAN PEMBENTUK LITOSFER

STRUKTUR BATUAN PEMBENTUK LITOSFER

BATUAN BEKU

BATUAN SEDIMEN

BATUAN METAMORF

11 of 27

    • Batuan beku dalam (abyssis), pembekuan terjadi jauh di bawah permukaan bumi dan sangat lambat. Akibatnya terbentuk lah hablur-hablur mineral besar-besar yang sempurna dan kompak. Struktur mineral disebut struktur plutonik /granites/ holokristalin.

Contoh: batuan granit, perdotit, gabro.diorit, sienit,

Adalah batuan yang terjadi karena magma dan lava yang mengalami pendinginan dan akhirnya membeku.

https://www.geologinesia.com

BATUAN BEKU

12 of 27

BATUAN BEKU

    • Batuan beku gang/korok (hypoabyssis), pembekuan terjadi di gang/sela-sela pipa kawah, proses relatif cepat, pengkristalan kurang sempurna, struktur forfirit.

Contoh: granit forfirit, diorit forfirit, sienit forfirit.

3. Batuan beku luar (efusi)

Pembekuan terjadi di permukaan bumi dan prosesnya sangat cepat, karena itu tidak sempat membentuk kristal atau hablur. Strukturnya disebut amorf (tidak berbentuk).

Contoh: batu apung, basalt, andesit, obsidian.

13 of 27

    • Sedimen Klastik, terbentuk dari hancuran batuan beku secara mekanik (sifat kimiawi masih tetap) yang mengendap dan membatu.

Contoh: konglomerat, breksi, batu pasir.

BATUAN SEDIMEN

Adalah batuan yang terjadi karena pengendapan hasil erosi/pengangkutan

Berdasakan cara pengendapannya batuansedimen dibagi 3 :

Konglomerat

Batu pasir

Breksi

Batu gamping

2. Batuan sedimen kimiawi, terjadi dari pengendapan hasil pelarutan batuan secara kimia. Contoh: kapur, dolomit, limestone.

3. B. sedimen organic, Proses terjadinya dipengaruhi unsur organik. Contoh: batu bara, batu gamping, batu karang

14 of 27

      • Sedimen akuatis, diendapkan oleh air. Contoh: batu pasir dan tanah liat
      • Sedimen aeolis (aeris), diendapkan oleh angin. Contoh: tanah loss dan tanah pasir.
      • Sedimen glasial, diendapkan oleh gletser. Contoh: tanah lim dan batu-batu Morena.

Berdasakan tenaga yang mengankut, batuan sedimen dibagi 3 :

Berdasakan tempatnya, batuan sedimen dibagi 5 :

        • sedimen terestris (darat): batu tuf, batu pasir, loss
        • sedimen merine (laut): batu karang, batu garam
        • sedimen fluvial (sungai): pasir, tanah liat
        • sedimen limnis (danau/rawa): tanah rawa, tanah lim (gambut)
        • sedimen glacial: batu Morena.

15 of 27

3. Batuan metamorf pneumatolitis. terbentuk akibat adanya unsur tertentu yang masuk ke batuan.

Contoh: kuarsa (disusupi unsur borium) akan menghasilkan semacam batu permata (turmalin), zamrud, batu topaz.

BATUAN METAMORF

  1. Batuan metamorf kontak, terjadi karena pengaruh suhu yang tinggi. Misal berdekatan dengan magma. Contoh: batu pualam (dari batu kapur), marmer (dari batu gamping dan kapur)

2. Batuan metamorf dinamo, terjadi akibat tekanan yang tinggi dengan waktu yang lama. Batuan ini disebut juga batuan metamorf kinetis.

Contoh: batu sabak (dari tanah liat), antrasit (batu bara muda).

Batu marmer

Batu sabak

Batu Kuarsit (Quartzite)

16 of 27

PROSES TEKTONISME & PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN

DINAMIKA LITOSFER

DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN

17 of 27

TEKTONISME

OROGENETIK

EPIROGENETIK

E. POSITIP

E. NEGATIF

LIPATAN

PATAHAN

RETAKAN

Tektonisme adalah proses perubahan letak & kedudukan kulit bumi, sbg akibat pergerakan, pengangkatan, lipatan, dan patahan pada struktur tanah.

Pengertian dan Jenis Tektonisme

18 of 27

Adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi dengan arah vertikal (ke atas/ke bawah) pada daerah yang sangat luas dan waktu yang lambat.

Cont. Proses pembentukan pulau atau benua.

EPIROGENETIK

Epirogenesa/tik dibagi 2 :

yaitu gerak naiknya daratan, sehingga permukaan air laut terlihat turun. Cont: P. Buton, Pantai sel Timor, Pantai Skandinavia dan Pantai Afrika Selatan.

adalah gerak turunnya daratan, sehingga seolah-olah permukaan air laut naik. Cont: Kep. Banda, Teluk Hudson (Kanada), Depresi Katanga (Kongo) dan Laut Mati.

  • Epirogenesa negatif
  • Epirogenesa positif.

19 of 27

Adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Macam-macam orogenetic:

OROGENETIK

  1. Lipatan/kerutan (fold)

c. Retakan/rekahan/kekar (joint)

b. Sesar / patahan (faults)

Adalah bentuk muka bumi yang terjadi akibat tekanan vertical & horizontal pada kulit bumi yang lentur/elastis, shg mjd berkerut/berlipat.

Cont : Peg Tengger, Ijen dan Bukit Barisan.

Adalah bentuk muka bumi yang terjadi akibat tekanan vertical & horizontal pada kulit bumi yang keras/kaku/padat, shg mjd patah. Cont : Slank Semangko, Lembang, Palu, dan Opak.

Adalah bentuk muka bumi karena pengaruh gaya regangan yang mengarah ke dua arah /berlawanan sehingga terjadi retakan2, tetapi masih bersambung

20 of 27

a

b

c

Bagian-bagian lipatan:

Lipatan/kerutan (fold)

c. Limb (sayap/lengan lipatan), yaitu bagian yang miring.

b. Antiklin (puncak lipatan), yang berbentuk cembung ke atas.

  1. Sinklin (lembah lipatan), yaitu berbentuk cekung ke bawah.

21 of 27

Jenis Lipatan Berdasarkan sumbu lipatannya.

1.  Lipatan tegak (Symmetric Folds)Adalah lipatan yang terjadi karena kekuatan pendorong dari kanan dan kiri sama.

2. Lipatan Miring (Asymmetric Folds)Adalah lipatan yang terjadi karena kekuatan pendorong salah satu sisi lebih besar.

https://nyomansupariarta.blogspot.com

3. Lipatan Rebah (Overturned Folds)Lipatan yang terjadi karena kekuatan pendorong hanya berasal dari satu sisi

22 of 27

4. Lipatan Menutup (Recumbent Folds)�Lipatan yang terjadi karena lipatan yang satu menekan sisi yang lain dan menyebabkan sumbu lipat hampir datar.

5. Lipatan Sesar Sungkup (Overthrust)�Lipatan yang terjadi ketika tenaga tekan menekan satu sisi dengan kuat sehingga menyebabkan lipatan menjadi retak.

6. Nappe

Terjadi setelah lipatan overthrust rusak sepanjang garis patahan.

7. Isoklinal

Terjadi bila kekuatan dari 2 sisi sama dan menekan secara terus menerus pada lapisan yang sangat elastis. Cirinya banyak di jumpai anticlinal, dan sayapnya sejajar.

23 of 27

Variasi Morfologi Lipatan :

  1. Bukit Antiklin
  2. Lembah Sinklin
  3. Antiklin (bukit dan lembah).
  4. Lembah sinklin
  5. Lembah antiklin
  6. Bukit sinklin.

Bentangan Lahan Lipatan

http://tambanguvri012.blogspot.com

Antiklinorium

24 of 27

Sesar / patahan (faults)

Bagian-bagian lipatan:

c. Gawir (Escarpment), yaitu lereng yg curam pd bidang patahan

b. Horst (puncak patahan), bag patahan yang atas.

  1. Graben/Slank (lembah patahan), bag patahan yang rendah

a

b

c

a

b

c

d. Atap sesar (Hanging wall), bag. sesar yang di atas bidang sesar

e. Alas sesar (foot wall), bag. Sesar yang di bawah bidang sesar

d

d

e

e

25 of 27

Jenis-jenis sesar:

3. Sesar mendatar (strike fault), adalah sesar yang salah bagian bergerak ke kanan atau ke kiri.

2. Sesar naik (reverse/contractions fault), jika bagian atap sesar (hanging wall) naik.

  1. Sesar normal / sesar turun (normal fault/extentions fault)), jika bagian atap sesar turun terhadap bagian lainnya (alas sesar).
  1. Dekstral, jika posisi tanah di depan kita bergeser ke kanan.
  2. Sinistral, jika posisi tanah di depan kita bergeser ke kiri

26 of 27

Retakan/Rekahan/Joint. Jenis-jenisnya ::

3. Shear Joint (Kekar Gerus) adalah retakan yang saling berpotongan.

Kekar jenis shear joint umumnya bersifat tertutup.

2. Extension Joint (Release Joint), terjadi jika adanya tekanan dari 2 sisinya. Bersifat terbuka. Polanya tegak lurus dengan arah gaya utama.

  1. Kekar Tarik (Tension Joint), terjadi jika adanya tarikan dari 2 sisi.

Bersifat terbuka (bentuk rekahannya) (terbelah). Polanya sejajar dengan arah gaya utama.

27 of 27

Dampak Tektonisme Bagi Kehidupan

  1. Menghasilkan sumber daya tambang dan mineral
  2. Membentuk sumber daya alam
  3. Habitat bagi flora dan fauna
  4. Pembangkit listrik
  5. Untuk pariwisata (panorama alam).
  1. Menimbulkan bencana tanah longsor & memicu gempa bumi / gunung meletus.
  2. Menghasilkan topografi yang ekstrim (tebing tinggi, jurang, dan peg terjal)
  3. Mempersulit /mengurangi lahan pertanian.
  4. Menghambat pembangunan infrastruktur.

Dampak Negatif :

Dampak Positip :