1 of 12

Identifikasi Masalah dan�Hipotesis

08-13 Maret 2021

2 of 12

1. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH

  • Masalah penelitian dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan;
    • dilihat dari sisi waktu, biaya, kemampuan si peneliti, kontribusi yang diberikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Penentuan permasalahan (identifikasi masalah) secara jelas dan sederhana bertujuan untuk mentransformasikan topik ke dalam sesuatu yang bisa dikelola (manageable) yang disesuaikan dengan kemampuan peneliti dan batasan-batasan sumber daya yang ada.
  • Sumber-sumber dalam pencarian masalah dapat berasal dari bacaan, pengamatan terhadap fakta dilapangan, berdasarkan pengalaman pribadi, maupun dari hasil pertemuan-pertemuan ilmiah seperti seminar, diskusi dan lokakarya.
  • Dalam pencarian topik permasalahan ini perlu adanya pemahaman terhadap objek yang ingin diteliti baik melalui fenomena-fenomena yang ada, teori, hipotesis maupun eksperimen.

3 of 12

Cara merumuskan masalah

  1. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan (research question) yang berfokus pada dependent variable atau pada apa yang akan diteliti.
  2. Rumusan hendaknya jelas dan padat
  3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
  4. Rumusan masalah dasar dalam membuat hipotesa

Gambar 1. Perumusan Masalah

4 of 12

Karakteristik permasalahan

  • Dalam menentukan permasalahan dalam penelitian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, berikut adalah beberapa karakteristik permasalahan yang dikategorikan sebagai perumusan permasalahan yang baik.
    • Mempunyai nilai penelitian, dalam arti bahwa permasalahan tersebut masih bersifat asli/original, menyatakan suatu hubungan dengan bidang lain, serta dapat diuji kebenarannya).
    • Visible, artinya permasalahan tersebut dapat dipecahkan, tersedianya data dan metode untuk memecahkan masalah, tersedianya biaya, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang wajar).
    • Sesuai dengan kualifikasi peneliti, artinya bahwa permasalahan yang diangkat menarik minat bagi si peneliti, serta sesuai dengan kualifikasi yang ada.

5 of 12

Acuan atau sumber masalah

Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan atau sumber masalah yang nantinya dapat kita jadikan sebagai topik dalam riset adalah:

  1. Penelitian Observasi. Dengarkan secara langsung keluhan-keluhan yang ada di lapangan dan adakan eksploratif sendiri secara singkat.
  2. Diskusi-diskusi. Diskusi ini termasuk di dalamnya diskusi resmi atau diskusi tidak resmi. Ikuti dengan seksama diskusi tersebut dan kutip masalah-masalah yang timbul dalam diskusi tersebut.
  3. Dosen-dosen atau ahli riset. Pada umumnya dosen menguasai suatu bidang ilmu tertentu secara lebih baik daripada orang lain.
  4. Bibliographi. Sumber bibliografi yang dapat dijadikan sumber problem adalah journal, encyclopedia, review, skripsi/tesis, disertasi, buku-buku teks, majalah, buletin, research report dan lain sebagainya.

6 of 12

2. LANGKAH-LANGKAH PERUMUSAN MASALAH

Langkah-langkah penting yang harus dilakukan dalam membuat suatu perumusan masalah:

  • Langkah 1 : Tentukan fokus penelitian
  • Langkah 2 : Cari berbagai kemungkinan dari berbagai faktor yang ada kaitannya dengan fokus penelitian tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus.
  • Langkah 3 : Diantara faktor-faktor yang terkait adakan pengkajian faktor mana yang paling menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan faktor apa saja yang akan dipilih.
  • Langkah 4 : Kaitkan secara logis faktor-faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian.

7 of 12

Faktor-Fakor dalam Mengidentifikasi Masalah

Dalam mengidentifikasi suatu masalah, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Terutama kaitannya dengan teori, hipotesis, ilmu pengetahuan, variabel, definisi operasional.

Gambar 2. Hubungan faktor dalam mengidentifikasi masalah

8 of 12

CONTOH PERUMUSAN MASALAH YANG DIBUAT DALAM BENTUK RESEARCH QUESTION

9 of 12

10 of 12

3. HIPOTESIS PENELITIAN

  • Hipotesis merupakan jawaban teoritis (jawaban sementara) terhadap rumusan masalah penelitian dan belum merupakan jawaban empirik dengan dukungan data-data.
  • Rumusan Hipotesis biasanya diambil berdasarkan kumpulan teori yang sesuai dengan topik penelitian serta hasil dari penelitian-penelitian terdahulu.
  • Dasar yang kuat dalam merumuskan hipotesis yaitu riset problem, scope of the riset, dan tujuannya.
  • Cara menyampaikan hipotesis dapat berupa;
    • hypothetical statement, misalnya “IT Investment meningkatkan kinerja perusahaan”.
    • statistikal hipotesis, misalnya “(H0): rata-rata pengunjung sebelum dan sesudahnya sama atau rata-rata jumlah customer sebelum dan sesudahnya sama”.

11 of 12

Manfaat penggunaan hipotesa

  • Tidak semua penelitian memerlukan hipotesa. Misalnya pada penelitian yang bersifat deskriptif, penelitian eksploratif dan penelitian yang bersifat kualitatif
  • Hipotesis mempunyai peranan memberikan arah dan tujuan pelaksanaan penelitian, dan memandu ke arah penyelesaiannya secara lebih efisien. Hipotesis yang baik akan menghindarkan penelitian tanpa tujuan, dan pengumpulan data yang tidak relevan.
  • Manfaat penggunaan hipotesa antara lain yaitu:
    1. Untuk mejelaskan permasalahan yang diangkat dalam penelitian
    2. Untuk mejelaskan variabel-variabel yang akan diuji kebenarannya
    3. Untuk membantu dalam memilih metode analisa data
    4. Sebagai pedoman dalam menarik sebuah kesimpulan

12 of 12

H0 dan H1 ?

  • Tugas...
    • Apa yang dimaksud dengan Hipotesis-0 (H0) dan Hipotesis-1 (H1)?
    • Jelaskan secara lengkap disertai dengan contoh.