Media Pembelajaran
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Untuk SMP/MTs Kelas VII
Tujuan pembelajaran:
Sumber: shutterstock.com
BAB
11
Pola Perilaku Hidup Sehat
Tujuan pembelajaran:
Sumber: shutterstock.com
BAB
11
Pola Perilaku Hidup Sehat
Mandiri:
Gotong Royong:
Profil Pelajar Pancasila:
Mencari dan Menemukan Manfaat Berperilaku Hidup Sehat
Mari kita awali dengan kegiatan mencari dan menemukan menemukan manfaat pola hidup sehat. Amati gambar-gambar berikut.
Lalu, bacalah buku teks atau sumber referensi yang ada kaitannya dengan
pola perilaku hidup sehat. Kemudian, tulislah dampak makanan dan pola makan seperti yang ditunjukkan pada gambar terkait berperilaku hidup sehat bagi remaja.
1
2
3
4
Sumber: shutterstock.com
1. Pertumbuhan Remaja
A. Perkembangan Tubuh Remaja
Pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya ukuran, baik volume, bobot, dan tinggi badan. Perubahan fisik dari kecil menjadi lebih besar dan dari pendek menjadi lebih tinggi. Pertumbuhan ini berhubungan dengan fisik sehingga sering juga disebut perkembangan fisik.
Pengertian Pertumbuhan
1. Pertumbuhan Remaja
Pertumbuhan anak remaja putri terjadi antara usia 12 sampai 21 tahun. Adapun pertumbuhan anak remaja putra terjadi antara usia 13 sampai 22 tahun. Para ahli membagi masa remaja menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.
1) Masa remaja awal, usia antara 12–15 tahun.
2) Masa remaja pertengahan, usia antara 15–18 tahun.
3) Masa remaja akhir, usia antara 18–21 atau 22 tahun.
1. Pertumbuhan Remaja
Terdapat dua perubahan yang menyertai pertumbuhan remaja, yaitu perubahan internal dan perubahan eksternal.
Perubahan internal meliputi perubahan ukuran alat pencernaan, paru-paru, dan jantung yang bertambah besar dan berat. Sistem kelenjar kelamin bertambah sempurna dan pertumbuhan organ-organ lainnya.
1. Pertumbuhan Remaja
Perubahan eksternal meliputi bertambahnya tinggi badan, lingkar tubuh, perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh, ukuran besarnya organ seks, dan pada anak remaja laki-laki mulai tumbuh jakun di leher, tumbuh kumis, tumbuh rambut di dada, ketiak, serta alat kelamin. Adapun pada anak remaja perempuan mulai terlihat tumbuhnya payudara, pinggul membesar, serta tumbuh rambut di daerah ketiak dan alat kelamin.
1. Pertumbuhan Remaja
Setiap anak remaja memiliki kondisi fisik yang berbeda antara satu dan lainnya. Misalnya, siswa A dan siswa B siswa kelas VII SMP/MTs, mereka berusia 13 tahun. Siswa A lebih tinggi dan lebih besar daripada siswa B. Mengapa bisa begitu?
Faktor yang memengaruhi pertumbuhan fisik remaja
1. Pertumbuhan Remaja
Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tubuh seseorang, di antaranya sebagai berikut.
1) Faktor keluarga
Remaja yang memiliki tubuh tinggi atau berbadan gemuk kemungkinan diturunkan dari salah satu anggota keluarganya, misalnya ayah, ibu, kakek, atau nenek.
2) Faktor makanan atau gizi
Asupan makanan yang bergizi sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh. Pertumbuhan remaja yang asupan gizinya cukup akan lebih baik daripada remaja yang kurang gizi.
1. Pertumbuhan Remaja
Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tubuh seseorang, di antaranya sebagai berikut.
3) Faktor emosional
Anak remaja yang sering mengalami gangguan emosional dapat menyebabkan terbentuknya steroid adrenal (berfungsi untuk metabolisme tubuh) secara berlebihan. Kondisi ini dapat
berakibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di kelenjar pituitari (otak). Jika terjadi hal demikian, pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.
1. Pertumbuhan Remaja
Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tubuh seseorang, di antaranya sebagai berikut.
4) Faktor jenis kelamin
Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan. Namun, pada usia 12 dan 15 tahun, anak perempuan biasanya akan sedikit lebih tinggi dan lebih berat
daripada anak laki-laki. Bentuk tulang dan otot yang berbeda antara anak laki-laki dan anak perempuan menyebabkan perbedaan tersebut.
1. Pertumbuhan Remaja
Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tubuh seseorang, di antaranya sebagai berikut.
5) Faktor status sosial dan ekonomi
Anak remaja yang berasal dari keluarga yang status sosial ekonomi tinggi cenderung lebih besar.
6) Faktor kesehatan
Faktor kesehatan remaja sangat berpengaruh pada pertumbuhannya. Anak remaja yang sehat dan jarang sakit akan memiliki pertumbuhan yang lebih baik daripada anak remaja yang sering sakit.
1. Pertumbuhan Remaja
Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tubuh seseorang, di antaranya sebagai berikut.
7) Faktor pengaruh bentuk tubuh
Jenis-jenis bentuk tubuh, seperti mesomorf (memiliki tulang yang besar), ektomorf (memiliki tulang yang kecil atau tinggi-kurus), atau endomorf (memiliki tulang yang besar dan
berbadan gemuk) akan memengaruhi besar kecilnya tubuh remaja dan memengaruhi pertumbuhan tubuh.
1. Pertumbuhan Remaja
Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk memiliki tubuh yang sehat dan ideal, antara lain sebagai berikut.
1) Menerapkan pola makan yang sehat bergizi dan seimbang.
2) Melakukan olahraga secara teratur.
3) Istirahat yang cukup.
Pertumbuhan yang ideal bagi remaja
1. Pertumbuhan Remaja
Untuk mengetahui berat badan ideal, kamu bisa menggunakan rumus berikut.
Keterangan:
1. Pertumbuhan Remaja
Berikut daftar tinggi badan yang ideal menurut data dari WHO (Badan Kesehatan Dunia).
2. Perkembangan Remaja
Perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada kematangan seseorang dalam hal berpikir, kecerdasan, bertingkah laku, dan keterampilan. Perkembangan terjadi sejak
kita masih di dalam kandungan sampai akhir hayat. Perkembangan tidak mendominasi pada suatu periode usia. Seiring bertambahnya usia, selama itulah proses perkembangan akan terus berjalan.
Pertumbuhan anak remaja selalu diikuti dengan perkembangan yang sejajar. Akan tetapi, ada juga pertumbuhan yang tidak diikuti dengan perkembangan yang baik sehingga membuat kondisi remaja menjadi cacat, seperti cacat fisik atau cacat mental.
2. Perkembangan Remaja
Para pakar mengelompokkan perkembangan remaja menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1) Perkembangan biologis
Perubahan fisik pada anak remaja merupakan hasil aktivitas hormonal di bawah pengaruh sistem saraf pusat. Perubahan fisik yang sangat jelas tampak pada pertumbuhan peningkatan fisik dan perkembangan karakteristik seks sekunder.
2. Perkembangan Remaja
2) Perkembangan psikologis
Teori psikososial tradisional menganggap bahwa perkembangan pada masa remaja menghasilkan terbentuknya identitas. Pada masa remaja, mereka mulai melihat dirinya sebagai individu yang lain.
3) Perkembangan kognitif
Berpikir kognitif mencapai puncaknya pada kemampuan berpikir abstrak. Anak remaja tidak lagi dibatasi dengan kenyataan dan aktual yang merupakan ciri periode konkret. Anak remaja juga memperhatikan kemungkinan yang akan terjadi.
2. Perkembangan Remaja
2) Perkembangan psikologis
Teori psikososial tradisional menganggap bahwa perkembangan pada masa remaja menghasilkan terbentuknya identitas. Pada masa remaja, mereka mulai melihat dirinya sebagai individu yang lain.
3) Perkembangan kognitif
Berpikir kognitif mencapai puncaknya pada kemampuan berpikir abstrak. Anak remaja tidak lagi dibatasi dengan kenyataan dan aktual yang merupakan ciri periode konkret. Anak remaja juga memperhatikan kemungkinan yang akan terjadi.
2. Perkembangan Remaja
4) Perkembangan moral
Anak yang lebih muda hanya dapat menerima keputusan atau sudut pandang orang dewasa. Berbeda dengan anak remaja, mereka harus mengganti seperangkat moral dan nilai untuk memperoleh otonomi dari orang dewasa.
5) Perkembangan spiritual
Anak remaja mampu memahami konsep abstrak dan menginterpretasikan analogi serta simbol-simbol. Mereka mampu berempati, berfilosofi, dan berpikir secara logis.
2. Perkembangan Remaja
6) Perkembangan sosial
Anak remaja harus membebaskan diri mereka dari dominasi keluarga dan menetapkan sebuah identitas yang mandiri dari kewenangan keluarga. Masa remaja adalah masa dengan kemampuan bersosialisasi yang kuat terhadap teman dekat dan teman sebaya.
Sumber: dokumen penerbit
3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perubahan Fisik Primer dan Sekunder
Perubahan fisik primer
Perubahan fisik primer pada anak remaja pubertas ditandai dengan menstruasi untuk anak perempuan dan mengalami mimpi basah untuk anak laki-laki. Peristiwa menstruasi pertama kali untuk perempuan umumnya dialami ketika berusia 11–13 tahun. Adapun
untuk anak laki-laki, pertama kali mengalami mimpi basah umumnya ketika berusia 12–14 tahun.
3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perubahan Fisik Primer dan Sekunder
Perubahan fisik sekunder
Ciri-ciri perubahan fisik secara sekunder pada anak remaja laki-laki antara lain sebagai berikut.
Sumber: en.wikipedia.org/myneck
3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perubahan Fisik Primer dan Sekunder
Perubahan fisik sekunder
Ciri-ciri perubahan fisik secara sekunder pada anak remaja perempuan antara lain sebagai berikut.
4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perubahan Mental Remaja
Faktor internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti sifat, bakat, dan keturunan. Contoh sifat adalah jahat, baik, pemarah, dengki, iri, pemalu, dan pemberani. Contoh bakat adalah melukis, bermain musik, menciptakan lagu, dan akting. Adapun aspek keturunan, seperti turunan emosi, intelektualitas, dan potensi diri.
4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perubahan Mental Remaja
Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang yang dapat memengaruhi mentalnya. Lingkungan eksternal yang paling dekat dengan remaja adalah keluarga, seperti orang tua, kakak, adik, kakek-nenek, dan orang-orang yang berada dalam lingkungan keluarga yang lain, misalnya asisten rumah tangga.
Faktor eksternal yang lain adalah lingkungan tempat tinggal, lingkungan bermain, lingkungan sekolah, sosial, budaya, dan masyarakat.
4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perubahan Mental Remaja
Dampak kesehatan mental pada anak remaja
1) Dampak positif
Anak remaja yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mudah melalui kondisi yang sulit. Pengalaman tersebut dijadikan pembelajaran dan motivasi untuk terus berusaha lebih baik.
2) Dampak negatif
Anak remaja yang memiliki kesehatan mental yang kurang baik akan mengalami kesulitan menghadapi kondisi yang sulit. Mereka lebih mudah mengalami stres. Akibatnya, kurangnya kepercayaan diri, gangguan mental, kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang dan minuman beralkohol, seks bebas, serta gangguan makan.
1. Pola Makan Sehat
B. Pola Makan Sehat Bergizi dan Seimbang
Pola makan sehat adalah pola mengonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung bermacam-macam unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, vitamin, lemak, mineral, dan air. Pola makan yang paling baik adalah makan secukupnya sesuai dengan kebutuhan tubuh secara teratur.
Selain harus memahami pola makan sehat, tentunya makanan juga harus diperhatikan dari segi kebersihan. Makanan yang bersih berarti terbebas dari kotoran dan kuman penyakit.
2. Gizi Seimbang
Cara menjalankan gizi seimbang di antaranya sebagai berikut.
3. Pengaruh Zat Gizi Makanan terhadap Kesehatan
Pengaruh gizi terhadap daya kerja
Semakin berat pekerjaan kita, akan semakin banyak kalori yang kita butuhkan sehingga kecukupan gizi otomatis akan berpengaruh terhadap kendali kinerja kita. Apabila energi yang diperoleh dari makanan tidak cukup, orang tersebut akan bekerja di bawah kapasitas seharusnya. Kekurangan energi akan menyebabkan turunnya kekuatan otot dan ketepatan gerak otot yang menjadikan kerja tidak efisien. Rendahnya efisiensi kerja akibat keadaan gizi yang kurang baik akan mengganggu kapasitas kerja dan keadaan ini tentunya akan menyebabkan turunnya produktivitas kerja.
3. Pengaruh Zat Gizi Makanan terhadap Kesehatan
Pengaruh gizi terhadap daya tahan tubuh
Jika daya tahan tubuh melemah, kuman akan dengan mudah masuk ke tubuh sehingga tubuh akan lebih mudah terkena penyakit. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap baik adalah dengan makan makanan yang bergizi. Makanan tersebut adalah makanan yang mengandung unsur karbohidrat, protein, vitamin, lemak, mineral, dan lain-lain.
Sumber: shutterstock.com
3. Pengaruh Zat Gizi Makanan terhadap Kesehatan
Pengaruh gizi terhadap pertumbuhan jasmani dan mental
Pengaruh positif zat gizi pada fisik atau jasmani manusia antara lain:
Sementara itu, pengaruh positif zat gizi pada mental atau rohani manusia adalah percaya diri, cerdas, aktif, kreatif, dan berinisiatif tinggi.