1 of 13

ANTIMIKROBA�

Zat mampu membasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia.

2 of 13

Mekanisme penghambatan :

  • Menghambat metabolisme sel mikroba :Sulfonamid, trimetoprim, asam p-aminosalisilat, dan sulfon.

  • Menghambat sintesis dinding sel mikroba : Tekanan osmotik dalam sel mikroba lebih tinggi maka akan menyebabkan sel mikroba lisis. Ex Penisilin, sefalosporin, basitrasin, vankomisin, sikloserin.

3 of 13

Mekanisme penghambatan :

  • Menghambat keutuhan membran sel mikroba (merusak membran sel) Polimiksin, polien.

  • Menghambat sintesis protein sel mikroba, Ex: Aminoglikosida, makrolida, linkomisin, tetrasiklin, kloramfenikol.

  • Menghambat enzim yg sintesis asam nukleat Rifampisin, kuinolon

4 of 13

  • ANTISEPTIS : mencegah pertumbuhan / aktivitas m.o dengan cara menghambat atau membunuh; dipakai untuk zat-zat kimia terhadap jaringan tubuh.
  • ANTISEPTIK: zat kimia yang dipakai utk antiseptis.

  • DESINFEKSI : membunuh organisme-organisme patogen (kecuali spora kuman) dengan cara fisik atau kimia; dilakukan terhadap benda mati.
  • DESINFEKTAN: zat (biasanya kimia) untuk disinfeksi.

Istilah dan Definisi

5 of 13

Istilah dan Definisi

  • -sida

akhiran untuk menunjukkan bahwa zat kimia yang dipakai mampu membunuh. Ex;

bakterisid, sporosid, fungisid, herbisid, pestisida

  • -statik

akhiran untuk menunjukkan bahwa zat kimia yang dipakai mampu mencegah pertumbuhan organisme tapi tidak membunuhnya. Ex;

bakteriostatik, fungistatik.

6 of 13

ANTISEPTIK KIMIA

  • Golongan Alkohol & Fenol
  • Golongan Halogen
  • Golongan Peroksida
  • Golongan Penurun tegangan permukaan
  • Golongan zat warna
  • Logam-logam berat
  • Gas-gas lainnya

7 of 13

  • Alkohol adalah zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan desinfeksi.

  • Alkohol dapat mendenaturasi protein dengan jalan dehidrasi.

  • Konsentrasi 70% sangat baik, dibawah 50% atau diatas 90% tidak efektif.

Golongan Alkohol

8 of 13

  • Fenol (asam karbol) pertama kali digunakan oleh J.Lister dalam ruangan bedah.
  • Mekanisme kerjanya fenol adalah merusak membran sel dengan menurunkan tegangan permukaan.
  • Fenol, krosol, heksakolorofen biasa digunakan.
  • Konsentrasi 2% saja sudah dapat membunuh kuman.

Golongan Fenol

9 of 13

  • Larutan klorin (atau biasanya hipoklorit, ClO-) dipakai untuk desinfeksi dan menghilangkan bau.
  • Halazol dan parasulfon dichloramidobenzoic acid pada konsentrasi 4-8 mg/L dapat mendisinfeksi air yang mengandung S. typhi dalam wakti 30 menit.

  • Iodium bersifat sangat antiseptik, efektif juga untuk protozoa (amuba penyebab disentri)
  • Aman untuk kulit, tetapi pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan alergi pada kulit.

Golongan Halogen

10 of 13

  • Antiseptik efektif dan nontoksik

2 H2O2 🡪 2 H2O + O2

  • Konsentrasi:
    • 0,3-6,0% : desinfeksi
    • 6,0-25,0% : sterilisasi
    • 0,1% dalam susu pada suhu 54oC dapat mengurangi kuman sampai 99,99%
    • 10% : dapat membunuh virus dan spora
    • 3%: untuk mencuci luka pada kuman aerob.

Golongan Peroksida

11 of 13

Detergen

  • Merupakan senyawa penurun tegangan permukaan.
  • Karena memiliki struktur bipolar.
  • Untuk deterjen ionik sangat desinfektan daripana deterjen nonionik.

12 of 13

  • Beberapa macam zat warna terbukti dapat menghambat pertumbuhan kuman (bakteriostatik)
  • Derivat akridin & rosanilin
  • Mekanisme kerjanya diduga menghambat DNA sehingga ada kemungkinan juga bahaya terhadap manusia.

Zat Pewarna

13 of 13

  • Dapat menggumpalkan enzim-enzim atau protein esensial lainnya.
  • Biasanya: Hg, Ag, As, Zn, dan Cu.
  • Karena sgt berbahaya 🡪tidak digunakan lagi
  • HgCl2🡪untuk luka-luka kecil
  • AgNO3🡪infeksi gonokokus
  • As2O4🡪sifilis, infeksi protozoa
  • ZnO🡪infeksi kuman atau jamur

Logam Berat