Perbankan Syariah
Pendidikan Agama Islam
Kelas- X
Materi
1
2
3
4
5
Pengertian Bank Syariah
Dasar hukum dan ketentuan Bank Syariah
Tujuan Bank Syariah
Prinsip Bank Syariah
Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional
Pengertian Bank Syariah
Bank Syariah adalah suatu system perbankan yang pelaksaannya berdasarkan hukum islam (Syariah). Pembentukan system Syariah tersebut berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan bunga, sehingga hukumnya haram.
Menurut UU NO.21 Tahun 2008, Bank Syariah merupakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah seperti prinsip keadilan dan keseimbangan (tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah) serta tidak mengandung garar, maysir, riba, zalim dan objek yang haram.
Dasar Hukum dan Ketentuan Umum Bank Syariah
UU No. 21 Tahun 2008 tentang perbankan Syariah juga menjelaskan tentang ketentuan Umum bank Syariah yaitu dalam menjelaskan aktivitas kegiatan usahanya harus berdasarkan pada prinsip Syariah, demokrasi ekonomi (kedaulatan rakyat atas perekonomian nasional dan landasan penyelenggaraan perekonomian nasional dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, kemandirian) dan prinsip kehati-hatian.
Tujuan Bank Syariah
Bank Syariah mempunyai tujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan dan pemerataan kesejahteraan rakyat yang dilakukan dengan prinsip menyeluruh (kaffah) dan konsisten (istiqomah)
1) Asas Akidah atau Tauhidullah
Prinsip ini menekankan bahwa :
5) Asas mengutamakan kepentingan sosial
Menekankan kepentingan bersama tanpa menyebabkan kerugian individu
6) Asas maslahat (faedah, kemanfaatan)
Sesuai dengan tujuan Syariah atau kulliyat khamsah
2) Asas Tasyri’iyah
Prinsip ini menekankan semua persoalan harus kembali kepada Al Quran dan Sunnah.
3) Asas Akhlak
Menunjukkan kejujuran dan kebenaran serta akhlak yang baik dalam segala urusan dan perkataan
4) Asas segala sesuatu yang meragukan dilarang oleh Agama
7) Asas Konsensualisme (saling rela)
Berdasarkan pada QS. An Nisa : 29
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ
8) Asas Persamaan Hukum ( Al-Musawah)
Menyamaratakan hak milik setiap orang
Asas Hukum Perbankan Syariah
a. Menjalankan Fungsi Menghimpun dana masyarakat berdasarkan Syariah Islam, Fungsi bank Syariah untuk menghimpun dana dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
Akad penitipan dari suatu pihak ke pihak lain, baik atas nama pribadi atau atas nama badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kepada pemiliknya
2)Berdasarkan akad mudharabah
Kerja sama antara pemberi modal dengan pengelola
b. Terbebas dari unsur riba
c. Terbebas dari unsur maysir
d. Terbebas dari unsur gharar, haram dan zalim
e. Menerapkan prinsip kehati-hatian
f. Menyalurkan dana masyarakat berdasarkan Syariah Islam, dengan perincian berikut ini :
Prinsip Bank Syariah
Manfaat Bank Syariah
Thank You
Farida Prima Pratista, Lc. MA