Perbedaan antara Al-Qur’an dengan Hadist Qudsi dan Hadist Nabawi
🙢
Prolog
Secara definisi Al-Qur’an dengan Hadist memiliki perbedaan baik dari segi bahasa maupun istilah. Namun, jika bentuk kalimat aslinya, Al-Qur’an dan hadist memiliki persamaan bahasa yang sukar dibedakan. terutama untuk orang awam yang buta dari bahasa Arab. Untuk itu slide ini berusaha menyajikan perbedaan antara Al-Qur’an dengan Hadist Qudsi dan Hadist Nabawi
🙢
Rumusan Masalah
🙢
Pengertian
🙢
Pengertian
🙢
Perbedaan
Al-Qur’an
Hadist Qudsi
🙢
Pebedaan
Hadist Qudsi
Hadist Nabawi
🙢
Contoh ayat Al-Qur’an
🙢
Contoh Hadist Nabawi
🙢
Contoh hadist Qudsi
🙢
Refleksi
Al-Qur’an adalah sebuah kumpulan kalam Allah SWT yang disampaikan terhadap Nabi saw., baik makna maupun lafalnya. Sedangkan Hadist Qudsi adalah hadist yang disampaikan oleh Nabi saw. secara lafalnya akan tetapi maknanya dari Allah SWT saw.. dan Hadist Nabawi adalah hadist yang disampaikan oleh Nabi saw. baik lafal maupun maknyanya, maknyanya diperoleh oleh Nabi saw. melalui ijtihad dari Al-Qur’an.
🙢
Lanjutan
Untuk membedakan Al-Qur’an dengan hadist sangat mudah. Dari lafal dan bahasanya sangat mudah ditebak. Al-Qur’an memiliki tingkat keindahan bahasa yang tinggi sedangkan hadist memiliki tingkat keindahan bahasa sebagaimana bahasa Arab pada umumnya. Selain itu pula hadist biasanya didahului oleh kalimat qolaa Rasulullah saw. atau an abii ...
🙢
No | Al-Qur’an | Hadist Qudsi | Hadist Nabawi |
1. | Teks dan makna dari Allah SWT | Teks dari Nabi saw. dan makna dari Allah SWT | Teks dan makna dari Nabi saw. |
2. | Diriwayatkan secara mutawatir | Diriwayatkan secara ahad | Diriwayatkan secara mutawatir dan ahad |
3. | Teks dan hurufnya berupa mukjizat | Tidak termasuk mukjizat | Tidak termasuk mukjizat |
4. | Membacanya bernilai ibadah | Penilaian ibadah secara umum (mempelajarinya) | Penilaian ibadah secara umum (mempelajarinya) |
5. | Dibaca dalam shalat | Tidak boleh dibaca dalam shalat | Tidak boleh dibaca dalam shalat |
6. | Tidak boleh disentuh oleh orang yang berhadats | boleh disentuh oleh orang yang berhadats | boleh disentuh oleh orang yang berhadats |
7. | Tidak boleh dijual belikan | Boleh diperdagangkan | Boleh diperdagangkan |
8. | Berisi tentang ahkam syar’iyyah | Targhib dan tarhib | Lebih berfungsi sebagai penjelas Al-Qur’an |
🙢
Rujukan
al-Qattan, Manna’ Khalil. 2001. Studi Ilmu-ilmu Qur’an (Mabahis Fi ‘Ulumil Quran, diterjemah: Mudzakar AS). Bogor: Pustaka Litera.
B. Smeer, Zeid. 2008. ULUMUL HADIS Pengantar Studi Hadis Praktis. Malang: UIN-Malang Press
🙢
Terima kasih....
Semoga bermanfaat,
🙢