1 of 53

Kurikulum Merdeka

Sosialisasi Pengawas dan Kepala Sekolah

Sosialisasi Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran 2022

2 of 53

Kesepakatan belajar

3 of 53

Tujuan

Setelah sesi ini, diharapkan memahami;

a. Struktur Kurikulum Merdeka dan penerapannya

b. Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan

Pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Satuan Pendidikan

c. Prinsip Pembelajaran, Asesmen dan Penerapannya

d. Penggunaan Perangkat Ajar

4 of 53

A

B

Materi Diskusi

Struktur Kurikulum Merdeka, termasuk intrakurikuler dan kokurikuler, termasuk pengelolaan sumber daya untuk mendukung projek

Penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan

Prinsip pembelajaran dan asesmen dan penerapannya, termasuk pembelajaran sesuai

tahap capaian peserta didik

(teaching at the right level) dan

penyusunan rapor peserta

didik

Penggunaan perangkat

ajar, mulai dari penggunaan

contoh-contoh yang diberikan

Pemerintah, hingga penyusunan

perangkat ajar

C

D

5 of 53

Apa kekhasan dari

Kurikulum Merdeka?

6 of 53

A. Struktur Kurikulum Merdeka

Kegiatan Intrakurikuler

Untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Mengacu pada standar

Kompetensi Lulusan

dialokasikan sekitar 20% beban

belajar per tahun

7 of 53

Struktur kurikulum SD/MI

dibagi menjadi 3 (tiga) Fase:

Fase B

Kelas III dan IV

A

Fase A

Kelas I dan II

B

C

Fase C

Kelas V dan VI

8 of 53

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila:

1.

Dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan.

2.

Mengacu pada capaian Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.

3.

Projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama

9 of 53

Alokasi waktu

Alokasi jam pelajaran pada struktur kurikulum dituliskan secara total dalam satu tahun.

• Satuan Pendidikan mengatur alokasi waktu

setiap minggunya secara fleksibel dalam satu tahun ajaran.

10 of 53

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas I

* Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing- masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Asumsi 1 Tahun = 36 minggu

1 JP = 35 menit

Alokasi per tahun

(minggu)

Alokasi Projek

per tahun

TOTAL JP PER TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Pancasila

144 (4)

36

180

Bahasa Indonesia

216 (6)

72

288

Matematika

144 (4)

36

180

PJOK

108 (3)

36

144

Seni dan Budaya**:

1. Seni Musik

2. Seni Rupa

3. Seni Teater

4. Seni Tari

108 (3)

36

144

Bahasa Inggris

72 (2) ***

-

72***

Muatan Lokal

72 (2) ***

72***

Total****:

828 (23)

252

1080

11 of 53

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas II

* Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing- masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Asumsi

1 JP

1 Tahun = 36 minggu = 35 menit

Alokasi pertahun

(minggu)

Alokasi Projek

per tahun

TOTAL JP PER TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Pancasila

144 (4)

36

180

Bahasa Indonesia

252 (7)

72

324

Matematika

180 (5) ***

36

216

PJOK

108 (3)

36

144

Seni dan Budaya**:

1. Seni Musik

2. Seni Rupa

3. Seni Teater

4. Seni Tari

108 (3)

36

144

Bahasa

Inggris

72 (2) ***

-

72***

Muatan Lokal

72 (2) ***

72***

Total****:

900 (25)

252

1152

12 of 53

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas III-V

*Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Asumsi 1 Tahun = 36 minggu

1 JP = 35 menit

Alokasi per tahun

(minggu)

Alokasi Projek

per tahun

TOTAL JP PER TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Pancasila

144 (4)

36

180

Bahasa Indonesia

216 (6)

36

252

Matematika

180 (5)

36

216

IPAS

180 (5)

36

216

PJOK

108 (3)

36

144

Seni dan Budaya**:

1. Seni Musik

2. Seni Rupa

3. Seni Teater

4. Seni Tari

108 (3)

36

144

Bahasa Inggris

72 (2) ***

-

72***

Muatan Lokal

72 (2) ***

-

72***

Total****:

1044 (29)

252

1296

13 of 53

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas VI

** Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Asumsi 1 Tahun = 32 minggu

1 JP = 35 menit

Alokasi per tahun

(minggu)

Alokasi

Projek per

tahun

TOTAL JP PER

TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Pancasila

128 (4)

32

160

Bahasa Indonesia

192 (6)

32

224

Matematika

160 (5)

32

192

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

160 (5)

32

192

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

96 (3)

32

128

Seni dan Budaya**:

1. Seni Musik

2. Seni Rupa

3. Seni Teater

4. Seni Tari

96 (3)

32

128

Bahasa Inggris

64 (2) ***

-

64***

Muatan Lokal

64 (2) ***

-

64***

Total****:

928 (29)

224

1152

14 of 53

Muatan Lokal

Satuan pendidikan dan/atau

pemerintah daerah dapat

menambahkan muatan tambahan:

Sesuai dengan

kebutuhan

Sesuai dengan

karakteristik

Mengelola

kurikulum muatan

lokal secara

fleksibel

Muatan

Lokal

Muatan lokal dapat dilakukan

melalui tiga metode:

Metode mengintegrasikan muatan lokal ke dalam mata pelajaran lain

Mengintegrasikan muatan lokal ke tema proyek penguatan profil Pancasila

Mengembangkan mata pelajaran khusus muatan lokal yang berdiri sendiri sebagai bagian dari program intrakurikuler

15 of 53

B. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan:

Bagaimana menyusun pedoman penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan Karakteristik dan kebutuhan Satuan Pendidikan?

Pernahkah Bapak/Ibu menyusun pedoman

perangkat pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan satuan Pendidikan

Apa yang harus dilakukan?

16 of 53

Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan:

Kurikulum operasional yang dikembangkan:

Sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan

pendidikan, dan daerah.

Melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk

siswa, komite sekolah, dan masyarakat.

Pemerintah menyediakan contoh-contoh kurikulum operasional sekolah yang dapat dimodifikasi, dijadikan contoh, atau rujukan untuk satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum operasionalnya.

17 of 53

Komponen KOSP

Komponen kurikulum operasional:

karakteristik satuan pendidikan;

visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan; pengorganisasian pembelajaran;

perencanaan pembelajaran; dan lampiran-lampiran

• Satuan Pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi dan

mengadaptasi contoh model perangkat ajar yang diberikan oleh pemerintah.

• Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format

dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan

pendidikan.

18 of 53

Prinsip Pengembangan KOSP

Berpusat Pada

Pesdik

Kontekstual

Esensial

Akuntabel

Melibatkan

Pemangku

Kepentingan

Keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik (Merujuk ke P4)

Kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan Pendidikan dan lingkungan sosial budaya

Memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan

Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan actual;

Melibatkan komite satuan Pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan (Ortu, masyarakat, Dudi, dinas Pendidikan)

19 of 53

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Secara Umum

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

SNP

Struktur Kurikulum

TETAP

Ditetapkan oleh pemerintah pusat

Capaian Pembelajaran

Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

Kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat

. .

FLEKSIBEL/DINAMIS Satuan pendidikan mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan

1

Menganalisis

konteks

KARAKTERISTIK

SATUAN

PENDIDIKAN

3

Menentukan

PENGORGANISASIAN

2

PEMBELAJARAN 4

Merumuskan

Menyusun

VISI

RENCANA

MISI

PEMBELAJARAN

TUJUAN

20 of 53

Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Sebelum mengembangkan kurikulum satuan pendidikan, sekolah perlu melakukan analisis karakteristik dan lingkungan belajar dengan menampung aspirasi anggota komunitas, dan menjadikan visi dan misi sebagai arahan yang disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan.

Prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar:

● Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan

● Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi satuan

pendidikan

● Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis

dan dokumentasi data

● Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi

atau solusi

Contoh informasi yang perlu didapatkan dalam analisis lingkungan belajar satuan pendidikan:

● Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk dilestarikan?

● Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian dari masyarakat setempat?

● Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat dirasakan saat ini (baik oleh

warga masyarakat maupun warga satuan pendidikan itu sendiri)?

● Bagaimana peran satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik mencapai

profil Pelajar Pancasila?

● [SMK] Apa potensi daerah dan kondisi dunia kerja yang relevan?

Berikut adalah pilihan cara untuk

mengumpulkan informasi

Kuesioner, dengan pertanyaan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang dibutuhkan.

Wawancara, untuk mendapatkan

data secara langsung. Diskusi kelompok

terpumpun (FGD) dengan mengundang perwakilan dari seluruh warga satuan pendidikan dan tokoh masyarakat.

Observasi

Rapor pendidikan, terkait mutu dan hasil belajar, kompetensi dan kinerja guru dan tenaga kependidikan, mutu dan relevansi pembelajaran

Beberapa alat yang dapat digunakan untuk menganalisis informasi:

● Analisis

SWOT

Root Cause Fish Bone

21 of 53

[CONTOH] Proses Analisis Karakteristik Satuan

Pendidikan

Analisis lingkungan belajar

Sumber daya alam, sosial, dan budaya

Visi - Misi - Tujuan

● Seperti apakah gambaran ideal tentang masa depan dan ingin diwujudkan oleh satuan pendidikan?

Analisis kebutuhan satuan pendidikan

Peserta didik

● Siapa sajakah peserta didik yang ada di sekolah?

Satuan

Pendidikan

● Bagaimana mendokumentasikan semua informasi sistem, sumber daya dan fasilitas dan mitra yang ada?

Apakah ada sumber daya dari lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dalam proses belajar?

Sumber pendanaan

● Bagaimana proses pendanaan satuan

pendidikan?

● Bagaimana penggunaan dana ini? Sistem dan kebijakan di daerah

● Apa saja visi, misi, dan tujuan daerah?

● Apa saja kebijakan satuan pendidikan

terkait indikator?

● Apa saja perubahan sistem yang

terjadi?

● Apakah ada integrasi aktivitas untuk

mendukung pencapaian indikator?

Kemitraan

● Siapa saja pihak-pihak yang dapat dilibatkan untuk mendukung program satuan pendidikan? (organisasi, komunitas, tokoh, dll.)

● Bagaimana satuan pendidikan bisa

mencapai gambaran ideal tersebut?

Review Visi Misi

● Bagian mana yang perlu ditajamkan dalam

visi dan misi?

● Apakah perlu membuat visi dan misi baru yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakteristik peserta didik??

● Apa saja prioritasnya?

Review Tujuan

● Apa yang menjadi prioritas bagi satuan pendidikan (atau program keahlian untuk SD) dalam mendukung kompetensi peserta didik?

● Apa yang mendasari tujuan ini?

● Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki

oleh peserta didik?

● Mengapa kompetensi ini dianggap

penting?

● Apa saja keterampilan yang perlu dikuasai

peserta didik?

● Apa karakteristik individu yang ingin

dibangun?

● [SD] Jabatan pekerjaan/okupasi apa saja

yang berpotensi untuk diisi oleh lulusan

Bagaimana sekolah bisa mengklasifikasi peserta didik tersebut? Berdasarkan apakah klasifikasi tersebut?

● Dari klasifikasi tersebut, apa saja kebutuhan masing-masing kelompok? Apakah ada kelompok tertentu yang memerlukan perhatian dan pendampingan yang lebih banyak?

Guru dan tenaga kependidikan

● Profil atau kompetensi guru yang diperlukan untuk

pembelajaran yang optimal menuju visi-misi sekolah

● Apa saja kelompok-kelompok guru dan tenaga kependidikan yang ada di satuan pendidikan? Apa saja kebutuhan setiap kelompok tersebut?

● Apakah ada kelompok guru dan tenaga kependidikan yang

membutuhkan bantuan/dampingan lebih banyak?

● Apakah guru siap memfasilitasi peserta didik dengan berbagai

latar belakang dan kebutuhan?

Sarana dan prasarana

● Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk

pembelajaran yang optimal?

● Apakah satuan pendidikan menjadi lingkungan yang aman dan

sehat (fisik dan mental) bagi warganya?

Apakah satuan pendidikan memiliki perangkat yang memadai untuk menyelenggarakan pembelajaran yang optimal dan mengelola data?

22 of 53

Contoh Kurikulum Operasional Sekolah

Silakan klik Link Di bawah ini!

https://bit.ly/contohmodelKOSP

23 of 53

C. Pengelolaan Pembelajaran

Bagaimana pengelolaan

pembelajaran bisa dilakukan di

satuan pendidikan?

24 of 53

Pembelajaran Tematik

Bahasa Indonesia

siswa membuat pertanyaan untuk diajukan kepada narasumber mengenai jenis-jenis sumber daya

Seni Musik

Jadwal disusun berdasarkan mata pelajaran

tetapi kegiatan pembelajaran dijalankan dengan merujuk pada tema yang sudah ditentukan

Pembelajaran tematik disusun dengan cara

menyusun TP yang sesuai dengan tema

alam lokal Siswa mencatat informasi yang didapat secara terstruktur (belajar membuat tabel atau diagram) dan berdiskusi untuk membuat cara mengkomunikasikan informasi tersebut.

Pendidikan

Pancasila

Siswa dapat mengamati symbol-symbol

Sumber daya

alam lokal untuk

menjaga

kesehatan dalam

keseharian

siswa belajar memainkan alat musik dari daerah lokal yang menggunakan bahan yang diambil dari alam sekitarnya. Siswa juga berdiskusi mengenai peran bermusik dalam kesehatan emosi (memberikan ketenangan/menghibur)

Saat perencanaan pembelajaran guru dan

wakil kepala sekolah bidang kurikulum melihat CP dan mengidentifikasi tema- tema yang bisa menjadi fokus pembelajaran

Pancasila yang diperlihatkan guru . Dari hasil pengamatan , siswa dapat menyembutkan symbol sila – sila Pancasila

Bahasa Inggris

menulis teks deskripsi mengenai satu sumber daya alam dari daerahnya yg bisa dimanfaatkan untuk kesehatan masyarakat.

Contoh desain pembelajaran tematik fase A

25 of 53

Pembelajaran Integratif

Pembelajaran integratif berfokus membangun pemahaman terhadap satu ide besar (konsep)

Saat perencanaan pembelajaran guru dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum melihat TP dan merancang sebuah ide besar (konsep) yang menjadi tujuan akhir proses pembelajaran

Jadwal disusun dengan meleburkan beberapa mata pelajaran, sehingga sudah menjadi satu unit pembelajaran integratif

26 of 53

Contoh desain unit integratif fase A

Pendidikan Pancasila

Ide utama /konsep:

Elemen keterampilan

proses:

Mengamati dan menyimak cerita

Bergambar mengidentifikasi nilai pancasila

Asesmen (performancetask):

Memperhatikan cerita bergambar kemudian menceritakan aktivitas sesuai gambar yang mencerminkan nilai Pancasila

Mata pelajaran yang terintegrasi:

Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila

Merencanakan dan melakukan penyelidikan. Dengan panduan, peserta didik melihat tayangan atau rekaman pembacaaan teks Pancasila, kemudian guru memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan teks Pancasila yang telah diliat dan didengar oleh peserta didik, Guru memberikan tanggapan atas respon dari peserta didik pembacaan teks Pancasila tersebut. Guru dapat memberikan penjelasan tentang makna setiap sila dan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari (penguatan elemen akhlak kemanusiaan dan elemen kepedulian).

Peserta didik menceritakan aktivitas sesuai gambar yang disajikan guru yang mencerminkan nilai Pancasila.

27 of 53

Contoh Jadwal Pembelajaran Berbasis Integratif

07.00 - 07.35

07.35 - 08.05

08.05 - 08.40

08.40 - 09.00

09.00 - 09.35

09.35 - 10.10

10.10 - 10.45

10.45 - 11.05

11.05 - 11.40

11.40 - 12.15

12.15 - 12.50

Senin

Unit integratif Unit integratif Unit integratif

Matematika

Matematika

Matematika

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Selasa

Seni dan Budaya Seni dan Budaya Seni dan Budaya

Unit integratif

Unit integratif Unit integratif

PJOK

PJOK

PJOK

Rabu

Unit integratif Unit integratif Unit integratif

istirahat

Muatan lokal

Agama dan Budi Pekerti Agama dan Budi Pekerti

istirahat

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Kamis

Muatan lokal Matematika Matematika

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Unit integratif Unit integratif

Unit integratif

Jumat

Agama dan Budi Pekerti Bahasa Inggris Bahasa Inggris

Unit integratif

Unit integratif Unit integratif

28 of 53

Pembelajaran berbasis mata pelajaran

Pembelajaran berbasis mata pelajaran diibaratkan makanan dengan lauk yang terpisah

Pembelajaran berbasis mata pelajaran bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran di masing-masing mata pelajaran

Saat perencanaan pembelajaran guru dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum melihat TP dan merancang asesmen dan kegiatan untuk setiap mata pelajaran

29 of 53

Contoh desain pembelajaran berbasis mata pelajaran

Pendidikan Pancasila Matematika Bahasa Indonesia Seni Rupa

Pada akhir fase A, peserta didik

dapat:

Menyebutkan identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, minat, dan perilakunya; membedakan identitas dirinya dengan teman-temannya; dan menyebutkan karakteristik dan ciri- ciri fisik orang dan benda yang ada di rumah dan di sekolah, sebagai bagian tak terpisahkan dari

wilayah NKRI

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali dan menceritakan simbol-simbol sila Pancasila Pada lambang negara “Garuda Pancasila” serta menerima dan bersikap jujur, rukun, santun, percaya diri, dan mandiri yang sesuai dengan silasila Pancasila

membaca, menuliskan, membandingkan, mengurutkan bilangan cacah sampai dengan 999

Tujuan Pembelajaran

Pada akhir kelas 1, peserta didik dapat mengurutkan bilangan cacah sampai angka 99, membandingkan (lebih besar atau lebih kecil), serta menghitung hasil penjumlahan dan pengurangannya dengan cara membilang dalam menyelesaikan masalah

Pada akhir fase ini, disusun dengan tujuan untuk memperkuat fondasi dasar keterampilan literasi pelajar kelas awal. Sebelum dapat menguasai aneka keterampilan berbahasa yang lebih kompleks,

Tujuan Pembelajaran

Pelajar mampu bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang baik. Pelajar mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Pelajar mampu menambah kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi.

Di akhir fase A, siswa mampu menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris sebagai ungkapan ekspresi kreatif dalam merespon berbagai obyek dari dunia sekitarnya dengan konsep bentuk yang jelas

Tujuan Pembelajaran:

Mengenal dan mengidentifikasi jenis-jenis garis berdasarkan arah dan bentuk ● Garis lurus dan lengkung ● Garis vertikal, horizontal, dan diagonal

30 of 53

Contoh jadwal pembelajaran berbasis mata pelajaran

Untuk pembelajaran tematik, dapat menggunakan contoh jadwal yang sama namun setiap materi di mata pelajaran konteksnya dikaitkan dengan tema

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat

07.00 - 07.35

07.35 - 08.05

08.05 - 08.40

Matematika Bahasa Indonesia

Matematika Bahasa Indonesia

Seni dan Budaya Muatan lokal

Matematika

Matematika

Matematika

Pendidikan Pancasila Pendidikan Pancasila

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

PJO

K Bahasa Inggris Bahasa Inggris

08.40 - 09.00 istirahat

09.00 - 09.35

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

PJO

K

B. Indonesia

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Seni dan Budaya

09.35 - 10.10

10.10 - 10.45

10.45 - 11.05

11.05 - 11.40

11.40 - 12.15

12.15 - 12.50

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Pendidikan Pancasila

Pendidikan

Pancasila

Agama dan Budi Pekerti Agama dan Budi Pekerti

PJO

K

Pendidikan Pancasila

Pendidikan

Pancasila

Bahasa

Indonesia

Bahasa

Indonesia

B. Indonesia

B. Indonesia

istirahat

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Bahasa

Indonesia

Bahasa

Indonesia

Muatan lokal

Seni dan Budaya

Agama dan Budi Pekerti

31 of 53

Bahasa

Indonesia

Elemen Menyimak:

Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio,

teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

Elemen Membaca &

Memirsa:

Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informasional dan mampu menjelaskan permasalahan

yang dihadapi oleh tokoh cerita pada teks narasi. Peserta didik mampu menambah kosakata baru dari teks yang dibaca

atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik.

Elemen Berbicara &

Mempresentasikan:

Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; mengajukan dan menanggapi pertanyaan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan lebih aktif. Peserta

didik mampu mengungkapkan gagasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan menerapkan tata caranya. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beragam.

Pendidikan

Pancasila

Peserta didik dapat mengenal identitas dirinya dan teman-temannya sesuai budaya, minat, dan perilakunya; cara

berkomunikasi dengan mereka; mengenali karakteristik fisik

dan non-fisik orang dan benda yang ada di lingkungan sekitarnya; serta memahami bahwa kebinekaan dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang baru.

32 of 53

Contoh Desain Pembelajaran Berbasis Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia Matematika Pendidikan Pancasila

CP Elemen Menyimak:

Peserta didik mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

CP elemen Bilangan :

● Peserta didik menunjukkan pemahaman

dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. .

● Peserta didik dapat melakukan operasi

penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. .

CP elemen Pancasila

Peserta didik mampu mengenal dan

menceritakan simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan

menjelaskan hubungan antara simbol dan sila dalam lambang negara Garuda Pancasila

Peserta didik mampu menerapkan nilainilai

Pancasila di lingkungan keluarga dan seko

33 of 53

Contoh desain pembelajaran berbasis mata pelajaran

Bahasa Indonesia Matematika Pendidikan Pancasila

Tujuan pembelajaran: Peserta didik menyimak dengan saksama, memahami instruksi yang lebih kompleks, memahami dan memaknai ide pokok dalam teks audiovisual dan teks aural (teks yang dibacakan) yang sesuai jenjangnya.

Asesmen: Merancang media penyampaian pesan

Kegiatan pembelajaran

● Mengamati berbagai media penyampaian pesan, contoh: video, poster, artikel pendek dan mengidentifikasi ide / pesan yang disampaikan

● Mendiskusikan media yang paling efektif dalam

menyampaikan pesan

● Mencari data di sekolah untuk mengetahui

media apa yang paling disukai teman-temannya ● Mendesain media penyampaian pesan

Tujuan Pembelajaran: mendesain kuesioner sederhana, mengorganisasikan data

Asesmen: membuat kuesioner sederhana

Kegiatan pembelajaran:

● Penjelasan tentang bentuk dan fungsi kuesioner

● Membuat pertanyaan untuk kuesioner

● Merancang kuesioner secara berkelompok

Tujuan Pembelajaran: Memahami pengaruh budaya dengan cara berkomunikasi

Asesmen: membuat salindia ttg pengaruh budaya tertentu dengan cara berkomunikasi

Kegiatan pembelajaran:

● Membaca jigsaw: bagaimana budaya dapat

mempengaruhi gaya berkomunikasi

● Diskusi: apa yang kamu ketahui tentang

karakteristik kelompok masyarakat di sekolah?

● Brainstorm: bagaimana cara berkomunikasi yang paling sesuai untuk masyarakat sekolah?

34 of 53

D. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

Prinsip Pembelajaran: Prinsip Asesmen:

1.mempertimbangkan tahap perkembangan

dan tingkat pencapaian peserta didik;

2.pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;

3.proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;

4.pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra; dan

5.pembelajaran berorientasi pada masa

depan yang berkelanjutan

1. asesmen merupakan bagian terpadu dari

proses pembelajaran;

2. asesmen dirancang dan dilakukan sesuai

dengan fungsi asesmen tersebut;

3. asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable);

4. laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif;

5. hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

68

35 of 53

No. Prinsip Pembelajaran Hal-hal yang Perlu Dilakukan Hal-hal yang Perlu Ditinggalkan

1..

Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

Melakukan analisis terhadap kondisi, latar

belakang, tahap perkembangan dan pencapaian peserta didik sebelumnya dan melakukan pemetaan

Melihat tahap perkembangan sebagai kontinum

yang berkelanjutan sebagai dasar merancang

pembelajaran dan asesmen

Menganalisis lingkungan sekolah, sarana dan

prasarana yang dimiliki peserta didik, pendidik dan sekolah untuk mendukung kegiatan

pembelajaran.

Menurunkan alur tujuan pembelajaran sesuai

dengan tahap perkembangan peserta didik

Melihat segala sesuatu dari sudut pandang peserta

didik

Langsung menerapkan modul ajar tanpa

melihat kebutuhan peserta didik

Mengabaikan tahap perkembangan

maupun pengetahuan yang dimiliki peserta didik sebelumnya

Menyamaratakan metode pembelajaran.

Melihat segala sesuatu dari kepentingan

pejabat sekolah atau pendidik

Pembelajaran terlalu sulit sehingga

menurunkan motivasi peserta didik

Pembelajaran terlalu mudah sehingga tidak

menantang dan membosankan

2..

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Mempertimbangkan berbagai stimulus

yang bisa digunakan dalam pembelajaran

Memberikan kesempatan kolaborasi,

memberikan pertanyaan pemantik dan mengajarkan pemahaman bermakna

Pembelajaran yang sarat dengan umpan balik dari

pendidik dan peserta didik ke peserta didik

Pembelajaran yang melibatkan peserta didik

dengan menggunakan kekuatan bertanya, dengan memberikan pertanyaan yang

Pendidik hanya selalu memberikan

pemaparan dalam bentuk ceramah dan instruksi tugas

Memberikan pertanyaan selalu dalam

bentuk soal dan dinilai benar atau salah, tanpa umpan balik

Memberikan porsi paling banyak pada

asesmen sumatif atau ujian/ tes akhir

36 of 53

No. Prinsip Pembelajaran Hal-hal yang Perlu Dilakukan Hal-hal yang Perlu Ditinggalkan

3.

Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

● Menggunakan berbagai metode pembelajaran mutakhir

yang mendukung terjadinya perkembangan kompetensi seperti belajar berbasis inkuiri, berbasis projek, berbasis masalah, berbasis tantangan, dan metode pembelajaran diferensiasi

● Melihat berbagai perspektif yang mendukung kognitif, sosial

emosi, dan spiritual

● Melihat profil Pancasila sebagai target tercermin

pada peserta didik

● Menggunakan satu metode yang itu-itu saja tanpa

melakukan evaluasi terhadap metode yang digunakan

● Menggunakan hanya satu perspektif misalnya hanya

melihat kemampuan kognitif peserta didik, tanpa melihat faktor lain seperti sosial emosi atau spiritual

● Melihat profil Pancasila sebagai sesuatu yang harus

diajarkan dan dihafal

4.

Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra.

● Pembelajaran yang berhubungan dengan konteks dunia

nyata dan menjadi daya tarik peserta didik untuk belajar

● Melibatkan orang tua dalam proses belajar dengan

komunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik

● Memberdayakan masyarakat sekitar sebagai narasumber

primer dan sekunder dalam proses pembelajaran

● Pembelajaran dengan konteks yang tidak

relevan dan tidak menarik untuk peserta didik

● Komunikasi dengan orang-tua murid satu arah, dan

hanya menagih tugas

● Interaksi dengan murid hanya memberikan

dan menagih tugas

● peserta didik tidak punya akses langsung untuk

terlibat ataupun melibatkan masyarakat setempat

5.

Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

● Umpan balik yang terus menerus dari pendidik untuk

peserta didik maupun dari peserta didik untuk peserta didik

● Pembelajaran yang membangun pemahaman

bermakna dengan memberi dukungan lebih banyak di awal untuk kemudian perlahan melepas sedikit demi sedikit dukungan tersebut untuk akhirnya menjadi pelajar yang mandiri dan merdeka

● pendidik melakukan berbagai inovasi terhadap metode dan

strategi pengajarannya

● Mengajarkan keterampilan abad 21

● Proses belajar bertujuan tes atau ujian akhir

● Pembelajaran dengan kegiatan yang sama

dari tahun ke tahun dengan soal tes dan ujian yang sama

● Hanya mengetes atau menilai keterampilan

abad 21 tanpa mengajarkan keterampilannya

37 of 53

Apa yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen

pada pembelajaran paradigma baru?

No.

Prinsip Asesmen

Hal-hal yang Perlu Dilakukan

Hal-hal yang Perlu Ditinggalkan

1.

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran,

fasilitasi

pembelajaran, dan penyediaan

informasi yang holistik, sebagai

umpan balik untuk guru, peserta

didik, dan orang tua agar dapat

memandu mereka dalam

menentukan strategi pembelajaran selanjutnya

Asesmen merujuk pada kompetensi yang di dalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Asesmen pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dilakukan secara terpisah-pisah

Asesmen dilakukan terpadu dengan pembelajaran

Asesmen dilakukan terpisah dari pembelajaran

Melibatkan peserta didik dalam melakukan asesmen, melalui penilaian diri (self assessment), penilaian antarteman (peer assessment), refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman (peer feedback).

Asesmen hanya dilakukan oleh pendidik.

Pemberian umpan balik dilakukan dengan mendeskripsikan usaha terbaik untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh dan memotivasi peserta didik.

Umpan balik berupa kalimat pujian yang pendek, misal bagus, keren, pintar, pandai, cerdas, dan sebagainya.

Pemberian kritik tanpa penjelasan untuk perbaikan.

38 of 53

No.

Prinsip Asesmen

Hal-hal yang Perlu Dilakukan

Hal-hal yang Perlu Ditinggalkan

2.

Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen

tersebut, dengan keleluasaan

untuk menentukan teknik dan

waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan

pembelajaran

Membangun komitmen dan menyusun perencanaan asesmen yang berfokus pada asesmen formatif

Berfokus pada asesmen sumatif

Menggunakan beragam jenis, teknik, dan instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik

mata pelajaran, Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik

Tidak menggunakan instrumen penilaian atau menggunakan instrumen asesmen, namun tidak sejalan dengan karakteristik mata pelajaran, Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kebutuhan peserta didik

Asesmen dilakukan dengan alokasi waktu yang terencana

Asesmen dilakukan mendadak

Mengomunikasikan kepada peserta didik

tentang jenis, teknik, dan instrumen

penilaian yang akan digunakan.

Harapannya, peserta didik akan berusaha mencapai kriteria yang terbaik sesuai dengan kemampuannya

Jenis, teknik, dan instrumen asesmen hanya dipahami oleh pendidik sehingga peserta didik tidak memiliki gambaran kriteria terbaik yang dapat dicapai.

39 of 53

No.

Prinsip Asesmen

Hal-hal yang Perlu Dilakukan

Hal-hal yang Perlu Ditinggalkan

3.

Asesmen dirancang secara adil,

proporsional, valid, dan dapat

dipercaya (reliable) untuk

menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan

tentang langkah selanjutnya

Asesmen dilakukan dengan memenuhi prinsip keadilan tanpa dipengaruhi oleh latar belakang peserta didik

Asesmen lebih menguntungkan peserta didik karena latar belakang tertentu

Menerapkan moderasi asesmen, yaitu berkoordinasi antarpendidik untuk menyamakan persepsi kriteria sehingga tercapai prinsip keadilan

Adanya unsur subjektivitas dalam asesmen

Menggunakan instrumen asesmen yang mampu mengukur capaian kompetensi dengan tepat

Menggunakan instrumen asesmen yang tidak sesuai dengan tujuan dan aktivitas pembelajaran

4.

Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik

bersifat sederhana dan

informatif, memberikan

informasi yang bermanfaat

tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi

tindak lanjut

Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak

Bahasa yang kompleks dan terlalu ilmiah, penggunaan kata atau kalimat negatif

Ketercapaian kompetensi dituangkan dalam bentuk angka dan deskripsi

Ketercapaian kompetensi dituangkan hanya dalam bentuk angka

Laporan kemajuan belajar hendaknya didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar peserta didik

Laporan kemajuan belajar tidak didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar atau didasarkan hanya pada bukti yang tidak mencukupi

40 of 53

No

.

Prinsip

Asesmen

Hal-hal yang Perlu

Dilakukan

Hal-hal yang Perlu Ditinggalkan

Laporan kemajuan belajar digunakan sebagai dasar penerapan strategi tindak lanjut untuk pengembangan kompetensi peserta didik

Laporan kemajuan belajar hanya dijadikan sekumpulan data atau dokumen tanpa adanya tindak lanjut

5.

Hasil asesmen

digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan

orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk

meningkatkan mutu

pembelajaran.

Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran

- Hasil asesmen

hanya dijadikan data dan tidak ditindaklanjuti untuk meningkatkan mutu pembelajaran

- Hasil asesmen dijadikan perbandingan antar peserta didik

41 of 53

Perencanaan serta Pelaksanaan Pembelajaran dan Asesmen

1. Asesmen di awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik. Pada pendidikan khusus, asesmen diagnostik dilaksanakan sebelum perencanaan pembelajaran sebagai rujukan untuk menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI).

1. Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan kegiatan pembelajaran dan perangkat ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, konteks satuan pendidikan, dan karakteristik peserta didik.

2. Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan jenis, teknik, bentuk

instrumen, dan waktu pelaksanaan asesmen berdasarkan karakteristik tujuan pembelajaran.

3. Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah dan/atau membuat modul

ajar merujuk pada modul ajar yang disediakan pemerintah, maka pendidik tersebut dapat

menggunakan modul ajar sebagai dokumen perencanaan pembelajaran, dengan komponen sekurang-kurangnya terdiri dari tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen yang digunakan untuk memantau ketercapaian tujuan pembelajaran.

42 of 53

Perangkat Ajar

Perangkat ajar merupakan berbagai bahan ajar yang digunakan oleh pendidik dalam upaya mencapai profil pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran.

Perangkat ajar meliputi buku teks pelajaran, modul ajar, modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh-contoh kurikulum operasional satuan pendidikan, video pembelajaran, serta bentuk lainnya. Pendidik dapat menggunakan beragam perangkat ajar dari berbagai sumber.

Perangkat ajar dapat langsung digunakan pendidik untuk mengajar ataupun sebagai referensi atau inspirasi dalam merancang pembelajaran.

43 of 53

Modul Ajar

Modul ajar merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran.

Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan

memodifikasi modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks,

karakteristik, serta kebutuhan peserta didik.

Pemerintah menyediakan contoh-contoh modul ajar yang dapat dijadikan inspirasi untuk satuan pendidikan. Pendidik yang menggunakan modul ajar yang disediakan Pemerintah tidak perlu lagi menyusun perencanaan pembelajaran/RPP/modul ajar.

44 of 53

Profil Pelajar Pancasila:

Bernalar kritis

Contoh Cuplikan Modul Ajar Kelas 1

Matematika 8 JP

Aktivitas 1 (Kinerja)

Peserta didik secara berkelompok melakukan kegiatan Lima dikurangi dua

Gotong Royong Mandiri

Asesmen Sumatif

Menyelesaikan soal cerita mengenai penjumlahan dan pengurangan dua

Aktivitas 2 (Kinerja)

Menjumlahkan dua bilangan cacah sampai 20 praktek simulasi

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat

menjumlahkan dan mengurangkan dua bilangan cacah sampai 20

Asesmen Diagnostik:

bilangan cacah sampai 20

MODUL AJAR MATEMATIKA

Aktivitas 3 (Tes )

Menyelesaikan soal cerita mengenai penjumlahan dan pengurangan dua bilangan cacah sampai 20

Aktivitas 4 (Kinerja)

Menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan dua bilangan cacah sampai 20

Tes :

Menyebutkan urutan bilangan

cacah dengan tepat

Pemahaman tentang

Penjumlahan dan pengurangan

Untuk mengidentifikasi kemampuan berhitung pengurangan dan penjumlahan

Contoh penerapan penyesuaian pembelajaran dan pengembangan PPP

Aktivitas 5 (Sumatif 2 : Proyek)

Melakukan bermain peran dengan kegiatan jual beli yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan

Diskusi dan kegiatan berkelompok dibagi berdasarkan kelompok dengan kesiapan yang

berbeda, sehingga pembelajaran sesuai dengan tingkat kesiapan peserta didik.

Kegiatan observasi sekitar, diskusi dengan pertanyaan pemantik adalah pembelajaran yang membangun elemen bernalar kritis, mandiri dan gotong royong dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi dan pemilihan bentuk untuk tugas asesmen sumatif.

44

45 of 53

Contoh Cuplikan Modul Ajar

MA untuk Kelas 1 (Fase A)

Pendidikan Pancasila

12 JP

Profil Pelajar Pancasila:

Beriman, bertakwa

kepada Tuhan YME dan

Asesmen Sumatif

- Ceritakan contoh

Aktivitas 1 (Kinerja)

Menceritakan aktivitas pada cerita bergambar tentang implementasi sila Pancasila.

berakhlak mulia

Mandiri

● Kreatif

Tujuan pembelajaran

● Melalui kegiatan mengamati

dan menyimak cerita bergambar, peserta didik menunjukkan sikap sesuai dengan nilai pancasila terhadap diri sendiri dan orang lain sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME.

● Melalui mengamati gambar

dan video simbol Pancasila, peserta didik dapat menghubungkan cimbol- simbol Pancasila dengan sila- sila Pancasila

● Melalui kegiatan mewarnai

secara berkelompok peserta didik dapat

-

penerapan sila Pancasila dalam kehidupan sehari- hari!

Gambarkan lambang sila pancasila

Aktivitas 2 (Tes)

Menuliskan penerapan sila pancasila di rumah dan menyebutkan sila-sila pancasila

Aktivitas 3 (Kinerja)

Menyelesaikan permasalahan/memberikan pendapat dengan memberikan pendapat yang sesuai gambar/artikel berita/saat bermain yang menunjukkan sikap sesuai nilai Pancasila

Aktivitas 4 (Kinerja)

Menyelesaikan kegiatan mewarnai bersama dan mencocokan gambar simbol sesuai Garuda Pancasila

Aktivitas 5 (Sumatif 2 : Proyek)

Membuat sebuah video/pertunjukan bermain peran dengan tema penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Asesmen Diagnostik: Tes :

Apa lambang negara Indonesia?

● Bagaimana bentuk lambang negara

Indonesia

Untuk mengidentifikasi pemahaman lambang negara Indonesia dan implementasi dalam kehidupan sehari- hari.

Contoh penerapan penyesuaian pembelajaran dan pengembangan PPP

Diskusi dan kegiatan berkelompok dibagi berdasarkan kelompok dengan kesiapan yang berbeda, sehingga pembelajaran sesuai dengan tingkat kesiapan peserta didik.

Kegiatan observasi sekitar, diskusi dengan pertanyaan pemantik adalah pembelajaran yang membangun elemen bernalar kritis dan juga mandiri dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi dan pemilihan bentuk untuk tugas asesmen sumatif.

46 of 53

Contoh Cuplikan Modul Ajar MA untuk Kelas 4 (Fase B)

Profil Pelajar Pancasila:

Bernalar kritis

Mandiri

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mengidentifikasi urutan siklus air.

Peserta didik mendeskripsikan pengaruh siklus air dalam kehidupan sehari-hari.

Asesmen Diagnostik:

Menjawab tiga pertanyaan tentang siklus air.

Asesmen sumatif:

Menunjukkan pemahaman mengenai pengaruh siklus air dalam presentasi dan pameran karya.

Indikator asesmen sumatif:

Memberikan gambaran informasi detail dan akurat, relevan, dan berhubungan dengan topik.

Presentasi berisi pesan yang jelas dipahami audiens.

Tautan MA IPAS Kelas 4 Siklus Air

Urutan Kegiatan

Apa yang terjadi apabila tidak ada air?

Apa sajakah fungsi air bagi makhluk hidup di muka bumi?

Bagaimana proses terjadinya daur air?

Bagaimana cara memperoleh air bersih?

Apa masalah yang terjadi tentang air?

Bagaimana menunjukan pemahaman tentang pengaruh siklus air?

Aktivitas 1: Diskusi fungsi air

untuk manusia. Formatif asesmen

Aktivitas 2: Curah pendapat

tentang fungsi air. Formatif asesmen

Aktivitas 3: Eksperimen daur air.

Aktivitas 4: Praktek penyaringan air bersih.

Aktivitas 5: Riset kelompok

tentang air bersih. Formatif asesmen

Aktivitas 6: Pameran dan Presentasi pemahaman.

Contoh penerapan penyesuaian pembelajaran dan pengembangan PPP

Asesmen sumatif memberikan pilihan dalam membuat produk presentasi, bisa dengan menulis laporan ilmiah, membuat rekaman sandiwara radio, rekaman siaran atau poster/ infografis. Dalam eksperimen daur air, guru memberikan pilihan menantang sesuai dengan tingkat kesiapan peserta didik, dengan tiga kegiatan eksperimen yang berbeda.

46

47 of 53

Pelaporan Kemajuan Belajar

1.

Satuan pendidikan menyiapkan pelaporan hasil belajar (rapor) peserta didik.

6.

Pelaporan hasil belajar disampaikan sekurang-kurangnya pada setiap akhir semester.

2. Rapor peserta didik PAUD meliputi komponen identitas

peserta didik, nama satuan pendidikan, kelompok usia, semester, tinggi badan dan berat badan, deskripsi perkembangan capaian pembelajaran, dan refleksi orang tua.

3. Rapor peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK

atau sederajat meliputi komponen identitas peserta didik, nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, nilai, deskripsi, catatan guru, presensi, dan kegiatan ekstrakurikuler.

4. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan

mekanisme dan format pelaporan hasil belajar kepada orang tua/wali.

5. Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK atau

sederajat, satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan deskripsi dalam menjelaskan makna nilai yang diperoleh peserta didik.

7.

8.

Satuan pendidikan menyampaikan rapor peserta didik secara berkala melalui e rapor/dapodik

Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau sederajat, satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas dengan mempertimbangkan:

a. laporan kemajuan belajar;

b. laporan pencapaian projek penguatan profil

pelajar Pancasila;

c. portofolio peserta didik;

d. paspor keterampilan (skill passport) dan rekognisi pembelajaran lampau peserta didik untuk SMK

e. prestasi akademik dan non-akademik;

f. ekstrakurikuler;

g. penghargaan peserta didik; dan

h. tingkat kehadiran.

48 of 53

Format Laporan

Hasil Belajar

Untuk dimasukkan ke Dapodik ganti kelas 1

49 of 53

Format Laporan

Hasil Projek

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Gy hQrIjvaR6wL2avZebFj_WGVR03bjEx/edit?usp= sharing&ouid=103505653984674347767&rtpo f=true&sd=true

50 of 53

Kesimpulan

Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan.

Perangkat ajar meliputi buku teks pelajaran, modul ajar, modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh-contoh kurikulum operasional satuan pendidikan, video pembelajaran, serta bentuk lainnya. Pendidik dapat menggunakan beragam perangkat ajar dari berbagai sumber. Perangkat ajar dapat langsung digunakan pendidik untuk mengajar ataupun sebagai referensi atau inspirasi dalam merancang pembelajaran point.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.

Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan

51 of 53

Karakteristik Kurikulum di Setiap

PAUDJenjang SD SMP SMA SMK SLB

Kegiatan bermain sebagai pendekatan belajar yang utama

Penguatan literasi dini dan penanaman karakter dapat melalui kegiatan bermain-belajar berbasis buku bacaan anak

Fase Fondasi untuk meningkatkan kesiapan bersekolah

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan melalui kegiatan perayaan hari besar dan perayaan tradisi lokal

Penguatan kompetensi yang mendasar dan pemahaman holistik:

• Untuk memahami lingkungan sekitar, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan sebagai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

• Integrasi computational thinkingdalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPAS

• Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran

Penyesuaian dengan perkembangan teknologi digital, mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib

Panduan untuk guru Informatika disiapkan untuk membantu guru-guru pemula, sehingga guru mata pelajaran tidak harus berlatar belakang

pendidikan

informatika

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal

3 kali dalam satu tahun ajaran

Program peminatan/ penjurusan tidak diberlakukan

Di kelas 10 pelajar menyiapkan diri untuk menentukan pilihan mata pelajaran di kelas 11.

Mata pelajaran yang dipelajari serupa dengan di SMP

Di kelas 11 dan 12 pelajar mengikuti mata pelajaran dari Kelompok Mapel Wajib, dan memilih mata pelajaran dari kelompok MIPA, IPS, Bahasa, dan Keterampilan Vokasi sesuai minat, bakat, dan aspirasinya

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran, dan pelajar menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan

Dunia kerja dapat terlibat dalam pengembangan pembelajaran

Struktur lebih sederhana dengan dua kelompok mata pelajaran, yaitu Umum dan Kejuruan. Persentase kelompok kejuruan meningkat dari 60% ke 70%

Penerapan pembelajaran berbasis projek dengan mengintegrasikan mata pelajaran terkait.

Praktek Kerja Lapangan (PKL) menjadi mata pelajaran wajib minimal 6 bulan (1

semester).

Pelajar dapat memilih mata pelajaran di luar program keahliannya

Capaian pembelajaran pendidikan khusus dibuat hanya untuk yang memiliki hambatan intelektual

Untuk pelajar di SLB yang tidak memiliki hambatan intelektual, capaian pembelajarannya sama dengan sekolah reguler yang sederajat, dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum

Sama dengan pelajar di sekolah reguler, pelajar di SLB juga menerapkan pembelajaran berbasis projek untuk menguatkan Pelajar Pancasila dengan mengusung tema yang sama dengan sekolah reguler, dengan kedalaman materi dan aktivitas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelajar di SLB

52 of 53

Refleksi

Are You Ready?

53 of 53

Terima Kasih

Sosialisasi Pengawas dan Kepala Sekolah