KARBOHIDRAT �
LUCKY HARTANTI, STP, MP
FUNGSI DAN PERAN KARBOHIDRAT
1. Karbohidrat memiliki peranan yang cukup beragam; sebagai bahan makanan utama. Oksidasi karbohidrat merupakan lintasan pembentukan energi utama pada sel-sel yg tidak melakukan fotosintesis.
2. Polimer karbohidrat berfungsi sebagai senyawa perekat diantara sel.
3. Polimer karbohidrat komplek yang melekat pada molekul protein atau lemak berperan sebagai penerus signal yang menentukan lokasi internal atau lintasan metabolik molekul.
4. Karbohidrat yang tidak larut air berfungsi sebagai jaringan penunjang atau pembentuk struktur dinding sel tanaman, bakteri dan jaringan penghubung.
Definisi KARBOHIDRAT
Diartikan sebagai polihidroksialdehid atau polihidrokdiketon & derivatnya. Suatu karbohidrat mrpk suatu aldehid (R-CHO) jika oksigen karbonil berikatan dengan suatu atom karbon terminal, dan suatu keton ( R1-C=O )
R2
CARBOHYDRATE Cx(H2O)y
Mono
saccharides
Poly
saccharides
Di
saccharides
Hexose (C-6)
Pentose (C-5)
Oligo
saccharides
PENGGOLONGAN KARBOHIDRAT
MONO/DISAKARIDA
Monosakarida
Monosakarida tidak berwarna, berbentuk kristal padat bebas larut dlm air, tdk larut dlm pelarut nonpolar, kebanyakan mempunyai rasa manis…
Monosakarida
Aldosa (mis: glukosa) memiliki gugus aldehida pada salah satu ujungnya.
Ketosas (mis: fruktosa) biasanya memiliki gugus keto pada atom C2.
Penamaan Gula
Untuk gula dengan atom C asimetrik lebih dari 1, notasi D atau L ditentukan oleh atom C asimetrik terjauh dari gugus aldehida atau keto.
Gula yang ditemui di alam adalah dalam bentuk isomer D.
O H
O
H
C
C
H – C –
OH
HO – C – H
HO – C –
H
H – C – OH
H – C –
OH HO – C – H
H – C –
OH
HO
– C – H
CH
2
OH
CH
2
OH
D
-
glukosa
L
-glukosa
Notasi D vs L
Notasi D & L dilakukan karena adanya atom C dengan konfigurasi asimetris seperti pada gliseraldehida.
C
H
O
C
C
H
2
O
H
H
O
H
C
H
O
C
C
H
2
O
H
H
O
H
C
H
O
C
C
H
2
O
H
H
O
H
L
-
g
l
i
s
e
r
a
l
d
e
h
i
d
a
D
-
g
l
y
c
e
r
a
l
d
e
h
y
d
e
L
-
g
l
i
s
e
r
a
l
d
e
h
i
d
a
C
H
O
C
C
H
2
O
H
H
O
H
D
-
g
l
i
s
e
r
a
l
d
e
h
i
d
a
Penampilan dalam bentuk gambar bagian bawah disebut Proyeksi Fischer.
Gula dalam bentuk D merupakan bayangan cermin dari gula dalam bentuk L.
Kedua gula tersebut memiliki nama yang sama, misalnya D-glukosa & L-glukosa => Stereoisomer
O H
O
H
C
C
H – C –
OH
HO – C – H
HO – C –
H
H – C – OH
H – C –
OH HO – C – H
H – C –
OH
HO
– C – H
CH
2
OH
CH
2
OH
D
-
glukosa
L
-glukosa
Stereoisomers lainnya, misalnya glukosa, manosa, galaktosa, dll.
Jumlah stereoisomer adalah 2n, dengan n adalah jumlah pusat asimetrik.
Aldosa dengan 6-C memiliki 4 pusat asimetrik, oleh karenanya memiliki 16 stereoisomer (8 gula berbentuk D dan 8 gula berbentuk L).
Pembentukan hemiasetal & hemiketal
Aldehida dapat bereaksi dengan alkohol membentuk hemiasetal.
Keton dapat bereaksi dengan alkohol membentuk hemiketal.
C
R
R
'
O
keton
aldehida
C
H
R
O
hemiasetal
O
C
H
R
O
H
R
'
alkohol
R
'
O
H
hemiketal
O
C
R
R
'
O
H
"
R
+
+
"
R
O
H
alkohol
Pentosa dan heksosa dapat membentuk struktur siklik melalui reaksi gugus keton atau aldehida dengan gugus OH dari atom C asimetrik terjauh.
Glukosa membentuk hemiasetal intra-molekular sebagai hasil reaksi aldehida dari C1 & OH dari atom C5, dinamakan cincin piranosa.
Penampilan dalam bentuk gula siklik disebut proyeksi Haworth.
H
O
O
H
H
O
H
H
O
H
C
H
2
O
H
H
O
H
H
H
O
O
H
H
O
H
H
O
H
C
H
2
O
H
H
H
O
H
α
-
D
-
glukosa
β
-
D
-
glukosa
2
3
4
5
6
1
1
6
5
4
3
2
H
C
H
O
C
O
H
C
H
H
O
C
O
H
H
C
O
H
H
C
H
2
O
H
1
5
2
3
4
6
D
-
glukosa
(bentuk linier)
Fruktosa dapat membentuk
C
H
2
O
H
C
O
C
H
H
O
C
O
H
H
C
O
H
H
C
H
2
O
H
H
O
H
2
C
O
H
C
H
2
O
H
H
O
H
H
H
H
O
O
1
6
5
4
3
2
6
5
4
3
2
1
D
-
fruktosa
(
l
i
n
e
a
r
)
α
-
D
-
fruktofuranosa
Pembentukan cincin siklik glukosa menghasilkan pusat asimetrik baru pada atom C1. Kedua stereoisomer disebut anomer, α & β.
Proyeksi Haworth menunjukkan bentuk cincin dari gula dengan perbedaan pada posisi OH di C1 anomerik :
H
O
O
H
H
O
H
H
O
H
C
H
2
O
H
H
α
-
D
-
glukosa
O
H
H
H
O
O
H
H
O
H
H
O
H
C
H
2
O
H
H
H
O
H
β
-
D
-
glukosa
2
3
4
5
6
1
1
6
5
4
3
2
Karena sifat ikatan karbon yang berbentuk tetrahedral, gula piranosa membentuk konfigurasi “kursi" atau “perahu", tergantung dari gulanya.
Penggambaran konfigurasi kursi dari glukopiranosa di atas lebih tepat dibandingkan dengan proyeksi Haworth.
O
H
H
O
H
H
O
H
O
H
O
H
H
H
O
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
H
O
H
O
H
α
-
D
-
glukopiranosa
β
-
D
-
glukopiranosa
1
6
5
4
3
2
Turunan gula
C
O
O
H
C
C
C
C
H
O
H
H
O
H
H
O
H
Asam D-glukonat
Asam D-glukuronat
C
H
2
O
H
O
H
H
C
H
O
C
C
C
C
H
O
H
H
O
H
H
O
H
C
O
O
H
O
H
H
Oksidasi gula aldehida
C
C
O
H
H
C
H
H
O
C
O
H
H
C
O
H
H
C
H
2
O
H
D
-
g
l
u
c
o
s
e
O
H
Oksidator
Asam D-glukonat
C
O
O
H
C
C
C
C
H
O
H
H
O
H
H
O
H
C
H
2
O
H
O
H
H
Oksidasi gula aldehida
Oksidasi gula aldehida
Glukosa + Cu++
Gluconic acid + Cu2O (Cu2O is insol ppt)
Glukosa + O2
Asam glukonat + H2O2 (H2O2 nya diukur)
Glukosa + ATP
Glukosa-6-P + ADP (G-6-Pnya diukur)
panas & pH
glukosa
oksidase
heksokinase
Turunan gula
Gula amino - gugus amino menggantikan gugus hidroksil. Sebagai contoh glukosamina.
Gugus amino dapat mengalami asetilasi, seperti pada N-asetilglukosamina.
H
O
O
H
H
O
H
H
N
H
2
H
O
H
C
H
2
O
H
H
α
-
D
-
glukosamina
H
O
O
H
H
O
H
H
N
H
O
H
C
H
2
O
H
H
α
-
D
-
N
-
asetilglukosamina
C
C
H
3
O
H
Ikatan Glikosida
Gugus hidroksil anomerik dan gugus hidroksil gula atau senyawa yang lain dapat membentuk ikatan yang disebut ikatan glikosida dengan membebaskan air :
R-OH + HO-R' 🡪 R-O-R' + H2O
Misalnya methanol bereaksi dengan gugus OH anomerik dari glukosa membentuk metil glukosida (metil-glukopiranosa).1
O
H
H
O
H
H
O
H
O
H
O
H
H
H
O
H
α
-
D
-
glukopiranosa
O
H
H
O
H
H
O
H
O
C
H
3
O
H
H
H
O
H
Metil-α-D-glukopiranosa
C
H
3
-
O
H
+
metanol
H
2
O
Cellobiose, hasil pemecahan selulosa, kebalikan equivalent β anomer (O on C1 points up).
Ikatan β(1→ 4) glikosida ditunjukkan dg zig-zag, tetapi glukosa yg satu kenyataannya relatif terbalik dg yg lain.
Disaccharides:
Maltose, merupakan hasil pemecahan pati (ex: amilosa), adalah disakarida dg ikatan a(1® 4) glycosidik antara OH pada C1 - C4 dari 2 buah glukosa. It is the a anomer (O on C1 points down).
Termasuk disaccharides lain:
Polysaccharides
Tanaman menyimpan glukosa dlm bentuk amilosa atau amilopektin, Gabungan polimer glukosa disebut pati. Penyimpanan glukosa dalam bentuk polimer menyebabkan pengaruh osmotik minimal.
Amilosa adalah polimer glukosa dg α(1→4)glikosidik. Berada dlm konformasi helik. Polisakarida terakhir dg sebuah anomer C1 yg tidak termasuk dalam sebuah ikatan glikosida disebut reducing end.
Amylopectin adalah sebuah polimer glukosa sebagian besar dg α(1→4) glikosida, tetapi juga mempunyai cabang yang terbentuk dari α(1→6) glikosida. Cabang biasanya lebih panjang drpd yg ditunjukkan diatas. Cabang menghasilkan struktur yg kompak & rantai akhir yg banyak pada pemecahan secara enzimatik.
Glycogen, polimer glukosa yg tersimpan dalam hewan, strukturnya hampir sama dg amylopectin. Tetapi glikogen mempunyai lebih banyak cabang α(1→6). Glikogen paling cepat terbentuk pada otot yg sedang melakukan aktivitas atau exercise.
Cellulose, penyusun utama dari dinding sel tanaman, terdiri dari rantai lurus yg panjang dari glukosa β(1→4) glikosida. Ikatan Hidrogen antar molekul glukosa dan antar rantai selulosa menyebabkan
selulosa menjadi kuat & rigid, dan padat dg susunan kristalin disebut microfibrils. Microfibrils ini sangat kuat. Peranan selulosa adalah untuk memberi kekuatan dan ke’rigid’an dinding sel tanaman.
SUMBER CHITIN
SUMBER KARAGENAN, AGAR
METABOLISME
KARBOHIDRAT