1 of 132

MATEMATIKA

SMP/MTs Kelas IX

Oleh : Suparno

2 of 132

DISKLAIMER

  • PowerPoint pembelajaran ini dibuat sebagai alternatif guna membantu Bapak/Ibu Guru melaksanakan pembelajaran.
  • Materi PowerPoint ini mengacu pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013.
  • Dengan berbagai alasan, materi dalam PowerPoint ini disajikan secara ringkas, hanya memuat poin-poin besar saja.
  • Dalam penggunaannya nanti, Bapak/Ibu Guru dapat mengembangkannya sesuai kebutuhan.
  • Harapan kami, dengan PowerPoint ini Bapak/Ibu Guru dapat mengembangkan pembelajaran secara kreatif dan interaktif.

3 of 132

DAFTAR ISI

BAB I Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

BAB II Persamaan Kuadrat

BAB III Fungsi Kuadrat

BAB IV Transformasi Geometri

BAB V Kekongruenan dan Kesebangungan

BAB VI Bangun Ruang Sisi Lengkung

4 of 132

I

A. Bilangan Berpangkat Bilangan Bulat

B. Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat Pecahan

BAGIAN BAB

Ke Daftar Isi

Bilangan Berpangkat dan

Bentuk Akar

BAB

5 of 132

1. Pengertian Perpangkatan Bilangan

2. Bilangan Berpangkat Bilangan Bulat

A. Bilangan Berpangkat Bilangan Bulat

3. Operasi Hitung yang Melibatkan Bilangan Berpangkat

4. Perkalian pada Perpangkatan

5. Pembagian pada Perpangkatan

6. Bentuk Baku Bilangan

7. Persamaan Pangkat Sederhana

6 of 132

1. Pengertian Perpangkatan Bilangan

Perpangkatan bilangan merupakan perkalian berulang dari bilangan tersebut.

7 of 132

Contoh Soal

Nyatakan perpangkatan berikut ke dalam bentuk perkalian berulang.

a. 32

b. 43

c. (–2)5

d. –64

8 of 132

2. Bilangan Berpangkat Bilangan Bulat

a. Bilangan Berpangkat 0

b. Bilangan Berpangkat Negatif

9 of 132

Contoh Soal

Tentukan hasilnya.

a. 30

b. (–2)0

Nyatakan ke dalam bentuk pangkat positif.

a. 3–2

b. (–2)–3

10 of 132

3. Operasi Hitung yang Melibatkan Bilangan Berpangkat

Urutan pengerjaan operasi hitung yang melibatkan bilangan berpangkat sebagai berikut.

a. Kerjakan operasi dalam kurung terlebih dahulu.

b. Lanjutkan dengan operasi perpangkatan.

c. Kerjakan operasi perkalian atau pembagian.

d. Kerjakan operasi penjumlahan atau pengurangan.

11 of 132

Contoh Soal

12 of 132

4. Perkalian pada Perpangkatan

Pada operasi perkalian perpangkatan dengan bilangan pokok yang sama berlaku sifat berikut.

a. am × an = am + n

b. (am)n = (an)m = am × n

c. (a × b)m = am × bm

13 of 132

Contoh Soal

Tentukan hasilnya.

a. 43 × 42

b. (23)2

c. (2 × 3)2

14 of 132

5. Pembagian pada Perpangkatan

Pada operasi pembagian perpangkatan dengan bilangan pokok yang sama berlaku sifat berikut.

a. am : an = am – n

b. (a : b)m = am : bm

15 of 132

Contoh Soal

Tentukan hasilnya.

a. 43 : 42

b. (6 : 2)2

16 of 132

6. Bentuk Baku Bilangan

Bilangan yang sangat besar atau kecil lebih mudah dituliskan ke dalam bentuk baku. Bentuk baku bilangan yaitu a × 10n dengan 1 ≤ a < 10 dan n bilangan bulat.

17 of 132

Contoh Soal

18 of 132

7. Persamaan Pangkat Sederhana

Jika af(x) = ag(x), berlaku f(x) = g(x) dengan a bilangan real dan f(x), g(x) fungsi dalam variabel x

19 of 132

Contoh Soal

20 of 132

1. Penarikan Akar Pangkat

2. Bilangan Berpangkat Bilangan Rasional

B. Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat Pecahan

3. Sifat-Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Bilangan Rasional

4. Bentuk Akar

5. Sifat-Sifat Bentuk Akar

6. Operasi Aljabar Bentuk Akar

7. Merasionalkan Penyebut Pecahan Bentuk Akar

21 of 132

1. Penarikan Akar Pangkat

22 of 132

2. Bilangan Berpangkat Bilangan Rasional

23 of 132

Contoh Soal

24 of 132

3. Sifat-Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Bilangan Rasional

25 of 132

Contoh Soal

26 of 132

4. Bentuk Akar

27 of 132

5. Sifat-Sifat Bentuk Akar

a. Sifat Perkalian Bentuk Akar

b. Sifat Pembagian Bentuk Akar

28 of 132

Contoh Soal

29 of 132

6. Operasi Aljabar Bentuk Akar

a. Penjumlahan Bentuk Akar

b. Pengurangan Bentuk Akar

30 of 132

c. Perkalian Bentuk Akar

d. Pembagian Bentuk Akar

31 of 132

Contoh Soal

32 of 132

7. Merasionalkan Penyebut Pecahan Bentuk Akar

33 of 132

34 of 132

35 of 132

Contoh Soal

36 of 132

Persamaan�Kuadrat

II

A. Pengertian Persamaan Kuadrat dan Akar Persamaan Kuadrat

B. Menentukan Akar Persamaan Kuadrat

BAGIAN BAB

Ke Daftar Isi

BAB

37 of 132

1. Bentuk Umum Persamaan Kuadrat

2. Akar Persamaan Kuadrat

A. Pengertian Persamaan Kuadrat dan Akar Persamaan Kuadrat

3. Banyak Akar Persamaan Kuadrat

38 of 132

1. Bentuk Umum Persamaan Kuadrat

Bentuk umum persamaan kuadrat adalah ax2 + bx + c = 0 dengan a, b, c bilangan real dan a ≠ 0.

x disebut variabel.

a disebut koefisien dari x2.

b disebut koefisien dari x.

c disebut konstanta.

39 of 132

Contoh Soal

Perhatikan beberapa persamaan kuadrat berikut.

a. x2 + 2x – 1 = 0

b. 2t2 + t = 0

c. m2 – 3 = 0

d. n2 = 0

40 of 132

2. Akar Persamaan Kuadrat

Akar atau penyelesaian persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 adalah nilai x yang menyebabkan ruas kiri persamaan bernilai nol. Dengan kata lain, penyelesaian persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 adalah nilai x yang memenuhi persamaan.

41 of 132

Contoh Soal

42 of 132

3. Banyak Akar Persamaan Kuadrat

Persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 dengan a ≠ 0 bisa mempunyai dua akar, satu akar, atau bahkan tidak mempunyai akar. Banyak akar yang dimiliki suatu persamaan kuadrat dapat dilihat dari nilai diskriminannya yaitu D = b2 – 4ac.

a. Persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda (berlainan) jika nilai D > 0.

b. Persamaan kuadrat mempunyai satu akar real jika nilai D = 0. Satu akar real juga sering disebut dua akar real kembar.

c. Persamaan kuadrat tidak mempunyai akar real jika nilai D < 0.

43 of 132

Contoh Soal

44 of 132

1. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Pemfaktoran

2. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Kuadrat Sempurna

B. Menentukan Akar Persamaan Kuadrat

3. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Rumus abc

4. Menyusun Persamaan Kuadrat

45 of 132

1. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Pemfaktoran

46 of 132

Contoh Soal

47 of 132

2. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Kuadrat Sempurna

Bentuk kuadrat sempurna yaitu (x + p)2 dan (x – p)2.

Persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 dapat diubah menjadi kuadrat sempurna.

48 of 132

Contoh Soal

49 of 132

3. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Rumus abc

50 of 132

Contoh Soal

51 of 132

4. Menyusun Persamaan Kuadrat

52 of 132

Contoh Soal

53 of 132

Fungsi Kuadrat�

III

A. Fungsi Kuadrat

B. Sifat-Sifat Grafik Fungsi Kuadrat

BAGIAN BAB

C. Persamaan Grafik Fungsi Kuadrat

Ke Daftar Isi

BAB

54 of 132

1. Bentuk Persamaan Fungsi Kuadrat

2. Grafik Fungsi Kuadrat

A. Fungsi Kuadrat

3. Menentukan Titik Balik Grafik Fungsi Kuadrat

4. Menggambar Sketsa Grafik Fungsi Kuadrat

55 of 132

1. Bentuk Persamaan Fungsi Kuadrat

Fungsi kuadrat merupakan suatu fungsi yang memiliki satu variabel dan pangkat tertinggi variabel tersebut dua.

Bentuk persamaan fungsi kuadrat dalam x adalah f(x) = ax2 + bx + c dengan a, b, dan c bilangan real dan a ≠ 0.

x disebut variabel, a disebut koefisien x2, b disebut koefisien x, dan c disebut konstanta.

56 of 132

Contoh Soal

Perhatikan persamaan fungsi kuadrat berikut.

a. f(x) = x2 + 2x – 3, memiliki nilai a = 1, b = 2, dan c = –3.

b. f(x) = –3x2 – 4x, memiliki nilai a = –3, b = –4, dan c = 0.

c. f(x) = 4x2 – 8, memiliki nilai a = 4, b = 0, dan c = –8.

d. f(x) = 2x2, memiliki nilai a = 2, b = 0, dan c = 0.

57 of 132

2. Grafik Fungsi Kuadrat

Sketsa grafik fungsi kuadrat dapat digambarkan secara sederhana yaitu dengan menentukan beberapa titik yang terletak pada grafik fungsi f(x). Kemudian, menggambarkan titik tersebut pada bidang koordinat kartesius secara tepat dan menghubungkannya dengan hati-hati sehingga terbentuk kurva mulus.

Beberapa informasi pada grafik fungsi kuadrat:

a. Titik potong grafik dengan sumbu X

b. Titik potong grafik dengan sumbu Y

c. Sumbu simetri fungsi

d. Titik puncak/titik ekstrem/titik balik fungsi

58 of 132

Contoh Soal

59 of 132

3. Menentukan Titik Balik Grafik Fungsi Kuadrat

Secara umum, fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c mempunyai koordinat titik balik yaitu (x, y) dengan:

x = –b/2a

y = –D/4a

untuk D = b2 – 4ac

60 of 132

Contoh Soal

61 of 132

4. Menggambar Sketsa Grafik Fungsi Kuadrat

Cara menggambar sketsa grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c sebagai berikut.

a. Menentukan titik potong grafik dengan sumbu koordinat.

1) Grafik memotong sumbu X jika y = 0.

2) Grafik memotong sumbu Y jika x = 0.

b. Menentukan koordinat titik balik.

c. Menentukan beberapa titik bantu yang dilalui grafik.

d. Menghubungkan titik-titik yang diperoleh dari langkah a sampai c dengan hati-hati sehingga terbentuk kurva mulus.

62 of 132

Contoh Soal

63 of 132

1. Berdasarkan Koefisien x2

2. Berdasarkan Koefisien x2 dan Koefisien x

B. Sifat-Sifat Grafik Fungsi Kuadrat

3. Berdasarkan Konstanta

4. Berdasarkan Diskriminan

5. Berdasarkan Koefisien x2 dan Diskriminan

64 of 132

1. Berdasarkan Koefisien x2

Koefisien x2 dari fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c dengan a ≠ 0 adalah a. Sifat-sifat grafik fungsi kuadrat berdasarkan nilai a sebagai berikut.

a. Jika a > 0, grafik terbuka ke atas sehingga grafik mempunyai titik balik minimum.

b. Jika a < 0, grafik terbuka ke bawah sehingga grafik mempunyai titik balik maksimum.

65 of 132

Bentuk Grafik

66 of 132

2. Berdasarkan Koefisien x2 dan Koefisien x

Sifat-sifat grafik fungsi kuadrat berdasarkan nilai a dan b sebagai berikut.

a. Jika a > 0 dan b > 0, grafik terbuka ke atas dan titik puncak di kiri sumbu Y.

b. Jika a > 0 dan b < 0, grafik terbuka ke atas dan titik puncak di kanan sumbu Y.

c. Jika a > 0 dan b = 0, grafik berada pada sumbu Y.

d. Jika a < 0 dan b > 0, grafik terbuka ke bawah dan titik puncak di kanan sumbu Y.

e. Jika a < 0 dan b < 0, grafik terbuka ke bawah dan titik puncak di kiri sumbu Y.

f. Jika a < 0 dan b = 0, grafik berada pada sumbu Y.

67 of 132

Bentuk Grafik

68 of 132

3. Berdasarkan Konstanta

Konstanta dari fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c dengan a ≠ 0 adalah c. Sifat-sifat grafik fungsi kuadrat berdasarkan nilai c sebagai berikut.

a. Jika c > 0, grafik memotong sumbu Y positif.

b. Jika c = 0, grafik memotong melalui titik pangkal koordinat.

c. Jika c < 0, grafik memotong sumbu Y negatif.

69 of 132

Bentuk Grafik

70 of 132

4. Berdasarkan Diskriminan

Diskriminan dari fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c dengan a ≠ 0 adalah D = b2 – 4ac. Sifat-sifat grafik fungsi kuadrat berdasarkan nilai diskriminannya sebagai berikut.

a. Jika D > 0, grafik memotong sumbu X di dua titik berlainan.

b. Jika D = 0, grafik memotong sumbu X di satu titik atau grafik menyinggung sumbu X.

c. Jika D < 0, grafik tidak memotong atau tidak menyinggung sumbu X. Grafik fungsi kuadrat yang tidak memotong atau tidak menyinggung sumbu X disebut definit.

71 of 132

Bentuk Grafik

72 of 132

5. Berdasarkan Koefisien x2 dan Diskriminan

Sifat-sifat grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c, a ≠ 0 berdasarkan nilai nilai a dan D sebagai berikut.

a. Jika a > 0 dan D < 0, grafik terbuka ke atas dan tidak memotong atau tidak menyinggung sumbu X. Grafik semcam ini disebut grafik definit positif.

b. Jika a < 0 dan D < 0, grafik terbuka ke bawah dan tidak memotong atau tidak menyinggung sumbu X. Grafik semacam ini disebut grafik definit negatif.

73 of 132

Bentuk Grafik

74 of 132

1. Melalui Tiga Titik

2. Memotong Sumbu X di Dua Titik

C. Persamaan Grafik Fungsi Kuadrat

3. Menyinggung Sumbu X

4. Melalui Titik Puncak

75 of 132

1. Melalui Tiga Titik

Persamaan grafik fungsi kuadrat yang melalui tiga titik A(x1, y1), B(x2, y2), dan C(x3,y3) dapat dicari dengan cara mensubstitusikan ketiga titik ke dalam persamaan umum y = f(x) = ax2 + bx + c.

76 of 132

Contoh Soal

77 of 132

2. Memotong Sumbu X di Dua Titik

Persamaan grafik fungsi kuadrat yang memotong sumbu X di titik (x1, 0) dan (x2, 0) serta serta melalui titik C(x3, y3) adalah f(x) = a(x – x1)(x – x2). Nilai a ditentukan dengan cara mensubstitusikan titik C(x3, y3) ke dalam persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = a(x – x1)(x – x2) sehingga diperoleh persamaan y3 = a(x3 – x1)(x3 – x2).

78 of 132

Contoh Soal

79 of 132

3. Menyinggung Sumbu X

Persamaan grafik fungsi kuadrat yang menyinggung sumbu X di titik A(x1, 0) dan melalui titik B(x2, y2) adalah y = f(x) = a(x – x1)2.

Nilai a ditentukan dengan cara mensubstitusikan titik B(x2, y2) ke dalam persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = a(x – x1)2 sehingga diperoleh persamaan y2 = a(x2 – x1)2.

80 of 132

Contoh Soal

81 of 132

4. Melalui Titik Puncak

Persamaan grafik fungsi kuadrat memiliki koordinat titik puncak (p, q) dan melalui titik A(x1, y1) adalah f(x) = a(x – p)2 + q.

Nilai a ditentukan dengan cara mensubstitusikan titik A(x1, y1) ke dalam persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = a(x – p)2 + q sehingga diperoleh persamaan y1 = a(x1 – p)2 + q.

82 of 132

Contoh Soal

83 of 132

Transformasi Geometri

IV

A. Refleksi dan Translasi

B. Rotasi dan Dilatasi

BAGIAN BAB

Ke Daftar Isi

BAB

84 of 132

1. Refleksi (Pencerminan)

2. Translasi (Pergeseran)

A. Refleksi dan Translasi

85 of 132

1. Refleksi (Pencerminan)

Secara umum, hasil refleksi pada bidang koordinat dapat dirumuskan sebagai berikut.

86 of 132

Contoh Soal

87 of 132

2. Translasi (Pergeseran)

Translasi merupakan transformasi yang memindahkan titik atau bangun dengan cara menggeser titik atau bangun tersebut dengan jarak dan arah tertentu.

Translasi suatu titik P(x, y) oleh translasi T = (a, b) yaitu penggeseran titik P(x, y) sejauh a searah sumbu X (ke kanan atau ke kiri) dan sejauh b searah sumbu Y (ke atas atau ke bawah) sehingga menghasilkan titik P′(x + a, y + b).

88 of 132

Contoh Soal

89 of 132

1. Rotasi (Perputaran)

2. Dilatasi

B. Rotasi dan Dilatasi

90 of 132

1. Rotasi (Perputaran)

Rotasi merupakan transformasi yang memutar setiap titik dengan sudut dan arah putaran tertentu terhadap titik yang tetap. Titik yang tetap tersebut dinamakan titik pusat rotasi. Secara umum, hasil rotasi pada bidang koordinat dengan pusat O(0, 0) dapat dirumuskan sebagai berikut.

91 of 132

Contoh Soal

92 of 132

2. Dilatasi

Dilatasi adalah proses pengalian ukuran bangun atau benda. Pengalian ukuran yang dimaksud dapat berupa pembesaran atau pengecilan tergantung dengan skala dilatasi. Unsur yang harus ada pada dilatasi yaitu titik pusat dilatasi dan skala pengalinya.

Secara umum, bayangan titik A(x, y) oleh dilatasi terhadap pusat O(0, 0) dengan faktor skala k adalah A′(kx, ky).

93 of 132

Contoh Soal

94 of 132

Kekongruenan dan�Kesebangunan

V

A. Konsep Kekongruenan dan Kesebangunan

B. Kekongruenan pada Segitiga

BAGIAN BAB

C. Kesebangunan pada Segitiga

Ke Daftar Isi

BAB

95 of 132

1. Kekongruenan Bangun Datar

2. Kesebangunan Bangun Datar

A. Konsep Kekongruenan dan Kesebangunan

96 of 132

1. Kekongruenan Bangun Datar

Secara umum, syarat dua bangun saling kongruen sebagai berikut.

a. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

b. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.

97 of 132

Contoh Soal

98 of 132

2. Kesebangunan Bangun Datar

Secara umum, syarat dua bangun saling sebangun sebagai berikut.

a. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

b. Perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian sama.

99 of 132

Contoh Soal

100 of 132

1. Kekongruenan Segitiga

2. Syarat Cukup Kekongruenan Segitiga

B. Kekongruenan pada Segitiga

101 of 132

1. Kekongruenan Segitiga

Dua segitiga yang kongruen mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

a. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

b. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.

102 of 132

Contoh Soal

103 of 132

2. Syarat Cukup Kekongruenan Segitiga

Untuk menunjukkan bahwa dua segitiga kongruen tidak perlu ditunjukkan semua sisinya sama panjang dan ketiga sudutnya sama besar. Berikut ini syarat cukup dari dua segitiga kongruen.

a. Ttiga pasang sisi yang bersesuaian sama panjang (s – s – s).

b. Dua pasang sisi yang bersesuaian sama panjang dan sepasang sudut sama besar.

c. Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar dan sepasang sisi sama panjang.

104 of 132

Contoh Soal

105 of 132

1. Kesebangunan Segitiga

2. Rumus Khusus sebagai Akibat Kesebangunan Segitiga

C. Kesebangunan pada Segitiga

106 of 132

1. Kesebangunan Segitiga

Dua segitiga yang sebangun mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

a. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

b. Sisi-sisi yang bersesuaian sebanding.

107 of 132

Contoh Soal

108 of 132

2. Rumus Khusus sebagai Akibat Kesebangunan Segitiga

a. Rumus 1

109 of 132

b. Rumus 2

110 of 132

c. Rumus 3

111 of 132

Contoh Soal

112 of 132

Bangun Ruang�Sisi Lengkung

VI

A. Unsur-Unsur Tabung, Kerucut, dan Bola

B. Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung

BAGIAN BAB

C. Gabungan dan Irisan Bangun Ruang Sisi Lengkung

Ke Daftar Isi

BAB

113 of 132

1. Tabung

2. Kerucut

A. Unsur-Unsur Tabung, Kerucut, dan Bola

3. Bola

114 of 132

1. Tabung

Tabung adalah prisma yang bidang alas dan tutupnya berupa lingkaran.

Unsur-unsur tabung sebagai berikut.

a. Sisi alas dan atas tabung berupa lingkaran.

b. Jari-jari tabung.

c. Tinggi tabung.

d. Selimut tabung berupa sisi lengkung yang menyelimuti tabung.

e. Banyak rusuk 2 dan tidak memiliki titik sudut.

115 of 132

Contoh Soal

116 of 132

2. Kerucut

Kerucut adalah limas yang bidang alasnya berbentuk lingkaran.

Unsur-unsur kerucut sebagai berikut.

a. Jari-jari kerucut.

b. Tinggi kerucut.

c. Garis pelukis adalah garis yang menghubungkan titik puncak ke titik pada keliling bidang alas kerucut.

d. Banyak rusuk 1 dan tidak memiliki titik sudut.

117 of 132

Contoh Soal

118 of 132

3. Bola

Bola merupakan satu-satunya bangun ruang yang hanya tersusun atas satu bidang sisi. Bidang sisi tersebut berupa bidang sisi lengkung. Bola tidak memiliki rusuk dan titik sudut.

119 of 132

Contoh Soal

120 of 132

1. Tabung

2. Kerucut

B. Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung

3. Bola

121 of 132

1. Tabung

122 of 132

Contoh Soal

123 of 132

2. Kerucut

124 of 132

Contoh Soal

125 of 132

3. Bola

126 of 132

Contoh Soal

127 of 132

1. Gabungan Tabung dan Setengah Bola

2. Gabungan Tabung dan Kerucut

C. Gabungan dan Irisan Bangun Ruang Sisi Lengkung

128 of 132

1. Gabungan Tabung dan Setengah Bola

129 of 132

Contoh Soal

130 of 132

2. Gabungan Tabung dan Kerucut

131 of 132

Contoh Soal

132 of 132

Terima Kasih