1 of 49

Panduan

Kurikulum Madrasah Tsanawiyah

Anita Isdarmini, S.Pd.,M.Hum

Direktorat KSKK Kemenag RI

Tim Pengembang Kurikulum

2 of 49

Tujuan Sesi�

Peserta mampu membaca arah kebijakan, menyusun komponen minimal, dan mengontekstualkan Kurikulum Madrasah MTs.

​

​

Regulasi

​

Konsep KM

​

Komponen Minimal

​

Contoh Kontekstual

​

Outline Dokumen

Memahami posisi KMA 1503 Tahun 2025 dan panduan teknis.

• Mengidentifikasi isi minimal dokumen Kurikulum Madrasah.

• Menyusun contoh analisis, visi-misi-tujuan, dan pengorganisasian pembelajaran.

• Menyiapkan format dokumen yang siap didiskusikan di madrasah.

3 of 49

Peta Materi��

​

Regulasi & Arah Kebijakan

​

Makna KM

​

Komponen Minimal

​

Contoh MTs

​

Outline & Tindak lanjut

• Bagian awal memberi kerangka regulasi agar dokumen memiliki dasar hukum.

• Bagian tengah mengurai komponen minimal dan contoh pengembangannya.

• Bagian akhir menyajikan contoh daftar isi/TOC serta lampiran yang dapat disiapkan madrasah.

4 of 49

Regulasi Utama��

​

​

1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. PP Nomor 57 Tahun 2021 jo. PP Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan

3. Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan

4. Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum PAUD, Dikdas, dan Dikmen

5. KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Madrasah

​

5 of 49

Regulasi Pendukung & Panduan Teknis��

​

Gunakan regulasi sebagai pijakan, lalu gunakan data madrasah sebagai arah kontekstualisasi.

• Panduan Kurikulum Madrasah

• Panduan Pembelajaran dan Asesmen

• Panduan Kokurikuler

• Panduan Kurikulum Berbasis Cinta

• Keputusan/Panduan CP PAI dan Bahasa Arab

• Ketentuan lain sesuai konteks MA, MAK, dan MA Plus Keterampilan

KMA 1503

Panduan KM

PPA

Kokurikuler

Kokurikuler

6 of 49

Makna Kurikulum Madrasah

Kurikulum Madrasah adalah arah penyelenggaraan pendidikan yang menghubungkan struktur kurikulum nasional dengan karakteristik murid, madrasah, daerah, dan kebutuhan zaman.

• Menjadi rujukan pembelajaran, asesmen, dan budaya madrasah.

• Memuat pilihan strategi sesuai konteks satuan pendidikan.

• Dikembangkan melalui analisis, refleksi, dan evaluasi berbasis data.

7 of 49

Fondasi

Kurikulum Madrasah

Kurikulum Madrasah adalah dokumen dinamis yang terus berkembang melalui refleksi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan berdasarkan data dan konteks madrasah.

Pembelajaran memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan, tahapan belajar, dan kepentingan setiap murid secara individual.

Kurikulum disesuaikan dengan karakteristik madrasah, konteks sosial budaya, lingkungan, dan kebutuhan dunia kerja (khusus MAK).

01

Dokumen Hidup

02

Berpusat pada Murid

03

Kontekstual dan Relevan

8 of 49

PRINSIP PENYUSUNAN �KURIKULUM MADRASAH

Berpusat pada Murid

Pembelajaran memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan, tahapan belajar, dan kepentingan murid yang beragam.

Kontekstual

Menunjukkan kekhasan madrasah sesuai karakteristik daerah, sosial budaya, lingkungan, dan dunia kerja (mak).

​

Esensial

Memuat unsur penting yang dibutuhkan dengan bahasa lugas, ringkas, dan mudah dipahami oleh semua pihak.

​

Akuntabel

Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data aktual dan dapat diukur keberhasilannya.

​

Melibatkan Pemangku Kepentingan

Pengembangan melibatkan komite madrasah, orang tua, organisasi, sentra, dan dunia kerja (MAK) secara

kolaboratif.

9 of 49

10 of 49

Komponen Utama �Kurikulum Madrasah

Analisis Karakteristik

Visi, Misi, Tujuan

Pengorganisasian Pembelajaran

Perencanaan Pembelajaran

11 of 49

Analisis Karakteristik Madrasah

Apakah madrasah sudah memiliki visi-misi-tujuan yang ajek?

Analisis karakteristik lingkungan belajar madrasah

Merumuskan visi-misi-tujuan madrasah

Analisis kebutuhan madrasah

Menyusun strategi

Mendesain pengorganisasian pembelajaran

Apakah sudah memiliki strategi?

Apakah sudah memiliki analisis kebutuhan madrasah?

Belum

Sudah

Belum

Sudah

Sudah

12 of 49

Data-data dalam Analisis Karakteristik

​

Analisis karakteristIk/kekhasan madrasah digunakan untuk perbaikan dalam perencanaan dan pengelolaan pembelajaran.

Data –data yang disiapkan dalam analisis dapat berupa:

  • Rapor pendidikan
  • Evaluasi diri madrasah
  • Evaluasi program
  • Capaian prestasi
  • Gaya belajar murid
  • Hasil evaluasi pembelajaran
  • Hasil identifikasi dan asesmen murid
  • Sumber daya atau kesempatan belajar murid
  • Fasilitas
  • Kemitraan
  • Dan lain lain sesuai kebutuhan madrasah/ daerah

13 of 49

Analisis Karakteristik Madrasah

​

Menggambarkan keunikan suatu madrasah dalam hal peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, kemitraan, potensi sumber dana dan lingkungan sosial budaya. Madrasah juga perlu mengidentifikasi diferensiasi keunggulan masing-masing sesuai dengan karakteristik yang dimiliki.

Prinsip-prinsip analisis:

  • Melibatkan perwakilan warga madrasah
  • Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi madrasah
  • Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data
  • Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi.

​

Pilihan cara untuk mengumpulkan informasi:

  • Rapor Pendidikan
  • Wawancara
  • Diskusi kelompok terpumpun/Focus Group Discussion (FGD)
  • Observasi
  • Angket atau kuiseoner

14 of 49

Kekhasan dan Ruh Madrasah Yang Harus Dikembangkan:

15 of 49

4 Pilihan Analisis Karakteristik/kekhasan Madrasah

16 of 49

Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah

17 of 49

Misi Madrasah: adalah pernyataan bagaimana madrasah mencapai visi�

  1. Memberikan arah terwujudnya visi madrasah dan sejalan dengan tujuan pendidikan nasional
  2. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu
  3. Menjadi dasar program pokok madrasah
  4. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan
  5. Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program madrasah
  6. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit madrasah
  7. Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik
  8. Disosialisasikan kepada warga madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;
  9. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.

18 of 49

Visi Madrasah : cita-cita bersama warga madrasah untuk masa mendatang

  1. Merupakan cita-cita bersama warga madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan
  2. Memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan
  3. Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan
  4. Selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional
  5. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik dengan memperhatikan masukan komite madrasah
  6. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala

Visi harus realistis, kredibel, atraktif, motivative dan dinamis

19 of 49

Tujuan Madrasah : Gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap madrasah

  1. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan)
  2. Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat
  3. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan madrasah dan pemerintah
  4. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik
  5. Disosialisasikan kepada warga madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan.

20 of 49

Prinsip penyusunan Tujuan Madrasah

21 of 49

Pengorganisasian Pembelajaran

Berdasarkan Mata Pelajaran

Pembelajaran terpisah per mata pelajaran dengan tatap muka reguler setiap minggu sesuai alokasi jam yang ditetapkan madrasah.

​

Secara Tematik

Pembelajaran mengintegrasikan kompetensi berbagai mata pelajaran dalam tema payung yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan murid.

​

Secara Terintegrasi

Konsep dan keterampilan dari berbagai mata pelajaran diajarkan kolaboratif melalui team teaching untuk membangun pemahaman ide besar.

​

Blok Waktu Terpisah

Pembelajaran dikelola dalam blok waktu lebih panjang untuk memungkinkan pembelajaran mendalam dan penyelesaian tugas hingga tuntas.

22 of 49

Struktur Kurikulum pada Madrasah Tsanawiyah

Struktur Kurikulum pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) ditetapkan oleh Kepala MTs dengan memuat seluruh muatan kurikulum. Ketentuan minimum Struktur Kurikulum pada MTs yaitu:

23 of 49

Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas VII

24 of 49

Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas VII

Keterangan:

​

A) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/ atau prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau prakarya).

​

B) Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun mata pelajaran pilihan.

​

C) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak

216 (dua ratus enam belas).

25 of 49

Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas VIII

26 of 49

Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas VIII

Keterangan:

​

A) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya

(seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/ atau prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau prakarya).

​

B) Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per

tahun mata pelajaran pilihan.

​

C) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak

216 (dua ratus enam belas).

27 of 49

Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas IX

28 of 49

Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas IX

Keterangan:

​

A) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/atau prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau prakarya).

​

B) Dialokasikan 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun mata pelajaran pilihan.

​

C) Paling sedikit 64 (enam puluh dua) JP per tahun dan paling banyak 192 (seratus sembilan puluh dua).

29 of 49

Penjelasan Struktur Kurikulum di Madrasah

​

PROGRAM INTRA-KURIKULER

PROGRAM KOKURIKULER

PROGRAM EKSTRAKURIKULER

Tujuan

Mengembangkan kompetensi pelajar sesuai CP.

​

Untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai Dimensi Prifil Lullusan, Panca Cinta, 7KAIH

​

Sarana bagi peserta didik untuk mengeksplorasi dan melatih keterampilan sesuai minat dan bakat peserta didik

Metode

  • Menggunakan berbagai metode

pengajaran/pendekatan belajar

  • Menggunakan berbagai instrumen asesmen dalam menilai progress dan capaian peserta didik
  • Melibatkan guru dalam proses desain

asesmen dan moderasi hasil asesmen

  • mengasah kepekaan dan mengeksplorasi isu riil dan

kontekstual dalam bentuk PBL dengan beban belajar yang sudah ditetapkan dalam KMA 1503.

  • Memberikan ruang lebih banyak bagi peserta didik untuk bekerja mandiri dan fleksibel
  • Melibatkan seluruh komunitas madrasah (peserta didik, guru, staf, orangtua) serta narasumber/profesional
  • Bersifat individual dan merupakan

pilihan peserta didik

  • Melibatkan guru dan narasumber profesional dalam melatih keterampilan tertentu

Hasil

​

​

​

​

  • Bukti pencapaian CP berupa portfolio/kumpulan hasil pekerjaan peserta didik dari berbagai instrumen asesmen
  • Dilaporkan melalui rapor

​

​

​

​

CATATAN : Dimensi Profil Lulusan serta Kurikulum Berbasis Cinta dintegrasikan dalam Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ektrakurikuler

  • Bukti berupa jurnal kerja yang fokus pada proses dan pencapaian tujuan
  • madrasah menyediakan waktu khusus untuk peserta didik menunjukkan hasil proyek melalui kegiatan khusus
  • Dilaporkan melalui rapor (tidak terpisah)
  • Bukti berupa testimoni atau cerita dari peserta didik
  • Sekolah bisa memilih bentuk pelaporan

30 of 49

4 Pilihan Mengorganisasikan Pembelajaran�

Pilihan 1

Menggunakan Inspirasi utk menyusun Pengorganisasian pembeajaran dari dokumen yg sdh ada (Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler)

​

​

Pilihan 2

Melakukan modifikasi dokumen utk menyusun pengorganisasian pembelajaran, seperti struktur kurikulum (Intra, Kokurikuler, Ekstra, Pkebutuhan khusus dan pasca madrasah pd madrasah inklusi dan pendekatan apel atau tematik. Madrasah mulai mencoba menyusun muatan pembelajaran dg pendekatan blok atau integrasi

Pilihan 3

Mengembangkan elemen-elemen dlm pengorganisasian pembelajaran (Struktururikulumc, pendekatan muatan pembelajaran dari beragam sumber). madrasah dpt mengembangkan sistem penagturan waktu pembelajaran (Blok terpisah.terintegrasi) dg menyesuaikan konteks kebutuhan

Pilihan 4

Merancang pengorganisasian pembelajaran secara mandiri, telah memiliki struktur kurikulum yg ajek, melaksanakan Kokurikuler dg ide sendiri dan relevan. menyediakan pilihan=pilihan ekstrakurikuler yg beragam. Madrasah ecara fleksibel dan dunamis mengebangkan sistem pengaturan waktu untuk muatan belajrnya, dpt berdaarkan pendekatan mapel, dan integrasi

1

2

3

4

31 of 49

Perencanaan Pembelajaran untuk Kokurikuler

Kokurikuler bertujuan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi dan karakter murid.

​

Kompetensi dan karakter yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan dan Topik Panca Cinta yang selanjutnya dimaknai sebagai alur perkembangan kompetensi

32 of 49

33 of 49

34 of 49

35 of 49

Perencanaan Pembelajaran

36 of 49

Perencanaan Pembelajaran Di Madrasah

1. Penguatan Pola Pembelajaran relegius

2. Pembelajaran Menanamkan nilai-nilai keislaman

3. Pembelajaran aktif dan mengalami

4. Pembelajaran yang menantang

5. Berbasis perbedaan individu

6. Berpedoman pada hasil identifikasi dan asesmen

7. Dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan & tingkat pencapaian peserta didik

8. Mendukung perkembangan kognitif dan karakter

9. Relevan dg konteks kehidupan peserta dididk

10. Berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Prinsip-Prinsip Pembelajaran

37 of 49

Perencanaan Pembelajaran Di Madrasah

1. Terpadu dg proses pembelajaran, fasilitas dan penyedia informasi

2. berkeadilan

3. Objektif ( Berdasarkan prosedur dan kreteria)

4. Edukatif (sgb umpan balik pembelajaran)

5. Berpikir sederhana dan informatif

6. Hasil asesmen dpt meningkatkan mutu pembelajaran

Prinsip-Prinsip Asesman

38 of 49

Perencanaan

Pembelajaran dan Asesmen

39 of 49

4 Pilihan Dalam Merencanakan Pembelajaran��

1

2

3

4

Menggunakan inspirasi dokumen

perencanaan pembelajaran, (alur tujuan pembelajaran, perangkat ajar dan diakhiri dengan refleksi pembelajaran

Melakukan modifikasi terhadap dokumen perencanaan pembelajaran berdasarkan inspirasi yang ada (alur tujuan pembelajaran danperangkat ajar).

Modifikasi dilakukan agar sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi Madrasah

Mengembangkan dokumen, seperti alur tujuan pembelajaran dan perangkat ajar berdasarkan refleksi yang telah dilakukan dan pencarian sumber-sumber lain yang diperoleh tanpa mengabaikan prinsipprinsippenyusunan.

Mengembangkan dokumen perencanaan pembelajaran, seperti alur tujuan pembelajaran dan perangkat ajar yang kontekstual dan bervariasi serta dapat menjadi inspirasi untuk dapat diterapkan oleh Madrasah lainnya. Selain itu, Madrasah dapat memanfaatkan teknologi

di dalam menyusun perencanaan pembelajaran untuk menghasilkan proses pembelajaran yang inovatif.

40 of 49

Perencanaan Pembelajaran

Ruang Lingkup Madrasah

Penyusunan tujuan pembelajaran dan alurnya untuk kegiatan

​

intrakurikuler dan pemetaan tema untuk kegiatan kokurikuler dengan memperhatikan

​

muatan kurikulum berbasis cinta.

Ruang Lingkup Kelas

Penyusunan perencanaan pembelajaran kegiatan intrakurikuler Rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar

​

Kegiatan kokurikuler memperhatikan muatan kurikulum berbasis cinta. Madrasah dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh perencanaan pembelajaran yang disediakan Pemerintah

​

Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik

​

Kerja Lapangan (PKL) di MAK dilaksanakan secara kolaboratif oleh madrasah dan mitra dunia kerja.

41 of 49

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Dalam merencanakan pembelajaran mendalam, Madrasah perlu memperhatikan prinsip prinsip pembelajaran dan asesmen.

Prinsip pembelajaran dan asesmen harus digunakan secara terintegrasi sebagai pertimbangan utama dalam merancang struktur Kurikulum Madrasah.

Madrasah dapat menggunakan Panduan Pembelajaran dan Asesmen sebagai panduan terkait.

01

Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

02

Terintegrasi

03

Panduan

42 of 49

Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam

Madrasah menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam bagi murid. Pembelajaran mendalam memberikan pengalaman belajar kepada murid dengan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Pengalaman belajar ini merupakan aktivitas yang direncanakan dan diberikan oleh pendidik.

43 of 49

Pertanyaan Pemantik

mengaitkan materi dengan konteks nyata dan relevan bagi kehidupan murid?

​

mengembangkan strategi agar murid tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari?

​

menciptakan rasa senang, antusiasme, dan rasa aman bagi murid untuk belajar?

​

membantu murid menghubungkan pengetahuan awal mereka dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari?

​

mengajak murid untuk berpikir kritis, berefleksi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah dalam konteks nyata?

​

menyusun asesmen untuk membantu murid memahami kekuatan dan kelemahan mereka dalam belajar?

mendorong murid untuk memahami, mengaplikasi, dan merefleksikan pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu?

menyusun materi pembelajaran yang membantu murid sampai pada pemahaman konseptual, bukan hanya sekadar mengingat?

Pertanyaan pemantik dalam menyusun pembelajaran mendalam, apakah Madrasah

telah:

44 of 49

Evaluasi dan Pengembangan Profesional

Evaluasi Kurikulum

Mengukur ketercapaian visi, misi, tujuan madrasah melalui analisis data dari berbagai sumber dan pemangku kepentingan.

​

Pendampingan Pendidik

Coaching, mentoring, dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional pendidik.

​

Perencanaan Perbaikan

Menyusun program pengembangan berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

Evaluasi Pembelajaran

Mengukur keberhasilan pendidik memfasilitasi pembelajaran murid melalui refleksi, asesmen formatif, dan catatan perkembangan.

45 of 49

Evaluasi dan Pengembangan Profesional

  • Evaluasi pembelajaran dan evaluasi kurikulum Madrasah dilakukan secara mandiri dan berkala oleh madrasah, didampingi pengawas.
  • Evaluasi pembelajaran secara menyeluruh bertujuan untuk mengukur keberhasilan pendidik dalam memfasilitasi pembelajaran.
  • Evaluasi Kurikulum Madrasah bertujuan untuk mengukur keberhasilan kepala Madrasah dan pendidik dalam menjalankan seluruh program pendidikan yang direncanakan dengan tujuan untuk memahami apakah visi, misi dan tujuan Madrasah telah tercapai.
  • Evaluasi pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dari evaluasi kurikulum Madrasah

46 of 49

Evaluasi dan Pengembangan Profesional

Apa saja yang bisa menjadi sumber informasi dalam meninjau ulang pembelajaran dan kurikulum Madrasah?

​

  • Hasil asesmen murid per unit.
  • Artefak peserta didik: projek murid, portofoliomurid, pameran karya, pertunjukan, dan sebagainya.
  • Survei lulusan
  • Refleksi proses belajar oleh pendidik
  • Observasi kepala madrasah
  • Rapor madrasah ataupun Evaluasi Diri Madrasah

Beberapa contoh cara mengumpulkan informasi

  • Observasi dan refleksi mandiri. Melakukan asesmen berupa observasi dan refleksi mandiri secara individual terhadap kriteria kesuksesan yang telah ditetapkan (tujuan belajar, capaian pembelajaran, dan profil pelajar Pancasila)
  • FGD (Focus Group Discussion) merupakan diskusi terpimpin yang dilakukan secara kelompok untuk melihat hubungan antardata yang dimiliki pada catatan anekdotal, hasil belajar peserta didik, dan refleksi dalam self-study, untuk menganalisis masalah dan menarik kesimpulan, serta mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan.
  • Kuesioner murid. Mengumpulkan persepsi murid terhadap proses belajar, kualitas sarana prasarana, materi/bahan ajar, serta bagaimana peserta didik memaknai hasil belajarnya.
  • Kuesioner orang tua. Mengumpulkan persepsi orang tua terhadap perkembangan belajar murid.

47 of 49

Contoh Sistematika Kurikulum Madrasah

1. Halaman Judul

2. Lembar Pengesahan

3. Kata Pengantar

4. Daftar Isi

5. Bab I Pendahuluan

6. Bab II Analisis Karakteristik Madrasah

7. Bab III Visi, Misi, dan Tujuan

8. Bab IV Pengorganisasian Pembelajaran

9. Bab V Perencanaan Pembelajaran

10. Bab VI Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

11. Lampiran

​

Sistematika tersebut dapat dikembangkan sesuai kebutuhan madrasah, kebijakan dari kantor kemenag kabupaten/kota maupun Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi

​

48 of 49

49 of 49

Terima Kasih