Panduan
Kurikulum Madrasah Tsanawiyah
Anita Isdarmini, S.Pd.,M.Hum
Direktorat KSKK Kemenag RI
Tim Pengembang Kurikulum
Tujuan Sesi�
Peserta mampu membaca arah kebijakan, menyusun komponen minimal, dan mengontekstualkan Kurikulum Madrasah MTs.
Regulasi
Konsep KM
Komponen Minimal
Contoh Kontekstual
Outline Dokumen
Memahami posisi KMA 1503 Tahun 2025 dan panduan teknis.
• Mengidentifikasi isi minimal dokumen Kurikulum Madrasah.
• Menyusun contoh analisis, visi-misi-tujuan, dan pengorganisasian pembelajaran.
• Menyiapkan format dokumen yang siap didiskusikan di madrasah.
Peta Materi��
Regulasi & Arah Kebijakan
Makna KM
Komponen Minimal
Contoh MTs
Outline & Tindak lanjut
• Bagian awal memberi kerangka regulasi agar dokumen memiliki dasar hukum.
• Bagian tengah mengurai komponen minimal dan contoh pengembangannya.
• Bagian akhir menyajikan contoh daftar isi/TOC serta lampiran yang dapat disiapkan madrasah.
Regulasi Utama��
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. PP Nomor 57 Tahun 2021 jo. PP Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan
3. Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan
4. Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum PAUD, Dikdas, dan Dikmen
5. KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Madrasah
Regulasi Pendukung & Panduan Teknis��
Gunakan regulasi sebagai pijakan, lalu gunakan data madrasah sebagai arah kontekstualisasi.
• Panduan Kurikulum Madrasah
• Panduan Pembelajaran dan Asesmen
• Panduan Kokurikuler
• Panduan Kurikulum Berbasis Cinta
• Keputusan/Panduan CP PAI dan Bahasa Arab
• Ketentuan lain sesuai konteks MA, MAK, dan MA Plus Keterampilan
KMA 1503
Panduan KM
PPA
Kokurikuler
Kokurikuler
Makna Kurikulum Madrasah
Kurikulum Madrasah adalah arah penyelenggaraan pendidikan yang menghubungkan struktur kurikulum nasional dengan karakteristik murid, madrasah, daerah, dan kebutuhan zaman.
• Menjadi rujukan pembelajaran, asesmen, dan budaya madrasah.
• Memuat pilihan strategi sesuai konteks satuan pendidikan.
• Dikembangkan melalui analisis, refleksi, dan evaluasi berbasis data.
Fondasi
Kurikulum Madrasah
Kurikulum Madrasah adalah dokumen dinamis yang terus berkembang melalui refleksi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan berdasarkan data dan konteks madrasah.
Pembelajaran memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan, tahapan belajar, dan kepentingan setiap murid secara individual.
Kurikulum disesuaikan dengan karakteristik madrasah, konteks sosial budaya, lingkungan, dan kebutuhan dunia kerja (khusus MAK).
01
Dokumen Hidup
02
Berpusat pada Murid
03
Kontekstual dan Relevan
PRINSIP PENYUSUNAN �KURIKULUM MADRASAH
Berpusat pada Murid
Pembelajaran memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan, tahapan belajar, dan kepentingan murid yang beragam.
Kontekstual
Menunjukkan kekhasan madrasah sesuai karakteristik daerah, sosial budaya, lingkungan, dan dunia kerja (mak).
Esensial
Memuat unsur penting yang dibutuhkan dengan bahasa lugas, ringkas, dan mudah dipahami oleh semua pihak.
Akuntabel
Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data aktual dan dapat diukur keberhasilannya.
Melibatkan Pemangku Kepentingan
Pengembangan melibatkan komite madrasah, orang tua, organisasi, sentra, dan dunia kerja (MAK) secara
kolaboratif.
Komponen Utama �Kurikulum Madrasah
Analisis Karakteristik
Visi, Misi, Tujuan
Pengorganisasian Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran
Analisis Karakteristik Madrasah
Apakah madrasah sudah memiliki visi-misi-tujuan yang ajek?
Analisis karakteristik lingkungan belajar madrasah
Merumuskan visi-misi-tujuan madrasah
Analisis kebutuhan madrasah
Menyusun strategi
Mendesain pengorganisasian pembelajaran
Apakah sudah memiliki strategi?
Apakah sudah memiliki analisis kebutuhan madrasah?
Belum
Sudah
Belum
Sudah
Sudah
Data-data dalam Analisis Karakteristik
Analisis karakteristIk/kekhasan madrasah digunakan untuk perbaikan dalam perencanaan dan pengelolaan pembelajaran.
Data –data yang disiapkan dalam analisis dapat berupa:
Analisis Karakteristik Madrasah
Menggambarkan keunikan suatu madrasah dalam hal peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, kemitraan, potensi sumber dana dan lingkungan sosial budaya. Madrasah juga perlu mengidentifikasi diferensiasi keunggulan masing-masing sesuai dengan karakteristik yang dimiliki.
Prinsip-prinsip analisis:
Pilihan cara untuk mengumpulkan informasi:
Kekhasan dan Ruh Madrasah Yang Harus Dikembangkan:
4 Pilihan Analisis Karakteristik/kekhasan Madrasah
Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah
Misi Madrasah: adalah pernyataan bagaimana madrasah mencapai visi�
Visi Madrasah : cita-cita bersama warga madrasah untuk masa mendatang
Visi harus realistis, kredibel, atraktif, motivative dan dinamis
Tujuan Madrasah : Gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap madrasah
Prinsip penyusunan Tujuan Madrasah
Pengorganisasian Pembelajaran
Berdasarkan Mata Pelajaran
Pembelajaran terpisah per mata pelajaran dengan tatap muka reguler setiap minggu sesuai alokasi jam yang ditetapkan madrasah.
Secara Tematik
Pembelajaran mengintegrasikan kompetensi berbagai mata pelajaran dalam tema payung yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan murid.
Secara Terintegrasi
Konsep dan keterampilan dari berbagai mata pelajaran diajarkan kolaboratif melalui team teaching untuk membangun pemahaman ide besar.
Blok Waktu Terpisah
Pembelajaran dikelola dalam blok waktu lebih panjang untuk memungkinkan pembelajaran mendalam dan penyelesaian tugas hingga tuntas.
Struktur Kurikulum pada Madrasah Tsanawiyah
Struktur Kurikulum pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) ditetapkan oleh Kepala MTs dengan memuat seluruh muatan kurikulum. Ketentuan minimum Struktur Kurikulum pada MTs yaitu:
Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas VII
Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas VII
Keterangan:
A) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/ atau prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau prakarya).
B) Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun mata pelajaran pilihan.
C) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak
216 (dua ratus enam belas).
Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas VIII
Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas VIII
Keterangan:
A) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya
(seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/ atau prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau prakarya).
B) Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per
tahun mata pelajaran pilihan.
C) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak
216 (dua ratus enam belas).
Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas IX
Alokasi waktu mata pelajaran MTs kelas IX
Keterangan:
A) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/atau prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau prakarya).
B) Dialokasikan 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun mata pelajaran pilihan.
C) Paling sedikit 64 (enam puluh dua) JP per tahun dan paling banyak 192 (seratus sembilan puluh dua).
Penjelasan Struktur Kurikulum di Madrasah
| PROGRAM INTRA-KURIKULER | PROGRAM KOKURIKULER | PROGRAM EKSTRAKURIKULER |
Tujuan | Mengembangkan kompetensi pelajar sesuai CP. | Untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai Dimensi Prifil Lullusan, Panca Cinta, 7KAIH | Sarana bagi peserta didik untuk mengeksplorasi dan melatih keterampilan sesuai minat dan bakat peserta didik |
Metode |
pengajaran/pendekatan belajar
asesmen dan moderasi hasil asesmen |
kontekstual dalam bentuk PBL dengan beban belajar yang sudah ditetapkan dalam KMA 1503.
|
pilihan peserta didik
|
Hasil |
CATATAN : Dimensi Profil Lulusan serta Kurikulum Berbasis Cinta dintegrasikan dalam Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ektrakurikuler |
|
|
4 Pilihan Mengorganisasikan Pembelajaran�
Pilihan 1
Menggunakan Inspirasi utk menyusun Pengorganisasian pembeajaran dari dokumen yg sdh ada (Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler)
Pilihan 2
Melakukan modifikasi dokumen utk menyusun pengorganisasian pembelajaran, seperti struktur kurikulum (Intra, Kokurikuler, Ekstra, Pkebutuhan khusus dan pasca madrasah pd madrasah inklusi dan pendekatan apel atau tematik. Madrasah mulai mencoba menyusun muatan pembelajaran dg pendekatan blok atau integrasi
Pilihan 3
Mengembangkan elemen-elemen dlm pengorganisasian pembelajaran (Struktururikulumc, pendekatan muatan pembelajaran dari beragam sumber). madrasah dpt mengembangkan sistem penagturan waktu pembelajaran (Blok terpisah.terintegrasi) dg menyesuaikan konteks kebutuhan
Pilihan 4
Merancang pengorganisasian pembelajaran secara mandiri, telah memiliki struktur kurikulum yg ajek, melaksanakan Kokurikuler dg ide sendiri dan relevan. menyediakan pilihan=pilihan ekstrakurikuler yg beragam. Madrasah ecara fleksibel dan dunamis mengebangkan sistem pengaturan waktu untuk muatan belajrnya, dpt berdaarkan pendekatan mapel, dan integrasi
1
2
3
4
Perencanaan Pembelajaran untuk Kokurikuler
Kokurikuler bertujuan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi dan karakter murid.
Kompetensi dan karakter yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan dan Topik Panca Cinta yang selanjutnya dimaknai sebagai alur perkembangan kompetensi
Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran Di Madrasah
1. Penguatan Pola Pembelajaran relegius
2. Pembelajaran Menanamkan nilai-nilai keislaman
3. Pembelajaran aktif dan mengalami
4. Pembelajaran yang menantang
5. Berbasis perbedaan individu
6. Berpedoman pada hasil identifikasi dan asesmen
7. Dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan & tingkat pencapaian peserta didik
8. Mendukung perkembangan kognitif dan karakter
9. Relevan dg konteks kehidupan peserta dididk
10. Berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran Di Madrasah
1. Terpadu dg proses pembelajaran, fasilitas dan penyedia informasi
2. berkeadilan
3. Objektif ( Berdasarkan prosedur dan kreteria)
4. Edukatif (sgb umpan balik pembelajaran)
5. Berpikir sederhana dan informatif
6. Hasil asesmen dpt meningkatkan mutu pembelajaran
Prinsip-Prinsip Asesman
Perencanaan
Pembelajaran dan Asesmen
4 Pilihan Dalam Merencanakan Pembelajaran��
1
2
3
4
Menggunakan inspirasi dokumen
perencanaan pembelajaran, (alur tujuan pembelajaran, perangkat ajar dan diakhiri dengan refleksi pembelajaran
Melakukan modifikasi terhadap dokumen perencanaan pembelajaran berdasarkan inspirasi yang ada (alur tujuan pembelajaran danperangkat ajar).
Modifikasi dilakukan agar sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi Madrasah
Mengembangkan dokumen, seperti alur tujuan pembelajaran dan perangkat ajar berdasarkan refleksi yang telah dilakukan dan pencarian sumber-sumber lain yang diperoleh tanpa mengabaikan prinsipprinsippenyusunan.
Mengembangkan dokumen perencanaan pembelajaran, seperti alur tujuan pembelajaran dan perangkat ajar yang kontekstual dan bervariasi serta dapat menjadi inspirasi untuk dapat diterapkan oleh Madrasah lainnya. Selain itu, Madrasah dapat memanfaatkan teknologi
di dalam menyusun perencanaan pembelajaran untuk menghasilkan proses pembelajaran yang inovatif.
Perencanaan Pembelajaran
Ruang Lingkup Madrasah
Penyusunan tujuan pembelajaran dan alurnya untuk kegiatan
intrakurikuler dan pemetaan tema untuk kegiatan kokurikuler dengan memperhatikan
muatan kurikulum berbasis cinta.
Ruang Lingkup Kelas
Penyusunan perencanaan pembelajaran kegiatan intrakurikuler Rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar
Kegiatan kokurikuler memperhatikan muatan kurikulum berbasis cinta. Madrasah dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh perencanaan pembelajaran yang disediakan Pemerintah
Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik
Kerja Lapangan (PKL) di MAK dilaksanakan secara kolaboratif oleh madrasah dan mitra dunia kerja.
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Dalam merencanakan pembelajaran mendalam, Madrasah perlu memperhatikan prinsip prinsip pembelajaran dan asesmen.
Prinsip pembelajaran dan asesmen harus digunakan secara terintegrasi sebagai pertimbangan utama dalam merancang struktur Kurikulum Madrasah.
Madrasah dapat menggunakan Panduan Pembelajaran dan Asesmen sebagai panduan terkait.
01
Prinsip Pembelajaran dan Asesmen
02
Terintegrasi
03
Panduan
Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam
Madrasah menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam bagi murid. Pembelajaran mendalam memberikan pengalaman belajar kepada murid dengan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Pengalaman belajar ini merupakan aktivitas yang direncanakan dan diberikan oleh pendidik.
Pertanyaan Pemantik
mengaitkan materi dengan konteks nyata dan relevan bagi kehidupan murid?
mengembangkan strategi agar murid tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari?
menciptakan rasa senang, antusiasme, dan rasa aman bagi murid untuk belajar?
membantu murid menghubungkan pengetahuan awal mereka dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari?
mengajak murid untuk berpikir kritis, berefleksi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah dalam konteks nyata?
menyusun asesmen untuk membantu murid memahami kekuatan dan kelemahan mereka dalam belajar?
mendorong murid untuk memahami, mengaplikasi, dan merefleksikan pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu?
menyusun materi pembelajaran yang membantu murid sampai pada pemahaman konseptual, bukan hanya sekadar mengingat?
Pertanyaan pemantik dalam menyusun pembelajaran mendalam, apakah Madrasah
telah:
Evaluasi dan Pengembangan Profesional
Evaluasi Kurikulum
Mengukur ketercapaian visi, misi, tujuan madrasah melalui analisis data dari berbagai sumber dan pemangku kepentingan.
Pendampingan Pendidik
Coaching, mentoring, dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional pendidik.
Perencanaan Perbaikan
Menyusun program pengembangan berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Evaluasi Pembelajaran
Mengukur keberhasilan pendidik memfasilitasi pembelajaran murid melalui refleksi, asesmen formatif, dan catatan perkembangan.
Evaluasi dan Pengembangan Profesional
Evaluasi dan Pengembangan Profesional
Apa saja yang bisa menjadi sumber informasi dalam meninjau ulang pembelajaran dan kurikulum Madrasah? |
|
Beberapa contoh cara mengumpulkan informasi |
|
Contoh Sistematika Kurikulum Madrasah
1. Halaman Judul
2. Lembar Pengesahan
3. Kata Pengantar
4. Daftar Isi
5. Bab I Pendahuluan
6. Bab II Analisis Karakteristik Madrasah
7. Bab III Visi, Misi, dan Tujuan
8. Bab IV Pengorganisasian Pembelajaran
9. Bab V Perencanaan Pembelajaran
10. Bab VI Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional
11. Lampiran
Sistematika tersebut dapat dikembangkan sesuai kebutuhan madrasah, kebijakan dari kantor kemenag kabupaten/kota maupun Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi
Terima Kasih