1 of 21

Kebijakan Pemerintah dalam Perekonomian

Ekonomi | Fase E | Kelas X SMA/SMK

PINA-245020008

2 of 21

Tujuan Pembelajaran

1

Menjelaskan peran dan fungsi pemerintah dalam perekonomian

2

Menganalisis instrumen kebijakan fiskal dan moneter beserta dampaknya

3

Mengevaluasi kebijakan perdagangan dan ketenagakerjaan pemerintah Indonesia

4

Mengkritisi kebijakan subsidi dan perlindungan sosial

5

Menyajikan gagasan tentang kebijakan ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan rakyat

3 of 21

Pendahuluan: Pemerintah dan Perekonomian

Pengertian Kebijakan Ekonomi

Serangkaian keputusan dan tindakan pemerintah untuk mempengaruhi kondisi perekonomian

Mencapai tujuan makroekonomi:

Pertumbuhan Ekonomi

Stabilitas Harga

Pemerataan Pendapatan

Perluasan Lapangan Kerja

Sukirno (2019)

"Kebijakan ekonomi merupakan usaha-usaha pemerintah untuk mengatur dan mengendalikan kegiatan perekonomian agar berjalan sesuai dengan tujuan nasional yang telah ditetapkan"

Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur

4 of 21

Peran dan Fungsi Pemerintah

Menurut Musgrave & Musgrave (2017)

Fungsi Alokasi

Mengalokasikan sumber daya untuk menyediakan barang dan jasa publik yang tidak efisien disediakan pasar

Jalan raya

Pertahanan nasional

Layanan kesehatan dasar

Fungsi Distribusi

Mendistribusikan pendapatan dan kekayaan melalui sistem perpajakan dan bantuan sosial

Pajak progresif

Bantuan sosial

Mengurangi kesenjangan ekonomi

Fungsi Stabilisasi

Menjaga stabilitas perekonomian dari gejolak siklus bisnis melalui kebijakan yang tepat

Kebijakan fiskal

Kebijakan moneter

Menjaga stabilitas makroekonomi

5 of 21

Tujuan Kebijakan Ekonomi Nasional

1

Pertumbuhan Ekonomi

PDB tumbuh minimal

5-6%

per tahun

2

Stabilitas Harga

Inflasi terkendali

< 3-4%

per tahun

3

Pemerataan Pendapatan

Koefisien Gini

→ 0

merata

4

Perluasan Lapangan Kerja

Tingkat pengangguran

< 5%

total angkatan kerja

5

Keseimbangan Neraca Pembayaran

Defisit transaksi berjalan

Ter kendali

surplus/defisit yang wajar

Indikator keberhasilan kebijakan ekonomi nasional

6 of 21

Kebijakan Fiskal

Pengertian

Kebijakan pemerintah terkait pengelolaan pendapatan dan pengeluaran negara melalui APBN

Tujuan

Menstabilkan perekonomian

Mendorong pertumbuhan ekonomi

Definisi APBN

Rencana keuangan tahunan yang disetujui DPR, memuat rincian penerimaan dan pengeluaran negara

Struktur Penerimaan Negara

Penerimaan Pajak

PPh Penghasilan

PPN Pertambahan Nilai

PBB Bumi & Bangunan

Bea Cukai

Penerimaan Bukan Pajak

SDA: minyak, gas, batubara, nikel

Dividen BUMN

PNBP layanan pemerintah

Hibah

Bantuan dari luar negeri/lembaga internasional

7 of 21

Kebijakan Fiskal Ekspansif vs Kontraktif

Kebijakan Ekspansif

Tujuan

Merangsang perekonomian saat resesi

Belanja Negara

Ditingkatkan

Pajak

Diturunkan

Dampak

Meningkatkan agregat permintaan

Contoh: Stimulus COVID-19 2020

Kebijakan Kontraktif

Tujuan

Mendinginkan perekonomian saat inflasi

Belanja Negara

Dikurangi

Pajak

Dinaikkan

Dampak

Menurunkan agregat permintaan

Contoh: Konsolidasi fiskal 2022-2023

8 of 21

Dampak Kebijakan Fiskal

Efek Multiplier Keynes

Penambahan pengeluaran pemerintah sebesar:

Rp1

triliun

→ Pendapatan penerima

→ Konsumsi tambahan

→ Pendapatan baru (siklus berulang)

Contoh Implementasi

Stimulus COVID-19 2020

Paket pemulihan ekonomi:

Rp695,2

triliun

Bantuan sosial

Dukungan UMKM

Dana kesehatan

Risiko Kebijakan Fiskal

Defisit Anggaran Berlebihan

Beban Utang Meningkat

Potensi Inflasi

Crowding-out Effect

Investasi swasta

terganggu

Manajemen Utang Negara

Rasio Utang terhadap PDB:

< 60%

Standar internasional untuk utang yang sehat

9 of 21

Kebijakan Moneter

Pengertian

Kebijakan yang dikeluarkan oleh bank sentral untuk mengendalikan:

Jumlah uang beredar

Suku bunga

Gunanya mencapai tujuan ekonomi makro

Bank Indonesia

Bank sentral Indonesia

UU No. 23 Tahun 1999

jo. UU No. 3 Tahun 2004

Tujuan Tunggal BI

Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah

Kestabilan terhadap barang dan jasa

Inflasi

Kestabilan terhadap mata uang

negara lain

Nilai tukar

10 of 21

Instrumen Kebijakan Moneter Bank Indonesia

Operasi Pasar Terbuka

BI membeli/menjual Surat Berharga Negara (SBN) di pasar

Beli SBN → JUB bertambah → Suku bunga turun

Jual SBN → JUB berkurang → Suku bunga naik

Fasilitas Diskonto

BI meminjamkan dana ke bank umum dengan suku bunga acuan

Menentukan biaya dana bagi bank

Giro Wajib Minimum

Persentase minimum dana pihak ketiga yang harus disimpan bank di BI

Mengontrol kredit yang dapat diberikan bank

BI 7-Day Reverse Repo Rate

Suku bunga acuan yang menjadi sinyal arah kebijakan moneter BI

Mempengaruhi suku bunga kredit perbankan

Mempengaruhi suku bunga deposito dan tabungan

Instrumen kebijakan moneter utama yang digunakan harian

Kebijakan Nilai Tukar

Intervensi BI di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah

BI membeli dolar AS untuk menguatkan rupiah

BI menjual dolar AS untuk melemahkan rupiah

Menjaga kurs rupiah tidak terlalu fluktuatif

11 of 21

Kebijakan Moneter Ekspansif vs Kontraktif

Moneter Ekspansif

Tujuan

Mengatasi resesi/deflasi

Suku Bunga

Diturunkan

Jumlah Uang Beredar

Ditambah (easy money)

Kredit

Diperlonggar

Dampak

Mendorong investasi & konsumsi

Moneter Kontraktif

Tujuan

Mengatasi inflasi

Suku Bunga

Dinaikkan

Jumlah Uang Beredar

Dikurangi (tight money)

Kredit

Diperketat

Dampak

Menekan inflasi

12 of 21

Hubungan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Policy Mix

Kebijakan saling berinteraksi dan harus berjalan seiring

Pemerintah

Kebijakan Fiskal

Pengelolaan pendapatan dan pengeluaran negara melalui APBN

Bank Indonesia

Kebijakan Moneter

Mengendalikan jumlah uang beredar dan suku bunga

Koordinasi Sangat Penting

Menjaga stabilitas makroekonomi

Mencapai tujuan pembangunan nasional

13 of 21

Kebijakan Ekspor

Tujuan Kebijakan

Mendatangkan devisa negara

Membuka lapangan kerja baru

Meningkatkan pendapatan pelaku usaha

Memperkuat posisi Indonesia di pasar global

Devaluasi Mata Uang

Menurunkan nilai tukar rupiah agar produk ekspor lebih murah di pasar internasional

Meningkatkan daya saing harga produk Indonesia

Instrumen Kebijakan

Subsidi & Insentif Eksportir

Tax Holiday

Bebas pajak penghasilan

5-20 tahun

Tax Allowance

Pengurangan pajak

30-50%

Kawasan Berikat

Bebas pajak impor

Bahan baku

Penyederhanaan Prosedur

Penghapusan hambatan birokrasi

Digitalisasi sistem ekspir

Mempercepat proses perizinan

Promosi Ekspor

Pameran internasional (Expo)

Misi dagang ke negara tujuan

Branding produk Indonesia

14 of 21

Kebijakan Impor

Tujuan Kebijakan

Melindungi industri dalam negeri

Memenuhi kebutuhan barang yang belum diproduksi domestik

Menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok

Subsidi Produksi Domestik

Bantuan kepada produsen dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk impor

Contoh implementasi:

Subsidi pupuk untuk petani

Instrumen Kebijakan

Tarif / Bea Masuk

Pajak untuk meningkatkan harga barang impor

Tarif berbeda-beda tergantung jenis barang

Barang yang ingin dilindungi tarifnya tinggi

Kuota Impor

Pembatasan jumlah barang yang boleh diimpor

Diberlakukan dalam periode tertentu

Contoh:

Kuota garam, kuota gula

Standar Teknis & Regulasi

Persyaratan kualitas, keamanan, dan lingkungan yang harus dipenuhi produk impor

Implementasi:

Standar SNI untuk barang elektronik

Tujuan:

Melindungi konsumen dari produk

tidak aman

15 of 21

Perjanjian Perdagangan Internasional

AFTA

Cakupan

Negara ASEAN

Tujuan

Penghapusan tarif antar negara ASEAN

RCEP

Cakupan

15 negara Asia-Pasifik

Tujuan

Zona perdagangan bebas terbesar di dunia

WTO

Cakupan

164 negara anggota

Tujuan

Aturan perdagangan internasional yang adil

Indonesia-Australia CEPA

Cakupan

Indonesia-Australia

Tujuan

Fasilitasi perdagangan bilateral

16 of 21

Kebijakan Industri dan Investasi

Regulasi Sektor Industri

UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian

Visi Indonesia sebagai negara industri tangguh tahun 2035

Legalitas Investasi

UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Omnibus Law menyederhanakan perizinan berusaha

Instrumen Kebijakan Investasi

Tax Holiday & Tax Allowance

Insentif pajak bagi investor di sektor tertentu dan luar Pulau Jawa

Kemudahan Perizinan OSS

Sistem Online Single Submission untuk perizinan berusaha

Pengembangan KEK

Kawasan Ekonomi Khusus dengan insentif khusus

17 of 21

Pengembangan UMKM

Kontribusi UMKM

Kontribusi terhadap PDB

61

%

Penyerapan Tenaga Kerja

97

%

Kebijakan Pemerintah

Akses Permodalan

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Pendampingan & Pelatihan

Pelatihan kewirausahaan dan pendampingan UMKM

Pasar Digital

Fasilitasi masuk pasar digital

Perlindungan

Perlindungan dari persaingan tidak sehat

18 of 21

Kebijakan Ketenagakerjaan

Pengaturan Upah

UMP & UMK berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021

Pertimbangan: inflasi, pertumbuhan ekonomi

Kebutuhan Hidup Layak (KHL)

Pengawasan K3

Pemeriksaan kondisi kerja

Penyediaan alat pelindung diri

Pelatihan keselamatan kerja

Perlindungan Lain

Pekerja perempuan dan anak

Pengaturan hubungan industrial

BPJS Ketenagakerjaan

JKK

Kecelakaan Kerja

Biaya pengobatan

JKM

Kematian

Santunan kematian

JHT

Hari Tua

Dana pensiun

JP

Pensiun

Pensiun bulanan

JKP

Kehilangan Pekerjaan

Manfaat pengangguran

Program Pengurangan Pengangguran

Kartu Prakerja

• Pelatihan vokasi Rp3,55 juta

• Bantuan Rp600 ribu/bln (6 bln)

Padat Karya Tunai

• Membangun infrastruktur

• Memboskerja tenaga lokal

Magang & Bursa Kerja

• Menghubungkan pencari kerja

• Dengan perusahaan

BLK

• Pelatihan keterampilan gratis

• Di seluruh Indonesia

19 of 21

Kebijakan Subsidi dan Perlindungan Sosial

Subsidi Energi

BBM

Premium, solar, pertalite

Listrik

450-900 VA untuk rumah tangga

LPG 3 kg

Rumah tangga & UMKM

Pro & Kontra

PRO

Menjaga daya beli masyarakat

berpenghasilan rendah

Mengendalikan inflasi

Mendorong produktivitas petani & nelayan

KONTRA

Membebani APBN Rp200-300 triliun/

tahun

Sering salah sasaran

Mendistorsi harga pasar

Mengurangi efisiensi energi

Program Perlindungan Sosial

PKH

Bantuan Tunai Bersyarat

• Rp200 ribu/bulan/keluarga

• Keluarga kurang mampu

• Anak sekolah / ibu hamil

BPNT

Bantuan Pangan Non Tunai

• Rp200 ribu/bulan

• Bantuan sembako

• Melalui kartu elektronik

BLT

Bantuan Langsung Tunai

• Rp500 ribu/bulan

• Terdampak kebijakan/

bencana

• Kenaikan BBM, dll

PIP

Program Indonesia Pintar

• Beasiswa Rp450 ribu –

Rp2,4 juta

• Per semester

• Pelajar kurang mampu

JKN/BPJS

Jaminan Kesehatan

Nasional

• Akses layanan kesehatan

• Kelas 1, 2, 3 sesuai

kemampuan

• Seluruh warga negara

BSU

Bantuan Subsidi Upah

• Rp1,2 juta sekali

• Pekerja bergaji di bawah

Rp5 juta

• Selama pandemi

20 of 21

Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan Infrastruktur

Jalan tol

Pelabuhan & bandara

Bendungan & kereta api

Ibu Kota Nusantara (IKN)

Pemerataan Ekonomi

Dana Transfer ke Daerah

Dana Desa

Infrastruktur wilayah terpencil

Program BBM Satu Harga

Ekonomi Hijau

Net Zero Emission

Target 2060

Energi Terbarukan

Panas bumi, surya, angin

Hilirisasi SDA

Meningkatkan nilai tambah

Pajak Karbon

Implementasi perdagangan karbon

Indonesia berkomitmen pada transisi menuju ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan

21 of 21

Rangkuman

1

Peran Pemerintah

Alokasi, distribusi, dan stabilisasi perekonomian

2

Kebijakan Fiskal

Mengatur pendapatan dan belanja negara melalui APBN

3

Kebijakan Moneter

Bank Indonesia mengendalikan uang beredar dan suku bunga

4

Kebijakan Perdagangan

Melindungi industri dalam negeri dan mendorong ekspor

5

Kebijakan Ketenagakerjaan

Melindungi pekerja dan mengurangi pengangguran

6

Subsidi & Perlindungan Sosial

Mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi

7

Pembangunan Berkelanjutan

Diarahkan pada pemerataan dan keberlanjutan lingkungan

Kebijakan Pemerintah Menentukan Masa Depan Ekonomi