CULTURAL DEVIANCE THEORIES (TEORI-TEORI PENYIMPANGAN BUDAYA) �
*
1
Eva Achjani Zulfa
Tiga teori utama dari cultural deviance theories adalah: �
1) social disorganization;
2) differential association;
3) culture conflict.
*
Eva Achjani Zulfa
2
Social disorganization
memfokuskan diri pada perkemmbangan area-area yang angka kejahatannya tinggi yang berkaitan dengan disintegrasi nilai-nilai konvensional yang disebabkan oleh indusstrialisasi yang cepat, peningkatan imigrasi, dan urbanisasi.
*
Eva Achjani Zulfa
3
differential association
orang belajar melakukan kejahatan sebagai akibat hubungan (contact) dengan nilai-nilai dan sikap-sikapantisocial, serta pola-pola tingkab laku kriminal.
*
Eva Achjani Zulfa
4
culture conflict
kelompok-kelornpok yang berlainan belajar conduct norms (aturan yang mengatur tingkah laku) yang berbeda, dan bahwa conduct norms dari suatu kelompok mungkin berbemuran dengan aturan-aturan konvensional kelas menengah.
*
Eva Achjani Zulfa
5
deviant
any behavior that members of a social group define as violating their norms.“
dapat diterapkan baik pada:
*
Eva Achjani Zulfa
6
C. CULTURE CONFLICT THEORY
*
Eva Achjani Zulfa
7
�conduct norms:�
Conduct norms (norma-norma yang mengatur kehidupan kita sehari-hari) merupakan aturan-aturan yang merefleksikan sikap-sikap dari kelompok-kelompok yang masing-masing dari kita memilikinya.
Tujuan dari norma-norma tersebut adalah untuk mendefinisikan apa yang dianggap sebagai tingkah laku yang pantas atau normal dan apa yang dianggap tingkah laku tak pantas atau abnormal.
*
Eva Achjani Zulfa
8
conduct norms�
*
Eva Achjani Zulfa
9
Sellin
konflik primer terjadi ketika norma-norma dari dua budaya bertentangan (clash)
muncul jika satu budaya berkembang menjadi budaya yang berbeda-beda, masing-masing memiliiki perangkat conduct norms-nya sendiri.
*
Eva Achjani Zulfa
10
Tiga kemungkinan Munculnya�Konflik Primer�
*
Eva Achjani Zulfa
11
Konflik Sekunder�
Konflik jenis ini terjadi ketika satu masyarakat homogen atau sederhana menjadi masyarakatrakat yang kompleks di mana sejumlah kelompok-kelompok sosial berkembang secara konstan dan norma-norma seringkali tertinggal.
*
Eva Achjani Zulfa
12
Teori sub-budaya
muncul sebagai respon atas problem khusus yang tidak dihadapi oleh anggota budaya dominan.
*
Eva Achjani Zulfa
13
Marvin Wolfgang dan Franco Ferracuti
*
Eva Achjani Zulfa
14
Albert Cohen�delinquent subculture � �
*
Eva Achjani Zulfa
15
delinquent subculture � �
Cohen berpendapat bahwa pengalaman mereka itu membawa frustasi dan tekanan, yang mereka tanggapi dengan mengadopsi satu dari tiga peranan
yaitu: corner boy, college boy, atau delinquent boy.
*
Eva Achjani Zulfa
16
corner boy�
mencoba berbuat yang terbaik dari situasi yang buruk. Mereka menghabiskan waktu di lingkungannya dengan kelompok bermainnya, menghabiskan waktu siang dalam beberapa aktiviitas kelompok seperti berjucli atau berlomba atletik.
Dia mendapatkan bantuan dari teman-teman bermainnya dan ia sangat setia kepada kelompoknya itu. Kebanyakan anak-anak kelas bawah menjadi corner boys.
Pada akhirnya mereka mendapat pekerjaan kasar dan hidup dengan gaya hidup konvensional.
*
Eva Achjani Zulfa
17
college boy��
Anak-anak ini berjuang terus menerus untuk memasuki standar-standar kelas menengah, tetapi peluang mereka untuk sukses sangat terbatas karena hambatan akaademis dan sosial mereka.
*
Eva Achjani Zulfa
18
delinquent boy.
*
Eva Achjani Zulfa
19