1 of 10

Al-Qur’ān dan Hadis adalah Pedoman Hidupku

2 of 10

Kompetensi Dasar

3.8 Menganalisis kedudukan al-Qur’an, Hadis, dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam.

4.8 Mendeskripsikan macam-macam sumber hukum Islam.

3 of 10

Tujuan Pembelajaran

Mendefinisikan Pengertian al-Qur’ān

Menjelaskan Kedudukan al-Qur’ān sebagai Sumber Hukum Islam

Menunjukan Kandungan Hukum dalam al-Qur’ān

Mendefinisikan Pengertian Hadis atau Sunnah

Menjelaskan Kedudukan Hadis atau Sunnah sebagai Sumber Hukum Islam

Menjelaskan Fungsi Hadis terhadap al-Qur’ān

Menjelaskan Pembagian Hukum Islam

Mendeskripsikan HukuTaklifi

Menyebutkan Bentuk-Bentuk Ijtihād

Menunjukan kedudukan Ijtihād sebagai upaya memahami al-Qur’ān dan Hadis

Menjelskan Kedudukan Ijtihād

4 of 10

Sumber hukum Islam merupakan suatu rujukan, landasan, atau dasar

yang utama dalam pengambilan hukum Islam. Hal tersebut menjadi pokok

ajaran Islam sehingga segala sesuatu haruslah bersumber atau berpatokan

kepadanya. Hal tersebut menjadi pangkal dan tempat kembalinya segala

sesuatu. Ia juga menjadi pusat tempat mengalirnya sesuatu.

.

Sebagai sumber hukum Islam, al-Qur’ān memiliki kedudukan yang

sangat tinggi. Al-Qur’ān merupakan sumber utama dan pertama sehingga

semua persoalan harus merujuk dan berpedoman kepadanya.

A. Memahami Al-Qur’ān, Hadis, dan Ijtihād sebagai Sumber Hukum Islam

1. Pengertian al-Qur’ān

Dari segi bahasa, al-Qur’ān berasal dari kata qara’a – yaqra’u – qirā’atan – qur’ānan, yang berarti sesuatu yang dibaca atau bacaan.

2. Kedudukan al-Qur’ān sebagai Sumber Hukum Islam

3. Kandungan Hukum dalam al-Qur’ān

a. Akidah atau Keimanan

b. Syari’ah atau Ibadah

c. Akhlak atau Budi Pekerti

Selain berisi hukum-hukum tentang akidah dan ibadah, al-Qur’ān juga berisi hukum-hukum tentang akhlak.

5 of 10

1. Pengertian Hadis atau Sunnah

a. Sanad, yaitu sekelompok orang atau seseorang yang menyampaikan hadis dari Rasulullah saw. sampai

kepada kita sekarang ini.

b. Matan, yaitu isi atau materi hadis yang disampaikan Rasulullah saw.

You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations.

c. Rawi, yaitu orang yang meriwayatkan hadis.

Hadis dalam arti perkataan atau ucapan Rasulullah saw. terdiri atas beberapa bagian yang saling terkait satu sama lain. Bagian-bagian hadis tersebut antara lain sebagai berikut.

6 of 10

2. Kedudukan Hadis atau Sunnah sebagai Sumber Hukum Islam

Sebagai sumber hukum Islam, hadis berada satu tingkat di bawah alQur’ān. Artinya, jika sebuah perkara hukumnya tidak terdapat di dalam alQur’ān, yang harus dijadikan sandaran berikutnya adalah hadis tersebut. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt:

3. Fungsi Hadis terhadap al-Qur’ān

Fungsi hadis terhadap al-Qur’ān dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu sebagai berikut.

a. Menjelaskan ayat-ayat al-Qur’ān yang masih bersifat umum

b. Memperkuat pernyataan yang ada dalam al-Qur’ān

c. Menerangkan maksud dan tujuan ayat yang ada dalam al-Qur’ān

d. Menetapkan hukum baru yang tidak terdapat dalam al-Qur’ān

7 of 10

Infographic Style

b. Hadis Masyhur

A

02

c. Hadis Aĥad

03

04

05

Hadis Mutawattir

4. Macam-Macam Hadis

Ditinjau dari segi perawinya, hadis terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu seperti berikut.

8 of 10

Ijtihād sebagai upaya memahami al-Qur’ān dan Hadis

  1. Pengertian Ijtihād

Kata ijtihād berasal bahasa Arab ijtahada-yajtahidu ijtihādan yang berarti mengerahkan segala kemampuan,

2. Syarat-Syarat berijtihād

Karena ijtihād sangat bergantung pada

kecakapan dan keahlian para mujtahid,

dimungkinkan hasil ijtihād antara satu

ulama dengan ulama lainnya berbeda

hukum yang dihasilkannya.

3. Kedudukan Ijtihād

Ijtihād memiliki kedudukan sebagai sumber hukum Islam setelah al-

Qur’ān dan hadis. Ijtihād dilakukan jika suatu persoalan tidak ditemukan

hukumnya dalam al-Qur’ān dan hadis.

4. Bentuk-Bentuk Ijtihād

Ijtihād sebagai sebuah metode atau cara dalam menghasilkan sebuah

hukum terbagi ke dalam beberapa bagian, yaitu sebagai berikut

a. Ijma’

b. Qiyas

c. Maślaĥah Mursalah

9 of 10

SOAL/LATIHAN

  1. Jelaskan istilah tentang pengertian al-Qur’ān dan hadis.
  2. Apakah yang dimaksud dengan hadis mutawatir, hadis masyhur, dan hadis aḥad?
  3. Jelaskan syarat-syarat berijtihād menurut Yusuf al-Qaradawi.
  4. Sebutkan dan jelaskan macam-macam hukum taklifi.
  5. Perlukah ijtihād dilakukan saat ini? Jelaskan dengan alasan yang tepat.

10 of 10

TERIMAKASIH SELAMAT BELAJAR