TINGKAT KEPERCAYAAN
Tingkat Kepercayaan
= Confidence Level
= Confidence Interval
🡺 (1-α) . 100%
Pada Estimasi :
dengan probabilitas 95% maka interval hasil estimasi akan memuat mean populasi μ
🡺 area ketidakpercayaan
* Derajat Kepercayaan 0,95 artinya :
bila percobaan dilakukan berulang-ulang (replikatif), maka dari tiap 100 percobaan akan ada 95 yang mengandung μ populasi dengan intervalx ± Z . SE , sisanya (5%) akan berada di luarnya dan tidak dapat ditaksir
0
+1,96
-1,96
CONFIDENCE INTERVAL = DERAJAT KEPERCAYAAN
CONFIDENCE INTERVAL
= (1- α) 100%
LOWER CONFIDENCE LIMIT
UPPER CONFIDENCE LIMIT
AREA KETIDAKPERCAYAAN = α/2
AREA KETIDAKPERCAYAAN = α/2
DUA MACAM KESALAHAN DALAM PENGUJIAN HIPOTESIS
1. Kesalahan tipe I = galat tipe I
= type I error
= α error
= false positive
Kesalahan dalam pengambilan keputusan untuk menolak H0 padahal kenyataan di populasi H0 benar
2. Kesalahan tipe II = galat tipe II
= type II error
= β error
= false negative
Kesalahan dalam pengambilan keputusan untuk menerima H0 padahal kenyataan di populasi H0 salah
PENGAMBILAN KEPUTUSAN | KENYATAAN KEJADIAN DI POPULASI | |
H0 BENAR | H0 SALAH | |
MENOLAK H0 | α | - |
MENERIMA H0 | - | β |
Keputusan yang baik,
bila α dan β sekecil mungkin
🡺 sulit dicapai
�
α diperkecil, β makin besar
α
β
probabilitas untuk menolak H0 bila ternyata H0 salah
PENENTUAN BESAR α
Bila sangat mungkin dilakukan pengontrolan terhadap variabel-variabel pengganggu 🡺 nilai α yang lebih kecil (misalnya 0,01).
2. Penerapan hasil penelitian atau keputusan yang diambil, menyangkut keselamatan manusia (misalnya penemuan obat baru atau metode pengobatan baru) 🡺 nilai α yang lebih kecil
Bila kesimpulan yang diambil tidak memiliki dampak yang besar terhadap keselamatan manusia 🡺 nilai α lebih besar