1 of 11

TINGKAT KEPERCAYAAN

2 of 11

Tingkat Kepercayaan

  • Derajat Kepercayaan

= Confidence Level

= Confidence Interval

🡺 (1-α) . 100%

  • α 🡪 tingkat kemaknaan (significance level)

3 of 11

Pada Estimasi :

  • Confidence Level (Derajat Kepercayaan) 95% (α =5% atau 0,05) artinya

dengan probabilitas 95% maka interval hasil estimasi akan memuat mean populasi μ

​

  • Di luar batas-batas interval tersebut

🡺 area ketidakpercayaan

4 of 11

* Derajat Kepercayaan 0,95 artinya :

bila percobaan dilakukan berulang-ulang (replikatif), maka dari tiap 100 percobaan akan ada 95 yang mengandung μ populasi dengan intervalx ± Z . SE , sisanya (5%) akan berada di luarnya dan tidak dapat ditaksir

5 of 11

0

+1,96

-1,96

CONFIDENCE INTERVAL = DERAJAT KEPERCAYAAN

CONFIDENCE INTERVAL

= (1- α) 100%

LOWER CONFIDENCE LIMIT

UPPER CONFIDENCE LIMIT

AREA KETIDAKPERCAYAAN = α/2

AREA KETIDAKPERCAYAAN = α/2

6 of 11

DUA MACAM KESALAHAN DALAM PENGUJIAN HIPOTESIS

1. Kesalahan tipe I = galat tipe I

= type I error

= α error

= false positive

Kesalahan dalam pengambilan keputusan untuk menolak H0 padahal kenyataan di populasi H0 benar

​

2. Kesalahan tipe II = galat tipe II

= type II error

= β error

= false negative

Kesalahan dalam pengambilan keputusan untuk menerima H0 padahal kenyataan di populasi H0 salah

​

7 of 11

​

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

KENYATAAN KEJADIAN DI POPULASI

H0 BENAR

H0 SALAH

​

MENOLAK H0

​

α

-

​

MENERIMA H0

​

-

β

8 of 11

Keputusan yang baik,

bila α dan β sekecil mungkin

🡺 sulit dicapai

�

α diperkecil, β makin besar

​

9 of 11

α

β

10 of 11

  • α = 0,05 artinya probabilitas untuk menolak H0 padahal H0 benar - P(H0 ditolak | H0 benar) - adalah sebesar 0,05

​

  • Berarti dalam 100 kali penolakan H0 terdapat 5 kali menolak H0 padahal H0 benar

​

  • α = tingkat kemaknaan (Significant level)

​

  • 1-β disebut KUAT UJI (Power of Test) :

probabilitas untuk menolak H0 bila ternyata H0 salah

11 of 11

PENENTUAN BESAR α

​

  • Tergantung sifat masalah yang akan diteliti baik dalam pelaksanaan ataupun penerapan hasil penelitian

​

  1. Penelitian di masyarakat atau di tempat di mana tidak mungkin dilakukan kontrol terhadap variabel pengganggu secara ketat 🡺 nilai α yang besar (misalnya 0,05 atau 0,1),

Bila sangat mungkin dilakukan pengontrolan terhadap variabel-variabel pengganggu 🡺 nilai α yang lebih kecil (misalnya 0,01).

2. Penerapan hasil penelitian atau keputusan yang diambil, menyangkut keselamatan manusia (misalnya penemuan obat baru atau metode pengobatan baru) 🡺 nilai α yang lebih kecil

Bila kesimpulan yang diambil tidak memiliki dampak yang besar terhadap keselamatan manusia 🡺 nilai α lebih besar

​

  • Nilai α yang sering digunakan berkisar 0,01 dan 0,1 (paling sering 0,05)