TANTANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA
Hendra Sukmana, S.A.P., M.KP.
(Pusat Studi Kebijakan Publik dan Media)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
“PEMERINTAHAN DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT DAN UNTUK RAKYAT”
semangat bernegara yang menjadi inti dari negara demokrasi
“PANCASILA SILA KE 4 MEMUAT ESENSI DARI DEMOKRASI”
Namun, Pada Prakteknya Demokrasi Tidak Sesederhana Kata Yang Diucapkan, perjalanan demokrasi di Indonesia penuh tantangan dan dinamika
“NEGARA DEMOKRASI”
Mimpi Dari Bangsa Indonesia
PENDAHULUAN
2
SEJARAH DEMOKRASI DI INDONESIA
Bangsa Indonesia sejak dahulu sesungguhnya telah mempraktekkan ide tentang DEMOKRASI meskipun masih sederhana di tingkat lokal (desa) dan bukan dalam tingkat kenegaraan Indonesia masa lalu, di tingkat bawah demokrasi, tetapi di tingkat atas feodalisme (Moh. Hatta)
DEMOKRASI Indonesia masa lalu disebutnya sebagai demokrasi asli /desa, misalnya pemilihan kepala desa dan rembug desa.
DEMOKRASI desa memiliki 5 unsur atau anasir yaitu; rapat, mufakat, gotong royong, hak mengadakan protes Bersama, dan hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut
3
DEMOKRASI DI INDONESIA
Negara Indonesia adalah NEGARA DEMOKRASI . Para pendiri negara mencitakan bahwa Indonesia merdeka haruslah negara yang berkedaulatan rakyat. Cita-cita demokrasi itu tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV
Bersumber pada ideologinya, demokrasi yang berkembang di Indonesia adalah DEMOKRASI PANCASILA
Secara luas DEMOKRASI PANCASILA berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila yang mencakup demokrasi di bidang politik, ekonomi dan sosial
Secara sempit DEMOKRASI PANCASILA berarti kerakyatan yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Demokrasi sebagai perihal pengambilan keputusan
Pelaksanaan demokrasi di Indonesia tidak lepas dari PERIODISASI DEMOKRASI yang pernah dan berlaku dan sejarah Indonesia
4
PERIODESASI DEMOKRASI DI INDONESIA
Masa Revolusi Kemerdekaan
(Kabinet Parlementer Dan Presidensial 1945-1950)
Masa Demokrasi Parlementer (representative democracy)
(Kabinet Parlementer Liberal 1950-1959)
Masa Demokrasi Terpimpin (guided democracy)
(Periode 1959-1966)
Pemerintahan Orde Baru
(Pancasila democracy)
(Periode 1966-1999)
Masa demokrasi
(Reformasi)
(Periode 1999-Sekarang)
Afan Gaffar (2006), membagi alur periodisasi demokrasi Indonesia
5
DEMOKRASI PASCA REFORMASI
Pemilihan presiden secara langsung mengokohkan sistem presidensialisme
Presiden yang sangat kuat dan powerfull mengakibatkan kekuatan ekonomi dan kekuatan politik tidak mempunyai daya tahan untuk tidak berkuasa, sehingga cenderung untuk mendekat kepada kekuasaan.
Kekuasaan presiden yang luar biasa membuat parpol-elit politik dengan mudah bertekuk lutut bahkan pragmatis atau realistis serta cenderung jadi (pengemis)
Kemenangan SBY – Boediono pada periode kedua, menjadi contoh bagaimana mayoritas kekuatan ekonomi politik merapat dan bersama kekuasaan. Mayoritas parpol berkoalisi dengan SBY termasuk Golkar lawan SBY saat Pilpres
Tidak jauh berbeda dengan masa SBY di era Jokowi jilid II hal yang sama juga terjadi. Kekuatan politik ekonomi begitu luar biasa merapat atau ditarik masuk kekuasaan, dengan sukarela sadar atau karena terpaksa. Lawan pilpresnya pun Prabowo – Sandi Uno ikut masuk dalam pusaran kekuasaan
6
KONSEP RUMAH DEMOKRASI
STRUKTUR DEMOKRASI
NEGARA DEMOKRASI
KULTUR DEMOKRASI
PENDIDIKAN DEMOKRASI
TANTANGAN DEMOKRASI MASA DEPAN
Masa Depan demokrasi Indonesia tergantung apakah kultur masyarakat termasuk pemimpin mendukung penuh tradisi dan nilai nilai demokrasi (kultur) sebagai syarat bagi berjalannya lembaga politik (struktur) demokrasi.
8