1 of 29

LOMPATAN IJTIHAD MUHAMMADIYAH�TENTANG KALENDER HIJRIYAH GLOBAL TUNGGAL

OLEH : ZULBAIDAH

DISAMPAIKAN PADA ACARA SOSIALISASI HASIL MUNAS TARJIH @ DAERAH PWM JAWA BARAT

2 of 29

PENDAHULUAN

  • Kalender Islam dalam sejarahnya dibentuk pada masa Umar ibn Khattab 17 tahun setelah peristiwa Hijrah. Zaman dulu orang kebingungan Ketika ada surat masuk tertanggal bulan Sya’ban Ketika itu orang belum tau Syaban pada tahun apa. Sebelum ada kalender Islam penanda tahun menggunakan peristiwa tertentu, seperti tahun Gajah. Dengan adanya kalender, penanggalan menjadi seragam dan memudahkan urusan kenegaraan serta kemasyarakatan dalam wilayah kekuasaan Islam. Pentingnya kalender unifikatif dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia .

3 of 29

PENGERTIAN KALENDER ISLAM

  • Kalender : Sistem penandaan (penentuan posisi) hari dalam putaran waktu tanpa henti, dari masa lalu, ke masa kini dan masa depan berdasarkan hisab dengan parameter tertentu.
  • Kaidahnya :
  • Lunar ( QS 2 : 189) يسئلونك عن الاهلة قل هي مواقت للناس والحج ...
  • Jumlah bulannya 12 bulan (QS 9 ; 36)
  • ان هدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا فى كتاب الله ...
  • Jumlah hari 29 hari atau 30 ( Hadis)

إنا أمة أمية لا نكتب ولا نحسب الشهر هكذا وهكذا يعنى مرة تسعة وعشرين ومرة ثلاثين

  • Berbasis siklus sinodis (Ditandai dengan Ijimak).

4 of 29

  • Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Qomariyah tidak tunggal. Pertama Muhammadiyah menggunakan rukyat, kemudian menggunakan hisab hakiki dengan kriteria imkanur rukyah. Selanjutnya Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki dengan kriteria ijtimak qabla al-gurub. Artinya, bila ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari (sunset) maka malam itu dan keesokan harinya dianggap tanggal 1 bulan baru hijriyah. Namun bila ijtimak terjadi setelah terbenam matahari, maka malam itu dan keesokan harinya belum dianggap bulan baru hijriyah. Dengan kata lain, konsep ijtimak qabla al-qurub tidak mempertimbangkan posisi hilal di atas ufuk pada saat matahari terbenam,

5 of 29

  • Pada tahun 1938/1357 Muhammadiyah mulai menggunakan teori wujudul hilal. Langkah ini ditempuh sebagai jalan tengah antara sistem hisab ijtimak (qabla al-gurub) dan sistem imkanur rukyah atau jalan tengah antara hisab murni dan rukyah murni. Karenanya bagi sistem wujudul hilal metodologi yang dibangun dalam memulai tanggal baru pada Kalender Hijriyah tidak semata-mata proses terjadinya ijtimak, tetapi juga mempertimbangkan posisi hilal saat terbenam matahari.

6 of 29

  • Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid tidak menutup mata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sains. Artinya teori wujudul hilal bukanlah harga mati. Oleh karena itu Muhammadiyah akan selalu mengkaji teori yang digunakan, apabila , ada teori yang lebih relevan dengan tuntutan syari dan sains, maka Muhammadiyah menggunakannya, Untuk itu pada awal 1446 H/2024 M Muhammadiyah menggunakan KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal).

7 of 29

KALENDER HIJRIYAH GLOBAL TUNGGAL (KHGT)

  • KHGT adalah Kalender Islam yang berlaku secara global dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.
  • Cirinya :
  • 1. Kalender Islam
  • 2. Berlaku Global
  • 3. Prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

8 of 29

SEJARAH KHGT

  • Penggagas pertama kalender Islam secara global adalah ahli hadis Mesir, Ahmad Muhammad Syakir ( w 1377 H/1958 M) pada tahun 1939.
  • Tahun 1978 Konfrensi Istanbul I untuk penyatuan parameter TinggiHilal 5 derajat dan elongasi 8 derajat.
  • Tahun 1978 : Ilyas dari Malaysia menemukan Hisab Global.
  • Tahun 2008 : “Deklarasi Dakar” , hasil konfrensi puncak negara-negara anggota OKI 13-14 Maret 2008.
  • “ Dalam rangka pembaharuan Islam itu sendiri , kami menyampaikan seruan kepada negara-negara kita dan para pakarnya agar melakukan mobilisasi tenaga dalam Upaya melakukan penyatuan kalender Islam guna mendukung penguatan citra Islam di mata dunia.

9 of 29

  • Tahun 2008 (15-16 Oktober) : Temu Pakar II , hasilkan rumusan KHGT : Ijtimak sebelum jam 12 GMT.
  • Tahun 2016 : Konfrensi Istanbul II , hasilkan KHGT dengan rumusan kriteia sebagai berikut :
  • 1. Seluruh dunia satu matlak Visibilitas hilal / imkan rukyat di tempat manapun di muka bumi
  • 2. Bulan baru dimulai apabila di bagian manapun di muka Bumi sebelum pukul 00:00 GMT telah terpenuhi kriteria minimal elongasi 8 derajat dan ketinggian 5 derajat
  • 3. Koreksi kalender , apabila kriteria di atas terpenuhi setelah lewat tengah malam (pukul 00:00) GMT, maka bulan baru tetap dimulai dengan ketentuan :

10 of 29

  • a. Apabila imkan rukyat hilal elongasi 8 derajat dan ketinggian 5 derajat telah terjadi di suatu tempat manapun di dunia dan ijtimak di New Zealand terjadi sebelum waktu fajar.
  • b. Imkan rukyat tersebut di atas terjadi di daratan Benua Amerika

11 of 29

  • Prinsip-Prinsip KHGT
  • 1. Penerimaan Hisab
  • 2. Transfer Imkan Rukyat
  • 3. Kesatuan Mathlak
  • 4. Keselarasan Hari dan Tanggal di Seluruh Dunia
  • 5. Penerimaan Garis Tanggal Internasional

12 of 29

  • Syarat Validitas KHGT
  • 1. Masuk Bulan Baru setelah Imkan Rukyat
  • 2. Tidak Memaksa Memasuki Bulan Baru sebelum Ijtimak
  • 3. Tidak Boleh Memaksa Satu Kawasan di Muka Bumi Tertunda Memasuki Bulan Baru padahal hilal sudah terlihat dengan jelas.
  • 4. Dapat Menampung Ibadah dan Muamalat Sekaligus.
  • 5. Didasarkan pada Bulan Qamariah.
  • 6. Penyatuan Hari-Hari dalam Minggu Secara Global.

13 of 29

ALASAN SYAR’I KHGT

  • Maqashid Syariah tentang Penyatuan Kalender
  • QS Al-Anbiya ayat 92 :
  • ان هذه, امتكم امة واحدة وانا ربكم فاعبدون.
  • QS Al-Mukminun ayat 52 :
  • ان هذه, امتكم امة واحدة وانا ربكم فاتقون.
  • Kedua ayat ini menegaskan adanya konsep kesatuan maqashid syariah. Konsep ini dapat dimasukin kesatuan system penanggalan yang menyapa kaum muslimin sebagai ummat yang satu.

14 of 29

UNIVERSALISME AJARAN ISLAM

  • QS Al-Anbiya ayat 107 :
  • وما ارسلناك إلارحمة للعالمين.
  • QS Saba ayat 28 :
  • وما ارسلناك إلا كافة للناس بشيرا ونذيرا ولكن اكثرالناس لايعلمون.
  • Kedua ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw diutus untuk seluruh manusia yang berarti risalahnya bersifat universal.
  • Salah satu bentuk pengejawantahan universalisme ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw ini adalah penyediaan suatu system kalender yang dapat menyatukan umat dalam suatu sistem tata waktu terpadu dan universal yakni kalender global.

15 of 29

  • 1. Al-Quran :
  • شهر رمضان الذى أنزل فيه القرءان هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان, فمن شهد منكم الشهر فليصمه...
  • 2. Hadist :
  • إذا رإيتموه فصوموا وإذا رأيتموه فا فطروا فإن غم عليكم فاقدروا له.
  • صوموا لروءيته وأفطروا لرءيته فإن غبي عليكم فاكمل عدة شعبان ثلاثين.
  • إنا أمة أمية لا نكتب ولا نحسب الشهر هكذا وهكذا يعنى مرة تسعة وعشرين ومرة ثلاثين.

16 of 29

  • QS Al-Baqarah ayat 189 :
  • يسئلونك عن الأهلة, قل هي مواقيت للناس والحج .
  • Mereka bertanya kepadamu hai Muhammad tentang hilal katakanlah itu adalah petunjuk waktu bagi manusia dan ibadah haji.
  • Hadis
  • الحج عرفة (رواه اربعة).

17 of 29

  • Hadis Nabi
  • عن ابى هريرة ان النبي صلى الله عليه وسلم قال الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون (رواه الترمذى).
  • Dari Abi Hurairah r.a. (Diriwayatkan) bahwa Nabi saw bersabda “ Puasa itu hari semua kamu berpuasa, idul fitri itu hari semua kamu beridul fitri dan idul adha itu pada hari kamu semua beridul adha (HR. Turmuzi).

18 of 29

  • Maqashid as-Syariah dan Rukyat Fisik
  • عن ابى هريرة رضي الله عنه : ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته, فإن غبي عليكم فاكملوا العدد (رواه مسلم).
  • Al-Qardawi mengatakan “ Mengapa kita masih tetap jumud dalam soal sarana yang tidak menjadi tujuan pada dirinya , sementara itu melupakan tujuan yang hendak dicapai oleh Hadis. Jadi menurut al-Qardawi rukyat adalah sarana bukan tujuan.

19 of 29

  • Menurut az-Zarqa dalam sebuah fatwanya :
  • Perintah untuk melakukan rukyat itu sendiri bukan karena rukyat itu sendiri karena ibadah atau mengandung taabbudi, akan tetapi rukyat adalah sarana yang mungkin dan mudah dilakukan saat itu untuk mengetahui awal dan beakhirnya bagi orang yang keadaannya masih ummi Dimana mereka Ketika itu belum mengetahui ilmu tulis menulis dan hisab astronomi.

20 of 29

  • Keterbatasan Rukyat
  • 1. Pengguna rukyat tidak bisa memprediksi jatuhnya tanggal yang pasti di masa depan.
  • 2. Pengguna rukyat tidak akan dapat menyatukan kalender Islam secara global karena hanya bisa menentukan kalender hanya satu bulan ke depan.
  • 3. Rukyat tidak bisa memastikan jatuhnya hari puasa Arafah karena keterbatasan kaveran rukyat di muka bumi.

21 of 29

  • Penyelarasan:
  • Jika visibilitas hilal terjadi setelah jam 00.00 GMT maka awal bulan dimulai pada hari terjadinya visibilitas hilal tersebut dengan syarat: 1) visibilitas hilal menjangkau daratan benua Amerika, 2) Ijtimak terjadi sebelum terbit fajar di Wellington New Zealand. 6 Misalnya, visibilitas hilal menjelang bulan Syawal 1448 H terjadi pada hari Selasa 9 Maret 2027 M jam 00:48:19 GMT.
  • Visibilitas hilal pertama terjadi di Kanada; ijtimak hari Senin 8 Maret 2027 jam 09:29:22 GMT, terbit fajar di Wellington Senin 8 Maret 2027 jam 16:35:06 GMT. Dua syarat terpenuhi maka bulan Syawal 1448 H dimulai hari Selasa 9 Maret 2027 M.

22 of 29

  • Tolok ukur validitas kalender
  • Sifat Kalender Bulan Kamariah Kelahiran Bulan Imkan Rukyat Penyatuan Globalitas Tidak menunda masuknya bulan baru
  • Bulan Qamariah
  • Kalender Global harus berdasarkan pada peredaran faktual bulan (qamar, moon) di langit. Ini berarti, umur setiap bulan (Muharam, Safar, Rabiulawal, Ra-biulakhir, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah) berkisar anta-ra 29 atau 30 hari. Satu tahun berkisar an-tara 354 atau 355 hari.

23 of 29

  • 200 tahun (1444 H – 1643 H) KHGT memenuhi syarat validitas ini karena dalam 2400 bulan tidak ada satu bulanpun yang umurnya kurang dari 29 hari dan tidak ada yang lebih dari 30 hari. Demikian pula dari 200 tahun KHGT itu tidak ada satu tahun pun yang umur tahunnya kurang dari 354 hari dan tidak ada yang lebih dari 355 hari. Dari 200 tahun itu yang berumur 354 hari sebanyak 125 tahun dan yang berumur 355 hari sebanyak 75 tahun.

24 of 29

  • Syarat “kelahiran bulan” atau syarat telah terjadi konjungsi antara bulan dan matahari. Artinya tidak boleh masuk bulan baru sebelum terjadi konjungsi antara bulan dan matahari. Termasuk dalam syarat ini adalah tidak boleh masuk bulan baru sebelum berganti hari.
  • Tidak boleh menun-da masuknya bulan-baru untuk suatu kawasan di muka bumi (umumnya wilayah barat) dengan alasan menunggu imkan rukyat di kawasan ujung timur bumi.
  • Tidak boleh memaksa masuk bulan-baru untuk suatu kawasan di muka bumi (umumnya wilayah timur) padahal di kawasan itu bulan lahir (itimak).

25 of 29

  • 200 tahun (1444 H – 1643 H) KHGT memenuhi syarat validitas ini karena dari 2400 bulan itu tidak satu bulan pun memasuki bulan baru pada suatu hari dimana ijtimak terjadi setelah terbit fajar (kriteria tinggi matahari -18 derajat) di Wellington New Zealand. Ada beberapa bulan yang memang kritis (waktu ijtimak dekat dengan terbit fajar)

26 of 29

  • Dalam hal ini, 2400 bulan yang diuji validitasnya tidak ditemukan satu kasus (bulan) pun melanggar syarat validitas ini. Seluruh bulan tersebut (2400 bulan) bulan-barunya mengacu pada terpenuhinya imkan rukyat (visibilitas hilal) serta terpenuhinya kelahiran bulan (ijtimak) sebelum terbit fajar di Wellington New Zealand

27 of 29

  • Dalam hal ini, 2400 bulan yang diuji validitasnya tidak ditemukan satu kasus (bulan) pun melanggar syarat validitas ini. Seluruh bulan tersebut (2400 bulan) bulan-barunya setelah kelahiran bulan (ijtimak) di Welling-ton New Zealand sebelum terbit fajar.

28 of 29

  • a. Apabila imkan rukyat hilal elongasi 8 derajat dan ketinggian 5 derajat telah terjadi di suatu tempat manapun di dunia dan ijtimak di New Zealand terjadi sebelum waktu fajar.
  • b. Imkan rukyat tersebut di atas terjadi di daratan Benua Amerika

29 of 29

  • SEKIAN
  • T E RI M A K A S I H