PENERAPAN LANDASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM BERBAGAI PRAKTIK
S2 Magister Teknologi Pendidikan
Prof. Dr. Hamsi Mansur, M.M.Pd.
Capaian Pembelajaran
• Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan berbagai landasan dengan praktik TP.
• Menganalisis penerapan landasan filosofis, psikologis, sosiologis, historis, dan yuridis.
• Mengintegrasikan landasan TP dalam desain pembelajaran dan pengembangan teknologi.
• Mengevaluasi kesesuaian praktik TP dengan konteks peserta didik, organisasi, dan masyarakat.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 2/18
Makna Landasan Teknologi Pendidikan
• Landasan merupakan dasar pemikiran yang memberi arah, batas, dan legitimasi terhadap praktik TP.
• Landasan membantu menjawab: mengapa teknologi digunakan, untuk siapa, bagaimana digunakan, dan apa dampaknya.
• Praktik TP tidak sekadar memilih perangkat digital, tetapi memecahkan masalah belajar secara sistematis.
• Landasan harus diterjemahkan menjadi prinsip pengambilan keputusan dalam desain dan implementasi.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 3/18
Landasan Filosofis
• Menentukan pandangan tentang manusia, pengetahuan, belajar, nilai, dan tujuan pendidikan.
• Pragmatisme: teknologi dipilih berdasarkan manfaat dan pemecahan masalah nyata.
• Konstruktivisme: teknologi mendukung peserta didik membangun pengetahuan melalui pengalaman.
• Humanisme: teknologi harus memperhatikan otonomi, kebutuhan, motivasi, dan perkembangan manusia.
• Implikasi: desain pembelajaran berorientasi pada makna, pengalaman, dan kebermanfaatan.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 4/18
Landasan Psikologis
• Berbasis teori tentang proses belajar, perkembangan, motivasi, perhatian, memori, dan perbedaan individual.
• Behavioristik → latihan, umpan balik, penguatan, dan pembelajaran terstruktur.
• Kognitif → organisasi informasi, scaffolding, multimedia, dan beban kognitif.
• Konstruktivistik → masalah autentik, kolaborasi, eksplorasi, dan refleksi.
• Humanistik → motivasi, pilihan belajar, aktualisasi diri, dan pengalaman personal.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 5/18
Landasan Sosiologis
• Teknologi pendidikan harus sesuai dengan karakteristik sosial, budaya, bahasa, dan komunitas.
• Mempertimbangkan kesenjangan akses, literasi digital, norma sosial, dan pola komunikasi.
• Mendorong pembelajaran inklusif dan partisipatif.
• Contoh: pengembangan media yang mengintegrasikan konteks budaya lokal Kalimantan Selatan.
• Prinsip utama: teknologi harus relevan dengan ekosistem sosial tempat pembelajaran berlangsung.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 6/18
Landasan Historis
• Memahami perkembangan teknologi pendidikan agar inovasi tidak terlepas dari pengalaman masa lalu.
• Perkembangan: media visual → audiovisual → programmed instruction → komputer → internet → mobile learning → AI.
• Setiap teknologi muncul sebagai respons terhadap kebutuhan dan keterbatasan tertentu.
• Pelajaran historis: inovasi teknologi perlu dievaluasi berdasarkan dampak, bukan sekadar kebaruan.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 7/18
Landasan Yuridis dan Kebijakan
• Praktik TP harus selaras dengan peraturan dan kebijakan pendidikan yang berlaku.
• Mencakup kurikulum, standar pendidikan, perlindungan peserta didik, hak cipta, privasi, dan etika digital.
• Pemanfaatan AI dan platform digital perlu memperhatikan keamanan data dan tanggung jawab akademik.
• Implikasi: setiap inovasi perlu memiliki dasar kebijakan dan prosedur implementasi yang jelas.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 8/18
Penerapan dalam Desain Pembelajaran
• Analisis kebutuhan → identifikasi masalah belajar dan karakteristik peserta didik.
• Perumusan tujuan → selaras dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan nyata.
• Pemilihan strategi → berdasarkan teori belajar dan karakteristik konteks.
• Pemilihan media/teknologi → berdasarkan fungsi pedagogis, aksesibilitas, dan efektivitas.
• Evaluasi → mengukur proses, hasil, keterterapan, dan dampak pembelajaran.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 9/18
Penerapan dalam Pengembangan Media
• Landasan filosofis → menentukan nilai dan orientasi media.
• Psikologis → menentukan struktur pesan, interaktivitas, beban kognitif, dan umpan balik.
• Sosiologis → menentukan bahasa, konteks, budaya, dan akses pengguna.
• Yuridis → memastikan hak cipta, privasi, keamanan, dan kepatuhan kebijakan.
• Historis → memanfaatkan pengalaman dan bukti dari perkembangan media sebelumnya.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 10/18
Penerapan dalam Pembelajaran Digital
• LMS, video, simulasi, mobile learning, virtual classroom, dan AI dipilih berdasarkan kebutuhan.
• Teknologi menjadi bagian dari desain pembelajaran, bukan tujuan akhir.
• Diperlukan interaksi: peserta didik–materi, peserta didik–dosen/guru, dan peserta didik–peserta didik.
• Evaluasi digital mencakup engagement, learning outcome, accessibility, usability, dan learning analytics.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 11/18
Penerapan dalam Evaluasi dan Asesmen
• Landasan psikologis → asesmen harus sesuai karakteristik proses belajar.
• Landasan sosiologis → asesmen harus adil, inklusif, dan sensitif terhadap konteks.
• Landasan yuridis → menjaga kerahasiaan data dan integritas akademik.
• Teknologi dapat digunakan untuk asesmen formatif, portofolio digital, kuis adaptif, dan analitik.
• Keputusan evaluasi harus menggunakan bukti, bukan hanya data aktivitas digital.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 12/18
Penerapan dalam Manajemen dan Kinerja Organisasi
• TP mendukung peningkatan kinerja individu, kelompok, dan organisasi.
• Analisis kesenjangan kinerja menjadi dasar pemilihan intervensi.
• Teknologi dapat berupa e-learning, knowledge management, performance support, dashboard, dan coaching digital.
• Keberhasilan dinilai dari perubahan kinerja dan dampak organisasi, bukan jumlah perangkat yang digunakan.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 13/18
Studi Kasus Integratif
• Kasus: sekolah ingin meningkatkan kemampuan guru membuat pembelajaran digital.
• Analisis filosofis: teknologi harus meningkatkan kualitas pengalaman belajar.
• Psikologis: pelatihan menggunakan praktik, umpan balik, dan scaffolding.
• Sosiologis: mempertimbangkan fasilitas, budaya sekolah, dan karakteristik guru.
• Yuridis: memperhatikan hak cipta, keamanan data, dan kebijakan sekolah.
• Solusi: pelatihan + pendampingan + pengembangan produk + evaluasi dampak.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 14/18
Matriks Integrasi Landasan dan Praktik
• Filosofis → arah/nilai → tujuan dan prinsip desain.
• Psikologis → cara belajar → strategi, media, interaksi, asesmen.
• Sosiologis → konteks sosial-budaya → bahasa, akses, inklusivitas.
• Historis → pengalaman perkembangan → pemilihan inovasi yang beralasan.
• Yuridis → regulasi dan etika → kepatuhan, keamanan, hak pengguna.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 15/18
Prinsip Praktik TP yang Berkualitas
• Berorientasi pada masalah belajar/kinerja, bukan teknologi semata.
• Berpusat pada peserta didik dan kebutuhan pengguna.
• Berbasis teori, bukti, data, dan konteks.
• Inklusif, aksesibel, aman, etis, dan berkelanjutan.
• Memadukan efektivitas pedagogis dengan efisiensi teknologi.
• Melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 16/18
Aktivitas Analisis Mahasiswa
• Pilih satu praktik: LMS, video pembelajaran, AI, blended learning, VR/AR, atau mobile learning.
• Analisis praktik tersebut menggunakan minimal lima landasan TP.
• Identifikasi kesesuaian, masalah, risiko, dan peluang perbaikan.
• Susun rekomendasi desain berbasis landasan dan bukti.
• Presentasikan dalam format matriks: landasan → temuan → implikasi → rekomendasi.
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 17/18
Kesimpulan
• Landasan TP menjadi kerangka berpikir untuk memastikan teknologi digunakan secara tepat guna.
• Tidak ada teknologi yang otomatis efektif; efektivitas ditentukan oleh desain, konteks, pengguna, dan implementasi.
• Integrasi landasan menghasilkan praktik TP yang pedagogis, kontekstual, etis, inklusif, dan berbasis bukti.
• Pertanyaan kunci: masalah apa yang diselesaikan, untuk siapa, dengan dasar apa, dan bagaimana dampaknya diukur?
S2 Magister Teknologi Pendidikan | 18/18