ETOS KERJA KRISTEN
MINGGU 1
Kolose 3:22–24
Paulus mengingatkan jemaat Kolose bahwa pekerjaan adalah bagian dari ibadah. Sebagai hamba di zaman itu, mereka diajar untuk melihat pekerjaan bukan sebagai beban atau sekadar mencari nafkah, melainkan sebagai pelayanan bagi Tuhan. Prinsip ini sangat relevan bagi orang percaya hari ini di kantor, pabrik, ladang, sekolah, maupun di rumah.
Apa yang nats ini ajarkan tentang etos kerja Kristen?
BEKERJA DENGAN KETULUSAN
(ay. 22)
Paulus berkata, “taatilah tuanmu... dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.” Ketulusan berarti bekerja tanpa pura-pura, tanpa bermuka dua. Di hadapan bos rajin, di belakang malas. Itu bukan etos Kristen.
Etos kerja Kristen lahir dari hati yang takut akan Tuhan, bukan takut dipecat.
Ketika kita sadar Tuhan melihat setiap pekerjaan kita, maka kita akan bekerja dengan jujur, tekun, dan bertanggung jawab, sekalipun tidak ada yang mengawasi.
Tuhan tidak mencari hasil yang besar saja, Ia mencari hati yang tulus dalam pekerjaan yang dipercayakan.
BEKERJA HANYA UNTUK TUHAN
(ay. 23)
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Ayat ini mengubah paradigma kerja secara total.
Banyak orang bekerja tergantung mood, tergantung atasan, tergantung suasana. Tetapi orang percaya bekerja dengan segenap hati karena Bos besarnya adalah Tuhan sendiri.
Pekerjaan sekecil apa pun (menyapu, mengajar, �melayani pelanggan, dll), menjadi kudus ketika �dilakukan untuk kemuliaan Tuhan.
Ketika motivasi kita adalah Tuhan, kita tidak mudah mengeluh, tidak mudah menyerah, dan tidak bekerja setengah hati.
“Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.” Manusia bisa lupa menghargai, bisa tidak adil dalam memberi upah, tetapi Tuhan tidak pernah lalai.
BEKERJA DAN MENANTI UPAH DARI TUHAN
(ay. 24)
Tuhan melihat setiap tetes keringat dan kesetiaan kita. Upah dari Tuhan bukan hanya berkat materi di bumi, tetapi juga upah kekal dan perkenanan-Nya.
Inilah yang membuat orang percaya tetap setia meski tidak dipromosikan, tetap jujur meski merugi.
Jangan bekerja hanya untuk slip gaji semata, bekerjalah untuk upah dari Tuhan yang kekal.