♥
AHA Guidelines 2025
Dirangkum oleh : Fernando Lenta
Sindrom Koroner Akut
Pembaruan Panduan American Heart Association 2025
Bahan Ajar Kardiologi | Keperawatan Kardiovaskuler
Daftar Isi
01
Definisi & Klasifikasi SKA
02
Patofisiologi
03
Penegakan Diagnosis
04
Stratifikasi Risiko
05
Manajemen Awal & Farmakologi
06
Strategi Reperfusi
07
Terapi Antiplatelet & Antikoagulan
08
Komplikasi & Tindak Lanjut
01 | Definisi & Klasifikasi SKA
Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah spektrum kondisi yang disebabkan oleh penurunan aliran darah koroner secara tiba-tiba, umumnya akibat ruptur plak aterosklerotik disertai trombosis.
UA
Unstable Angina
NSTEMI
Non-ST Elevation MI
STEMI
ST Elevation MI
Sumber: AHA/ACC 2025 Guidelines on Acute Coronary Syndromes
02 | Patofisiologi SKA
1
Aterosklerosis
Akumulasi lipid & makrofag membentuk plak fibrofatty pada dinding arteri koroner
▶
2
Ruptur/Erosi Plak
Plak tidak stabil ruptur → paparan matriks subendotel → aktivasi kaskade koagulasi
▶
3
Trombosis
Agregasi platelet & pembentukan trombus fibrin → oklusi parsial atau total lumen
▶
4
Iskemia–Infark
Suplai O₂ < demand → iskemia → nekrosis miokard (tergantung durasi & luasnya oklusi)
⚡ Update AHA 2025:
Erosi plak (tanpa ruptur) kini diakui sebagai mekanisme utama pada 30–40% kasus SKA, terutama pada wanita muda dan pasien diabetik. Trombus kaya platelet mendominasi pada STEMI, sedangkan trombus kaya fibrin lebih umum pada NSTEMI/UA.
03 | Penegakan Diagnosis
🩺 Klinis & Anamnesis
🔬 Pemeriksaan Penunjang
EKG 12 sadapan
< 10 menit dari kontak medis pertama. Identifikasi elevasi ST, LBBB baru, depresi ST.
Troponin hs (hsTnI/hsTnT)
Algoritma 0h/1h atau 0h/2h (AHA 2025). Sensitivitas > 95%.
Ekokardiografi
Evaluasi fungsi LV, segmen wall motion, komplikasi mekanik.
Foto Toraks
Skrining edema paru, kardiomegali, pneumotoraks.
Waktu door-to-EKG target < 10 menit | Waktu door-to-balloon target ≤ 90 menit (STEMI)
04 | Stratifikasi Risiko
GRACE Score 2.0 (Direkomendasikan AHA 2025)
Variabel yang dinilai:
Kategori Risiko:
Rendah
Skor: < 109
Mortalitas: < 1%
Sedang
Skor: 109–140
Mortalitas: 1–3%
Tinggi
Skor: > 140
Mortalitas: > 3%
Strategi Invasif
Immediate (<2 jam)
Syok kardiogenik, gagal jantung akut, aritmia ventrikel refrakter
Early (<24 jam)
GRACE > 140, perubahan dinamis troponin, elevasi/depresi ST
Delayed (<72 jam)
GRACE 109–140, DM, CKD, EF < 40%
Elektif (>72 jam)
Risiko rendah, tanpa gejala berulang
AHA 2025: GRACE 2.0 lebih direkomendasikan dibanding TIMI untuk prediksi mortalitas rawat inap.
05 | Manajemen Awal & Farmakologi
M
Morfin
2–4 mg IV (hati-hati: dapat menurunkan absorpsi antiplatelet oral)
O
Oksigen
Hanya bila SpO₂ < 90% atau distres napas. Target SpO₂ 94–98%
N
Nitrat
Sublingual / IV, hindari pada hipotensi dan penggunaan PDE5 inhibitor
A
Aspirin
Loading 300 mg PO, lanjut 75–100 mg/hari. Segera berikan bila tidak kontraindikasi
B
Beta-blocker
Dimulai dalam 24 jam (jika tidak ada gagal jantung akut, syok, bradikardia)
⚠️ AHA 2025: Routine O₂ pada SpO₂ normal TIDAK direkomendasikan. Morfin dapat dikurangi atau dihindari pada NSTEMI bila nyeri terkontrol.
06 | Strategi Reperfusi
★ Primary PCI (Pilihan Utama STEMI)
Fibrinolisis
Indikasi:
STEMI < 12 jam, PCI tidak tersedia dalam 120 mnt
Agen:
Tenecteplase (TNK-tPA) – dosis tunggal IV, lebih praktis
KI absolut:
Stroke hemoragik sebelumnya, perdarahan aktif, trauma kepala < 3 bln
Rescue PCI:
Jika fibrinolisis gagal (ST resolusi < 50% dalam 60 mnt)
NSTEMI/UA → Strategi invasif berdasarkan risiko GRACE (lihat slide sebelumnya). Tidak ada peran fibrinolisis.
07 | Terapi Antiplatelet & Antikoagulan
Terapi Antiplatelet Dual (DAPT)
Obat | Loading Dose | Maintenance | Durasi | Catatan |
Aspirin | 300 mg PO | 75–100 mg/hr | Indefinit | Kelas I semua SKA |
Ticagrelor ★ | 180 mg PO | 90 mg 2×/hr | 12 bln | Preferred AHA 2025 (Kelas I) |
Prasugrel | 60 mg PO | 10 mg/hr | 12 bln | Hindari bila TIA/stroke |
Clopidogrel | 300–600 mg | 75 mg/hr | 12 bln | Alternatif bila P2Y12 unavail |
Antikoagulan
UFH (STEMI (PCI))
Bolus 70–100 U/kg IV (target ACT 250–350 s) — Monitored, reversible
Enoxaparin (NSTEMI/UA)
1 mg/kg SC q12h (adjust untuk CKD) — Kelas I AHA 2025
Fondaparinux (NSTEMI/UA)
2.5 mg SC sekali sehari — Pilihan pada risiko perdarahan tinggi
Bivalirudin (PCI)
0.75 mg/kg bolus, 1.75 mg/kg/jam — Alternatif UFH, kurang trombosis stent
★ AHA 2025: Ticagrelor lebih diutamakan dari clopidogrel pada semua SKA kecuali ada kontraindikasi spesifik.
08 | Komplikasi & Tindak Lanjut
Komplikasi Utama SKA
⚡ Aritmia
VF/VT → defibrilasi segera; AF → rate/rhythm control
💔 Gagal Jantung Akut
Killip II–IV; diuretik, ACEi, pertimbangkan MCS
🩸 Syok Kardiogenik
Dopamin/norepinefrin; PCI segera; IABP / Impella
🔩 Komplikasi Mekanik
Ruptur septum/papilary, tamponade → bedah/intervensi
🧠 Stroke
Emboli kardiogenik; antikoagulan jika AF atau trombus LV
Tindak Lanjut Jangka Panjang
DAPT:
12 bulan (ticagrelor/prasugrel + aspirin). Perpanjang pada risiko iskemik tinggi.
Statin intensif:
Target LDL < 55 mg/dL (Kelas I AHA 2025). Mulai sebelum discharge.
ACEi/ARB:
Semua pasien dengan EF ≤ 40%, HF, DM, atau hipertensi.
Beta-blocker:
EF ≤ 40% atau gagal jantung. Pertahankan minimal 3 tahun.
Rehabilitasi jantung:
Program fase II dianjurkan untuk semua pasien pasca-SKA.
Monitoring HbA1c:
SGLT2-i/GLP-1 RA direkomendasikan pada SKA + DM tipe 2.
Poin Kunci AHA 2025
✓
EKG < 10 menit
Evaluasi EKG 12 sadapan dalam 10 menit dari kontak medis pertama
✓
Troponin hsTn
Algoritma 0h/1h atau 0h/2h dengan hsTnI/hsTnT untuk diagnosis cepat
✓
GRACE 2.0
Stratifikasi risiko menggunakan GRACE 2.0 untuk panduan strategi invasif
✓
PCI Primer ≤ 90 mnt
Door-to-balloon ≤ 90 mnt (langsung) atau ≤ 120 mnt (transfer)
✓
Ticagrelor > Clopidogrel
Ticagrelor diutamakan sebagai P2Y12 inhibitor pada semua SKA
✓
LDL < 55 mg/dL
Terapi statin intensitas tinggi; target LDL < 55 mg/dL sebelum pulang
Referensi: AHA/ACC 2025 Guideline for the Diagnosis and Management of Acute Coronary Syndromes. J Am Coll Cardiol. 2025