1 of 11

AHA Guidelines 2025

Dirangkum oleh : Fernando Lenta

Sindrom Koroner Akut

Pembaruan Panduan American Heart Association 2025

Bahan Ajar Kardiologi | Keperawatan Kardiovaskuler

2 of 11

Daftar Isi

01

Definisi & Klasifikasi SKA

02

Patofisiologi

03

Penegakan Diagnosis

04

Stratifikasi Risiko

05

Manajemen Awal & Farmakologi

06

Strategi Reperfusi

07

Terapi Antiplatelet & Antikoagulan

08

Komplikasi & Tindak Lanjut

3 of 11

01 | Definisi & Klasifikasi SKA

Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah spektrum kondisi yang disebabkan oleh penurunan aliran darah koroner secara tiba-tiba, umumnya akibat ruptur plak aterosklerotik disertai trombosis.

UA

Unstable Angina

  • Nyeri dada saat istirahat
  • EKG bisa normal
  • Biomarker negatif
  • Tidak ada nekrosis miokard

NSTEMI

Non-ST Elevation MI

  • Nyeri dada persisten
  • Depresi ST / inversi T
  • Troponin positif
  • Iskemia subendokardial

STEMI

ST Elevation MI

  • Nyeri dada hebat > 20 mnt
  • Elevasi ST ≥ 1 mm
  • Troponin meningkat
  • Infark transmural

Sumber: AHA/ACC 2025 Guidelines on Acute Coronary Syndromes

4 of 11

02 | Patofisiologi SKA

1

Aterosklerosis

Akumulasi lipid & makrofag membentuk plak fibrofatty pada dinding arteri koroner

2

Ruptur/Erosi Plak

Plak tidak stabil ruptur → paparan matriks subendotel → aktivasi kaskade koagulasi

3

Trombosis

Agregasi platelet & pembentukan trombus fibrin → oklusi parsial atau total lumen

4

Iskemia–Infark

Suplai O₂ < demand → iskemia → nekrosis miokard (tergantung durasi & luasnya oklusi)

⚡ Update AHA 2025:

Erosi plak (tanpa ruptur) kini diakui sebagai mekanisme utama pada 30–40% kasus SKA, terutama pada wanita muda dan pasien diabetik. Trombus kaya platelet mendominasi pada STEMI, sedangkan trombus kaya fibrin lebih umum pada NSTEMI/UA.

5 of 11

03 | Penegakan Diagnosis

🩺 Klinis & Anamnesis

  • Nyeri dada tipikal: rasa berat/tertekan, menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung
  • Durasi > 20 menit (STEMI) atau < 20 menit berulang (UA/NSTEMI)
  • Gejala penyerta: diaphoresis, mual, sesak napas, sinkop
  • Faktor risiko: DM, hipertensi, dislipidemia, merokok, riwayat SKA sebelumnya
  • Presentasi atipikal lebih sering pada wanita, usia lanjut, dan penyandang DM

🔬 Pemeriksaan Penunjang

EKG 12 sadapan

< 10 menit dari kontak medis pertama. Identifikasi elevasi ST, LBBB baru, depresi ST.

Troponin hs (hsTnI/hsTnT)

Algoritma 0h/1h atau 0h/2h (AHA 2025). Sensitivitas > 95%.

Ekokardiografi

Evaluasi fungsi LV, segmen wall motion, komplikasi mekanik.

Foto Toraks

Skrining edema paru, kardiomegali, pneumotoraks.

Waktu door-to-EKG target < 10 menit | Waktu door-to-balloon target ≤ 90 menit (STEMI)

6 of 11

04 | Stratifikasi Risiko

GRACE Score 2.0 (Direkomendasikan AHA 2025)

Variabel yang dinilai:

  • Usia
  • Frekuensi jantung
  • Tekanan darah sistolik
  • Kreatinin serum
  • Kelas Killip
  • Henti jantung saat masuk
  • Elevasi ST pada EKG
  • Peningkatan biomarker jantung

Kategori Risiko:

Rendah

Skor: < 109

Mortalitas: < 1%

Sedang

Skor: 109–140

Mortalitas: 1–3%

Tinggi

Skor: > 140

Mortalitas: > 3%

Strategi Invasif

Immediate (<2 jam)

Syok kardiogenik, gagal jantung akut, aritmia ventrikel refrakter

Early (<24 jam)

GRACE > 140, perubahan dinamis troponin, elevasi/depresi ST

Delayed (<72 jam)

GRACE 109–140, DM, CKD, EF < 40%

Elektif (>72 jam)

Risiko rendah, tanpa gejala berulang

AHA 2025: GRACE 2.0 lebih direkomendasikan dibanding TIMI untuk prediksi mortalitas rawat inap.

7 of 11

05 | Manajemen Awal & Farmakologi

M

Morfin

2–4 mg IV (hati-hati: dapat menurunkan absorpsi antiplatelet oral)

O

Oksigen

Hanya bila SpO₂ < 90% atau distres napas. Target SpO₂ 94–98%

N

Nitrat

Sublingual / IV, hindari pada hipotensi dan penggunaan PDE5 inhibitor

A

Aspirin

Loading 300 mg PO, lanjut 75–100 mg/hari. Segera berikan bila tidak kontraindikasi

B

Beta-blocker

Dimulai dalam 24 jam (jika tidak ada gagal jantung akut, syok, bradikardia)

⚠️ AHA 2025: Routine O₂ pada SpO₂ normal TIDAK direkomendasikan. Morfin dapat dikurangi atau dihindari pada NSTEMI bila nyeri terkontrol.

8 of 11

06 | Strategi Reperfusi

★ Primary PCI (Pilihan Utama STEMI)

  • Indikasi: STEMI dalam 12 jam gejala dengan fasilitas PCI tersedia
  • Target door-to-balloon ≤ 90 menit (langsung masuk); ≤ 120 menit (transfer)
  • Bila waktu > 120 menit, fibrinolisis segera diindikasikan
  • Aspirasi trombus: tidak direkomendasikan rutin (AHA 2025)
  • Complete revascularization: direkomendasikan sebelum keluar RS pada pasien stabil
  • Radial access preferred atas femoral (Kelas I, AHA 2025)

Fibrinolisis

Indikasi:

STEMI < 12 jam, PCI tidak tersedia dalam 120 mnt

Agen:

Tenecteplase (TNK-tPA) – dosis tunggal IV, lebih praktis

KI absolut:

Stroke hemoragik sebelumnya, perdarahan aktif, trauma kepala < 3 bln

Rescue PCI:

Jika fibrinolisis gagal (ST resolusi < 50% dalam 60 mnt)

NSTEMI/UA → Strategi invasif berdasarkan risiko GRACE (lihat slide sebelumnya). Tidak ada peran fibrinolisis.

9 of 11

07 | Terapi Antiplatelet & Antikoagulan

Terapi Antiplatelet Dual (DAPT)

Obat

Loading Dose

Maintenance

Durasi

Catatan

Aspirin

300 mg PO

75–100 mg/hr

Indefinit

Kelas I semua SKA

Ticagrelor ★

180 mg PO

90 mg 2×/hr

12 bln

Preferred AHA 2025 (Kelas I)

Prasugrel

60 mg PO

10 mg/hr

12 bln

Hindari bila TIA/stroke

Clopidogrel

300–600 mg

75 mg/hr

12 bln

Alternatif bila P2Y12 unavail

Antikoagulan

UFH (STEMI (PCI))

Bolus 70–100 U/kg IV (target ACT 250–350 s) — Monitored, reversible

Enoxaparin (NSTEMI/UA)

1 mg/kg SC q12h (adjust untuk CKD) — Kelas I AHA 2025

Fondaparinux (NSTEMI/UA)

2.5 mg SC sekali sehari — Pilihan pada risiko perdarahan tinggi

Bivalirudin (PCI)

0.75 mg/kg bolus, 1.75 mg/kg/jam — Alternatif UFH, kurang trombosis stent

★ AHA 2025: Ticagrelor lebih diutamakan dari clopidogrel pada semua SKA kecuali ada kontraindikasi spesifik.

10 of 11

08 | Komplikasi & Tindak Lanjut

Komplikasi Utama SKA

⚡ Aritmia

VF/VT → defibrilasi segera; AF → rate/rhythm control

💔 Gagal Jantung Akut

Killip II–IV; diuretik, ACEi, pertimbangkan MCS

🩸 Syok Kardiogenik

Dopamin/norepinefrin; PCI segera; IABP / Impella

🔩 Komplikasi Mekanik

Ruptur septum/papilary, tamponade → bedah/intervensi

🧠 Stroke

Emboli kardiogenik; antikoagulan jika AF atau trombus LV

Tindak Lanjut Jangka Panjang

DAPT:

12 bulan (ticagrelor/prasugrel + aspirin). Perpanjang pada risiko iskemik tinggi.

Statin intensif:

Target LDL < 55 mg/dL (Kelas I AHA 2025). Mulai sebelum discharge.

ACEi/ARB:

Semua pasien dengan EF ≤ 40%, HF, DM, atau hipertensi.

Beta-blocker:

EF ≤ 40% atau gagal jantung. Pertahankan minimal 3 tahun.

Rehabilitasi jantung:

Program fase II dianjurkan untuk semua pasien pasca-SKA.

Monitoring HbA1c:

SGLT2-i/GLP-1 RA direkomendasikan pada SKA + DM tipe 2.

11 of 11

Poin Kunci AHA 2025

EKG < 10 menit

Evaluasi EKG 12 sadapan dalam 10 menit dari kontak medis pertama

Troponin hsTn

Algoritma 0h/1h atau 0h/2h dengan hsTnI/hsTnT untuk diagnosis cepat

GRACE 2.0

Stratifikasi risiko menggunakan GRACE 2.0 untuk panduan strategi invasif

PCI Primer ≤ 90 mnt

Door-to-balloon ≤ 90 mnt (langsung) atau ≤ 120 mnt (transfer)

Ticagrelor > Clopidogrel

Ticagrelor diutamakan sebagai P2Y12 inhibitor pada semua SKA

LDL < 55 mg/dL

Terapi statin intensitas tinggi; target LDL < 55 mg/dL sebelum pulang

Referensi: AHA/ACC 2025 Guideline for the Diagnosis and Management of Acute Coronary Syndromes. J Am Coll Cardiol. 2025