1 of 22

DASAR-DASAR PROGRAM KEJURUAN

TEKNIK JARINGAN KOMPUTER dan TELEKOMUNIKASI

2 of 22

CAPAIAN PEMBELAJARAN ELEMEN

Peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur-prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), termasuk pencegahan kecelakaan kerja di tempat tinggi dan prosedur kerja di tempat tinggi (pemanjatan).

TUJUAN PEMBELAJARAN

Melatih Penerapan Budaya Kerja Keselamatan di Industri / 5R

3 of 22

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI / ATP

  1. Setelah melihat video dan materi presentasi, peserta didik mampu melatih penerapan budaya kerja industri di bidang TJKT dengan baik dan benar

4 of 22

TEKNIK PENILAIAN

Aspek

Teknik Penilaian

Bentuk Penilaian

Pengetahuan

Menggunakan Media

Mengajar

PG

Keterampilan

Kinerja

Presentasi Hasil Diskusi

Penilaian Profil Pancasila

Observasi

Instrumen penilaian observasi

5 of 22

PRE-TEST

6 of 22

PRE-TEST

……………………………………….

LINK MATERI

Via GCR

PERTANYAAN PEMANTIK

Menurut anda, apakah manusia merupakan asset yang paling penting didalam sebuah perusahaan? Jelaskan !

7 of 22

APERSEPSI

Semua pekerjaan pasti memiliki resiko bahaya. Begitupun pekerjaan yang berkaitan dengan bidang TJKT.

Pekerjaan Resiko minimal di bidang TJKT, Misal : Desain Grafis

Resiko yang sering muncul dalam pekerjaan ini yaitu kelelahan, sakit mata, maupun sakit pada bagian tubuh lainnya.

8 of 22

Pekerjaan Resiko malsimal di bidang TJKT, misalnya pekerjaan perakitan menara BTS dan komponen-komponennya (IT-Support)

bahaya yang ditimbulkan tidak hanya sebatas pada pekerja itu sendiri tetapi juga pada lingkungan sekitar.

Robohnya menara dapat mengakibatkan kerugian harta maupun jiwa bagi lingkungan sekitar. (apabila pemasangan tidak tepat)

9 of 22

A. Menghadapi keadaan darurat

Situasi darurat dapat terjadi tanpa diduga, bisa berupa kecelakaan di dalam lingkungan kerja.

1. Kecelakaan kerja (akibat adanya suatu tindakan kurang hati-hati)

a. Penyebab kecelakaan kerja, dikarenakan Kondisimental dan fisik pekerja.

    • Emosi pekerja yang tidak stabil
    • Kurang pengetahuan dalam menggunakan fasilitas kerja terutama fasilitas kerja yang membawa resiko berbahaya
    • Kerusakan alat indra dan stamina pegawai yang tidak stabil.

10 of 22

b. Keadaan tempat di lingkungan kerja

  • Keamanan penyusunan dan penyimpanan barang-barang berbahaya kurang diperhatikan.
  • Pembuangan kotoran dan limbah tidak pada tempatnya.
  • Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak.

c. Pengaturan aliran sirkulasi udara kurang baik dan Pengaturan suhu kurang diperhatikan

d. Pengaturan penerangan kurang baik

e. Pemakaian peralatan kerja tanpa pengaman yang baik (sudah usang atau rusak)

11 of 22

2. Klasifikasi Kecelakaan Kerja:

a. Menurut Jenis luka :

patah tulang, keseleo, rengang otot, amputasi, dan luka bakar.

b. Menurut Jenis kecelakaan :

Terjatuh, tertimpa benda jatuh, tertumbuk benda-benda, terjepit oleh benda, dan pengaruh suhu tinggi.

c. Menurut Penyebabnya :

Mesin, alat angkut, peralatan lain

3. Metode Pencegah Kecelakaan :

Peraturan perundang-undangan, Standarisasi, Pengawasan, Penelitian bersifat teknik, riset medis, penelitian psikologis, Penelitian syarat statistik, Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum teknik, Latihan-latihan, Penggairahan, Asuransi, Usaha keselamatan, Organisasi K3

12 of 22

B. Prosedur dalam Menghadapi Situasi Darurat

Prosedur dalam menghadapi siatuasi darurat perlu ditentukan lebih awal, karena situasi darurat tidak dapat diduga datangnya.

1. Kebakaran

Kebarakan merupakan salah satu situasi darurat yang dapat dicegah. Pencegahan yang harus dilakukan, meliputi larangan merokok, larangan membawa/menggunakan korek api, larangan menggunakan kalkulator yang tidak flame proof, larangan memindahkan atau mempermainkan alat pemadam kebakaran, kecuali keperluan kebakaran/pengecekan.

13 of 22

2. Kecelakaan

Kecelakaan dapat menimpa siapa saja. Sebelum melakukan pekerjaan perlu diperhatikan prosedur keselamatan dan keamanan kerja.

Kecelakaan dapat dicegah atau diantisipasi dengan menghilangkan atau mengurangi kemungkinan penyebab-penyebabnya.

3. Dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja

Berdasarkan undang-undang keselamatan kerja yang ada di Indonesia, kecelakaan yang terjadi harus selalu dilaporkan dengan ketentuan bahwa pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya.

14 of 22

C. Penerapan Budaya Kerja industri (Ringkas,Rapi, Resik,Rawat, Rajin) / 5R

Program 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan dengan demikian 4 bidang sasaran pokok industri, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan termasuk keselamatan dan kesehatan kerja yang akan dapat lebih mudah dicapai.

15 of 22

A. Memahami konsep 5R

5R merupakan budaya kerja yang berasal dari Jepang dan dikenal dengan sebutan 5S. Proses 5R harus berjalan secara berurutan.

  • SEIRI/Ringkas, yaitu kegiatan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan
  • SEITON/Rapi, yaitu segala sesuatu harus diletakkan sesuai posisi yang ditetapkan sehingga siap digunakan pada saat diperlukan
  • SEISO/Resik, yaitu kegiatan membersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga
  • SEIKETSU/Rawat, yaitu kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi tahap sebelumnya (3 S/3 R)
  • SHITSUKE/Rajin, yaitu kedisiplinan pribadi masing-masing pekerja dalam menjalankan seluruh tahapan 5S/5R

16 of 22

2. Tahapan untuk melaksanakan 5R

a. Tahap Persiapan, komitmen yang kuat dari pimpinan tinggi secara tertulis

b. Tahap Penerapan

  • Pelatihan bagi tim 5 R
  • Promosi dan publikasi perlu dilakukan agar 5R dapat diterima oleh seluruh karyawan
  • Operasional awal, dengan membandingkan sebelum dan sesudah kegiatan

3. Tahapan Evaluasi

Pembinaan secara berkala, misalnya setiap bulan sekali atau tiga bulan sekali.

17 of 22

4. Tahapan Pembudayaan

yaitu tahap di mana karyawan sudah menerapkan 5R sebagai budaya mereka. tahapan pembudayaan sangat bergantung pada tahapan sebelumnya.

B. Pencegahan Kecelakaan Kerja di Tempat Tinggi dan Prosedur Kerja di Tempat Tnggi (pemanjatan)

Bekerja di tempat tinggi memiliki resiko jatuh, sehingga diperlukan pengaman tambahan, misalnya arrestor, jaring pengaman, atau pegangan. Prosedur kerja yang harus di penuhi yaitu :

  • Teknik dan cara perlindungan jatuh.
  • Cara pengelolaan peralatan.
  • Teknik dan cara melakukan pengawasan pekerjaan.
  • Pengamanan Tempat Kerja.

18 of 22

LKPD

Waktunya Beralih Ke

19 of 22

POST-TEST

20 of 22

Hal apa saja yang sudah kalian pelajari hari ini?

21 of 22

PEMBELAJARAN YANG AKAN DATANG

Perancangan dan Pengembangan Jaringan

22 of 22

TERIMA KASIH

DASAR DASAR PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI