1 of 23

Sosiologi Pedesaan�11. Mobilitas Sosial

Oleh : Siti Sawerah, SP, M.Sc

Telp : 085750166652

Email : sitisawerah@faperta.untan.ac.id

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN - UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2 of 23

1. Pengertian Mobilitas Sosial��“Perpindahan posisi seseorang antar lapisan sosial berbeda maupun dalam lapisan sosial yang sama”

Mobilitas diartikan sebagai : kemampuan berpindahan dari satu posisi ke posisi lainnya

Mobilitas sosial dapat diartikan sebagai suatu gerak perpindahan seseorang atau kelompok anggota masyarakat dari status sosial yang satu ke status sosial yang lainnya dalam suatu struktur sosial pada masyarakat

Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit

3 of 23

1. Pengertian Mobilitas Sosial��“Perpindahan posisi seseorang antarlapisan sosial berbeda maupun dalam lapisan sosial yang sama”

Mobilitas sosial sangat erat kaitannya dengan struktur sosial

Mobilitas sosial terjadi karena kehidupan masyarakat yang menimbulkan adanya pelapisan di dalam masyarakat, adanya anggapan individu/kelompok yang satu lebih tinggi atau rendah dibanding individu/kelompok lainnya

4 of 23

1). Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas horizontal dapat diartikan sebagai perpindahan individu dari suatu kelompok ke kelompok lainnya yang sederajat (dalam lapisan sosial yang sama)

Ciri utamanya adalah tidak terdapat perpindahan lapisan sosial

Contoh : perpindahan jenis pekerjaan, tempat tinggal atau perpindahan kegiatan lainnya dengan status sosial yang sama

2. Jenis Mobilitas Sosial��“Jenis mobilitas sosial dapat dilihat berdasarkan arah perpindahannya, yaitu mobilitas horizontal, mobilitas vertikal, mobilitas generasi, dan mobilitas geografis”

5 of 23

2). Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas vertikal diartikan sebagai perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial yang berbeda/tidak sederajat

Ciri utamanya adalah adanya perubahan status sosial, baik ke bawah atau ke atas

Contoh : promosi dalam pekerjaan, perubahan jenis pekerjaan menjadi lebih baik, dsb.

2. Jenis Mobilitas Sosial��“Jenis mobilitas sosial dapat dilihat berdasarkan arah perpindahannya, yaitu mobilitas horizontal, mobilitas vertikal, mobilitas generasi, dan mobilitas geografis”

6 of 23

2. Jenis Mobilitas Sosial��“Jenis mobilitas sosial dapat dilihat berdasarkan arah perpindahannya, yaitu mobilitas horizontal, mobilitas vertikal, mobilitas generasi, dan mobilitas geografis”

2). Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas vertikal dibedakan menjadi :

  • Social climbing, yaitu mobilitas sosial ke atas
  • Social sinking, yaitu mobilitas sosial ke bawah

7 of 23

2). Mobilitas Sosial Vertikal

Social climbing dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu:

  • Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi

Masuknya individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya. Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah.

  • Membentuk kelompok baru

Pembentukan suatu kelompok baru yang memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya. Contoh: Pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut, sehingga status sosialnya naik.

2. Jenis Mobilitas Sosial��“Jenis mobilitas sosial dapat dilihat berdasarkan arah perpindahannya, yaitu mobilitas horizontal, mobilitas vertikal, mobilitas generasi, dan mobilitas geografis”

8 of 23

2). Mobilitas Sosial Vertikal

Social sinking dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu:

  • Turunnya kedudukan

Kedudukan individu turun ke derajat yang lebih rendah. Contoh : seorang prajurit dipecat karena melakukan tindakan pelanggaran berat saat melaksanakan tugasnya

  • Turunnya derajat kelompok

Derajat sekelompok individu menjadi turun, yang dapat disebabkan oleh disintegrasi kelompok sebagai kesatuan, atau pencapaian kelompok tidak seperti yang diharapkan. Contoh : tim sepak bola negara Spanyol harus melepaskan predikat juara dunia kepada tim Jerman di piala dunia tahun 2010

2. Jenis Mobilitas Sosial��“Jenis mobilitas sosial dapat dilihat berdasarkan arah perpindahannya, yaitu mobilitas horizontal, mobilitas vertikal, mobilitas generasi, dan mobilitas geografis”

9 of 23

2. Jenis Mobilitas Sosial��“Jenis mobilitas sosial dapat dilihat berdasarkan arah perpindahannya, yaitu mobilitas horizontal, mobilitas vertikal, mobilitas generasi, dan mobilitas geografis”

2). Mobilitas Sosial Vertikal

Prinsip Umum mobilitas vertikal :

  • Hampir tidak ada masyarakat yang sistem pelapisannya mutlak tertutup, sekalipun pada masyarakat yang memakai tipe kasta seperti di India, walaupun mobilitas sosialnya hampir tidak tampak, namun diyakini proses mobilitas sosial vertikal ini pasti ada.
  • Betapapun terbukanya sistem pelapisan sosial dalam suatu masyarakat, tidak mungkin mobilitas sosial vertikal dapat dilakukan sebebas-bebasnya, atau dengan kata lain pasti ada hambatannya.
  • Tidak ada mobilitas sosial vertikal yang berlaku umum bagi semua masyarakat. Setiap masyarakat memiliki ciri-ciri khas dalam mobilitas sosial vertikal.
  • Laju mobilitas sosial vertikal yang disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi, politik, serta pekerjaan adalah berbeda-beda.
  • Semakin tinggi status sosial maka mobilitas sosial semakin sulit terjadi.

10 of 23

2. Jenis Mobilitas Sosial��“Jenis mobilitas sosial dapat dilihat berdasarkan arah perpindahannya, yaitu mobilitas horizontal, mobilitas vertikal, mobilitas generasi, dan mobilitas geografis”

3). Mobilitas Sosial Generasi

Mobilitas generasi dibedakan menjadi :

(1) Mobilitas sosial antargenerasi

  • Merupakan mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya.
  • Ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik atau turun dalam suatu generasi.
  • Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya.
  • Contoh : Seorang tukang becak yang hanya tamat sekolah dasar, berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pengacara.

11 of 23

2. Jenis Mobilitas Sosial��“Jenis mobilitas sosial dapat dilihat berdasarkan arah perpindahannya, yaitu mobilitas horizontal, mobilitas vertikal, mobilitas generasi, dan mobilitas geografis”

3). Mobilitas Sosial Generasi

(2) Mobilitas sosial intragenerasi

  • Merupakan mobilitas yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu generasi
  • Contoh : seseorang yang awalnya adalah seorang buruh, namun karena tekun dalam bekerja dan mungkin juga beruntung, kemudian memiliki unit usaha sendiri yang akhirnya semakin besar.

4). Mobilitas Sosial Geografis

  • Perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi

12 of 23

3. Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial��“terjadinya mobilitas sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong atau penghambat”

A. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

1). Perubahan kondisi sosial

  • Struktur kasta dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar masyarakat.
  • Misalnya, kemajuan teknologi membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas.
  • Perubahan ideologi dapat menimbulkan stratifikasi baru

2). Ekspansi teritorial dan gerak populasi

  • Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan ciri fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas sosial.
  • Misalnya, perkembangan kota, transmigrasi, bertambah dan berkurangnya penduduk.

13 of 23

3. Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial��“terjadinya mobilitas sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong atau penghambat”

A. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

3). Kebebasan komunikasi

  • Situasi-situasi yang membatasi komunikasi antar strata memperkokoh garis pembatas di antara strata yang ada, dalam hal pertukaran pengetahuan dan pengalaman, serta akan menghalangi mobilitas sosial.
  • Komunikasi yang lebih lancar akan membuka pertukaran tersebut sehingga mobilitas lebih mudah terjadi

4). Intensitas pembagian kerja

  • Jika tingkat pembagian kerja tinggi dan terspesialiasasi, akan melemahkan dan menyulitkan mobilitas sosial spesialisasi pekerjaan menuntut keterampilan khusus.
  • Kondisi ini memacu anggota masyarakatnya untuk lebih kuat berusaha agar dapat menempati status tersebut.

14 of 23

3. Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial��“terjadinya mobilitas sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong atau penghambat”

A. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

5). Tingkat fertilitas

  • Kelompok masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi dan pendidikan rendah cenderung memiliki tingkat fertilitas yang tinggi.
  • Sedangkan masyarakat kelas sosial yang lebih tinggi cenderung membatasi tingkat reproduksi dan angka kelahiran.
  • Pada saat itu, orang-orang dari tingkat ekonomi dan pendidikan yang lebih rendah mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kualitas keturunan. Dalam situasi itu, mobilitas sosial dapat terjadi.

6). Akses pendidikan

  • Kemudahan mengakses pendidikan berkualitas memungkinkan seseorang untuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperoleh.

15 of 23

3. Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial��“terjadinya mobilitas sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong atau penghambat”

B. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

  • Kemiskinan, bagi masyarakat miskin sulit untuk mencapai status sosial tertentu karena ada hambatan yang hanya dapat diatasi dengan kondisi ekonomi yang lebih baik
  • Diskriminasi terhada ras, agama dan jenis kelamin. Kelas Sistem kelas terturup dapat menghalangi mobilitas ke atas, terbukti dengan adanya pembatasan keanggotaan suatu orgnisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan. Seperti yang terjadi di Afrika Selatan di masa lalu, dimana ras berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam untuk duduk bersama-sama di pemerintahan. Sistem ini disebut Apharteid dan dianggap berakhir ketika Nelson Mandela, seorang kulit hitam, terpilih menjadi presiden Afrika Selatan
  • Faktor pengaruh sosialisasi yang sangat kuat, terutama berkaitan dengan nilai-nilai dan adat yang berlaku.
  • Perbedaan kepentingan antarindividu dalam suatu struktur organisasi menyebabkan masing-masing individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu.

16 of 23

4. Saluran Mobilitas Sosial��“Mobilitas sosial dapat terjadi karena adanya media yang memungkinkan seseorang merubah status sosialnya”

1). Angkatan bersenjata

  • Merupakan organisasi yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas vertikal ke atas melalui tahapan yang disebut kenaikan pangkat.
  • Misalnya, seorang prajurit yang berjasa pada negara karena menyelamatkan negara dari pemberontakan, ia akan mendapatkan penghargaan dari masyarakat serta pangkat/kedudukan yang lebih tinggi, walaupun mungkin berasal dari golongan masyarakat rendah.

2). Lembaga keagamaan

  • Lembaga-lembaga keagamaan dapat mengangkat status sosial seseorang, misalnya yang berjasa dalam perkembangan agama seperti ustadz, pendeta, biksu, dan lainnya.

Merupakan media yang memungkinkan terjadinya mobilitas sosial, yang terdiri dari :

17 of 23

4. Saluran Mobilitas Sosial��“Mobilitas sosial dapat terjadi karena adanya media yang memungkinkan seseorang merubah status sosialnya”

3). Lembaga pendidikan

  • Merupakan saluran konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi.

4). Organisasi politik

  • Memungkinkan anggotanya yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk menempati jabatan yang lebih tinggi, sehingga status sosialnya meningkat

5). Organisasi ekonomi dan profesi

  • Seperti perusahaan, koperasi, BUMN dan lain-lain dapat meningkatkan pendapatan seseorang melalui peningkatan jabatan, sehingga status sosialnya di masyarakat meningkat, baik dilihat dari jabatan maupun kondisi ekonominya

6). Perkawinan

  • Seorang yang menikah dengan orang yang memiliki status terpandang akan dihormati karena pengaruh pasangannya

18 of 23

5. Dampak Mobilitas Sosial��“Mobilitas sosial menimbulkan konsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat”

A. Dampak Negatif

1). Konflik antar-kelas

  • Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan memunculkan konflik antarkelas.
  • Misalnya karena adanya tumpang tindih kepentingan antar kelas

2). Konflik antar kelompok sosial

  • Di dalam masyatakat terdapat pula kelompok sosial, antara lain kelompok sosial berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku, dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik.

19 of 23

5. Dampak Mobilitas Sosial��“Mobilitas sosial menimbulkan konsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat”

3). Konflik antar-generasi

  • Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.

4). Penyesuaian kembali

  • Penyesuaian diri dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam kelas sosial yang baru merupakan langkah yang diambil oleh seseorang yang mengalami mobilitas, baik vertikal maupun horizontal, agar bisa diterima dalam kelas sosial yang baru dan mampu menjalankan fungsi-fungsinya

5). Ganggung psikologis

  • Mobilitas sosial dapat pula mempengaruhi kondisi psikologis seseorang, antara lain karena ketakutan dan kegelisahan seseorang yang mengalami social sinking, atau frustasi dan malu bagi orang yang gagal melakukan social climbing

20 of 23

5. Dampak Mobilitas Sosial��“Mobilitas sosial menimbulkan konsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat”

B. Dampak Positif

1). Usaha untuk berprestasi

  • Berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata.
  • Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.

2). Perubahan sosial masyarakat

  • Adanya dorongan setiap individu untuk berprestasi menyebabkan adanya pergerakan kondisi sosial masyarakat menjadi lebih baik.
  • Contohnya modernisasi di pedesaan, dalam konteks positif.

21 of 23

6. Hubungan Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial��“Peluang seseorang melakukan mobilitas sosial tergantung dari struktur sosial masyarakatnya”

A. Mobilitas Sosial dalam Sistem Stratifikasi Sosial Terbuka

Masyarakat yang memiliki sistem stratifikasi sosial terbuka memberi kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobilitas sosial vertikal, baik berupa sosial climbing ataupun social sinking

Memungkinkan setiap anggota masyarakat bersikap aktif dan kreatif dalam melakukan perubahan-perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya

22 of 23

6. Hubungan Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial��“Peluang seseorang melakukan mobilitas sosial tergantung dari struktur sosial masyarakatnya”

B. Mobilitas Sosial dalam Sistem Stratifikasi Sosial Tertutup

Kemungkinan terjadinya mobilitas sosial vertikal sangat kecil, karena masyarakatnya lebih mengutamakan nilai-nilai tradisional

Hambatan yang ditentukan untuk mencegah perpindahan kelas sosial sangat sulit, bahkan cenderung mustahil untuk dilakukan

23 of 23

TERIMA KASIH