1 of 10

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Mobilitas Sosial

2 of 10

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

1. Dinamika Kependudukan di Indonesia

Penduduk suatu negara selalu mengalami pertambahan dan pengurangan dalam hal jumlah. Perubahan jumlah penduduk yang terjadi terus-menerus tiap tahunnya disebut dinamika penduduk.

a. Faktor yang Memengaruhi Dinamika Penduduk

Kelahiran atau natalitas merupakan faktor dinamika penduduk yang menambah jumlah penduduk.

Kematian atau mortalitas merupakan faktor yang mengurangi jumlah penduduk.

Perpindahan penduduk atau migrasi dapat menyebabkan jumlah penduduk berkurang atau bertambah.

3 of 10

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Rumus Menghitung Pertumbuhan Penduduk Total

P = (L–M) + (I–E)

Keterangan:

P = jumlah pertumbuhan penduduk total di akhir tahun perhitungan

L = jumlah kelahiran dalam periode tahun tertentu

M = jumlah kematian dalam periode tahun tertentu

I = jumlah imigrasi dalam periode tahun tertentu

E. = jumlah emigrasi dalam periode tahun tertentu

4 of 10

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

1. Dinamika Kependudukan di Indonesia

b. Piramida Penduduk

Piramida ini berbentuk limas dengan dasar yang luas dan bagian tengah cembung. Bagian atas cenderung meruncing ke satu titik.

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

  • Sebagain besar penduduk berisi kelompok muda.
  • Jumlah kelompok usia tua sedikit.
  • Angka kelahiran tinggi.
  • Pertumbuhan penduduk cepat.

Piramida berbentuk seperti granat, menandakan jumlah angka kelahiran mirip atau hampir sama dengan kematian.

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

  • Penduduk pada setiap umur hampir sama.
  • Angka kelahiran dan kematian rendah.
  • Pertumbuhan penduduk lambat.

Piramida berbentuk menyerupai batu nisan atau guci terbalik atau sarang tawon.

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

  • Sebagian besar penduduk berisi kelompok dewasa atau tua.
  • Jumlah kelompok usia muda sedikit.
  • Angka kelahiran lebih rendah daripada kematian.
  • Pertumbuhan penduduk berkurang.

5 of 10

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Komposisi penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan komposisi biologi, komposisi budaya, dan komposisi ekonomi. Contohnya, komposisi penduduk berdasarkan umur. Menurut BPS, persentase penduduk usia produktif (15–64 tahun) terus meningkat. Pada tahun 1971, menunjukkan bahwa proporsi penduduk usia produktif sebesar 53,39 persen dari total populasi. Sementara tahun 2020, menunjukkan bahwa proporsi pendudukn usia produktif sebesar 70,72 pesen dari total populasi. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada pada era bonus demografi.

Pertumbuhan penduduk dapat memengaruhi kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang tinggi tanpa diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik akan menghasilkan output perekonomian yang rendah. Kualitas penduduk berkaitan dengan kemampuan sumber daya manusia yang sangat diperlukan untuk mempercepat proses pembangunan. Untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan berkualitas, perlu ada upaya pengendalian pertumbuhan penduduk. Laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah, seperti ledakan penduduk dan sebaran penduduk yang tidak merata.

d. Pertumbuhan dan Komposisi Penduduk

c. Komposisi Penduduk

6 of 10

Keberagaman agama. Agama-agama yang dianut masyarakat Indonesia antara lain agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Selain itu, ada juga yang menganut aliran kepercayaan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

2. Keberagaman Masyarakat Indonesia

Indonesia dikenal dengan masyarakat majemuk atau prural dan masyarakat multikultural yang mengacu pada bentuk-bentuk keberagaman sosial dan budaya bangsa Indonesia.

a. Bentuk-Bentuk Keberagaman

1

Keberagaman suku bangsa. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa yang tersebar diseluruh wilayah.

2

Keberagaman bahasa. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Setiap wilayah memiliki bahasa masing-masing yang digunakan antarmasyarakat.

3

Keberagaman budaya. Keberagaman budaya Indonesia dapat dilihat dari beragamnya rumah adat, pakaian adat, lagu dan tarian, pertunjukan seni, serta upacara adat.

4

Keberagaman pekerjaan. Pekerjaan dapat dibedakan atas pekerjaan di sektor formal dan pekerjaan di sektor informal.

5

7 of 10

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

b. Manfaat Keberagaman

  • Perbendaharaan bahasa Indonesia dapat diperkaya dengan bahasa daerah.
  • Potensi keberagaman budaya dapat menjadi objek dan tujuan pariwisata.
  • Dapat menggali kearifan budaya lokal.
  • Saling menghargai dan membantu menyelesaikan masalah.
  • Membangun kehidupan yang penuh toleransi sehingga tercipta kehidupan yang aman dan sejahtera.
  • Keberagaman membuat masyarakat lebih toleran dan berpikiran terbuka.

8 of 10

Mobilitas sosial geografis. Perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lainnya yang secara tidak langsung mengubah status sosialnya. Mobilitas sosial geografis terjadi melalui transmigrasi, urbanisasi, dan imigrasi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

3. Proses Mobilitas Sosial di Indonesia

Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial horizontal. Peralihan dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.

Mobilitas sosial vertikal. Perpindahan dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang tidak sederajat. Terbagi menjadi mobilitas sosial vertikal ke atas (perpindahan sosial lebih tinggi) dan mobilitas sosial vertikal ke bawah (perpindahan sosial lebih rendah).

Mobilitas sosial antargenerasi dan intragenerasi. Mobilitas antargenerasi terjadi antara dua generasi atau lebih dengan perkembangan taraf hifup naik atau turun. Mobilitas intragenerasi terjadi dalam satu kelompok generasi yang sama.

9 of 10

  • Angkatan bersenjata. Organisasi ini dapat digunakan sebagai saluran mobilitas vertikal ke atas melalui tahapan kenaikan pangkat.
  • Lembaga keagamaan. Seorang yang menjadi pemuka agama akan sangat dihormati tanpa melihat latar belakang keluarga dan ekonomi.
  • Lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan sering dianggap sebagai social elevator yang dapat mengangkat seseorang dari kedudukan rendah ke kedudukan yang lebih tinggi.
  • Organisasi politik. Seorang anggota partai mempunyai peluang mendapatkan kedudukan dalam partai atau lembaga pemerintahan.
  • Organisasi ekonomi. Seseorang dapat meningkatkan status sosial bila berhasil dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
  • Organisasi keahlian. Menjadi wadah bagi orang-orang dengan keahlian tertentu sehingga dapat meningkatkan status sosial di masyarakat.
  • Saluran perkawinan. Seseorang yang menikah dengan orang yang memiliki status terpandang akan ikut dihormati.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Faktor-faktor yang mendorong mobilitas sosial adalah status sosial, keadaan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan situasi politik. Terdapat juga beberapa faktor yang dapat menghambat perpindahan sosial, yaitu kemiskinan, diskriminasi kelas, pengaruh sosialisasi kelas sosial, diskriminasi rasial dan agama, serta perbedaan jenis kelamin.

Saluran Mobilitas Sosial

Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial

10 of 10

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Dampak Positif dan Negatis Mobilitas Sosial

Dampak positif mobilitas sosial, yaitu mau berusaha untuk maju dan mempercepat perubahan sosial.

Dampak negatif mobilitas sosial, yaitu menimbulkan kecemasan dan ketegangan; merenggangnya hubungan; menimbulkan pertentangan atau konflik antarpribadi, antarkelas, antarkelompok, dan antargenerasi.