FOTOGRAFI�
Bagian Protokol dan
Komunikasi Pimpinan
DALAM�
ETIKA�
SELAYANG�PANDANG
DOKPIM ?
Tim Dokumentasi Pimpinan – Berperan penting terhadap citra pimpinan (Bupati, Wakil, Sekda) yang menjadi subjek
FOTOGRAFI DOKUMENTASI ?
Pembuatan Gambar yang Akurat untuk menyediakan rekaman peristiwa bersejarah – Sebagai sarana Komunikasi Pimpinan bagi DOKPIM melalui publikasi ke khalayak
MAKA, ETIKA FOTOGRAFER MENJADI SANGAT PENTING DALAM MENYANGKUT MARTABAT SESEORANG
MEMINTA IJIN SAAT AKAN MEMOTRET ORANG LAIN
PATUHI PERATURAN PENGAMBILAN GAMBAR
PERHATIKAN AREA SAAT AKAN MENGGUNAKAN LAMPU FLASH
HORMATI DAN JAGA OBJECT/MODEL YANG KAMU POTRET
BATASAN �DALAM MEMOTRET
03
01
02
04
Di beberapa tempat sering tertera keterangan “dilarang memotret”. Biasanya tulisan tersebut ada pada area publik seperti SPBU, Mall, dan lain-lain. Larangan memotret yang diberlakukan biasanya berkaitan dengan kenyamanan orang lain, kemanan atau bahkan hak cipta. Alangkah lebih baik berkomunikasi terlebih dahulu untuk apa kepentingannya.
Orang yang merasa tidak nyaman akan sambaran flash bisa saja menegur kalian jika hal itu cukup mengganggu, termasuk di acara konser dan tempat-tempat ibadah atau kegiatan sakral yang butuh kekhidmatan prosesi.
Hal ini khususnya pada foto model wanita, kamu harus bersikap sopan terhadapnya dan jangan terkesan memerintah, memintalah dengan sopan. Selain itu, dalam segi keprotokolan harus selalu menjaga atau menampilkan wibawa dari subjek VVIP yang difasilitasi
Terangkan pada mereka untuk apa kamu memotret, apakah untuk dokumentasi pribadi, jurnalistik atau untuk tujuan komersil. Hal ini juga berlaku apabila Anda sedang berburu foto dijalanan atau populer disebut Street Photography. Ada kalanya kita sebagai fotografer sebelum melakukan pemotretan terhadap subjek manusia perlu melakukan pendekatan, perkenalan dan datang tidak sebagai fotografer tapi sebagai teman kepada penyelenggara kegiatan atau aktivitas perorangan sebagaimana dimaksud.
HATI-HATI DENGAN EKSPLOITASI
MEMOTRET ‘DISTURBING PICTURE’
BERHENTI MEMOTRET JIKA MENGGANGGU
07
05
06
Jaman sekarang semua ingin eksis di sosmed? Salah satu cara yang paling sering dipilih adalah rajin update dengan kejadian – kejadian yang ada, bahkan ikut berperan pula sebagai salah satu penyebar informasi terbaru. Dan bermunculanlah “wartawan dadakan” atau biasa disebut citizen journalism (jurnalisme warga). Contoh kasusnya seperti kejadian laka, kekerasan dan sebagainya yang tidak lazim untuk ditayangkan atau jika ingin dipublikasikan harus dengan metode blur pada subjek. Contoh lain adalah kebocoran Objek, fotografer
Hal ini berlaku setiap saat dan dimanapun anda berada. Sebagai contoh kasus perayaan Hari-hari besar yang sakral, Ibadah, atau menggganggu privacy area subjek VVIP Ketika sedang menyantap jamuan atau aktivitas personal lainnya. Jika kamu sudah mendapat teguran karena mengganggu, seharusnya kamu lekas menghentikan aktivitas memotret. Atau akan lebih baik jika kamu sadar diri bahwa aktivitas memotret kamu menganggu. Tidak semua orang biasa difoto, bahkan lebih banyak orang yang merasa canggung bila difoto.
Di beberapa negara maju ada larangan untuk memotret anak-anak yang sedang bermain di area publik, hal ini dikhawatirkan akan menjadi eksploitasi. Mungkin di Indonesia masih tergolong bebas, namun bukan berarti Anda sesuka hati memotret anak-anak, apalagi yang belum dikenal. Selain itu beberapa orang juga menganggap bahwa memotret gelandangan di jalan merupakan sebuah eksploitasi.
BAGAIMANA PERSEPSI TENTANG FOTO INI???
PERBANDINGAN
MANA YANG LEBIH BAIK UNTUK PUBLIKASI?
Dalam menjaga etika terhadap subjek, gambar atas lebih baik untuk publikasi karena secara substansi foto bercerita tentang moment Wakil Bupati Wonosobo sedang mengikuti challenge melinting dalam sebuah acara.
PERHATIKAN
APA YANG SALAH DARI GAMBAR INI?
FOTOGRAFER�TIDAK�PADA TEMPATNYA�
Fotografer menjadi pengganggu jalannya acara, mengambil gambar yang mengganggu estetika fotografer lain.