Analisa Data Kuantitatif
Juni 2021
Modul ini berisi materi tentang
metode dan teknik serta instrument
pendukung untuk melaksanakan
Penelitian.
Mahasiswa memahami metode
penelitian, instrumen dan teknik
yang tepat untuk suatu jenis penelitian dengan analisa data kuantitatif.
Bagian 1
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
2
Pengumpulan Data
Data merupakan kumpulan dari nilai ‐ nilai yang mencerminkan karakteristik dari individu ‐ individu dari suatu populasi. Data biasa berupa angka, huruf, suara maupun gambar. Dari data ini diharapkan akan diperoleh informasi sebesar‐ besarnya tentang populasi. Dengan demikian, diperlukan pengetahuan dan penguasaan metode analisis sebagai upaya untuk mengeluarkan informasi yang terkandung dalam data yang dimiliki.
Data penelitian dikumpulkan sesuai dengan rancangan atau desain penelitian yang telah ditentukan. Data tersebut diperoleh melalui pengamatan, percobaan maupun pengukuran gejala yang diteliti. Data ‐ data yang dikumpulkan merupakan pernyataan fakta mengenai obyek yang diteliti. Pada dasarnya, data dapat di kelompokkan pada berbagai macam jenis dan bagian.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
3
Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diambil langsung dari obyek penelitian atau merupakan data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk file. Data primer tersebut harus dicari melalui nara sumber atau respondenya itu orang yang kita jadikan obyek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi maupun data. Pencarian data primer bisa dilakukan dengan cara wawancara atau interview langsung dengan responden, melalaui telepon, email dan sebagainya. Dalam mengumpulkan data primer, biasanya peneliti menggunakan instrumen penelitian yang disebut dengan kuesioner.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang tidak didapatkan secara langsung dari objek penelitian, melainkan data yang berasal dari sumber yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Data sekunder bisa diperoleh dengan cepat dan mudah karena data ini biasanya sudah tersedia dan kita tinggal mengambil dan mengumpulkan saja. Data sekunder dapat kita kumpulkan dari perpustakaan, perusahaan‐ perusahaan, organisasi‐organisasi perdagangan, biro pusat statistik, dan kantor‐ kantor pemerintahan seperti data dari Badan Pusat Statistik (BPS), data hasil riset, data dari perusahaan dan lain sebagainya.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
4
Jenis Data Berdasarkan Sumber Data
1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dan sebagainya.
2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada diluar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
5
Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka‐angka. Misalnya adalah jumlah pembeli pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, tinggi badan mahasiswa MTI, dan lain‐lain.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata‐kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap bencana alam yang terjadi di Indonesia dan lain‐lain.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
6
Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1. Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contoh nilai mata uang rupiah dari waktu ke waktu dan lain sebagainya.
2. Data Kontinyu
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilaiyang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira‐kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
7
Jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
1. Data Cross‐Section
Data cross‐section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 Desember 2006, data pelanggan PT.PLN bulan April 2006, dan lain sebagainya.
2. Data Time Series (Berkala)
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktuke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data Perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika dari tahun 2005 sampai 2006.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
8
Metode Observasi
Metode observasi merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengumpulkan data. Metode observasi ini biasanya digunakan untuk mengetahui perilaku masyarakat secara detail. Ada beberapa keunggulan observasi jika dilakukan untuk mengumpulkan data dalam penelitian, antara lain adalah sebagai berikut:
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
9
Kelemahan Metode Observasi
Sementara itu observasi juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain adalah adalah sebagai berikut:
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
10
Tabulasi Data
Data yang dikumpulkan selanjutnya diklasifikasikan dan diorganisasikan secara sistematis serta diolah secara logis menurut rancangan penelitian yang telah ditetapkan. Pengolahan data diarahkan untuk memberi argumentasi atau penjelasan mengenai tesis Yang diajukan dalam penelitian, berdasarkan data atau fakta yang diperoleh. Apabila ada hipotesis, pengolahan data diarahkan untuk membenarkan atau menolak hipotesis. Dari data yang sudah terolah kadang kala dapat dibentuk hipotesis baru. Apabilaini terjadi maka siklus penelitian dapat dimulai lagi untuk membuktikan hipotesis baru.
Data biasa di dapatkan dengan cara survey langsung dilapangan, observasi dan lain sebagainya. Setelah kita mendapatkan data yang telah di kumpulkan dengan metode yang kita pilih, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara kita mengolah data yang ada agar menampilkan hasil yang ingin kita ungkapkan. Data tersebut bisa ditampilkan dalam bentuk tabel maupun grafik untuk memudahkan kita dalam memahaminya.
Ada dua cara yang biasa digunakan oleh seseorang untuk menyajikan hasil dari sebuah studi kuantitatif. Cara yang pertama adalah membeberkan angka-angka dalam sebuah tabel atau daftar, dan cara yang kedua adalah menyajikan grafik. Sebagian besar orang lebih menyukai tampilan grafik dengan alasan bermacam-macam. Di samping lebih menarik dari segi warna dan bentuknya, dalam banyak hal penggunaan grafik juga lebih informatif.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
11
Penyajian data selain dapat disajikan dalam bentuk tabel, juga dapat disajikan dalam bentuk gambar atau grafik. Penyajian data dalam bentuk tabel bisa disajikan dalam beberapa arah antara lain, tabel satu arah (one way table) yaitu tabel yang hanya memuat satu keterangan saja, tabel dua arah (two way table) ialah tabel yang menunjukkan hubungan diantara dua hal yang berbeda dan tabel tiga arah (three way table) ialah tabel yang yang menunjukkan pada tiga hal yang berbeda.
Penyajian data dalam bentuk gambar dapat memudahkan dalam pengambilan kesimpulan dengan cepat. Ada beberapa macam grafik antara lain grafik garis (line Chart), grafik batang (bar chart), grafik lingkaran (pie chart), grafik gambar (pictogram) dan lain sebagainya.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
12
Gambar 1. Alur Analisis Data
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
13
Grafik Histogram
Grafik distribusi frekuensi untuk setiap kelas yang dinyatakan dalam segi empat atau berbentuk balok (bar), sehingga histogram disebut juga dengan bar diagram. Sumbu X menggambarkan variabel independent berupa skor nilai, sedangkan sumbu Y menggambarkan variable dependent berupa distribusi frekuensi.
Gambar 2. Contoh Histogram Frekuensi Untuk Nilai Ujian Statistik
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
14
Grafik Polygons
Frekuensi polygon dilakukan dengan cara menghubungkan titik-titik tengah tiap kelas interval yang sesuai dengan frekuensinya. Sumbu X merupakan data frekuensi (diambil dari interval-kelas, yang diwakili nilai tengah), sedangkan sumbu Y merupakan frekuensi polygon. Grafik polygon dimulai dari nilai frekuensi = 0 pada suatu interval yang lebih kecil dari titik tengah kelas terkecil pada sumbu horizontal (sumbu x), kemudian dengan menghubungkan titik-titik tengah tiap-tiap kelas sesuai dengan frekuensinya dengan sebuah garis dan berakhir pada nilai frekuensi = 0 pada suatu interval lebih besar dari titik tengah kelas terbesar pada sumbu X.
Gambar 3. Contoh Grafik Polygosn Frekuensi Untuk Nilai Ujian Statistik
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
15
Grafik Batang dan Ogive
Grafik Batang digunakan Untuk mengukur tendensi pusat, dapat digunakan mean, median, maupun mode yang berfungsi untuk menunjukkan posisi pusat dari nilai distribusi frekuensi serta dapat mewakili seluruh nilai observasi.
Ogive, merupakan grafik distribusi frekuensi kumulatif.
Gambar 4. Contoh Grafik Batang Frekuensi Untuk Nilai Ujian Statistik
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
16
Mean
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
17
Median
Median adalah suatu nilai yang membagi distribusi frekuensi menjadi dua bagian yang sama. Median juga dapat dikatakan sebagai titik tengah dari sebuah distribusi frekuensi.
Pada Gambar 2.2. terlihat bahwa jika distribusi persis sama atau normal (exactly symmetric), ini berarti mean, median dan mode-nya sama. Begitu pula sebaliknya, jika distribusi condong (skewed) ini berarti ketiga alat ukur yaitu mean, median dan mode-nya berbeda.
Contoh: Data dari sebuah kelas: 2, 8, 3, 4, 1, 8
Data diurutkan menjadi: 1, 2, 3, 4, 8, 8 nilai tengahnya yaitu antara 3 dan 4, jadi median-nya adalah;
Median = (3+4)/2 = 3.5
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
18
Modus (mode)
Modus adalah suatu nilai yang terjadi pada frekuensi yang terbesar. Menurut Jogiyanto (1990) suatu distribusi yang mempunyai suatu nilai modus disebut unimodal, sedangkan yang mempunyai dua modus disebut bimodal sedangkan yang mempunyai modus lebih dari dua disebut multimodal.
Contoh: Data : 5 15 15 15 1 5 15 18 25
Mempunyai nilai sebuah modus yaitu 15 disebut unimodal
Data : 5 15 15 25 25 30 40
Mempunyai nilai modus 15 dan 25 disebut bimodal.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
19
Distribusi frekuensi berdasarkan nilai tengah
Gambar 5. Distribusi Frekuesi Berdasarkan Nilai Titik Tengah
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
20
Letak median dalam kurva distribusi frekuensi berbeda-beda seperti tampak pada gambar 6. Pada dasarnya, bentuk distribusi frekuensi dapat digolongkan ke dalam 2 bentuk yaitu :
Distribusi kecondongan (skewness) merupakan hasil dari pengukuran data untuk menentukan posisi relative dari mean, median dan mode. Bila bentuknya distribusi normal (symmetrical) maka posisi mean = median = mode; bila distribusi condong ke kanan (distribution skewed right) maka median berada diantara mode dan mean,dan mode lebih kecil dari mean; bila distribusi condong ke kiri (distribution skewed left) maka median berada diantara mode dan mean, dan mode lebih besar daripada mean. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar 6.
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
21
Berbagai macam Bentuk Distribusi Frekuensi
Gambar 7. Berbagai macam Bentuk Distribusi Frekuensi
Metodologi Penelitian - Penelitian Kuantitatif
22
Prosedur Penggunaan Tabel dan Grafik
Berikut ini merupakan bagan data kualitatif dan data kuantitatif yang dapat digunakan dalam pembuatan tabel dan grafik.
Gambar 8. Prosedur Penggunaan Tabel & Grafik