1 of 52

Implementasi Pembelajaran Mendalam

untuk Pendidikan Bermutu

Yuli Rahmawati

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Australia

2 of 52

PENDAHULUAN

3 of 52

Latar Belakang

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 4

Perubahan masa depan sulit diprediksi

Permasalahan mutu pendidikan: literasi, numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan ketimpangan pendidikan

Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045

Kompetensi masa depan

4 of 52

Peluang dan Tantangan

CLIMATE CHANGE PERFORMANCE INDEX

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

NANOTEKNOLOGI

THE GLOBAL SUsTAINABLE COMPETITIVENEss (INDONESIA 74 KE 135)

PISA 2022 (HOTS DAN LOTS)

5 of 52

KOMPETENSI MASA DEPAN

Sumber: World Economic Forum,2020

6 of 52

Kondisi Pendidikan Indonesia

7 of 52

Kondisi Pendidikan Indonesia

8 of 52

Kondisi Pendidikan Indonesia

9 of 52

Kondisi Pendidikan Indonesia

10 of 52

11 of 52

Tantangan Indonesia 2045

12 of 52

Kompetensi Masa Depan

Learning compass 2030

@))OECD

0EC5:TRA8SF0RMATI¥EC0MPETE8SIES 2030

  1. W Analytical thinking
  2. W Oreatiye thinking
  3. W Al and big data
  4. Leadership and social infuence

S. W Resilience, IlexibJlty and agility

6. W Curiosity and lifelong learning

  1. W Oesign and user experience
  2. W Motivation and self-awareness
  3. . EiT›pathy and aCtwe listerking
  4. Talenl management
  5. Service orientalion and cuslorner se+yice
  6. W Environmenlai stewardship

14. Resource management and ooerations IS. Marketing and media

16. Quality control

  1. W Network and cyberse¢urity
  2. W Oependability and attention la detail
  3. W Syslems thinking

Raming difleence

Reskilling focus, 2023-2027

+5

+9

*1

*1

+10

21, Teaching and neNoring

•2

33. W Manual dexterity, endurance and precision

+1

  1. W Reading, writing and matfiematics
  2. W Sensory-processing abil"ities

Engagemenl skills

- Ethics

t ski s

¥ Sell e4icacy

m Technology skills

Working wilh olhe‹s

•9

”t

Average composition

¥I0RIJIEC080MICF0RIJM: C0MPEfE8CIES2023-2027

13 of 52

Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Indonesia Masih Rendah

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 5

Hasil Pisa 2022:

> 99%

Murid Indonesia hanya bisa menjawab soal Level 1-3,

lower order thinking skills (LOTS)

< 1%

Yang bisa menjawab soal Level 4-6,

higher order thinking skills (HOTS)

Membaca

74,5%

19,3%

5,4%

0,8%

Matematika

81,7%

14,1% 3,

8% 0,4%

Sains

65,8%

26,3%

7,0%

0,9%

0%

25%

50%

75%

100%

Level 1

Level 2

Level 3

Level 4-6

Sumber: Diolah dari hasil PISA 2022

14 of 52

Mengapa Perlu Pembelajaran Mendalam?

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 6

Melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik praktik pedagogi

Keterlibatan

Guru membangun keterlibatan peserta didik sebagai subjek belajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna

Berkesadaran

Guru lebih dapat membangun kesadaran peserta didik untuk menjadi pembelajar yang aktif termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.

Memuliakan

Guru dan peserta didik lebih saling menghargai dan menghormati potensi, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan

Pengembang Budaya Belajar

Guru lebih dapat mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar

Pemanfaatan Teknologi Digital

Guru dan peserta didik lebih dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan efisiensi dan efektivitas pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran

Multi/Interdisiplin Ilmu Pengetahuan

Guru dan peserta didik lebih dapat menerapkan multi/interdisiplin ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran

15 of 52

Pembelajaran Mendalam dan Pendidikan Bermutu

Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan

Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi

Assessment as, for, of learning

Keterampilan Abad ke-21

Transferable Knowledge and Skills

Lintas Disiplin Ilmu

16 of 52

PEMBELAJARAN MENDALAM

17 of 52

Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 8

1/4

Definisi

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

18 of 52

Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 9

2/4

Memuliakan

Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan

mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan

Pembelajaran Mendalam

Berkesadaran

Bermakna Menggembirakan

Olah Pikir

Olah Hati

Olah Rasa Olah Raga

Mewujudkan

Profil Lulusan (8 Dimensi)

19 of 52

Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 10

3/4

Berkesadaran

Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.

Bermakna

Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata.

Menggembirakan

Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Peserta didik merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran. Peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.

20 of 52

Pembelajaran Mendalam

Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan kepada YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan dan komunikasi

Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan

Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi

Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital

Dimensi Profil Lulusan

Prinsip Pembelajaran

Pengalaman Belajar

Kerangka Pembelajaran

Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design

© copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 13

21 of 52

Pengalaman Belajar

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 17

1/2

Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM

  • Pengetahuan Esensial
  • PengePengetatahuahuann NApali liki adatinf Karakter

Pendalaman Pengetahuan Regulasi Diri

22 of 52

Pengalaman Belajar

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 18

2/2

Memahami

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Mengaplikasi

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.

Merefleksi

Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan

regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara

belajar mereka.

23 of 52

Pengalaman Belajar

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 19

Memahami

Jenis Pengetahuan

  • Pengetahuan Esensial
  • Pengetahuan Aplikatif
  • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Karakteristik

  • Menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya
  • Menstimulasi proses berpikir peserta didik
  • Menghubungkan dengan konteks nyata

dan/atau kehidupan sehari-hari

  • Memberikan kebebasan eksploratif dan kolaboratif
  • Menanamkan nilai-nilai moral dan etika dan nilai positif lainnya
  • Mengaitkan pembelajaran dengan

pembentukan karakter peserta didik

Contoh

  • Mengeksplorasi pengalaman- pengalaman peserta didik terhadap permasalahan sosial di masyarakat sebelum menyampaikan topik permasalahan sosial pada pembelajaran IPS
  • Memberikan data kemiskinan di Indonesia serta meminta peserta didik untuk memahami dan memberikan tanggapan

1

24 of 52

Pengalaman Belajar Memahami

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 20

1

Pengetahuan Esensial

Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks

Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)

Pengetahuan Aplikatif

Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.

Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)

Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang

Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)

25 of 52

Pengalaman Belajar

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 21

Mengaplikasi

2

Pendalaman Pengetahuan

Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.

Karakteristik

  • Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.
  • Menerapkan pengetahuan ke dalam situasi nyata atau bidang lain.
  • Mengembangkan pemahaman dengan eksplorasi lebih lanjut.
  • Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif

berdasarkan pengetahuan yang ada.

Contoh

Topik: Persamaan Linear

  • Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya.
  • Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk.

26 of 52

Pengalaman Belajar

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 22

Merefleksi

3

Regulasi Diri

Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.

Karakteristik

  • Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar
  • Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri)
  • Menerapkan strategi berpikir
  • Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran)
  • Meregulasi emosi dalam pembelajaran

Contoh

  • Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh
  • Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
  • Peserta didik dapat membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka sendiri.
  • Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain.

27 of 52

The SOLO Taxonomy

(Structure of Observed Learning Outcomes)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 23

Competence

  • Fail
  • Incompetence
  • Misses point

Incompetence

Prestructural

  • Identify
  • Name
  • Follow simple procedure

One relevance aspect

Unistructural Multistructural

Sumber: Diadaptasi dari https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy

  • Combine
  • Describe
  • Enumerate
  • Perform serial skills
  • List

Several relevance independence aspects

  • Analyze
  • Apply
  • Argue
  • Compare/contrast
  • Criticize
  • Explain causes
  • Relate
  • Justify

Integrated into structure

Relational

  • Create
  • Formulate
  • Generate
  • Hypothesize
  • Reflect
  • Theorize

Generalized to new domain

Extended Abstract

28 of 52

PM dalam Taksonomi Pembelajaran Ranah Kognitif

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 24

Taksonomi Bloom (Anderson & Krathwohl, 2001)

Taksonomi SOLO (Biggs & Collis, 1982)

Pengalaman Belajar PM

Deskripsi

  • Mencipta
  • Mengevaluasi

Berpikir Abstrak yang Mendalam

Merefleksi

Memperluas dan menerapkan ide

  • Menganalisis
  • Menerapkan

Relasional

Mengaplikasi

Menghubungkan ide-ide

Memahami

Multistruktural

Memahami

Memiliki banyak ide

Mengingat

Unistruktural

Mengingat kembali

-

Prastruktural

-

Belum Memahami

29 of 52

Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 25

Pengalaman Belajar PM

Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis

Merefleksi

Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari perannya terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya.

Mengaplikasi

Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan.

Memahami

Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar proses fotosintesis.

Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat menjelaskan bagaimana atau mengapa fotosintesis terjadi.

30 of 52

Contoh Pengalaman PM pada Ranah Afektif dan Psikomotorik

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 26

Pengalaman Belajar PM

Afektif

Psikomotorik

Merefleksi

Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta

didik menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka.

Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka.

Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung.

Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat.

Mengaplikasi

Memahami

31 of 52

Kerangka Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 27

1/5

1

Praktik Pedagogis

Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

3

Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.

2

Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional.

Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.

4

Pemanfaatan Digital

Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.

32 of 52

Kerangka Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 28

Praktik Pedagogis

2/5

Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:

Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.

Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya

33 of 52

Kerangka Pembelajaran Kemitraan Pembelajaran

3/5

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi/ serta umpan balik kepada peserta didik melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.

Contoh Kemitraan:

Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan peserta didik, dan lainnya

Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga Pendidikan, Media, dan lainnya

Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 31

34 of 52

Kerangka Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 29

Lingkungan Pembelajaran

4/5

1

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM

2

Lingkungan pembelajaran yang mendukung

budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.

optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya

pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.

35 of 52

Kerangka Pembelajaran

Contoh:

Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek), desain bahan ajar visual dan infografis,

pembuatan konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 30

Pemanfaatan Digital

5/5

Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.

Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring, pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.

Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.

36 of 52

Implementasi Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 36

1

Perencanaan

Perencanaan PM melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik peserta didik, materi pelajaran, sumber daya dan mitra

pembelajaran

2

Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, merefleksi

3

Asesmen

Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata

37 of 52

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 37

1

Identifikasi

  1. Mengidentifikasi kesiapan peserta didik
  2. Memahami karakteristik materi pelajaran
  3. Menentukan dimensi profil Lulusan

2

Desain Pembelajaran

  1. Menentukan capaian pembelajaran
  2. Menentukan topik pembelajaran yang kontekstual dan relevan
  3. Mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan topik
  4. Menentukan tujuan pembelajaran
  5. Menentukan kerangka pembelajaran (praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

4

Asesmen

  1. Asesmen pada awal pembelajaran
  2. Asesmen pada proses pembelajaran
  3. Asesmen pada akhir pembelajaran

3

Pengalaman Belajar

  1. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  2. Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah kegiatan awal, inti dan

penutup.

  1. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

38 of 52

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 38

Identifikasi

Peserta Didik (opsional): Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat, latar belakang, dan kebutuhan belajar, serta aspek lainnya

Materi Pelajaran (opsional): Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik, tingkat kesulitan, struktur materi, serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya

Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

Keimanan dan Ketakwaan terhadap Penalaran Kritis Kolaborasi Kesehatan Tuhan YME

Kewargaan Kreativitas Kemandirian Komunikasi

Desain Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (opsional) : Tuliskan capaian pembelajaran sesuai fase

Lintas Disiplin Ilmu (opsional) : Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan

Tujuan Pembelajaran : Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

Topik Pembelajaran (opsional): Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran

Praktik Pedagogis: Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.

Kemitraan Pembelajaran (opsional): Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional.

Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan agar

tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional).

Pemanfaatan Digital (opsional): Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya.

39 of 52

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 39

Pengalaman Belajar

Langkah-Langkah Pembelajaran

AWAL (opsional) (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan dalam tahap ini meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan

INTI (opsional)

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan

Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan kompetensi.

Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi peserta didik:

  1. mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke depan.
  2. mengelola proses belajarnya secara mandiri, dengan meneruskan dan mengembangkan strategi belajar yang berhasil dan memperbaiki yang belum berhasil dengan tetap meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri.

PENUTUP (opsional) (Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)

Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.

Asesmen Pembelajaran

Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat , asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik. Contoh: Penilaian Sejawat, Penilaian Diri, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya.

40 of 52

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 44

1/2

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

2

Merumuskan Masalah

Peserta didik mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan yang akan dijawab dalam proses inkuiri dan guru membimbing peserta didik untuk menyusun hipotesis

atau dugaan awal.

1

Orientasi

Guru memberikan stimulus untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dan mulai mengidentifikasi topik yang akan dieksplorasi (kaitkan dengan pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter).

4

Pengolahan dan Analisis Data

Peserta didik mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan, menggunakan berbagai teknik analisis, seperti diskusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik.

3

Pengumpulan Data

Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi, wawancara, atau literatur dan mencari pola atau hubungan antar konsep (menggunakan sumber lingkungan sekitar).

41 of 52

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 45

1/2

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

6

Komunikasi

Peserta didik menyampaikan hasil temuannya melalui presentasi, laporan tertulis, atau diskusi kelas.

5

Menarik Kesimpulan

Peserta didik menyusun kesimpulan berdasarkan bukti dan hasil analisis, serta menjelaskan temuan dan menghubungkannya dengan konsep atau teori yang relevan (pendalaman pengetahuan).

8

Aplikasi dan Tindak Lanjut

Peserta didik menerapkan hasil pembelajaran dalam konteks nyata atau proyek lanjutan dan mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman konsep.

7

Refleksi

Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran: apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana meningkatkan pemahaman lebih lanjut, serta guru memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik (stimulasi regulasi diri).

42 of 52

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada PAUD

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 52

Peserta didik memahami tanaman obat keluarga (toga) yang ada di sekitarnya dan mengaplikasi

pemahaman melalui proyek membuat jamu tradisional

Pendekatan PM pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memberikan pengalaman belajar yang bermakna, eksploratif, dan berbasis interaksi aktif yang menghargai ide dan imajinasi alami anak. Pendekatan ini memungkinkan anak menjelajahi, mengamati, bertanya, dan menemukan konsep secara alami dengan bermain dan aktivitas yang bermakna

Pengenalan tanaman di lingkungan sekitar dan proyek pertumbuhan tanaman

43 of 52

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SD/MI

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 53

Pendekatan PM dalam SD/MI dapat mengembangkan pemahaman konsep secara peserta didik secara kritis, kreatif, analitis, dan aplikatif serta menyelesaikan permasalahan

44 of 52

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMP/MTs

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 54

Pendekatan PM dalam SMP/MTs dapat membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam, kritis, dan aplikatif. Peserta didik tidak menghafal materi, tetapi menganalisis, mengeksplorasi, serta menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata untuk menyelesaikan permasalahan

45 of 52

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMA/MA

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 55

Pendekatan PM dalam SMA/MA dapat mengembangkan berpikir lebih analitis, reflektif, dan aplikatif dalam berbagai konteks kehidupan dan akademik. SMA merupakan tahap transisi menuju pendidikan tinggi, sehingga pembelajaran tidak hanya sekadar memahami konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, dan sintesis pengetahuan lintas disiplin

46 of 52

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMK/MAK

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 56

Pendekatan PM pada SMK/MAK berorientasi pada keterampilan praktis, penerapan industri, serta kesiapan kerja atau wirausaha, sehingga PM memfasilitasi peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan teknis dan berpikir kritis dalam konteks dunia kerja dan industri

47 of 52

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Khusus

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 57

Pendekatan PM pada pendidikan khusus dapat diterapkan untuk memfasilitasi pemahaman mendalam (memahami, mengaplikasi, dan merefleksi) melalui penerapan sesuai konteks, kondisi, dan kekhususan peserta didik

48 of 52

Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 58

Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:

Asesmen sebagai Pembelajaran

(Assessment as Learning)

Asesmen untuk Pembelajaran

(Assessment for Learning)

Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu peserta didik memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar

Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran dan refleksi diri peserta didik

Asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik pada akhir pembelajaran

Asesmen dalam Pembelajaran

(Assessment of Learning)

Contoh:

Jurnal reflektif, self-assessment, peer assessment, checklist kemajuan belajar, dan lainnya

Contoh:

Peta konsep, umpan balik formatif, observasi, pertanyaan diagnostik, dan lainnya

Contoh:

Tes lisan, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya

49 of 52

PENUTUP

50 of 52

Pembelajaran Mendalam

Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 60

Memuliakan Setiap Individu. Menghargai keunikan, potensi, dan pengalaman belajar peserta didik dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung pertumbuhan.

Transformasi Pembelajaran. Mewujudkan pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik secara optimal.

Pendekatan Holistik. Mengembangkan peserta didik secara utuh melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga agar siap menghadapi tantangan kehidupan.

Kolaborasi Ekosistem Pendidikan. Keberhasilan pembelajaran mendalam memerlukan sinergi antara guru, peserta didik, orang tua, masyarakat, dan mitra pendidikan.

Pendidikan Masa Depan. Memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel, serta menyiapkan generasi unggul yang berkarakter.

51 of 52

Tim Pengembangan Pembelajaran Mendalam (TPPM)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 61

  1. Prof. (Em) Suyanto, M.Ed., Ph.D.

Universitas Negeri Yogyakarta

  1. Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D.

Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

  1. Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc, Ph.D.

Universitas Negeri Jakarta

  1. Prof. (Em) Dr. Ir. Bambang Soehendro, M.Sc.

Universitas Gadjah Mada

  1. Prof. Bambang Suryadi, Ph.D.

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

  1. Gogot Suharwoto, M.Ed., Ph.D.

Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen

  1. Ir. Harris Iskandar Ph.D.

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

  1. Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc.

BAN-PDM

  1. Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas, M.Pd.

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

  1. Prof. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D.

Universitas Islam Internasional Indonesia

  1. Prof. Dr. Waras Kamdi, M.Pd.

Universitas Negeri Malang

  1. Prof. Yuli Rahmawati, M.Sc., Ph.D.

Atdikbud KBRI Canberra/Universitas Negeri Jakarta

  1. Dr. Laksmi Dewi, M.Pd.

Pusat Kurikulum dan Pembelajaran

  1. Dr. Yogi Anggraena, M.Si.

Pusat Kurikulum dan Pembelajaran

  1. Dr. Fathur Rohim

Pusat Kurikulum dan Pembelajaran

  1. Dr. Iip Ichsanudin, M.A.

Pusat Kurikulum dan Pembelajaran

52 of 52

TERIMA KAsIH

Teaching is not only about delivering knowledge, but also about touching your students’ heart, stimulating their thinking, and empowering their action

YULI RAHMAWATI

Hp: 081281976779

Email: yrahmawati@unj.ac.id