Implementasi Pembelajaran Mendalam
untuk Pendidikan Bermutu
Yuli Rahmawati
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Australia
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 4
Perubahan masa depan sulit diprediksi
Permasalahan mutu pendidikan: literasi, numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan ketimpangan pendidikan
Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045
Kompetensi masa depan
Peluang dan Tantangan
CLIMATE CHANGE PERFORMANCE INDEX
TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
NANOTEKNOLOGI
THE GLOBAL SUsTAINABLE COMPETITIVENEss (INDONESIA 74 KE 135)
PISA 2022 (HOTS DAN LOTS)
KOMPETENSI MASA DEPAN
Sumber: World Economic Forum,2020
Kondisi Pendidikan Indonesia
Kondisi Pendidikan Indonesia
Kondisi Pendidikan Indonesia
Kondisi Pendidikan Indonesia
Tantangan Indonesia 2045
Kompetensi Masa Depan
Learning compass 2030
@))OECD
0EC5:TRA8SF0RMATI¥EC0MPETE8SIES 2030
S. W Resilience, IlexibJlty and agility
6. W Curiosity and lifelong learning
14. Resource management and ooerations IS. Marketing and media
16. Quality control
Raming difleence
Reskilling focus, 2023-2027
+5
+9
*1
*1
+10
+ê
21, Teaching and neNoring
•2
33. W Manual dexterity, endurance and precision
+1
Engagemenl skills
- Ethics
t ski s
¥ Sell e4icacy
m Technology skills
Working wilh olhe‹s
•9
”t
Average composition
¥I0RIJIEC080MICF0RIJM: C0MPEfE8CIES2023-2027
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Indonesia Masih Rendah
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 5
Hasil Pisa 2022:
> 99%
Murid Indonesia hanya bisa menjawab soal Level 1-3,
lower order thinking skills (LOTS)
< 1%
Yang bisa menjawab soal Level 4-6,
higher order thinking skills (HOTS)
Membaca
74,5%
19,3%
5,4%
0,8%
Matematika
81,7%
14,1% 3,
8% 0,4%
Sains
65,8%
26,3%
7,0%
0,9%
0%
25%
50%
75%
100%
Level 1
Level 2
Level 3
Level 4-6
Sumber: Diolah dari hasil PISA 2022
Mengapa Perlu Pembelajaran Mendalam?
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 6
Melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik praktik pedagogi
Keterlibatan
Guru membangun keterlibatan peserta didik sebagai subjek belajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna
Berkesadaran
Guru lebih dapat membangun kesadaran peserta didik untuk menjadi pembelajar yang aktif termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
Memuliakan
Guru dan peserta didik lebih saling menghargai dan menghormati potensi, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan
Pengembang Budaya Belajar
Guru lebih dapat mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar
Pemanfaatan Teknologi Digital
Guru dan peserta didik lebih dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan efisiensi dan efektivitas pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran
Multi/Interdisiplin Ilmu Pengetahuan
Guru dan peserta didik lebih dapat menerapkan multi/interdisiplin ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran
Pembelajaran Mendalam dan Pendidikan Bermutu
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi
Assessment as, for, of learning
Keterampilan Abad ke-21
Transferable Knowledge and Skills
Lintas Disiplin Ilmu
PEMBELAJARAN MENDALAM
Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 8
1/4
Definisi
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 9
2/4
Memuliakan
Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan
mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan
Pembelajaran Mendalam
Berkesadaran
Bermakna Menggembirakan
Olah Pikir
Olah Hati
Olah Rasa Olah Raga
Mewujudkan
Profil Lulusan (8 Dimensi)
Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 10
3/4
Berkesadaran
Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
Bermakna
Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata.
Menggembirakan
Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Peserta didik merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran. Peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Pembelajaran Mendalam
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan kepada YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan dan komunikasi
Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan
Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi
Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital
Dimensi Profil Lulusan
Prinsip Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Kerangka Pembelajaran
Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design
© copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 13
Pengalaman Belajar
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 17
1/2
Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM
Pendalaman Pengetahuan Regulasi Diri
Pengalaman Belajar
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 18
2/2
Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.
Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan
regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara
belajar mereka.
Pengalaman Belajar
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 19
Memahami
Jenis Pengetahuan
Karakteristik
dan/atau kehidupan sehari-hari
pembentukan karakter peserta didik
Contoh
1
Pengalaman Belajar Memahami
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 20
1
Pengetahuan Esensial
Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks
Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)
Pengetahuan Aplikatif
Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)
Pengetahuan Nilai dan Karakter
Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)
Pengalaman Belajar
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 21
Mengaplikasi
2
Pendalaman Pengetahuan
Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.
Karakteristik
berdasarkan pengetahuan yang ada.
Contoh
Topik: Persamaan Linear
Pengalaman Belajar
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 22
Merefleksi
3
Regulasi Diri
Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.
Karakteristik
Contoh
The SOLO Taxonomy
(Structure of Observed Learning Outcomes)
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 23
Competence
Incompetence
Prestructural
One relevance aspect
Unistructural Multistructural
Sumber: Diadaptasi dari https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy
Several relevance independence aspects
Integrated into structure
Relational
Generalized to new domain
Extended Abstract
PM dalam Taksonomi Pembelajaran Ranah Kognitif
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 24
Taksonomi Bloom (Anderson & Krathwohl, 2001) | Taksonomi SOLO (Biggs & Collis, 1982) | Pengalaman Belajar PM | Deskripsi |
| Berpikir Abstrak yang Mendalam | Merefleksi | Memperluas dan menerapkan ide |
| Relasional | Mengaplikasi | Menghubungkan ide-ide |
Memahami | Multistruktural | Memahami | Memiliki banyak ide |
Mengingat | Unistruktural | Mengingat kembali | |
- | Prastruktural | - | Belum Memahami |
Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 25
Pengalaman Belajar PM | Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis |
Merefleksi | Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari perannya terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya. |
Mengaplikasi | Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan. |
Memahami | Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar proses fotosintesis. |
Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat menjelaskan bagaimana atau mengapa fotosintesis terjadi. |
Contoh Pengalaman PM pada Ranah Afektif dan Psikomotorik
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 26
Pengalaman Belajar PM | Afektif | Psikomotorik |
Merefleksi | Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta didik menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka. Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka. | Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung. Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat. |
Mengaplikasi | ||
Memahami |
Kerangka Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 27
1/5
1
Praktik Pedagogis
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
3
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.
2
Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional.
Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
4
Pemanfaatan Digital
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Kerangka Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 28
Praktik Pedagogis
2/5
Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:
Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.
Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya
Kerangka Pembelajaran Kemitraan Pembelajaran
3/5
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi/ serta umpan balik kepada peserta didik melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.
Contoh Kemitraan:
Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan peserta didik, dan lainnya
Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga Pendidikan, Media, dan lainnya
Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 31
Kerangka Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 29
Lingkungan Pembelajaran
4/5
1
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM
2
Lingkungan pembelajaran yang mendukung
budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.
optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya
pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.
Kerangka Pembelajaran
Contoh:
Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek), desain bahan ajar visual dan infografis,
pembuatan konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 30
Pemanfaatan Digital
5/5
Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.
Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring, pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.
Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.
Implementasi Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 36
1
Perencanaan
Perencanaan PM melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik peserta didik, materi pelajaran, sumber daya dan mitra
pembelajaran
2
Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, merefleksi
3
Asesmen
Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 37
1
Identifikasi
2
Desain Pembelajaran
4
Asesmen
3
Pengalaman Belajar
penutup.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 38
Identifikasi | Peserta Didik (opsional): Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat, latar belakang, dan kebutuhan belajar, serta aspek lainnya | |
Materi Pelajaran (opsional): Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik, tingkat kesulitan, struktur materi, serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya | ||
Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran Keimanan dan Ketakwaan terhadap Penalaran Kritis Kolaborasi Kesehatan Tuhan YME Kewargaan Kreativitas Kemandirian Komunikasi | ||
Desain Pembelajaran | Capaian Pembelajaran (opsional) : Tuliskan capaian pembelajaran sesuai fase | |
Lintas Disiplin Ilmu (opsional) : Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan | ||
Tujuan Pembelajaran : Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan. | ||
Topik Pembelajaran (opsional): Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran | ||
Praktik Pedagogis: Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya. | ||
Kemitraan Pembelajaran (opsional): Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional. | ||
| Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional). | |
Pemanfaatan Digital (opsional): Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya. | ||
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 39
Pengalaman Belajar | Langkah-Langkah Pembelajaran |
AWAL (opsional) (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan) | |
Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan dalam tahap ini meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan | |
INTI (opsional) | |
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan | |
Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan) Tuliskan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. | |
Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan) Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan kompetensi. | |
Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan) Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi peserta didik:
| |
PENUTUP (opsional) (Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan) | |
Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya. |
Asesmen Pembelajaran
Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat , asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik. Contoh: Penilaian Sejawat, Penilaian Diri, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya.
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 44
1/2
Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
2
Merumuskan Masalah
Peserta didik mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan yang akan dijawab dalam proses inkuiri dan guru membimbing peserta didik untuk menyusun hipotesis
atau dugaan awal.
1
Orientasi
Guru memberikan stimulus untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dan mulai mengidentifikasi topik yang akan dieksplorasi (kaitkan dengan pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter).
4
Pengolahan dan Analisis Data
Peserta didik mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan, menggunakan berbagai teknik analisis, seperti diskusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik.
3
Pengumpulan Data
Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi, wawancara, atau literatur dan mencari pola atau hubungan antar konsep (menggunakan sumber lingkungan sekitar).
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 45
1/2
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)
6
Komunikasi
Peserta didik menyampaikan hasil temuannya melalui presentasi, laporan tertulis, atau diskusi kelas.
5
Menarik Kesimpulan
Peserta didik menyusun kesimpulan berdasarkan bukti dan hasil analisis, serta menjelaskan temuan dan menghubungkannya dengan konsep atau teori yang relevan (pendalaman pengetahuan).
8
Aplikasi dan Tindak Lanjut
Peserta didik menerapkan hasil pembelajaran dalam konteks nyata atau proyek lanjutan dan mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman konsep.
7
Refleksi
Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran: apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana meningkatkan pemahaman lebih lanjut, serta guru memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik (stimulasi regulasi diri).
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada PAUD
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 52
Peserta didik memahami tanaman obat keluarga (toga) yang ada di sekitarnya dan mengaplikasi
pemahaman melalui proyek membuat jamu tradisional
Pendekatan PM pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memberikan pengalaman belajar yang bermakna, eksploratif, dan berbasis interaksi aktif yang menghargai ide dan imajinasi alami anak. Pendekatan ini memungkinkan anak menjelajahi, mengamati, bertanya, dan menemukan konsep secara alami dengan bermain dan aktivitas yang bermakna
Pengenalan tanaman di lingkungan sekitar dan proyek pertumbuhan tanaman
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SD/MI
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 53
Pendekatan PM dalam SD/MI dapat mengembangkan pemahaman konsep secara peserta didik secara kritis, kreatif, analitis, dan aplikatif serta menyelesaikan permasalahan
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMP/MTs
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 54
Pendekatan PM dalam SMP/MTs dapat membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam, kritis, dan aplikatif. Peserta didik tidak menghafal materi, tetapi menganalisis, mengeksplorasi, serta menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata untuk menyelesaikan permasalahan
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMA/MA
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 55
Pendekatan PM dalam SMA/MA dapat mengembangkan berpikir lebih analitis, reflektif, dan aplikatif dalam berbagai konteks kehidupan dan akademik. SMA merupakan tahap transisi menuju pendidikan tinggi, sehingga pembelajaran tidak hanya sekadar memahami konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, dan sintesis pengetahuan lintas disiplin
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMK/MAK
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 56
Pendekatan PM pada SMK/MAK berorientasi pada keterampilan praktis, penerapan industri, serta kesiapan kerja atau wirausaha, sehingga PM memfasilitasi peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan teknis dan berpikir kritis dalam konteks dunia kerja dan industri
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Khusus
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 57
Pendekatan PM pada pendidikan khusus dapat diterapkan untuk memfasilitasi pemahaman mendalam (memahami, mengaplikasi, dan merefleksi) melalui penerapan sesuai konteks, kondisi, dan kekhususan peserta didik
Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 58
Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:
Asesmen sebagai Pembelajaran
(Assessment as Learning)
Asesmen untuk Pembelajaran
(Assessment for Learning)
Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu peserta didik memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar
Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran dan refleksi diri peserta didik
Asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik pada akhir pembelajaran
Asesmen dalam Pembelajaran
(Assessment of Learning)
Contoh:
Jurnal reflektif, self-assessment, peer assessment, checklist kemajuan belajar, dan lainnya
Contoh:
Peta konsep, umpan balik formatif, observasi, pertanyaan diagnostik, dan lainnya
Contoh:
Tes lisan, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya
PENUTUP
Pembelajaran Mendalam
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 60
Memuliakan Setiap Individu. Menghargai keunikan, potensi, dan pengalaman belajar peserta didik dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung pertumbuhan.
Transformasi Pembelajaran. Mewujudkan pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik secara optimal.
Pendekatan Holistik. Mengembangkan peserta didik secara utuh melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga agar siap menghadapi tantangan kehidupan.
Kolaborasi Ekosistem Pendidikan. Keberhasilan pembelajaran mendalam memerlukan sinergi antara guru, peserta didik, orang tua, masyarakat, dan mitra pendidikan.
Pendidikan Masa Depan. Memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel, serta menyiapkan generasi unggul yang berkarakter.
Tim Pengembangan Pembelajaran Mendalam (TPPM)
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 61
Universitas Negeri Yogyakarta
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Universitas Negeri Jakarta
Universitas Gadjah Mada
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini
BAN-PDM
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Universitas Islam Internasional Indonesia
Universitas Negeri Malang
Atdikbud KBRI Canberra/Universitas Negeri Jakarta
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran
TERIMA KAsIH
Teaching is not only about delivering knowledge, but also about touching your students’ heart, stimulating their thinking, and empowering their action
YULI RAHMAWATI
Hp: 081281976779
Email: yrahmawati@unj.ac.id