1 of 45

OPERASIONALISASI APLIKASI SKDR

WHO Indonesia�Pelatihan Penggunaan Aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)

Bagi Petugas Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota

Yogyakarta, 11-13 Januari 2022

2 of 45

dr. Endang Widuri Wulandari, M.Epid

WHO Health Emergency Programme (WHE)

08118712670

wulandarie@who.int

3 of 45

3

Hasil

Pembelajaran

(TPU)

Peserta mampu mengoperasionalisasi aplikasi SKDR

4 of 45

4

Indikator Hasil

Belajar

(TPK)

Peserta mampu:

  1. Menjelaskan definisi operasional dan kode dari 23 kasus penyakit dalam aplikasi SKDR.

  • Operasionalisasi aplikasi SKDR

5 of 45

POKOK BAHASAN

Definisi operasional dan kode 23 kasus penyakit dalam aplikasi SKDR

1

6 of 45

Definisi operasional dan kode 23 kasus penyakit dalam aplikasi SKDR

Kode SMS

Penyakit

Definisi

A

Diare akut

BAB yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (pada umumnya 3 kali atau lebih per hari dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 7 hari)

B

Malaria

Penderita yang di dalam tubuhnya ditemukan plasmodium atau parasit malaria yang dibuktikan dengan pemeriksaan Mikroskopis positif dan atau RDT (Rapid Diagnostic Test) positif

C

Tersangka Dengue

Demam tinggi (≥39oC) mendadak tanpa sebab yang jelas 2-7 hari, mual, muntah, sakit kepala, nyeri dibelakang bola mata (nyeri retro orbital), nyeri sendi, dan adanya manisfestasi pendarahaan sekurang-kurangnya uji tourniquet (rumple leed) positif.

D

Pneumonia

Pada usia <5 thn ditandai dengan batuk DAN/ATAU tanda kesulitan bernapas (adanya nafas cepat < 14hr, kadang disertai tarikan dinding dada bagian bawah kedalam (TDDK) atau gambaran radiologi foto torak menunjukan infiltrat paru akut), frekuensi nafas berdasarkan usia penderita:

• <2 bulan: RR> 60/menit

• 2-12 bulan: RR> 50/menit

• 1-5 tahun: RR> 40/menit

Pada usia >5thn ditandai dengan demam ≥ 38°C, batuk DAN/ATAU kesulitan bernafas, dan nyeri dada saat menarik nafas

7 of 45

Definisi operasional dan kode 23 kasus penyakit dalam aplikasi SKDR

Kode SMS

Penyakit

Definisi

E

Diare Berdarah/ Disentri

Diare dengan darah dan lendir dalam tinja dapat disertai dengan adanya tenesmus. Disentri berat adalah disentri yang disertai dengan komplikasi.

F

Tersangka Demam Tifoid

Penyakit yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi, dengan gejala demam naik turun, gangguan pencernaan, dan kadang disertai gangguan kesadaran.

G

Sindrom Jaundice Akut

Kumpulan gejala yang terdiri dari kulit dan sklera berwarna kuning dan urine berwarna gelap yang timbul secara mendadak

H

Tersangka Chikungunya

Demam mendadak <38,5o C dan nyeri sendi yang hebat (severe artralgia) dan atau dapat disertai adanya ruam (rush).

J

Tersangka Flu Burung

ILI dengan kontak unggas sakit atau mati mendadak atau produk unggas ATAU leukopenia ATAU pneumonia pada Manusia dalam 7 hari Terakhir

K

Tersangka Campak

Setiap kasus dengan gejala minimal demam

dan ruam makulo papullar.

8 of 45

Definisi operasional dan kode 23 kasus penyakit dalam aplikasi SKDR

Kode SMS

Penyakit

Definisi

L

Tersangka Difteri

Gejala faringitis, tonsilitis, laringitis, trakeitis, atau kombinasinya disertai demam atau tanpa demam dan adanya pseudomembran putih keabu-abuan yang sulit lepas, mudah berdarah apa bila dilepas atau dilakukan manipulasi.

M

Tersangka Pertussis

Batuk lebih dari 2 minggu disertai minimal satu gejala di bawah ini:

  • batuk yang khas (terus-menerus/ paroxysmal)
  • napas dengan bunyi “whoop”
  • muntah setelah batuk tanpa sebab yang lain
  • untuk anak usia <1 tahun: henti napas dengan atau tanpa sianosis (bibir kebiruan)

N

AFP (Lumpuh Layuh Mendadak)

Kasus lumpuh layuh mendadak, BUKAN disebabkan oleh ruda paksa/ trauma pada anak < 15 tahun.

P

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies

Kasus gigitan hewan (anjing, kucing, monyet, atau penyakit berdarah panas lainnya) yang dapat menularkan rabies pada manusia .

9 of 45

Definisi operasional dan kode 23 kasus penyakit dalam aplikasi SKDR

Kode SMS

Penyakit

Definisi

Q

Tersangka Antraks

  1. Antraks Kulit (Cutaneus Anthrax); Papel pada inokulasi, rasa gatal tanpa disertai rasa sakit, 2-3 hari vesikel berisi cairan kemerahan, haemoragik menjadi jaringan nekrotik, ulsera ditutupi kerak hitam, kering, Eschar (patognomonik), demam, sakit kepala dan pembengkakan kelenjar limfe regional

  • Antraks Saluran Pencernaan (Gastrointestinal Anthrax); Rasa sakit perut hebat, mual, muntah, tidak nafsu makan, demam, konstipasi, gastroenteritis akut kadang disertai darah, hematemesis, pembesaran kelenjar limfe daerah inguinal, perut membesar dan keras, asites dan oede m scrotum, melena.
  • Antraks Paru-Paru (Pulmonary Anthrax); Gejala klinis antraks paru-paru sesuai dengan tanda-tanda bronchitis. Dalam waktu 2-4 hari gejala semakin berkembang dengan gangguan respirasi berat, demam, sianosis, dispnue, stridor, keringat berlebihan, detak jantung meningkat, nadi lemah dan cepat. Kematian biasanya terjadi 2-3 hari setelah gejala klinis timbul.
  • Antraks Meningnitis

Kompilasi dari 2 bentuk utama antraks (pencernaan dan paru), dengan gambaran klinis demam, nyeri kepala hebat, kejang, kaku kuduk, dan penurunan kesadaran. Mortalitas hampir 100%.

10 of 45

Definisi operasional dan kode 23 kasus penyakit dalam aplikasi SKDR

Kode SMS

Penyakit

Definisi

R

Tersangka Leptospirosis

Demam akut dengan ≥38.5o C, dan atau nyeri kepala hebat, dengan nyeri otot, malaise, conjunctival suffusion (radang pada konjungtiva), nyeri betis, disertai dengan adanya riwayat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi leptospira (daerah banjir, persawaahan, selokan)

S

Tersangka Kolera

Penderita menjadi dehidrasi berat karena diare akut cair secara tiba-tiba (biasanya disertai muntah dan mual), tinjanya cair seperti air cucian beras.

T

Klaster Penyakit yang tidak lazim

Didapatkan dua atau lebih kasus/kematian dengan gejala sama di dalam satu kelompok masyarakat/ desa tidak lazim dalam satu periode waktu yang sama (±7 hari), yang tidak dapat dimasukan ke dalam definisi kasus penyakit yang lain.

U

Tersangka Meningitis

/Ensefalitis

Panas > 38°C mendadak, sakit kepala, kaku kuduk, kadang disertai penurunan kesadaran dan muntah. Pada anak < 1 tahun ubun-ubun besar cembung.

V

Tersangka Tetanus Neonatorum

Setiap bayi lahir hidup umur 3-28 hari sulit menyusu/menetek, dan mulut mencucu dan disertai dengan kejang rangsang.

11 of 45

Definisi operasional dan kode 23 kasus penyakit dalam aplikasi SKDR

Kode SMS

Penyakit

Definisi

W

Tersangka Tetanus

Ditandai dengan kontraksi dan kekejangan otot mendadak, dan sebelumnya ada riwayat luka.

Y

ILI (Influenza Like Illness)

Penderita dengan riwayat demam dan demam ≥ 38°C disertai batuk <10 hr

Z

Tersangka HFMD (Hand, Foot, Mouth Disease)

HFMD: Demam atau riw. Demam, bercak papulovesikular di telapak tangan dan kaki dengan/tanpa ulcer di mulut. Biasanya terjadi pada anak dibawah 10 tahun.

HFMD dengan satu atau lebih gangguan system saraf pusat:

Demam ≥39°C atau ≥48 jam, muntah, letargi, iritabilitas, myoclonal jerk, kelemahan tungkai, truncal ataxia, dispn/ takipnu.

X

Total Kunjungan

Jumlah kunjungan pasien yang datang berobat dan terdaftar di fasilitas kesehatan (puskesmas atau pustu)

12 of 45

POKOK BAHASAN

Operasionalisasi aplikasi SKDR

2

  1. Tujuan penggunaan aplikasi
  2. Indikator dan target umum aplikasi SKDR
  3. Pengenalan menu dalam aplikasi SKDR
  4. Tata cara operasionalisasi aplikasi SKDR

13 of 45

Tujuan penggunaan aplikasi

Memberikan informasi “Alert” peringatan dini adanya peningkatan jumlah kasus yang melebihi nilai ambang batas di wilayah kerja unit pelapor.

14 of 45

Indikator dan target umum aplikasi SKDR

  1. Jumlah kasus baru setiap penyakit menurut minggu
  2. Total kunjungan
  3. Proporsi kesakitan
  4. Insidence Rate setiap penyakit menurut minggu
  5. Ketepatan waktu dari unit pelapor
  6. Kelengkapan unit pelapor
  7. Daftar alert peringatan dini penyakit mingguan untuk penyakit di sistem SKDR.

Indikator akan dihitung secara otomatis oleh sistem berdasarkan data yang dikirimkan oleh unit pelapor setiap minggunya.

15 of 45

Pengenalan menu dalam aplikasi SKDR

  • Dashboard
  • Modul pengaturan parameter
    • Parameter Alert
    • Parameter Type
  • Modul Manajemen daerah
  • Modul Surveilans berbasis kejadian
  • Module SKDR
  • Modul SMS
  • Modul whats up
  • Module link external
  • Module support ticketing

16 of 45

17 of 45

Module Pengaturan Paramater

Jenis Alert :

  • Alert peningkatan kasus
  • Fix cases

18 of 45

Parameter Type

Paramater type diperlukan untuk setiap alert penyakit yang akan digunakan dalam sistem SKDR.

19 of 45

Parameter Type

Alert Peningkatan Kasus memerlukan 3 paramater alert :

        • Min: Jumlah kasus minimal dari penyakit yang harus diwaspadai akan menjadi KLB
      • CompTu: Periode waktu yang digunakan untuk menghitung jumlah kasus untuk dibandingkan dengan kasus minggu perjalan
      • Factor: nilai ambang batas yang digunakan sebagai pembanding Perhitungan : jumlah kasus pada minggu berjalan

rata-rata jumlah kasus periode waktu yang ditentukan.

20 of 45

Parameter Alert (Peringatan Dini) Penyakit

Jenis alert peningkatan kasus berdasarkan adanya peningkatan jumlah kasus lebih dari 1.5 kali dibandingkan periode waktu sebelumnya dan jumlah kasus minimum yang sudah ditetapkan

Jenis alert fix cases (kasus) berdasarkan paramater jumlah kasus yang akan memberikan peringatan dini jika kasus dilaporkan memenuhi kriteria yang ditetapkan.

21 of 45

Penyakit

Digunakan untuk melakukan pengaturan jenis penyakit yang akan dilaporkan dalam sistem SKDR. Penyakit dalam SKDR dilengkapi dengan KODE SMS yang digunakan dalam pelaporan dengan SMS ataupun WhatsApp.

22 of 45

Tahun

Digunakan untuk melakukan pengaturan tahun dan minggu pelaporan/epidemiologi yang akan dilaporkan dalam sistem SKDR.

23 of 45

Jenis Unit Pelapor

Jenis Pekerjaan

24 of 45

Diagnosa

25 of 45

Hasil laboratorium

26 of 45

Keadaan Akhir

Status Imunisasi

27 of 45

Tempat Berobat

28 of 45

Status Kontak

Status Rumor

29 of 45

Sumber laporan

30 of 45

Laporan

31 of 45

Jenis sample spesimen

32 of 45

Metode pemeriksaan laboratorium

Jenis Verifikasi Peringatan Dini

33 of 45

Modul Manajemen Daerah

Provinsi

Wilayah

Kab Kota

34 of 45

  • Kecamatan
  • Unit pelapor

35 of 45

  • Petugas unit pelapor
  • Populasi
  • Pengguna

36 of 45

Modul Surveilans berbasis kejadian

37 of 45

Analisa Surveilans Berbasis Kejadian

38 of 45

Modul SKDR

  • Data agregat
  • Data individu

39 of 45

Analisa Data

  • Peta
  • Grafik
  • Tabel

40 of 45

Modul SMS

41 of 45

Module what's up

42 of 45

Module support ticketing

43 of 45

Tata cara operasionalisasi aplikasi SKDR

  • Log in ke dalam SKDR
  • Manajemen daerah
  • Mendaftarkan petugas unit pelapor
  • Pengiriman laporan dengan SMS
  • Pengiriman laporan mingguan melalui web SKDR
  • Melaporkan penyakit yang harus dilaporkan dalam waktu < 24 jam melalui EBS
  • Kelengkapan dan ketepatan laporan
    • Menampilkan grafik kelengkapan laporan mingguan
    • Menampilkan ketepatan laporan mingguan
    • Menampilkan table kelengkapan laporan mingguan
    • Menampilkan ketepatan laporan mingguan
    • Menampilkan data EBS dalam bentuk tabel laporan STP KLB
  • Analisa Data mingguan SKDR
    • Verifikasi alert
    • Menampilkan Jumlah kasus penyakit laporan mingguan SKDR menurut tempat

44 of 45

Rangkuman

  • Laporan mingguan yang dikirimkan unit pelapor dan EBS (berbasis kejadian)
  • Laporan dapat dikirimkan melalui pesan singkat SMS, WhatsApp atau dengan melakukan data entri melalui web SKDR.
  • Kasus yang dilaporkan melebihi nilai ambang batas yang sudah ditentukan, sistem akan memberikan sinyal “Alert” peringatan penyakit dan petugas akan melakukan verifikasi alert dengan melengkapi informasi berdasarkan respon yang sudah dilakukan kedalam sistem SKDR.
  • Data analisis dalam bentuk tabel, grafik dan peta.

45 of 45

Terima Kasih