PENDEKATAN PEMIMPIN
PRODI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS WIRARAJA MADURA
KEPEMIMPINAN
Proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari para anggota kelompok.
Ada tiga implikasi penting dari defenisi tersebut :
PENDEKATAN STUDI KEPEMIMPINAN�
PENDEKATAN SIFAT�
Pendekatan ini memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat yang tampak. Dua pendekatan:
Pemimpin cenderung lebih tinggi, lebih percaya diri, dan mempunyai kebutuhan akan kekuasaan yang lebih besar. Sehingga muncul anggapan bahwa pemimpin dilahirkan bukan dibuat
PENDEKATAN SIFAT�
PENDEKATAN PERILAKU KEPEMIMPINAN�
Pendekatan ini mencoba untuk menentukan apa yang dilakukan oleh para pemimpin efektif – bagaimana mereka mendelegasikan tugas, bagaimana mereka berkomunikasi dan memotivasi mereka, bagaimana mereka menjalankan tugas.
Pendekatan ini menyatakan bahwa perilaku kepemimpinan dapat dipelajari atau dikembangkan sehingga individu-individu dapat dilatih dengan perilaku kepemimpinan yang tepat agar mampu memimpin lebih efektif.
PENDEKATAN PERILAKU KEPEMIMPINAN�
Pendekatan perilaku memusatkan perhatiannya pada dua aspek perilaku kepemimpinan
PENDEKATAN PERILAKU KEPEMIMPINAN�
Manajer berorientasi tugas, mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup untuk menjamin bahwa tugas dilaksanakan sesuai dengan yang diinginkan.
Manajer dengan gaya kepemimpinan ini lebih memperhatikan anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas dengan memberikan kesempatan pada bawahan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan, menciptakan suasana persahabatan serta hubungan-hubungan saling mempercayai dan menghormati anggata kelompok.
TEORI YANG BERKAITAN DENGAN PENDEKATAN PERILAKU KEPEMIMPINAN
TEORI X DAN Y DARI DOUGLAS MC GREGOR.�
Teori X | Teori Y |
Rata-rata pembawaan manusia malas atau tidak menyukai pekerjaan dan akan menhindarinya bila mungkin. | Orang akan melakukan pengendalian diri dan pengarahan diri untuk mencapai tujuan yang telah disetujui. |
Karena karakteristik manusia tersebut, orang harus dipaksa, diawasi, diarahkan, atau diancam dengan hukuman agar mereka menjalankan tugas untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. | Keterikatan pada tujuan merupkan fungsi dari penghargaan yang berhubungan dengan prestasi mereka. |
Rata-rata manusia lebih menyukai diarahkan, ingin menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi relatif kecil, dan menginginkan keamanan/jaminan hidup diatas segalanya. | Rata-rata manusia, dalam kondisi yang layak, belajar tidak hanya untuk menerima tetapi mencari tanggung jawab. |
| Ada kapasitas besar untuk melakuka imajinasi, kecerdikan dan kreatifitas dalam menyelesaikan masalah-masalh organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan. |
SISTEM MANAJEMEN DARI LIKERT
Sistem 1 manajer membuat semua keputusan yang berhubungan dengan kerja dan memerintahkan para bawahan untuk melaksanakannya. Standar dan metode pelaksanaan juga secara kaku ditetapkan oleh manajer. | Sistem 3 Manajer menetapkan tujuan-tujuan dan memberikan perintah-perintah setelah hal-hal itu didiskusikan terlebih dahulu dengan bawahan. Bawahan dapat membuat keputusan-keputusan mereka sendiri tentang cara pelaksanaan tugas. Penghargaan lebih digunakan untuk memotivasi bawahan daripada ancaman hukuman. |
Sistem 2 Manajer tetap menentukan perintah-perintah, tetapi memberi bawahan kebebasan untuk memberikan komentar terhadap perintah-perintah tersebut. Bawahan juga diberi berbagai fleksibilitas untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dalam batas-batas dan prosedur-prosedur yang ditetapkan | Sistem 4 Tujuan-tujuan ditetapkan dan keputusan-keputusan kerja dibuat oleh kelompok. Bila manajer secara formal yang membuat keputusan, mereka melakukan setelah mempertimbangkan saran-saran dan pendapat-pendapat dari para anggota. |
1.9
MANAJEMEN SANTAI
Perhatian sepenuhnya pada kebutuhan-kebutuhan karyawan bagi pemuasan hubungan-hubungan yang mengarahkan kesuatu suasana persahabatan dan kecepatan kerja yang menyenangkan dalam organisasi
9.9
MANAJEMEN TEAM
Penyelesaian pekerjaan adalah dari dedikasi karyawan, saling bergantung melalui suatu “pancangan umum” dalam tujuan organisasi yang mengarahkan untuk hubungan-
5.5
MANAJEMEN MANUSIA ORGANISASI
Prestasi organisasi yang memadai dapat dicapai melalui penyeimbang keperluan pelaksanaan kerja dengan pemeliharaan semangat kerja karyawan pada tingkat yang memuakan.
1.1
MANAJEMEN JATUH MISKIN
Pencurahan usaha minimum untuk melaksanakan pekerjaan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan untuk memotong keanggotaan organisasi
9.1
WEWENANG KETAATAN
Efisiensi operasi dihasilkan dari penciptaan kondisi kerja dengan suatu cara di mana unsure manusia dilibatkan pada derajat minimum
Jenjang Manajerial dari Robert Blake Jane Mouton
Perhatian terhadap Produksi
Rendah
Tinggi
Perhatian terhadp karyawan
Rendah
Tinggi
STUDI OHIO STATE
Struktur rendah pertimbangan tinggi | Struktur tinggi pertimbangan tinggi |
Struktur rendah pertimbangan rendah | Struktur timggi pertimbangan rendah |
Struktur memprakarsai
Rendah
Tinggi
pertimbangan
Rendah
Tinggi
PENDEKATAN SITUASIONAL (CONTIGENCY) �
RANGKAIAN KESATUAN KEPEMIMPINAN TONNENBAUM DAN SCHMIDT
Kekuatan dalam diri manajer | Kekuatan dalam diri bawahan | Kekuatan dari situasi |
Sistem nilai | Kebutuhan akan kebebasan | Tipe organisasi |
Kepercayaan kepada bawahan | Kebutuhan akan peningkatan tanggung jawab | Efektifitas kelompok |
Kecenderungan kepemimpinannya sendiri | Kebutuhan dalam penanganan masalah | Desakan waktu |
Perasaan aman dan tidak aman | Kebutuhan dan harapan keterlibatannya dalam pembuatan keputusan. | Sifat masalah itu sendiri |
Teori ini mengemukakan bahwa manajer harus mempertimbangkan tiga kumpulan “kekuatan” sebelum melakukan pemilihan gaya kepemimpinan
TEORI CONTINGENCY DARI FIEDLER
TEORI SIKLUS KEHIDUPAN DARI HERSEY DAN BLANCHARD