Anastesi Lokal
& Manajemen Nyeri
drg. Irmi Fitria, MDSc
untuk Prosedur Emergency
drg. Irmi Fitria, MDSc
Nursindo Training Center�Email: drg.irmifitria@gmail.com
HP: 085288421817
Hasil Belajar
Setelah mengikuti materi ini,�peserta mampu memahami manajemen nyeri dan anestesi lokal dalam kedokteran gigi.
Indikator Hasil Belajar
Menjelaskan manajemen nyeri pada kasus emergency
Menjelaskan prosedur anestesi lokal dalam kedokteran gigi
Materi Pokok
Manajemen nyeri pada kasus emergency
Prosedur anestesi lokal dalam kedokteran gigi
Never treat
a stranger!
Manajemen
Nyeri
“Nyeri adalah suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian yang digambarkan dengan istilah kerusakan.”
― Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI)
“Nyeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial yang digambarkan berupa kerusakan.”
― International Association for the Study of Pain (IASP)
“Nyeri memiliki tingkat keparahan, kualitas, durasi, dan berbagai penyebab patofisiologis.”
Jenis Nyeri
Nyeri Odontogenik
Involving hard tissue | Involving soft tissue |
Dental caries involving enamel/dentin/cementum | Pulpitis |
Dentin hypersensitivy | Gingivitis |
Dry socket | Periodontitis |
Osteomyelitis | Pericoronitis |
Prinsip Manajemen Nyeri
Diagnosis
Dental Treatment
Drugs
Manajemen nyeri dalam praktik kedokteran gigi mengikuti prinsip “Three-Dimensional” (3-D) yang meliputi:
How To?
Prinsip SOCRATES
Site – Lokasi nyeri?
01
How To?
Prinsip SOCRATES
Onset – Kapan mulai terjadi?
02
How To?
Prinsip SOCRATES
Character – Gambaran nyeri?
03
How To?
Prinsip SOCRATES
Radiation – Apakah menyebar?
04
How To?
Prinsip SOCRATES
Associations – Apakah nyeri mengganggu aktivitas lainnya?
05
How To?
Prinsip SOCRATES
Time course – Apakah dikuti nyeri yang lain?
06
How To?
Prinsip SOCRATES
Exacerbating or relieving factors – Apakah nyeri berkurang atau semakin memburuk?
07
How To?
Prinsip SOCRATES
Severity – Seberapa parah nyerinya?
08
Visual Analog Scale
Manajemen Nyeri Pulpitis
Manajemen Nyeri Dentoalveolar Abses Akut
Manajemen Nyeri Abses Periodontal
Manajemen Nyeri Perikoronitis
Manajemen Nyeri Dry Socket
Pendekatan Farmakologis
Dua obat yang digunakan dalam kedokteran gigi untuk manajemen nyeri akut adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan opioid.
Analgesik → oral atau parenteral → pra operasi atau pasca operasi → bagian integral dari manajemen nyeri dalam kedokteran gigi
Pendekatan Farmakologis
Kortikosteroid juga telah digunakan secara sporadis untuk manajemen nyeri dalam kedokteran gigi.
Tiga obat yang paling sering digunakan dalam kedokteran gigi adalah aspirin, ibuprofen, dan parasetamol.
Anastesi
Lokal
“Anestesi lokal didefinisikan sebagai hilangnya sensasi sementara pada area tubuh tertentu yang disebabkan oleh penghambatan ujung saraf atau penghambatan proses konduksi di saraf perifer”
― Malamed, 2020
“Penerapan anestesi lokal dalam kedokteran gigi biasanya dilakukan secara topikal atau melalui blok injeksi.”
“Anestesi topikal biasanya digunakan dalam kondisi ringan, seperti sariawan ringan, untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat suntikan, atau dalam prosedur invasif.”
Jenis Anastesi Lokal
Amida→
degradasi enzimatis di hati → contohnya :
lidokain dan bupivakain.
Ester→ Metabolisme oleh enzim pseudokolinesterase di plasma → cenderung lebih alergi → contohnya: prokain.
Secara kimiawi, anestesi lokal dibagi menjadi 2:
Kapan dibutuhkan?
Armamentarium
Cartridges
Needle
Syringe
Cartridges
Needle
Syringe
Teknik
Teknik anestesi lokal berdasarkan cara pemberian
Infiltrasi
Fieldbloc
Blok saraf
Teknik
Teknik anestesi lokal berdasarkan lokasi pemberian
Anestesi topikal
Intraosseus
Intraligamen
Prosedur
Posisi Operator & Pasien
Teknik Fisher
Teknik Fisher
Teknik Fisher
Komplikasi
Pendekatan Non Farmakologis
Kesimpulan
We were created
to create
beautiful smiles.
Terima Kasih