1 of 25

Ketua Tim kerja Pengawasan Informasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif

SOSIALISASI

Vaksinasi Kanker Serviks sebagai Bagian dari Upaya Pencegahan

Rina Apriani, S.Si, Apt., M.Epid.

Jakarta, 25 September 2025

3 76 140

2 115 104

114 114 114

239 243 150

116 226 145

89 180 195

3 166 74

162 0 0

0 66 130

2 of 25

Epidemiologi Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan penyebab kanker tertinggi kedua pada wanita di dunia dengan sekitar 660.000 kasus baru dan 350.000 kematian.

Indonesia menempati posisi ke-3 kasus kanker serviks di dunia setelah India dan China.  

Kanker serviks dapat dicegah secara spesifik melalui vaksinasi.

Perlunya upaya pencegahan dan deteksi dini yang lebih intensif melalui skrining, karena banyak kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. 

  • Prevalensi tinggi di Indonesia, sebanyak 16 dari 100.000 wanita mengalami kanker serviks
  • sekitar 36.000 kasus baru/tahun dengan kematian sekitar 21.000 pada tahun 2024/2025. 

Skrining : dapat mencegah 80% kematian akibat kanker serviks

3 of 25

Target Eliminasi Kanker Serviks Indonesia pada tahun 2030

Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia tahun 2023-2030

WHO guideline for screening and treatment of cervical pre-cancer lesions for cervical cancer prevention, second edition. https://www.who.int/publications/i/item/9789240030824

4 of 25

RENCANA AKSI NASIONAL ELIMINASI KANKER RAHIM TAHUN 2023 - 2030

5 of 25

RENCANA AKSI NASIONAL ELIMINASI KANKER RAHIM TAHUN 2023 - 2030

6 of 25

RENCANA AKSI NASIONAL ELIMINASI KANKER RAHIM TAHUN 2023 - 2030

7 of 25

Gaya hidup sehat (nutrisi terjaga, olahraga, tidak merokok

Tidak berganti ganti pasangan seksual

Menjaga kebersihan area genital

Deteksi dini melalui test HPV DNA, Papsmear

dan IVA secara rutin

Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus)

BAGAIMANA

MENCEGAH KANKER

SERVIKS?

8 of 25

Kanker serviks dapat dicegah!

Jadwal vaksin

kanker serviks

2 Dosis

(untuk usia 9 – 13 tahun interval 0 – 6 bulan)

3 Dosis

(untuk usia >13 tahun 

interval 0 – 2 – 6 bulan)

Vaksinasi

HPV

Didahului oleh skrining pada yang sudah aktif secara seksual

Skrining

kanker serviks

(HPV DNA, Papsmear dan IVA)

Vaksinasi

HPV

Deteksi lebih dini sebelum terjadi kanker

9 of 25

Vaksin HPV sudah masuk kedalam jadwal imunisasi IDAI dan PAPDI

10 of 25

Vaksin HPV (Human Pavilomma Virus)

Cervarix

Cecolin

Vaceta

Gardasil

Nusagard

Gardasil-9

11 of 25

Vaksin HPV Bivalent (1)

Nama Obat Jadi

Cervarix

Cecolin

Vaceta

Komposisi

Tiap 0,5 ml mengandung:

- HPV type 16 dan 18

Tiap dosis (0,5 ml) mengandung:

- Recombinant HPV type 16 dan 18

Tiap 0,5 ml mengandung:

- HPV type 16 dan 18

Bentuk Sediaan

Suspensi Injeksi

Suspensi Injeksi

Suspensi Injeksi

Kemasan

Dus, 1 pre-filled syringe @ 1 dosis (0,5 ml)

Dus, 10 vial @ 0.5 ml

Dus, 1 vial @ 0,5 ml

Pendaftar

PT Glaxo Wellcome Indonesia

PT. Triman, Bandung

PT Etana Biotechnologies Indonesia

Produsen

GLAXOSMITHKLINE BIOLOGICALS SA, RIXENSART, BELGIUM

XIAMEN INNOVAX BIOTECH CO., LTD., XIAMEN, CHINA

YUXI ZERUN BIOTECHNOLOGY CO., LTD., YUXI, CHINA

Nomor Izin Edar

DKI2276703743A1

DKI2467800143A1

DKI2442900443A1

12 of 25

Vaksin HPV Bivalent (1)

Nama Obat Jadi

Cervarix

Cecolin

Vaceta

Indikasi

Wanita 9-25 tahun: pencegahan infeksi persisten, premalignant cervical lesions, dan kanker serviks yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18

Wanita 9-45 tahun: pencegahan penyakit yang disebabkan HPV onkogenik tipe 16 dan/atau 18

Wanita 9-30 tahun: pencegahan penyakit yang disebabkan HPV high-risk tipe 16, 18

Durasi Proteksi

Durasi proteksi belum pasti; terbukti efektif hingga 9,4 tahun pasca dosis pertama.

Durasi proteksi belum diketahui dengan pasti

Durasi proteksi belum diketahui dengan pasti

Dosis

9-14 tahun = 2 dosis @ 0,5 mL

≥15 tahun = 3 dosis @ 0,5 mL

9-14 tahun = 2 dosis @ 0,5 mL

≥15 tahun = 3 dosis @ 0,5 mL

9-17 tahun = 2 dosis @ 0,5 mL

18-30 tahun = 3 dosis @ 0,5 mL

Jadwal Pemberian

2 dosis : 1st 0 bulan, 2nd antara 5 dan 13 bulan pasca dosis pertama

3 dosis : 0-1-6 bulan

2 dosis : 0-6 bulan

3 dosis : 0-1-6 bulan

2 dosis : 0-6 bulan

3 dosis: 0-2-6 bulan

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau salah satu zat tambahan.

Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau salah satu zat tambahan vaksin.

Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau salah satu zat tambahan vaksin.

13 of 25

Vaksin HPV (2)

Nama Obat Jadi

Gardasil

Nusagard

Gardasil-9

Komposisi

Tiap 0,5 ml mengandung:

- HPV type 6, 11, 16 dan 18

Tiap dosis mengandung:

- HPV type 6, 11, 16 dan 18

Tiap 0,5 ml mengandung:

- HPV type 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58

Bentuk Sediaan

Suspensi Injeksi

Suspensi Injeksi

Suspensi Injeksi

Kemasan

Dus, 1 vial @ 0,5 ml

Dus, 10 vial @ 0,5 ml

Dus, 1 vial @ 0,5 ml

Dus, 1 prefilled syringe @ 0,5 ml

Pendaftar

PT Organon Pharma Indonesia Tbk

PT Bio Farma

PT Organon Pharma Indonesia Tbk

Produsen

Diproduksi Dan Dikemas Oleh MERCK SHARP & DOHME LLC, PENNSYLVANIA, USA

Dirilis Oleh MERCK SHARP & DOHME BV, HAARLEM, Netherlands

Diproduksi dan Dikemas Oleh MERCK SHARP & DOHME LLC, PENNSYLVANIA, USA

Dirilis Oleh Bio Farma (Persero), Bandung

Diproduksi dan Dikemas Oleh MERCK SHARP & DOHME LLC, PENNSYLVANIA, USA

Dirilis Oleh MSD INTERNATIONAL GMBH (SINGAPORE BRANCH), SINGAPORE

Nomor Izin Edar

DKI1563500743A1

DKI2363602643A1

DKI2412700143A1

14 of 25

Vaksin HPV Polyvalent (2)

Nama Obat Jadi

Gardasil

Nusagard

Gardasil-9

Indikasi

Wanita 9-45 tahun: pencegahan kanker serviks, dysplasia serviks, vulva dan vagina derajat rendah dan tinggi; dan kutil kelamin yang disebabkan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18

Pria 9-26 tahun: pencegahan lesi genital eksternal seperti kutil kelamin, neoplasia intraepitelial anal (AIN 1/2/3), dan infeksi yang disebabkan oleh HPV tipe 6, 11, 16, dan 18

Wanita 9-45 tahun: pencegahan kanker serviks, displasia serviks, vulva, vagina derajat rendah dan tinggi, kutil kelamin eksternal yang berhubungan dengan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18

Pria 9-26 tahun: pencegahan lesi genital eksternal seperti kutil kelamin, neoplasia intraepitelial anal (AIN 1/2/3), dan infeksi yang disebabkan oleh HPV tipe 6, 11, 16, dan 18

 

Wanita 9-45 tahun dan Pria 9-26 tahun

Untuk melindungi dari penyakit yang disebabkan HPV tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, 58 (termasuk lesi pre-kanker dan kanker pada alat kelamin Wanita (serviks, vulva, vagina), lesi pre-kanker dan kanker anus dan kutil kelamin pada pria dan wanita

Durasi Proteksi

Belum diketahui, efikasi proteksi yang menetap telah diamati selama 4,5 tahun setelah menyelesaikan seri 3 dosis. Uji klinik lanjutan masih berlangsung.

Belum diketahui, efikasi proteksi yang menetap telah diamati selama 4,5 tahun setelah menyelesaikan seri 3 dosis. Uji klinik lanjutan masih berlangsung.

Proteksi telah diketahui hingga 6 tahun dalam uji klinis. Belum tersedia data efikasi setelah 6 tahun.

Dosis

Seri vaksinasi primer: 3 dosis @ 0,5 ml

9-12 tahun bisa diberikan 2 dosis @ 0,5 ml

Seri vaksinasi primer: 3 dosis @ 0,5 ml

9-12 tahun bisa diberikan 2 dosis @ 0,5 ml

Seri vaksinasi primer: 3 dosis @ 0,5 mL

9-14 tahun: 2 dosis @ 0,5 mL

Jadwal Pemberian

3 dosis : 0-2-6 bulan

2 dosis : 0-6 bulan

3 dosis : 0-2-6 bulan

2 dosis : 0-6 bulan

2 dosis: 1st 0 bulan, 2nd antara 5 dan 13 bulan pasca dosis pertama

3 dosis: 0-2-6 bulan

Kontra Indikasi

  • Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau salah satu zat tambahan
  • Harus ditunda untuk individu yang menderita demam akut berat
  • Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau salah satu zat tambahan
  • Harus ditunda untuk individu yang menderita demam akut berat

Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau salah satu zat tambahan vaksin.

15 of 25

Profil Efikasi pada Perempuan

Kanker serviks : Menurunkan risiko sebesar 98% pada Wanita usia 16 – 26 tahun dengan long term efficacy hingga 10 tahun

Kutil kelamin : Menurunkan risiko 99% pada Wanita usia 16 – 26 tahun

Pre-Kanker Vulva Vagina : Menurunkan risiko 100% pada Wanita usia 16 – 26 tahun

Terbukti efektif untuk Wanita dewasa (usia 24 – 45 tahun)

16 of 25

Profil Efikasi pada Laki-laki

Vaksin Polyvalent : merupakan vaksin yang memiliki indikasi tidak hanya untuk perempuan, tetapi juga laki-laki

External Genital Lesion : Menurunkan risiko 90,4%

Kanker Anal : Menurunkan risiko 78%

Vaksinasi pada populasi perempuan dan laki-laki terbukti menurunkan kasus kanker terkait HPV sebesar 65% pada laki-laki dan 40% pada perempuan

17 of 25

Sudahkah Anda

melakukan skrining kanker serviks secara rutin?

1.77%

Cakupan skrining kanker serviks pada wanita usia subur Indonesia

18 of 25

Skrining Kanker Serviks di Indonesia

  • Skrining lesi prakanker serviks yang tersedia di Indonesia adalah pap smear, IVA, dan HPV DNA
  • Skrining primer di Indonesia 🡪 IVA atau Pap smear
  • Rekomendasi WHO 2021 🡪 HPV DNA

Papsmear (sitologi)

IVA

HPV DNA

Sampel

Swab serviks (invasif)

Visual serviks (invasif)

Swab serviks (invasif)

Urin (noninvasive)

Deteksi sebelum terjadi lesi prakanker

Tidak

Tidak

Ya

Hasil pengamatan

Pengamatan via mikroskop

Inspeksi visual

Positif/negatif DNA HPV

Informasi tipe HPV high risk

Lama pengujian dari pengambilan sampel

1 hari

15 menit (interpretasi butuh waktu lebih di portal DoIVA)

1 hari

Akurasi

82.2%

61%

95%

Interval uji

1 tahun

3 tahun

5 tahun*

Kemenkes RI. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks: Komite Penanggulangan Kanker Nasional.

WHO guideline for screening and treatment of cervical pre-cancer lesions for cervical cancer prevention, second edition

19 of 25

Alur skrining kanker serviks dengan HPV DNA

Sampel urin/swab serviks

Negatif

Skrining ulang�5-10 tahun

Positif

Pap Smear/IVA test

(-)

Skrining ulang�1-3 tahun

Pap Smear/IVA test

(+)

Rujuk Sp.OG

20 of 25

Siapa saja yang direkomendasikan untuk tes HPV DNA?

Skrining rutin

    • Tiap 5 tahun sekali (sebagai MCU)

Cek setelah terapi

    • Tes ulang keberadaan HPV setelah terapi

Tes HPV DNA sampel urin relatif simple dan nyaman

Peningkatan minat dan cakupan skrining kanker serviks

Menekan angka insidensi kanker serviks Indonesia

Rekomendasi skrining untuk usia 30 – 50 tahun (yang sudah aktif seksual)

21 of 25

Amankah melakukan vaksinasi tanpa skrining?

Vaksin memberikan proteksi ±4 minggu setelah penyuntikan

Skrining dengan HPV DNA memastikan belum ada infeksi sebelumnya

Vaksinasi tidak dapat menyembuhkan infeksi yang didapat sebelumnya

Vaksinasi tidak akan memperparah infeksi yang ada sebelumnya

WHO tetap menyarankan skrining sebelum vaksinasi untuk memastikan tidak ada infeksi HPV dan lesi kanker sebelumnya

Vaksinasi sebelum skrining tidak akan membahayakan untuk pasien

Tetap harus melakukan skrining secara rutin untuk memastikan tidak adanya infeksi dan lesi kanker

Jika setelah vaksin, ditemukan infeksi atau lesi kanker saat skrining, ada kemungkinan besar infeksi atau lesi ada sebelum vaksinasi

AMAN untuk melakukan vaksinasi HPV secara langsung (tidak diawali dengan skrining). Namun tetap HARUS melakukan SKRINING secara RUTIN.

22 of 25

Persiapan sebelum vaksinasi

Kondisi sehat dan fit (tidak demam)

Makan dan istirahat yang cukup

Catat apabila ada riwayat alergi pada pemberian vaksin

Tunggu 30 menit setelah vaksinasi untuk reaksi simpang vaksin

23 of 25

Sadar Kanker Serviks

Tersedia di >90 faskes di seluruh Indonesia

24 of 25

TAKE ACTION NOW !!!

Tersedia di >90 faskes di seluruh Indonesia

25 of 25

TERIMA KASIH